Beberapa Alasan Orang Takut Bikin NPWP
Ada istilah tak kenal maka tak sayang, dan itu mungkin cocok juga buat orang yang selama ini tidak mengerti masalah pajak terutama ketika akan bikin NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak. Kita mungkin sering ikutan obrolan disebuah forum yang membahas masalah perpajakan (NPWP), menurut saya itu adalah sah sah aja dan ada benarnya apalagi ketika kita dalam kondisi tidak tahu dan mencari penjelasan, namun yang harus diperhatikan adalah narasumber yang jadi acuan harus kita perhatikan agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Ada beberapa hal yang saya dapatkan ketika saya mengobrol dengan tetangga yang kebetulan kerja sebagai karyawan swasta di sebuah perusahaan di kota cilegon dan dengan beberapa Wajib Pajak karyawan di Kota Tangerang.
Ada beberapa alasan mereka takut bikin NPWP, diantaranya :
1. Merasa pajak yang udah dipotong perusahaan setelah punya NPWP otomatis akan ada kewajiban tambahan membayar pajak jadinya double dalam pembayaran pajak.
2. Merasa bahwa setelah punya NPWP akan melakukan kewajiban bulanan dan tahunan.
3. Pengisian yang dirasa sangat ribet dan susah.
4. Takut dengan denda yang harus dibayar.
Yuk kita bahas satu satu
1. Setiap pegawai/karyawan yang penghasilannya diatas PTKP diwajibkan untuk ber NPWP, dan masalah kewajibannya perlu diingat untuk Wajib Pajak yang berstatus sebagai karyawan/PNS selama penghasilannya hanya dari satu pemberi kerja kewajibannya hanya melaporkan penghasilannya itupun setahun sekali yaitu pada saat laporan SPT Tahunan dan laporan tersebut pastinya akan NIHIL (tidak ada pembayaran) karena pajak telah dipotong oleh perusahaan selaku pemberi kerja dan tidak ada kewajiban lainnya (pembayaran/laporan bulanan/masa), terkecuali orang tersebut mempunyai penghasilan lainnya yaitu misalkan mempunyai usaha lainnya (dagang/bekerja lebih dari 1 perusahaan) jadi sumber penghasilannya lebih dari satu.
2. Kewajiban bulanan hanya akan berlaku bila Wajib Pajak tersebut berstatus sebagai usahawan (dagang, jasa dan lainnya) dan atau Wajib Pajak tersebut mempunyai lebih dari 1 sumber penghasilan, jadi kalo hanya karyawan to cukup setahun sekali .
3. Pengisian SPT Tahunan untuk karyawan/PNS cukup dengan memindah isian yang ada dari lampiran 1721-A1 (pegawai swasta) atau 1721-A2 (PNS/POLRI/TNI), karena setiap kata/kalimat dari lampiran tersebut sama dengan yang ada di SPT Tersebut. Perlu diingat bahwa lampiran 1721-A1 dan 1721-A2 biasanya dibuat oleh bagian yang melakukan pemotongan pajak atau gaji atau oleh bendaharawan yang ditunjuk.
4. Denda akan terbit apabila Wajib Pajak tidak memenuhi Kewajiban Pajaknya dalam hal ini tidak melaporkan atau terlambat melaporkan SPT tersebut. Denda akan terbit tapi biasanya akan didahului dengan surat tegoran untuk melaporkan SPT Tahunan dulu, perlu diingat bahwa denda/sanksi atas tidak/terlambat melaporkan akan terbit dalam bentuk Surat Tagihan Pajak (STP) disertai nomor STP dan besarnya tagihan tersebut..jadi bila kita belum menerima STP..so santai aja dulu berarti denda belum terbit.
Intinya selama kita memenuhi kewajiban pajak dalam hal ini karyawan/pegawai cukup dengan melaporkan penghasilannya setahu sekali selama tepat waktu plus benar dan jelas dalam pengisiannya maka KITA TIDAK ADA MASALAH DALAM HAL PAJAK.
