Sekedar Celoteh

Minimarket Penjajah Toko Kelontongan Kecil


Hhhmmm sebuah ungkapan yang sudah lama ingin saya posting di blog saya ini, karena saya miris melihat dilapangan bagaimana para tetangga saya yang berusaha menghidupi anak istrinya dengan membuka toko kelontongan didepan rumahnya kini harus bisa bernapas lebih dalam karena sebentar lagi di komplek saya akan berdiri sebuah minimarket dan ini jelas akan menghantam daya beli warga setempat yang pastinya lebih memilih lari belanja ke minimarket tersebut.

Saya teringat dulu ucapan Wapres Pak JK agar rakyat indonesia jangan memilih menjadi PNS tapi mendingan jadi seorang wirausaha alias bisa membuka usaha sendiri tapi sayangnya ucapan tersebut tidak dibarengi atau tidak sepenuhnya bisa dilaksanakan dilapangan dengan sesungguhnya, saya yakin dimanapun sekarang yang namanya minimarket semacam indomart atau alfamart ditambah alfamidi semakin menjamur dan terkadang jarak mereka sangat berdekatan belum ditambah dengan bedirinya mall-mall yang kini juga makin melanda serang.

Seharusnya para pembuat aturan dan pelaksana dibawahnya bisa melaksanakan dan menjaga aturan yang membatasi tentang berdirinya sebuah pusat perbelanjaan termasuk minimarket yang sangat berdekatan dengan toko kelontongan kecil yang dikelola oleh rakyat dengan modal yang pas-pasan. Artinya kalau melihat kondisi begini jangankan memajukan ekonomi rakyat yang jelas mematikan usaha mereka dijaman sekarang pemodal yang pas-pasan akan tergerus dengan pemodal yang kuat.

Memang siapapun termasuk saya lebih senang belanja ketempat yang adem alias ada AC nya, tapi permasalahannya bukan itu seandainya jarak tempat terutama minimarket semacam Alfamart, Indomart dan Alfamidi bisa sesuai aturan maka toko toko kecil mungkin akan masih bisa bernafas lega karena tidak kehilangan konsumen tapi dengan kondisi yang ada sekarang rasanya mereka paling banter bisa bertahan cuman seumur jagung dan ujung-ujungnya kemiskinan akan bertambah artinya yang kaya makin kaya yang miskin makin kere.

Padahal kalau baca diaturannya yaitu :

Peraturan Menteri Perdagangan RI  Nomor 53/M-DAG/PER/12/2008 yang merupakan penjabaran dari Perpres 112/2007.  Yang memberikan batasan secara jelas tentang pengaturan zonasi antara toko modern dengan pasar tradisional.

Perpres 112/2007 Pasal 4 (1) menyebutkan ”Pendirian Pusat perbelanjaan dan toko modern wajib memperhatikan jarak antara hipermarket dengan pasar tradisional yang telah ada sebelumnya.”

Sedangkan Permendag  Nomor 53/M-DAG/PER/12/2008 Pasal 3 (9) ”Pendirian minimarket baik yang berdiri sendiri maupun yang terintegrasi dengan pusat perbelanjaan  atau bangunan lain wajib memperhatikan  keberadaan pasar tradisional dan warung/toko di wilayah sekitar yang lebih kecil daripada minimarket tersebut”.

Namun sayangnya kondisi aturan tersebut cuman buat yang mau baca alias kondisi dilapangan SUNGGUH TERLALU, bayangkan hanya dengan jarak 10 meter karena cuman dihalangi jalan antara minimarket satu sama lain bisa saling berdekatan dan tak jauh dari situ berdiri toko kelontongan milik warga sungguh ironis.

Entah saya harus suuzhon kepada pihak berwenang atau tidak, apakah mereka sendiri tahu atau tidak aturan ini atau emang ternyata ada motiv bisnis disananya artinya yang tahu peraturan tapi ternyata yang punya usaha tersebut atau menitipkan “barang” di minimarket tersebut.

Jika ini tidak segera dibenahi kapan rakyat yang penghasilannya pas-pasan mau maju seharusnya aturan main yang jelas dibekali dengan sanksi yang ada, walau saya tetep pesimis karena ada guyonan bahwa ATURAN DIBUAT CUMAN UNTUK DILANGGAR atau ATURAN HANYA BERLAKU BUAT RAKYAT KECIL…..

Saya ingin agar pejabat tuh turun gunung dan melihat kondisi dilapangan jangan hanya pas mau diplih baru turun setelah terpilih betah duduk dibelakang meja, jangan hanya jadi pencipta dari suatu peraturan tapi masukan dalam membuat peraturan tersebut harus dibarengi dengan survei kelapangan bukan berdasarkan “KATANYA”.

