“..Saya terpaksa jadi pengemis pak karena cuman cara ini yang bisa saya lakukan, maklum saya tamatan SD dan lagian nyari kerjaan sekarang susah….”
Mungkin itu jawaban yang akan kita terima seandainya kita bertemu dengan para pengemis yang bertebaran dijalan saat ini……
Miskin…siapapun tidak mau menjadi miskin, yang pasti semua orang mau menjadi orang kaya tapi karena Tuhan itu Maha Adil akhirnya diciptakanlah si miskin dan si kaya karena dua hal itu akan saling berkaitan sastu sama lain karena kewajiban orang kaya lah yang mendermakan sebagian hartanya kepada mereka.
Hidup memang penuh perjuangan apalagi dijaman sekarang, suatu contoh yang patut diacungi jempol adalah seorang tetangga saya yang biasa namanya dipanggil Mamah Putri, untuk sebuah ukuran dikomplek boleh dikatakan kehidupan mamah putri sangat-sangat sederhana karena harus menghidup anak-anaknya yang berjumlah 4 orang plus ibunya dan suami yang berpenghasilan sangat kecil malah bisa dikatakan pengangguran pasif.
Saya sendiri melihat sesuatu yang lain dari sosok Mamah Putri yang saya kenal hampir 6 tahun adalah sosoknya yang tidak pernah meminjam uang kepada tetangga, inilah yang saya kagumi dari beliau dan saya tahu berapa biaya yang harus dibutuhkannya untuk membiayai anak yang sekolah di SMP dan SMA plus seorang anak kecil, disinilah saya melihat jiwa seorang ibu yang begitu kuat dan pantang menyerah dalam menghadapi kondisi yang serba kekurangan, beliau menyiasatinya dengan berjualan gorengan keliling komplek.
Mungkin disatu sisi kita yang diberi kelebihan terkadang masih merasakan kekurangan apalagi dibandingkan dengan seorang Mamah Putri. Mungkin buat sebagian orang pada saat kekurangan jalan satu-satunya adalah dengan meinjam uang kepada tetangga tapi itu tidak berlaku dengan beliau.
Pernah saya tawari gerobak yang kebetulan ada yang tidak terpakai di RT saya tapi beliau lebih memilih keliling komplek karena dengan alasan lebih baik menjemput pelanggan daripada menunggu pelanggan..hhmm kalimat yang simple tapi ketika kita pelajari sungguh besar maknanya mungkin kalo diartikan lain JIKA KITA INGIN REJEKI KITA DATANG BUKAN BERARTI KITA DIAM MENUNGGU TAPI BERUSAHA DAN MENJEMPUT REJEKI ITU SENDIRI.
Benar adanya bahwa sesungguhnya rejeki manusia itu sudah ditentukan oleh Tuhan tapi tergantung kita dalam mengais dan mendapatkan rejeki itu, kerja keras, berdoa dan tak kenal menyerah mungkin akan mendapat imbalan yang pantas nantinya, lain ketika kita hanya bermimpi tanpa mewujudkan mimpi itu.
Buat saya kemiskinan tidak harus disesali tapi harus disyukuri karena kita diberikan jiwa untuk menjadi seorang pejuang kehidupan karena hidup itu adalah roda yang berputar akan ada waktunya kita menikmati jerih payah kita selama ini…….
Makasih buat para ibu yang rela membanting tulang demi kelangsungan hidup anak-anaknya
Gambar lilin : peaceandcat.blogsome.com




jadi ingat tetangga saya yang ditiggal suaminya dan dia menghidupi 4 anak-2nya yang masih kecil… sekarang anak2nya sudah menikah… wah dia inspiring banget
makasih postingannya bagus mas… mudahn2 menang award
Posted by hmcahyo | 24 Februari 2009, 05:25Aku setuju Om, kemiskinan memang bukan untuk disesali, namun untuk memacu kita agar berjuang lebih keras.
Namun mensyukuri kemiskinan? Kayaknya itu (maaf), cuman kalimat penghibur. Bagi yang pernah merasakannya, kemiskinan itu nggak ada enaknya.