Tujuan saya menulis hal ini karena ketika saya melihat beberapa forum pembahasan masalah pajak serta beberapa postingan dari para blogger yang menyangkut pajak, saya hanya ingin meluruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam mengartikan suatu permasalahan….ibarat kata ketika kita mau beli mobil pastinya kita perlu mengecek mesin dan kondisi mobil itu sendiri dengan bertanya kepada orang yang emang mengerti jeroan mobil…
Semoga tulisan yang singkat dan sederhana ini cukup membantu buat temen-temen yang masih awam dalam hal masalah NPWP….plus buat yang mau tahu aturan tentang TATA CARA PENDAFTARAN DAN PEMBERIAN NPWP sok diunduh disini

















hmmm
aku TKI nih…wajib ngga punya NPWP hihihi
omiyan jawab: NPWP boleh dimiliki oleh siapa saja selama penghasilan tersebut diatas PTKP (Pasal 2 ayat 3 Per-44/PJ/2008) bisa donlot bu, selain itu perlu mba ketahui bahwa orang yang ber NPWP dibebaskan dari Fiskal LN…
Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com%3c/a>. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, Musikgue & game online untuk para netter Indonesia. Salam!
http://nasional.infogue.com/beberapa_alasan_orang_takut_bikin_npwp
hmm.. informatif sekali. nice posting.
saya sudah mengajukan pembuatan NPWP secara kolektif di kantor, jadi lebih mudah.
bagus juga nih kalo bebas biasa fiskal luar negeri..
hehe, sipa belom ngurusin gitu an sih. mama papa yang ngurusin
Ada satu hal yang mengganggu saya, dalam hal kesadaran masyarakat akan wajib pajak.
Dahulu masyarakat berbondong-bondong memenuhi kewajiban pajak TV di kantor pos terdekat.
Namun bagaimana kesadaran tersebut menjadi lenyap… ?!
Mohon maaf sepertinya kolaborasi segelintir pengusaha dengan kebijakan yang tidak memperimbangkan efek dominonya.
Mudah mudahan jika NPWP sudah memasyarakat, diimbangi dengan kebijakan-kebijakan yang adil, Amin.
Wassalam, Haniifa.
Hai hai…
Beberapa waktu yang lalu, ketika pembuatan NPWP secara kolektif dilakukan di perusahaan tempat saya bernaung, banyak karyawan yang ‘teriak’. Memang, kebanyakan ‘meneriakkan’ hal yang Mbak sebut tadi. Tapi setelah dijelaskan, baru kemudian mereka mau.
Memang sosialisasi itu penting, ya, Mbak..
Karena tidak bisa dipungkiri, ketika mendengar kata ‘Pajak’, orang segera berasumsi bakal keluar uang banyak..
waduhhh… NPWP…berat topiknya Pak….
satu lagi yang bikin orang ga mo bikin NPWP.. karena mereka takut miskin.. include me.. heee…
Lam knalll…
gw setuju aja jd wajib pajak, asal pajaknya kaga jatoh ke kantong segelintir orang aja ~_~
omiyan jawab: Kantor Pajak tidak menerima pembayaran hanya pelaporan pajak, sedangkan tempat pembayaran pajak adalah Bank atau Kantor Pos yang ditunjuk…..
Ya..ya…, pengisian yang ribet itu yang bikin males..!
Omiyan, salam kenal..!
huahaha.. bener banget om, orang2 ketakutan buat bikin NPWP, karena takut penghasilan jadi berkurang.. lah, aslinya emang udah berkurang koq! kan dipotong dari gaji… aneh dah
Billy K.
iamthebilly.wordpress.com
bersambung.wordpress.com
aku buat NPWP bulan lalu dengan tujuan agar keluar negeri nggak kena pajak, kan lumayan tuch
NPWP …
Hmmm … iya ini kelihatannya ribet …
Tapi setelah dijalani sendiri … biasa-biasa saja kok
malah saya bersyukur punya NPWP …
Secara bebas fiskal gitu loh tahun depan …
mayankan … hemat sejuta …
Salam saya …
alhamdulillah dah punya mas
Nice Info..
hubungi email saya, nanti saya akan beritahu tips & triknya agar Blog Om diterima
Webnya di daftarin disini aja Om: http://www.theadnetwork.co.uk/?aff=15148 biar dapet £15 + £5 /bulan!! kayak blog saya!!