Selamat jalan buat sahabat kita sassie semoga Amal Ibadah-Nya diterima oleh Allah SWT, tulisanmu akan selalu menginspirasi kita yang masih disini….

About these ads

About omiyan

Cuman seorang newbie didunia maya, selalu merasa jika berbicara lewat tulisan itu lebih baik daripada kita berbicara tanpa ada jejak dalam sebuah tulisan.

Diskusi

55 thoughts on “Minimarket Penjajah Toko Kelontongan Kecil

  1. Namanya juga aturan OM :D

    ya…di deket2 rumah saya juga begitu…orang2 akan lebih suka ke alfamart atau indomart dibanding dengan toko kelontong tetangganya…kasian banget ya toko kelontong itu…

    *ngerasain banget nih…soalnya mamaku pernah buka toko kelontong di depan rumah…hiks pas mereka sedih bgt*

    Posted by Ria | 22 April 2009, 03:32
  2. Itulah inti dari ekonomi kapitalis dan liberal yang diagung-agungkan SBY

    Posted by Abdul Syair | 22 April 2009, 03:33
  3. ini nyeritain tentang yang di simpang ciceri itu bukan? hehe…

    Omiyan jawab: bukan hehehe tapi keberadaan minimarket-minimarket yang makin gila-gilaan sudah tidak memandang tempat dan jarak….dengan para pedagang tradisional…

    Posted by yamadisini | 22 April 2009, 04:55
  4. yahhh rejeki2anlah bro
    dah lama neh ga maen ke sini

    Posted by julie | 22 April 2009, 04:59
  5. Intinya Pasar tradisional semakin hilang

    Posted by Indra1082 | 22 April 2009, 05:37
  6. Mart-mart… menggusur toko kelontong…
    huh….

    Posted by Mas Indra | 22 April 2009, 05:44
  7. sepertinya prinsip ekonomi yang dianut pemerintah masih banyak yang belum memihak rakyatnya yah..

    Posted by emfajar | 22 April 2009, 05:45
  8. persaingan yang sangat tidak sehat mas,kaum kapital memang kerjanya kayak gini ini mas, tapi anakku sudah kecanduan belanja ke sana mas, he he jadi bagaimana mas? , kita memang perlu sosok pemimpin yang benar3 memihak kpd rakyat kecil mas , ….

    Posted by Andioka | 22 April 2009, 06:23
  9. emang susah oom, makanya saya kalo belanja ngga pernah satu tempat aja, dibagi-bagi.
    Kebutuhan bulanan di mall gede karena lebih murah, yg kecil-kecil di minimarket, kalo jajan di warung sebelah. :D

    Posted by *hari | 22 April 2009, 06:40
  10. keberadaan Mall ato mart² emang menggusur toko kelontong / pasar tradisional …

    entah ciapa yang salah

    yang jelas…

    yakin ajah dech … rezeki dah ada yang ngatur … hue he he

    btw salam kenal.

    Posted by olip | 22 April 2009, 06:47
  11. memang rejeki ada yang ngatur tapi kalo kesempatan untuk mendapatkan dipersempit, wadoh gak kebayang gimana tahun-tahun ke depan… (ikut ngelus dada)

    Posted by suryaden | 22 April 2009, 07:09
  12. Ada yang unik di Indonesia Om…coba ente perhatikan, dari semua peraturan yang ada hampir semuanya satu!

    Peraturan di Buat Untuk di Langgar!

    jadi akan seperti ini kah indonesia kita selanjutnya?

    Posted by M. Surya Ikhsanudin | 22 April 2009, 07:14
  13. Ada yang unik dari tata budaya Islam dimana seorang muslim yang hendak mendirikan usahanya haruslah berjauhan dari tempat usaha muslim lainya kecuali dipasar, itu kata Ustadz…..

    Tapi seharusnya toko2 kelontongpun sudah mulai berbenah menggunakan prinsip Customer Sutifaction (*Bahasa inggrisnya gimana sich….gak mudeng babar blas…) pokoknya kaya kue lah-kepuasan konsumen!

    Posted by Aden Kejawen | 22 April 2009, 07:18
  14. yah atuh rejeki mah ada yg ngatur.