Btw, daripada mengumpat memang lebih baik mensyukurinya…
Omiyan jawab: Mensyukuri disini adalah ketika kita masih diberikan kemampuan untuk bisa berusaha, terkadang selama ini kemiskinan selalu dijadikan kambing hitam atau alasan, mungkin klise dan hanya sebatas kata-kata tapi ya itu saya rasakan sendiri dari sosok mamah putri dan bener kas mas eko daripada kita mengumpat alias menyesali kemiskinan kita kenapa ga mensyukurinya aja…
Posted by Ekonikoe AN | 24 Februari 2009, 05:45ada juga yang sengaja memiskinkan diri,
pengemis juga bnayk yang boong karena males, jadi sebernya dia pemalas, bukan pengemis.
Ada juga pengemis yang beli cincin 2 gram. haduh,
maaf, bukan saya bermaksud menjelekkan kaum sperti itu.
Hanya saja orang yang benar-benar tidak mampu dicoreng oleh orang pendusta.
Posted by arvernester | 24 Februari 2009, 06:50terharuuu T_T makasih ya bu udah ngerawat aku yang banyak maunya ini T_T
Posted by Tsukio | 24 Februari 2009, 07:08barusan saya & temen saya ngobrol di cafe kantor sambil makan siang. bahas masalah gaji yang sak iprit yang bikin kepala, hati dan perut kembang kempis. manusia mmg tidak pernah merasa cukup…
lalu..lalu…kita berdua tersadar ketika kita membahas betapa kurang bersyukurnya kita.. padahal seorang bapak2 yang selalu tersenyum, bersyukur dan bersemangat dengan penghasilan yang belum tentu Rp 20 ribu tiap harinya padahal anaknya masih cindil2 dan istri lg hamil.
habis itu kita berdua bilang, “harusnya kita bersyukur ya.. gaji kita lebih dari cukup.. cuman kita aja yg kurang bijak mengelolanya..”
Posted by indah rephi | 24 Februari 2009, 07:14hik hik hik… jadi haru saya.
Posted by Manusia Biasa | 24 Februari 2009, 07:44setuju, rejeki meski sudah diatur sedemikian rupa oleh Sang Pengatur Rezeki, tapi tetap harus dicari dan di usahakan. karena rejeki tidak bisa datang kalau kita hanya berdiam diri saja.
Posted by ahsinmuslim | 24 Februari 2009, 08:22kalo saya,, miskin gapapa….
asal, cukup aja semuanya..
Posted by Billy Koesoemadinata | 24 Februari 2009, 08:39mari saatnya yg gak miskin mulailah mencoba membantu sodara kita yang masih kekurangan.
Posted by phery | 24 Februari 2009, 09:58hiks hiks,,,,,
jadi terharu,,,,
soalnya bker banyak maunya,,,,
salam kenal,,,,
di’arapin kunjungan baliknya ya,,,,
Posted by bokers | 24 Februari 2009, 10:40Miskin ataupun kaya di mata Allah SWT semua dianggap sama !!
Posted by nelson | 24 Februari 2009, 11:37Sebagai anak, saya bisa merasakan betapa pengorbanan Ibu begitu berharga.
Terima kasih telah berkunjung ke Sulang Online. Kita sahabatan, ya. salam hangat
Sholahuddin
Posted by Editor | 24 Februari 2009, 11:49jadi inget mak…
Posted by bedh | 24 Februari 2009, 16:01waw.dsyat!
postingannya kuat tuk meleburkan sesuatu yang dinamakan dinamisnya kehidupan yg telah atau akan terjadi pada sebagian sahabat sahabat kita sendiri.
selamat malam boz
salam hangat dalam dua musimnya blue
Posted by kezedot | 24 Februari 2009, 16:54Salam kenal.
Baca artikel ini, saya jadi ingin menyampaikan hadits yang tidak pernah saya lupakan:
“Siapa yang belajar bersabar, Allah akan menyabarkannya. Siapa yang berupaya menjaga kehormatan dirinya dari nistanya meminta-minta, Allah akan melindungi kehormatannya.”
