Hhhmmm jangan jadi maling ayam atau pencopet atau pencoleng atau tukang cabul bakal rugi besar lho…soale hukumannya bakal double…lho kok bisa…ya pasti..soalnya pertama kalo ketahuan massa bakal dihakimi bener-bener bahkan kalo ga beruntung mungkin bakal mati ditempat abis itu kita dipenjara….rugi kan…..
Tulisan saya ga bermaksud mengajak orang untuk berbuat jahat yang lainnya, tapi setelah baca koran kemaren dan sekarang rasanya aneh dan miris, bisa-bisanya ada wacana dari pihak Kejaksaan Agung (Kejagung ) untuk tidak menahan Koruptor yang mau mengembalikan uang negara karena mereka pada prinsipnya hanya ingin menyelamatkan uang negara…Gilaaaaaa…
Disatu sisi saya menilai bener juga kejagung punya niat baik menyelamatkan uang negara, tapi kalo tidak menahan koruptor sama aja hukum yang ada sekarang ga adil juga bertentangan banget donk dengan Niat Pemerintah yang sekarang yang lagi-giat-giatnya memberantas korupsi.
Seharusnya menurut saya pribadi, hukuman buat koruptor adalah sebera-beratnya lha wong kejahatan koruptor merupakan kompilasi dari berbagai tipe kejahatan mulai dari menipu, menimbun, membunuh serta menodai sumpah jabatan yang ada.
Banyak sudah kejadian bagaimana jadinya suatu pembangunan menjadi mandeg atau tidak sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan sebelumnya….seyogyanya negara ini mustinya makmur dan berkah tapi sayangnya karena ingin menambah kekayaan, uang negara yang seharusnya diproyeksikan buat kepentingan masyarakat malah digunakan buat kepentingan pihak-pihak (oknum) tertentu dan jadinya tahu sendiri istilahnya GA MASALAH GAJI 3 JUTA SING PENTING SABETAN GUEEEDEEE.
Saya berharap eksistensi Komisi Pemberantasan Korupsi yang menurut saya sekarang ini sudah bagus bisa menjaga eksistensinya serta makin bisa menangkap koruptor-koruptor lainnya….jangan sampai negara ini ambruk alias bangkrut hanya karena orang-orang bermuka dua alias Rahwana yang berwujud muka bersih dan santun.
Jadi KALO MAU KAYA JANGAN KORUPSI TAPI KERJA DENGAN JUJUR, BERIKHTIAR DAN MENSYUKURI NIKMAT……dan juga musti ingat uang korupsi itu nantinya jadi bahan bakar buat api dineraka kelak.
Atau paling tidak ada dua pilhan lho hidup didunia ini
Miskin harta tapi hidup tenang
Kaya harta tapi hidup was was
Kalo saya mending milih kaya harta hiduppun senang….hhahahaha





Allah sangat mencintai hambanya yang selalu mencari rizkinya dengan cara halal
Posted by karangs@ti | 19 Februari 2009, 06:52Seharusnya yang benar lebih berani daripada yang jahat. Apa mereka tidak ingat bahwa Allah beserta orang-orang yang benar?
Posted by humor lucu | 19 Februari 2009, 07:00Kalau mau koruptor mending sekalian yang buanyak, nanti uangnya bisa untuk membeli jaksa dan hakim, sehingga bisa divonis bebas…
Posted by joe | 19 Februari 2009, 07:14jangan korupsi ya om, jaga nama baik negara jg.
btw om, sampeyan angkatan brapa? saya klan belasting jurang mangu lulus 2002
Omiyan jawab: hehehe cepetan saya donk manggil saya abang wakakakak saya tahun 99 bos dari D-1
Posted by mas stein | 19 Februari 2009, 07:49waahh..
biar enak, tapi kan di akhiratnya belum tentu enak tuh om..