    Posted by .lala | 22 April 2009, 07:20
  15. Padahal dengan berbelanja di toko kelontong (yang biasanya dekat dengan rumah bisa mempererat silahturahmi antar tetangga… (asal jangan gosip aza hehehe)

    Posted by ekaria27 | 22 April 2009, 07:35
  16. kenyataannya memang mini market lebih nyaman.. hiks.. :D

    Posted by andivan | 22 April 2009, 08:19
  17. yah nmya juga pemerintah yang buat terpaksa harus taat aturan :D

    Posted by manusiahero | 22 April 2009, 08:40
  18. Kasian si para pedagang toko kelontong… makin tersingkir supermarket n minimarket…
    Harusnya pemerintah membatasi perekembangan supermarket itu serta menerapkan kebijakan yang lebih menguntungka rakyat kecil…

    Posted by dwiprayogo | 22 April 2009, 08:47
  19. benar sekali
    rezeki pasti sudah ada yang ngatur

    sahabat.
    suka nasi uduk?

    salam hangat dalam persahabatan bersama blue dan kezedot

    Posted by kezedot | 22 April 2009, 09:24
  20. Dan semoga amal ibadahnya di terima Allah SWT.. amiin..

    Posted by angga erlangga | 22 April 2009, 09:27
  21. Ternyata ada ya peraturan yg mengatur jarak pembangunan toko modern dg pasar tradisional? Baru tau saya.
    Peraturan itu kalah ama yg namanya uang mas.

    Posted by rampadan | 22 April 2009, 09:30
  22. disini ada 2 alfamart, 1 indomaret, sama ada 1 lagi namanya lupa … banyak banget ! padahal jaraknya deket2

    Posted by Supermance | 22 April 2009, 10:36
  23. negara ini memang masih bingung mas. mau mengikuti langkah negara maju yang mana?
    wong udah dikasih tanah yang subur biar jadi negara pertanian kok, maksa jadi negara industri yang kapitalis.

    Posted by dian | 22 April 2009, 11:26
  24. peraturan2 itu emang dibuat paling tidak untuk melindungi yg “kecil” serta mengatur yg “besar”.
    Tetapi emang di kenyataannya bisa beda :)

    Posted by zefka | 22 April 2009, 11:35
  25. wah di indo ini mas. susah sekali hukup tidak berlaku jika uang sudah bicara,

    Posted by udien roy | 22 April 2009, 13:14
  26. Ya gitulah mas, memang begitulah peraturannya.
    Tp gimana lagi, di dekat rumah ini sepanjang jalan alphamarttt semua. Jadi ya untung2an aja, nunggu kira2 sapa yg sudi mampir ke tokonya. Kasian ya.

    Posted by zee | 22 April 2009, 13:57
  27. Selalu saja begitu dan tidak akan pernah berubah,siapa yang benar2 bisa merubahnyaya(Capres) ?

    Selamat jalan buat saudari Sassie (turut mendoakan)

    Posted by yoana | 22 April 2009, 14:06
  28. betul Om… regulasi kita tuh payah… saya juga pengin nulis hal yang sama

    Posted by hmcahyo | 22 April 2009, 14:15
  29. Semoga kelak orang kecil mampu melakukan upaya bersama tuk mengatasi ini semua
    Saya orang kecil, bagusnya belanja di kelontong kecil :)

    Selamat jalan Sasie

    Posted by achoey | 22 April 2009, 17:09
  30. seharusnya pemilik supermarketnya musti ngebaca tuh aturan deh sebelum mendirikan supermarketnya,,,

    selamat jalan sassie

    Posted by newbiedika | 22 April 2009, 23:06
  31. Hhmm..Jadi begitu yawh…

    Turut berduka cita jjuga untuk Mbak Sassie Kirana…

    Posted by bocahbancar | 22 April 2009, 23:51
  32. iya yah, ga imbang, saingan tidak sehat..

    Posted by fachri | 23 April 2009, 00:05
  33. Lebih kasihan lagi kalau alfamart dan ‘mart-mart’ yang lain obral diskon

    Tapi saya masih suka belanja di mart-mart itu, apalagi kalau belanjanya banyak. Biasanya, di toko kelontong gak ada. Gimana ya..? Jadi serba salah..

    Posted by - S - | 23 April 2009, 02:03
  34. Supermarket kan banyak duit nya. jadi sah2 aja dun (Menurut Mereka)di Banding yang lainnya

    Posted by wahyu | 23 April 2009, 02:08
  35. dilaporin ajah atuh. Kan udah jelas ada peraturannya…

    Posted by Insan | 23 April 2009, 02:17
  36. om.. di daerah rumah saya juga gitu tuh.. minimarket dengan 2 merek terkenal, samping2an.. tapi untungnya warga2nya pada males ke sono dan lebih milih buat belanja ke warung biasa2 ajah..