Seorang yang miskin, lalu malas dan meminta-minta, maka jangan salahkan Allah jika nasibnya tidak berubah.
Tapi orang miskin, yang menjaga kehormatan diri, tidak putus berharap kepada Allah, bekerja dengan sungguh-sungguh, sambil bersabar dan bersyukur terhadap hasil yang diterimanya, maka Allah akan mengubah nasibnya dan memenuhi harapannya.
Keadaan yang tidak kita inginkan, jangan sampai membuat kita melakukan apa yang tidak diinginkan oleh Allah.
Posted by hawinmurtadlo | 24 Februari 2009, 23:39tetap berusaha..!
Allah tidak akan merubah suatu kaum, jika mereka tidak mengubah dirinya sendiri..
Posted by nurannisaa7 | 24 Februari 2009, 23:57Setuju, memang harus kita sendiri yang berusaha mencari rejeki utk diri kita. Jgn melulu menyesali nasib dan diam2 saja…
Sy jg inget sopir saya. Sudah tahu dia kerjanya sopir, tp anaknya 3, gimana coba beratnya dia harus biayai keluarga dan sekolah anaknya? Mau pinjam uang tiap tahun, tetap saja tdk akan menutupi kebutuhan keluarga kan? Hmm…
Posted by zee | 25 Februari 2009, 01:03anda benar….
Posted by yakhanu | 25 Februari 2009, 03:19tukeran link yukz.
dari pada meratapi nasib terus menerus,
lebih bagus lagi
kalo kita “try to stand with our own two feet.”
hahaha, knapa pake bahasa inggris?
soalnya kalo pake bahasa indonesia aneh…
Omiyan jawab: Ayo tukeran ciapa takuy
Posted by konohanasakuya | 25 Februari 2009, 03:30rejeki sudah diatur oleh san9 PENCIPTA..
tapi ju9a harus disertai usaha..
kemiskinan jan9an dijadikan alasan untuk bermalas malas ria, biar miskin asl kaya hati…:)
Posted by wi3nd | 25 Februari 2009, 04:53yupz setuju om!
duit gak begitu aja jatuh dari langit (walopun kalo ada ujan duit pasti heboh banget yak…:D), kudu diusahain. en seburuk2nya usaha adalah dgn minta2.
…
Posted by yoan | 25 Februari 2009, 05:06miskin dan kaya sama saja, nasi sepiring tetep kenyang, hanya nasib saja yang membedakannya… so kenapa harus minder dan sombong…
jadi semangat saya bacanya…
Posted by suryaden | 25 Februari 2009, 06:14klo dirasain terus mah setiap org akan merasa miskin aja slm hidupnya..kurang, kurang, kurang dan kurang….
Posted by ayay | 25 Februari 2009, 07:12Salut selalu dengan orang2 yg tdk menyerah dan mengeluh dgn keadaan mereka…
Posted by tengkuputeh | 25 Februari 2009, 16:10Setuju Om. Mensyukuri sebagai awal dan semangat sebuah usaha tanpa henti untuk keluar dari kemiskinan. Bukan sebuah pembenaran atau pelarian untuk berhenti berusaha.
Posted by Ekonikoe AN | 25 Februari 2009, 23:41Kayak lagunya projek pop, mreka adalah pahlawan..
Posted by roberthendrik | 26 Februari 2009, 03:32Be gratefull of what u’ve got, and feel happy
Posted by Ayam Cinta | 26 Februari 2009, 04:48Yups… Syukurilah apa yang telah kita terima.
berdo’a lah agar diberikan yang terbaik.
Posted by cenya95 | 27 Februari 2009, 01:47Subhanallah ya si Mamah Putri, begitu menjaga izzahnya.Ya harus disyukuri.., karna di yaumil hisab nanti orang miskin lebih mudah dan cepat masuk surganya dibandingkan orang kaya.
Posted by Irma | 5 Maret 2009, 01:48salut buat para ibu yang berjuang tanpa didampingi suaminya yang telah tiada.. termasuk saya kepada ibu saya..
Posted by Indra Hadi | 7 Maret 2009, 17:46