Posted by Billy Koesoemadinata | 19 Februari 2009, 07:51enaq kagak enaq dach kalau gityu hehehe
salam persahabatan sejati
datang dong ya,sahabat ke apartemandnya blue yang baru ini
Posted by kezedot | 19 Februari 2009, 08:30welhah seangkatan di atas saya dunk
*tabik sama senior*
Posted by mas stein | 19 Februari 2009, 08:33Bener Om…rasanya gak adil juga hukum dinegara ini.Berarti kalau gak ketangkep..,ya untung.Kalau ketangkep..ya tetep untung.Lha wong ngembalikan uang korupsi aja udah bebas.Apalagi uang itu disimpan dibank..,malah dapat bunga tabungan.
Kapan Negara kìta ini bisa menerapkan keadilan dengan sesungguhnya ya Om…
Posted by Gusti Dana | 19 Februari 2009, 09:24waaa.. jauh-jauh deh tw duit haram…
yg penting halal n mnjdi berkah itu yg paling penting. ya ga om iyan?
Posted by mahardhika dewi | 19 Februari 2009, 09:24iya ya om, maling jemuran ato maling ayam bisa gebukin abis2an bahkan bisa dibakar *serem amat ya*.
mungkin karna nggak berhasil memberantas korupsi bermilyar2, orang Indonesia jadi sensitif sama maling jemuran. Atau maling ayam…
Posted by yoan | 19 Februari 2009, 09:27iya om, udah dihajar tidak masuk tipi lagi…
wahahha… hidup tipi…
Posted by suryaden | 19 Februari 2009, 09:54kalo rahwana ma haryosuman jadi satu habislah negara ini !!
Posted by Mbahkoeng | 19 Februari 2009, 09:59Kapan ya Indonesia bisa bebas korupsi…???
Posted by roberthendrik | 19 Februari 2009, 10:09Uangnya lebih penting daripada koruptornya, IMO. Biar koruptornya dibakar hidup2 tapi kalo uang korupsinya gak kembali ya sama saja percuma.
Posted by jensen99 | 19 Februari 2009, 11:29Salam
humf..korupsi oh korupsi, mungkin ciri khas petinggi negeri ini, gimana klo digantung aja ya di china ya…Hmm..keren kan?
Posted by nenyok | 19 Februari 2009, 12:02harta tuh lebih enak di dapat dengan cara yang baik, benar dan jujur
jadi biar banyak asal berkah
Posted by achoey | 19 Februari 2009, 12:24yeah stop korupsi
Posted by punk_els | 19 Februari 2009, 12:46banyak harta tapi kalo nggak bisa menikmati dan nggak bisa buat hati tenang dan hidup senang…. wew… mending punya tapi nggak banyak2 dech
hihihi… *berat banget mau bilang mending nggak punya hihihi
Posted by inge | 19 Februari 2009, 12:46terus apa gunanya kejagung dong ya klo mo dilepasin lagi mereka. beuh, ga ada hati nurani tuh para koruptor.
Posted by soerdjak | 19 Februari 2009, 12:48dunia bak sorga kata koruptor
mending hidup kaya
mati masuk sorga hehe
Posted by aR_eRos | 19 Februari 2009, 13:26korupsi lagi korupsi lagi….
kapan ya negara kita bebas korupsi???
Posted by heru768 | 19 Februari 2009, 13:31mungkin itu cara biar para koruptor ndak kabur ke luar negeri
soalnya sekarang kan semua orang lagi butuh cash,,secara lagi krisis gt
daripada duitnya disimpen di bank luar, mungkin Kejakgung mikirnya biar duitnya masuk ke kas negara aja,,,bisa buat menandai apa gt
mungkin…..
Posted by wennyaulia | 19 Februari 2009, 13:33It’s a nice blog. Salam kenal ya…
Posted by mbak maya | 19 Februari 2009, 15:15setujuuu
kaya harta tapi hidup tenang
pertanyaannya adalah
masihkah tahan untuk ga korup di dunia yang makin edan inih???
Posted by deadyrizky | 19 Februari 2009, 15:43koruptor2,,,selalu mnjadi perhatian publik..
neraka jahanam coz udh ngmbil hak rkyat kecil…
numpng liwat mas,,kabur lagi negh..hehehe
Posted by F_man | 19 Februari 2009, 17:28Keenakan kalau korupsi cuma suruh ngembaliin duitnya…bunga uangnya dihitung nggak tuh….
Posted by esha di birulangit | 19 Februari 2009, 18:26Memang sich masalah yang sangat pelik untuk negeri kita..
Dan ternyata hingga Jaksa pun juga malah terjangkit kasus korupsi, ya lalu kita mau percaya pada siapa..??
Posted by bocahbancar | 19 Februari 2009, 18:30kalau saya juga milih kaya harta hiduppun senang huhuhuhu
prilaku kkn sepertinya sudah mendarah daging di negara kita, warisan kolonialisme yang masih dipegag teguh layaknya kitab suci.
menyedihkan.
Posted by bedh | 19 Februari 2009, 19:34Dan anehnya mereka bangga dan bisa tertawa diatas penderitaan orang lain…
Posted by mamas86 | 19 Februari 2009, 23:51kalo aq milihnya : duit banyak, wajah ganteng, banyak gebetan, dan lain sebagainya. hahahaha.
Posted by konohanasakuya | 20 Februari 2009, 00:25Kita harus ingat masih ada kehidupan lain setelah mati
Posted by edratna | 20 Februari 2009, 00:37asli loh om iyan
enak jadi koruptor
duit banyak, mo apa aja ada tinggal bilang
tapi gitu deh duitnya ga berkah ….
*duit jin dimakan setan*
Posted by yangputri | 20 Februari 2009, 03:12Bunda Edratna benar.. masih ada kehidupan setelah mati… Ngeri ga kalo membayangkan itu..
Posted by upik | 20 Februari 2009, 03:16denger2 sih… kalo korupsi yang gede sekalian… jadi bisa bayar pengacara… dll masih ada kembalian… kalo yang kecil2 mah rugi … sama-sama dosanya gak dapet apa2
Posted by hmcahyo | 20 Februari 2009, 08:45emang enak kali koruptor, sayang saja saya ga ada yang di koruptorin.
hehheee…….
BASMI KORUPTOR
Posted by ofa ragil boy | 20 Februari 2009, 11:02enakan jadi PNS,kerja gak kerja tetep di bayar..hehehe
Posted by YaNoWa | 20 Februari 2009, 11:38selain pribadi yg baik, perubahan bangsa ini juga membutuhkan peraturan yg tegas, masuk akal, dan dapat diterima oleh masyarakat,,
peraturan yg sekarang?!?!?
Posted by [H] | 20 Februari 2009, 13:22alow teman-teman blogger…ikutan 3rd IBSN Blog award yuk..
silahkan daftarkan url artikel disini
keterangan yang lebih lanjut bisa dilihat disini
akhir pandaftaran artikel 25 Maret ‘09 jam 23.59 wib..
IBSN = Berbagi Tak Pernah Rugi ^_^
by. komporizer tim : septa
Posted by septarius | 21 Februari 2009, 06:17Kalau bener, tu jaksa agung lagi bingung kali. Itu sama saja menganggap korupsi bukan tindak kejahatan! Kalau begitu anggapan jaksa agung, ya nggak usah saja ngurusi perkara korupsi!
Meskipun uangnya dapat dikembalikan, apa kerusakan yang ditimbulkan bisa dikembalikan? Apa orang yang mati karena dana kesehatan yang diperuntukkan dikorupsi dapat dihidupkan kembali?
Posted by Ekonikoe AN | 21 Februari 2009, 09:22Saya baru saja masuk bekerja di salah satu instansi pemerintah yang citranya benar2 kelam di masa lalu (sampe sekarang pun masih kayaknya, walaupun sedikit memudar, sejak melakukan reformasi birokrasi). Setelah masuk di sana, mulai tahu betapa susahnya korupsi itu dibasmi. Tak bisa hanya berpikir dan bertindak sendiri. Harus banyak orang. Korupsi itu tentang sistem; soalnya. Bukan satu orang yang menikmati, banyak yang terlibat. Dia seperti pokok kayu yang punya akar ke mana-mana. Satu tercerabut; artinya menggoyang ke akar2 lainnya.
Selain kesalahan orang2 di pemerintah; masyarakat sendiri pun sudah menganggap wajar dan terkesan “hal tak mengapa”. Misalnya; kalo ngurus surat apa2; ke kantor kelurahan misalnya; kadang masyarakatnya yang membuka jalan untuk korupsi, berupa uang tips yang bukan hak si amtenaar. Banyak contoh lainnya.
Kadang jadi berpikir, korupsi itu sudah membudaya dan sudah memasyarakat. Sudah jadi budayanya pemimpin pemerintahan yang memakai duit APBD untuk kepentingan pribadi, budaya anggota legislatif yang saling sogok saat membuat perda, budayanya PNS yang pulang duluan dan keluyuran, budayanya pengusaha yang menyogok fiskus untuk mengggelapkan pajak, budayanya guru yang tidak mengajar, budayanya preman di terminal, budayanya pemakai jalan yang tidak memakai helm dan menyogok polantas, budayanya orang-orang kecil yang memakfumkan politik uang. Semua lapis masyarakat bisa melakukan korupsi.
Pernahkah kita menyogok polisi saat kita ditilang?
Bila belum pernah; mungkin kita masih punya harapan untuk menjadi orang yang bebas korupsi.
Jangan tergoda uang; yang penting hidup tenang dan bahagia; kata ibu saya waktu saya diterima bekerja. Salam anti-korupsi, Oom Iyan. He2
Posted by shavaat | 21 Februari 2009, 14:02emang enak ko ngomong atau nulis itu tp apa ngomong dan nulis itu tau masalah yg sebenernya…hehehehe…suatu contoh ajah bangunan yg tidak sesuai perencanaan…klo kita mau fair..kita musti liat dulu apa udah bener tuh perencanaan…dan siapa yg merencanakan,trus yang kedua siapa yang mengerjakan,hehehhe ….aku berharap tidak asal omong atawa nulis.. salammmm
Posted by mrpall | 22 Februari 2009, 02:45kuroptur juga sebenarnya ga enk, idupnya gelisah mulu. Walaupun ga keliatan dari tampangnya
Posted by arvernester | 22 Februari 2009, 03:43benernya uang itu gak bisa bikin bahagia, uang juga ga bisa beli cinta sejati… malah kalau banyak uang RAWAN gak dapat cinta sejati.. tapi kenapa banyak orang terus aja cari uang ya???
Posted by roberthendrik | 22 Februari 2009, 03:57korupsi boleh,
asal hasil korupsi jangan dibawa lari keluar negeri…,
buat belanja di pasar tradisional guna menghidupkan ekonomi rakyat kecil
Posted by ciwir | 23 Februari 2009, 15:50enak jadi koruptor, sudah dihukum sebentar, uangnya ngga disita, pas keluar dari penjara, bebas, nikmat, atau kata pak de BONDAN “Mak Nyusss”. hehehe.
Posted by Agung Suparjono | 24 Februari 2009, 08:29“uang korupsi itu nantinya jadi bahan bakar buat api dineraka kelak”
wuiiihh….. yang ini serem banget. coba lu bayangkan wahai koruptor!!
Posted by unksenna | 24 Februari 2009, 12:29jelas sekali nih…
jangan korupsi lah.
korupsi itu sama saja maling. tapi kan yg dimalingin kan bisa banyak banget :p. Jadi kalo menurut syariat Islam sih hukuman utk pencuri kan dipotong tanganya.
Nah,,, kalo korupsi kan sama saja mencuri. jadi tanganya mesti dipotong. kalo tanganya udah dipotong pasti kan dia merasakan penderitaan seumur hidupnya. ga usah dihukum mati lah
Posted by Dhika | 2 Maret 2009, 07:48korupsi kok dipelihara:)
kok senengnya doyan makan uang rakyat…usaha dong kalo ingin kaya dengan cara halal.
Posted by Erny | 4 Maret 2009, 00:44