    Posted by Billy Koesoemadinata | 23 April 2009, 03:16
  37. kasihan pedagang kecil ya om..
    klo gak punya modal kuat bakal tergusur…
    soalnya warung/toko nya gak pake ac

    Posted by Dalmuji | 23 April 2009, 03:26
  38. ditempatku yan9 duLu betebaran neeh yan9 nama para minimarket,jarakna deket deket…
    yan9 namana rejeki mah nda keman mi,warun9 warun9 kelonton9 ditempatku ju9a banyak,tokh masih tetap berdiri,karna nda mun9kinkan pas pa9i2 mu beli 9ula ato telur ke inomaret,adalah beberapa kebutuhan y9 nda harus di beli di indomaret…

    cuma ya itu meman9 suda terlalu seeh menjamurnya…

    Posted by wi3nd | 23 April 2009, 09:54
  39. ehm, sory bukan blain minimarket.
    cuman kalo didefinisakan, keberadaannya bisa di telaah dengan SWOT yang ada.

    sehingga, toko klontongan mesti pinter-pinter membuat startegi menarik pengunjung.

    Omiyan jawab: saya juga setuju mas dengan adanya minimarket cuman yang harus diperhatikan adalah jarak dan tempat, jika benar kebijakan ekonomi itu memperhatikan kepentingan rakyat dalam tanda kutip rakyat dengan ekonomi menengah kebawah seharusnya perijinan untuk pendirian minimarket harus sesuai aturan tapi kondisi dilapangan ya gitulah hehehehe sampeyan tahu sendiri

    Posted by arvernester | 23 April 2009, 16:49
  40. Di rumah, kalo jajan di bakul jajan, beli ikan di bapak keliling, beli sayur di warung mbok-mbok..
    …..
    kalo stock belanja yang dari supermarket habis ..
    hehee..
    tapi pasti kok, banyak ke warung,, aku aja kaya’nya hampir tiap hari ke warung beli kopi, cabe, sayur, terasi …

    Posted by Muzda | 23 April 2009, 18:18
  41. omongan wapres bener mas. Jd wirausaha sma dgn menggerakkan sektor riil. Apa kita perlu contreng Jusuf Kalla? lo kok….

    Posted by zenteguh | 23 April 2009, 18:25
  42. fiuh..

    seperti biasa.

    golput. hehe..

    Posted by ArieL, FX | 23 April 2009, 22:37
  43. Bagus om. Contoh sederhana atas neo-lib.

    Posted by nusantaraku | 15 Mei 2009, 14:38
  44. Kalo bicara soal aturan, aturan apa sih yang gak ada di Indonesia? Kepedulian orang-orang kita terhadap kepentingan orang lain/umum itu lho yang gak kunjung tumbuh subur. Masih saja kerdil. Mungkin perlu penelitian untuk segera menemukan pupuknya.

    Mestinya ya kita yang duluan mengaku peduli ini yang harus bisa tegas untuk menolak keberadaan mereka dengan tidak belanja di sana. Sedikit demi sedikit kita bangun masyarakat yang peduli orang lain, tegas untuk memperjuangkannya dan yang paling penting berani untuk memulainya.

    Negeri-negeri (yang kita anggap) maju memiliki orang-orang yang peduli dan tegas di pemerintahannya karena memang budaya masyarakatnya sanggup menelorkan orang-orang seperti itu. Kalau selama ini masyarakat kita hanya bisa menelorkan telor-telor busuk untuk duduk di pemerintahan, jangan-jangan memang ada infeksi akut di tubuh masyarakat kita, saya dan anda termasuk di dalamnya.

    Posted by CakMus | 17 Mei 2009, 23:32
  45. Huahahaha…saya pikir selama ini cuma saya dan beberapa orang rekan saja yang merasa miris akan keadaan ini.

    Tapi kalo ada banyak yang merasakan “ketidakadilan” ekonomi ini, kok ga ada pihak yang mau mulai lapor ke instansi berwenang ya? ke Polisi kek, ke DPR kek, ke KPPU kek ato kemana aja kan udah ada landasan hukumnya.

    Tapi kalo di ingat2 lagi, percuma juga mau mengadu lewat jalur hukum, kita kan masih di wilayah INDONESIA, tau sendiri deh gimana hukumnya hehehe…(bukan bermaksud jelek2in hukum negara kita, tapi most of cases bisa di putar balikkan dengan “U***” dan “JAB***N”

    Kalo Indo udah bisa taat hukum dan peraturan mah,,bisa2 Indo ngalahin CINA dan AMERIKA dalam hal perekonomian kali ……..and bisa jadi Rp jadi mata usang internasional (mimpi kali yeee….)