-salam-
Nice Info..
hubungi email saya, nanti saya akan beritahu tips & triknya agar Blog Om diterima
Blognya di daftarin disini aja Om: http://www.theadnetwork.co.uk/?aff=15148 biar dapet £15 + £5 /bulan!! kayak blog saya!!
-salam-
Saya sudah punya NPWP sejak tahun 1985, sejak si bungsu lahir, dan nggak ada masalah. Karena semua pendapatan sudah dipotong oleh perusahaan, saya hanya mengisi dan melampirkan bukti pemotongan dari kantor.
Jadi, saya dan suami, masing-masing punya NPWP tersendiri.
Postingan ini bermanfaat sekali. Sangat malah.
Dan memang salah satu yang terpenting adalah: hemat fiskal 1 juta buat tahun depan. Hehe (bahkan kabarnya bakal dinaikkan 3 kali lipat. Hhhiiihhh…)
Itungannya emang ribet om, g semua orang bisa. sampai-2 ada jasa untk ngurusi cuma lapor pph21 doang
kalooo, pengangguran bgimana?
perlu NPWP ga?
Omiyan jawab: Yang berkewajiban mempunyai NPWP adalah setiap orang yang mempunyai penghasilan diatas PTKP setahun , tapi apabila diluar itu ada yang mengajukan permohonan NPWP diperbolehkan.
ada alasan satu lagi mbak, cuman ini alasan yang sangat mulia dan masuk akal.. alasan inilah yang aku pakai kenapa aku nggak buat NPWP, apakah itu? karena aku nggak mau buang duit negara untuk buat lembar NPWP saya… karena nggak nambah penghasilan negara atas pajak, lha wong gaji saya masih dibawah level PTKP… alasan yang masuk akal kan mbak?
Omiyan jawab: mungkin bisa lihat jawaban saya di nyurian
kalo buat ibu rumah tangga yang ga punya penghasilan harus ga bikin npwp.. duh bingung ni? soalnya denger berita, kalo jual ato beli rumah harus pake npwp. Trus cara bayar pajak untuk ibu rumahtangga gmn?
jelasin NPWP bingung jg ya..
Kalo misal bukan karyawan dan punya usaha yang tidak tetap terus nggak pernah lapor SPT kira-kira kena denda juga nggak ya..? Dan apa yang sebaiknya dilakukan karena repot sekali kalo mengurus sendiri….
Jawab : Setipa penghasilan yang bersumber dari mana saja itu wajib dilaporkan, apalagi lebih dari dua, mungkin dulu anda ketika terdaftar sebagai karyawan maka status usaha anda adalah 95004 (Pegawai Swasta) jadi kewajiban pajaknya hanya SPT Tahunan tapi bila ada penghasilan lainnya tapi tidak tetap bisa anda laporkan dikolom yang udah disediakan tapi memakai SPT Tahunan dengan kode 1770-S bukan ya 1770-SS, bila penghasilan itu bersifat tetap dari usaha bukan sebagai karyawan saran saya sebaiknya menggunakan SPT 1770
Dendanya adalah anda akan kena Denda SPT sebesar RP. 100.000 (seratus ribu rupiah) atas tidak disampaikan SPT Tahunan itu untuk tahun 2008 kebawah dan untuk kewajiban SPT Tahunan 2009 yang tidak disampaikan maka akan kena denda pasal 7 KUP sebesar Rp. 1.000.000 (Satu juta rupiah)
Saya waktu itu daftar NPWP bulan Februari dengan alasan karena permintaan dari suatu perusahaan yang meminta No NPWP saya, jadi saya terdaftar bukan karena jadi karyawan melainkan usaha sendiri. Setelah urusan dengan perusahan tersebut selesai saya belum pernah melaporkan lagi penghasilan usaha saya sampai sekarang. Pertanyaannya:
1.Apakah saya sudah dikenai denda?
2.Apa setiap bulan saya harus melapor atau tahunan saja?
3.Bisa nggak melaporkan pajak via online?
Sebelumnya thanx’s banget atas infonya….
Trims atas informasinya..