    Posted by Tolee | 21 Mei 2009, 17:20
  46. kenapa kita selalu menyalahkan toko2 moderen itu. mengapa kita tdk nyalahin diri qt sendiri. kenapa kita belanja di toko2 modern, padahal kalo qt emang peduli dg keberadaan pasar tradisional mulailah berhenti belanja ditoko2 modern, gampangkan.
    lama2 kalo toko2 modern itu ga ada yg beli akhrinya kan pada tutup. jadi jgn terlalu nyalahin pemimpin qt neoliberal,tapi diri kita jg udah ga sadar udah jadi orang yg neoliberal

    Posted by one | 3 Juli 2009, 11:41
  47. Salahnya sendiri..toko tradisional banyak tukang tipuuu…

    Posted by ferdy | 14 September 2009, 15:02
  48. tapi rekan-rekan sekarang ALFAMART salah satu minimarket di Indonesia mempunyai Program untuk warung2 kecil contoh nya warung-warung kecil bisa memesan/membeli barang di ALFAMART dengan harga sangat murah/harga Agen/seles tinggal pemilik warung tersebut datang ke ALFAMART sekiar trus daftar ke toko ALFAMART tersebut ketumu saya MRO nya (Mareketing Relation Officer Klo gak Salah Naman nya), dan di beberapah daerah ALFAMART sudah menyediakan Toko-toko kecil(gerobak) untuk warung kecil yg di pinggir jalan yang mau bergabung demikina info yg bisasaya sampaikan

    Posted by Dian HD | 4 Oktober 2009, 11:58
  49. hmmmmmmm…
    ini tema skripsi saya…..

    Posted by melifart | 24 Desember 2009, 01:12
  50. wah, sudah lama gak berkunjung ke sini. Saya minta izin copas tulisan yang bagus ini untuk bahan tulisan saya. Trims ya mas, ayo gowes terus biar tambah sehat

    Posted by husnun n djuraid | 10 Mei 2010, 12:54
  51. itulah ragam emerintahan kita jaman sekarang in, hanya bisa koar sana koar sini dengan aturan aturan yg hanya terungkap di microfon/media media………
    coba di berantas dan berikan rakyat kecil peluang untuk berkarya dab usaha kecil mereka,klo sudah maju dan makmur kan kejahatan ga begitu besar nilainya kan pak..

    Posted by bogakbaok | 7 Juli 2010, 19:48
  52. yah memang begitu trendnya pasar modern, yg kasian pedagang. coba deh pemda kasih perhaian ma pedagang kecil. jangan ambil untung trus !!!

    Posted by diah | 1 Maret 2011, 00:07
  53. Kalau saya sebagai konsumen malah merasa diuntungkan dengan adanya minimarket.

    Semakin banyak pilihan untuk melakukan pembelian barang-barang konsumsi yang lebih terjamin keamanan dan kesehatannya.

    Bisa sebagai pembanding harga barang supaya bisa membeli barang dengan harga lebih murah.

    Biasanya minimarket ada yang buka 24 jam, hal ini menguntungkan konsumen karena bisa sewaktu-waktu memenuhi kebutuhan konsumsinya.

    Saya pernah datang ke toko tradisional, barangnya banyak yang kotor, kadaluarsa, kadang-kadang mahal, apalagi pelayannya kadang ada yang judes……

    NB.: Kalau di Minimarket biasanya pelayannya ramah-ramah, CANTIK-CANTIK lg……………

    Posted by Hery | 10 Maret 2011, 08:00
  54. korban kemiskinan dari minimarket makin tak terhitung,yg jadi korbannya warung2 kecil dan kios yang berharap dapat keuntungan dimalam hari kini tinggal mimpi,karna mini market skrng dah makin serakah buka nyampe 24jam.semoga aja pejabat yg ngurusin masalah ini dapet balasan dari dari tuhan……….karna tak memegang amanah dngn benar

    Posted by fredy | 29 Mei 2011, 15:00

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Capres & Cawapres Pilihan Rakyat Atau Golongan Atau Permintaan Asing « Blognya Omiyan - 15 Mei 2009

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

twitter

  • 1,822,589 Sejak 17 Nov 2008

Kategori

Yang Lagi OL

Langganan via Email

Bergabunglah dengan 777 pengikut lainnya.

smadav antivirus indonesia

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 777 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: