Beranda > Aku & Celotehku > Capres & Cawapres Pilihan Rakyat Atau Golongan Atau Permintaan Asing

Capres & Cawapres Pilihan Rakyat Atau Golongan Atau Permintaan Asing

Sudah bukan rahasia lagi bila slogan DEMI KEPENTINGAN RAKYAT atau ATAS NAMA RAKYAT adalah slogan yang tidak pernah terbukti dilapangan yang ada hanyalah KEPENTINGAN GOLONGAN/PARTAI bahkan PESANAN PIHAK “LUAR”, saya bukan pengamat politik ini hanya suara rakyat kecil yang cuma tertuang lewat sebuah tulisan.

sby-boedionoKetika pemilu kemaren bagaimana gencarnya lembaga survei melakukan penelitian seberapa besar keberpihakan rakyat atau pemilih dalam memilih partai yang disukainya, dan bisa ddikatakan 100% benar bahwa dari hasil Survei beberapa lembaga survei membuktikan keakuratannya dimana Partai Demokrat menang dalam Pemilu Legislatif kemaren.

Namun sayangnya setelah mengetahui partainya menang atau mendapatkan berapa kursi di parlemen, sepertinya untuk mengetahui keinginan rakyat dalam memilih Cawapres tidak sepenuhnya mengakomodir aspirasi rakyat, salah satu contoh kita ambil dengan beberapa kejadian demo yang menentang pencalonan Bapak Boediono sebagai Cawapres dari partai Demokrat setidaknya membuktikan bahwa apa yang diajukan oleh Partai Demokrat tidak sejalan dengan keinginan  (ketidaktahuan profil calon) oleh  sebagian rakyat.

Seharusnya dengan sisa waktu yang ada, mereka dapat memanfaatkan survei untuk mengetahui seberapa besar prosentase aspirasi rakyat jika para Capres mengajukan Cawapresnya, karena dengan begitu setidaknya prosentase kemenangan dalam Pilpres nanti akan bisa diketahui walau secara perhitungan kasar. Buat saya pribadi pencalonan Pak Boediono emang bisa menjadi efek positif atau malah kontroversi dan bahkan bisa menjadi blunder bagi Demokrat karena secara tidak langsung mereka bisa ditinggalkan oleh partai pendukung (koalisi) dan selain itu masyarakat akan mengetahui Sistem Ekonomi (Kebijakan) apa yang kelak mereka lakukan jika terpilih.

Salah satu contoh kecil efek negatif dari Neo Liberalisme adalah tidak terjaminnya keberlangsungan hidup dari para pemodal menengah kebawah dalam menjaga eksistensi usahanya tidak ada jaminan pasar dalam persaingan mereka, karena secara tidak langsung para pengusaha tersebut harus bertarung sendiri-sendiri dalam memperebutkan pangsa pasar yang ada. yang jelas-jelas sekarang terjadi adalah keberadaan toko-toko kelontongan yang makin terpinggirkan.

Ketika menyaksikan televisi dimana para penamat politik/ekonomi membicarakan bahwa pasangan ini membawa GAGASAN EKONOMI KERAKYATAN atau pasangan lainnya GAGASAN EKONOMI LIBERALIS, (menurut Saya) buat rakyat tidak akan tahu menahu masalah itu tapi yang terpenting dalam sebuah kebijakan ekonomi adalah terjaminnya kelangsungan usaha rakyat terutama yang skala kecil menengah, selain itu adanya proteksi terhadap kelangsungan usaha yang telah memberikan kontribusi  bagi KELANGSUNGAN KEHIDUPAN  rakyat kecil, bukan mengorbankan usaha rakyat kecil semata-mata demi eksisnya usaha pemodal besar.

Ketika pepatah mengatakan “Belajar dari negeri china”, adalah salah satu bukti bagaimana produk-produk negeri tirai bambu mampu merajai dan menghancurkan produk lainnya dengan harga yang relatif lebih murah. Bukti sebuah proteksi terhadap produk dalam negeri sangat-sangat dibutuhkan.

Namun satu hal yang kini saya sendiri rasakan, dengan melihat pendamping Capres yang ada sekarang jelas sekali pandangan saya pribadi lebih mengalihkan pilihan kepada Capres dan Cawapres yang lebih MENGUTAMAKAN RAKYAT bukan KEMAUAN ASING karena bagaimanapun NEGERI INI (INDONESIA) ADALAH TEMPAT KITA BERPIJAK DAN HIDUP SEBAGAI TUAN RUMAH bukan TEMPAT DIMANA KITA MENJADI PENGEMIS DI NEGERI SENDIRI.

SL380634Mungkin slogan Suara Rakyat adalah Suara Tuhan sebaiknya diganti menjadi Suara Rakyat adalah Suara Samar-samar, alias kalau jelas didengar kalau ga jelas ya cuekin aja bos!!, namun tetep saya MEMINTA DARI LUBUK PALING DALAM siapapun kelak yang terpilih  baik IBU MEGA/PRABOWO atau PAK JK/WIRANTO atau PAK SBY/BOEDIONO mohon banget ya TOLONG KALAU BISA PARA PEDAGANG KAKI LIMA ALIAS PKL PLUS PENGAMEN/GELANDANGAN/PENGEMIS OLEH PARA PETUGAS DIDAERAH JANGAN DITENDANG DAN DIKEJAR KAYAK ABIS MALING AYAM KASIHAN MEREKA JUGA GA MAU SEPERTI ITU, …..TANYA KENAPA ?

Namun saya tetap mendoakan agar negeri ini tetap Aman Sentosa dan Diberikan Pemimpin yang Amanah, jujur dan Adil…Amin

Tulisan ini hanya sebatas opini pribadi dan OMDO (omong doank) dan ga ada manfaat sekalipun…alias ya lumayanlah buat nambah-nambah postingan….

  1. 15 Mei 2009 pukul 04:54 | #1

    Bagus Om opininya.
    Harus banyak sisi melihatnya.
    Jika melihat realita, minimal 36 juta orang Indonesia hidup menumpang di tanahnya sendiiri

  2. 15 Mei 2009 pukul 04:56 | #2

    kalau saya, ngliatnya pak boediono adalah sosok yang amanah… kalo tentang ekonomi kerakyatan atau neolib sih, saya yakin beliau berdua pasti punya rumusan tersendiri bagaimana melindungi ekonomi rakyat kecil…

    yang penting bung, janganlah pemimpin negeri ini menjuali aset negara (BUMN/Sumber daya alamnya) ke negeri asing dengan harga murah pulak.. amit2 jabang bayii…

    apapun, andaikan nanti yang maju jadi 3 pasang, bagi saya pilihan tetep dua pasang.. yang satu saya anggap ga ada (yang mana yaaa..) heheh… itupun sampai sekarang saya masih belum benar2 menentukan pilihan…

  3. vizon
    15 Mei 2009 pukul 06:29 | #3

    kondisi sekarang ini semakin mengecilkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. segala tarik-ulur, gonta-ganti pasangan dan bongkar-pasang koalisi telah membuat rakyat semakin tidak terpikirkan. para elit hanya berkutat bagaimana mendapatkan kekuasaan, dan menjadikan rakyat kecil sebagai tameng kepentingan sesaat mereka…

    sepertinya, kali ini, saya tidak bisa “melanjutkan” apa2, apalagi mau menjadi yg tercepat dan terbaik, karena berjuang untuk rakyat hanyalah janji-janji absurd semata… ;)

    salam om

  4. 15 Mei 2009 pukul 07:39 | #4

    keras! suara rakyat adalah suara samar-samar… kl jelas didukung kl gak dicuekin. (kalimatnya paten kali!) :D

  5. 15 Mei 2009 pukul 07:54 | #5

    aku rasa jg begitu… walau dibilang berpihak pada rakyat, maksudnya rakyat yang mana?
    rakyat yang sudah kaya dan punya perusahaan besar atau rakyat yang mana?
    hmmmm….

  6. 15 Mei 2009 pukul 08:18 | #6

    Masih bingung dengan sistem pencalonan / pemilihan pasangan presiden…

  7. guskar
    15 Mei 2009 pukul 08:35 | #7

    siapun yg nanti dipilih rakyat, saat memerintah harus dan wajib pro rakyat. masalahnya, mereka sanggup apa nggak mengorbankan kepentingan partai dan golongannya.

  8. 15 Mei 2009 pukul 08:35 | #8

    kalo Partai pendukung pada gak suka sama Pak Budiono,
    bikin aja Capres dan Cawapres sendiri
    gitu aja kok repot…
    he..he..he..

  9. 15 Mei 2009 pukul 09:15 | #9

    wah..wah..
    saya juga pengen nulis opini soal politik, om.. cuman, ga ah.. takutnya ntar para fans blogs saya pada cabs ciao entah kemana

    *ditimpuk sendal sama omiyan gara2 narsis* :P

    anyway,, saya bukannya dukung sapa2. cuman yah, koq sekarang politik jadi ribet gini ya?

  10. 15 Mei 2009 pukul 09:52 | #10

    kalau blue sumpah kagak ngerti dan belum siap nulis about politik.
    salam hangat dalam dimensinya blue

  11. 15 Mei 2009 pukul 10:38 | #11

    Kalau nggak sreg ama SBY-Budiono (atau pasangan lainnya) ya nggak usah pilih mereka. Nggak usah pakai demo segala. Nggak usah rame-rame.

    Memang mereka yang bicara-bicara itu bisa beri alternatif pilihan yang pasti ok?! Apa mereka berani jamin?!

    Kok aku jadi bicara sinis begini…
    Maaf ya Om.

  12. 15 Mei 2009 pukul 11:45 | #12

    Aku tak berani menilai orang hanya dari berita yang ku dengar atau ku baca, jadi cuma bisa berharap semoga pemimpin yang terpilih bisa menyelesaikan permasalahan bangsa dan membawa negeri ini kepada kesejahteraan

  13. 15 Mei 2009 pukul 13:38 | #13

    semoga ke depan nggak samar-samar lagi ya mas, semoga leih baik itu saja harapan kita, dan semoga tidak menjadi rejim yang kejam dor-dor-dor… wah ngeri saya

  14. 15 Mei 2009 pukul 13:59 | #14

    Siapapun calonnya, yg penting berkualitas. negara aman dan lebih maju.

  15. 15 Mei 2009 pukul 14:01 | #15

    Mantaaf opininya Om iyan !

  16. 15 Mei 2009 pukul 14:13 | #16

    Siapapun calonnya yg penting berkualitas.

  17. 15 Mei 2009 pukul 14:41 | #17

    @skah :
    ayo siapa saja yang jual aset-aset BUMN yang murah : Dorojatun, Boediono, Laksamana Sukardi di era Megawati Soekarnoputri.

    @macangadungan:
    Fakta berbicara, tiap tahun rata-rata antara 60-120 triliun dikeluarkan untuk membayar utang yang sebagian besar najis (pengalihan utang dari private/swaste menjadi publik/rakyat).

  18. 15 Mei 2009 pukul 14:42 | #18

    semangat OOm
    :) )

  19. 15 Mei 2009 pukul 14:43 | #19

    apalagi koment saya OOm
    Gak MUTU banget :( (

  20. 15 Mei 2009 pukul 14:44 | #20

    ah…
    oom
    saya nyampah di sini >>>>

  21. 15 Mei 2009 pukul 15:18 | #21

    Kita lihat siapa yang membela rakyat
    Awas kalo enggak belain rakyat :D

  22. 15 Mei 2009 pukul 15:29 | #22

    kita berdoa bersama aja semoga negara ini bisa terselamatkan oleh calon pemimpin yang akan menang nantinya. lanjutkan!!! *he2 kampanye terselubung*

  23. 15 Mei 2009 pukul 15:33 | #23

    Opini yang bukan sekedar OMDO koq, malah menarik dan ada keberpihakan.

  24. 15 Mei 2009 pukul 15:47 | #24

    amiin…

    semoga negara kita berada pada tangan yang tepat :D ,

    duwh, jadi inget, suara saya dah kedaftar di pilpres blum ya :roll:

  25. 15 Mei 2009 pukul 18:21 | #25

    sudah dideklarasikan :)

  26. 15 Mei 2009 pukul 21:13 | #26

    dari 3 kemungkinan di atas
    paling mungkin adalah
    ke 3 dan ke 2
    sudah jelas yang ke 1 tidak

  27. 15 Mei 2009 pukul 23:06 | #27

    siapapun pemimpinnya, aku cuma berharap bahwa mereka sadar kalau sedang memimpin bangsa yang besar.

  28. 16 Mei 2009 pukul 00:23 | #28

    Untuk bisa memahami seseorang, tentunya kita tak bisa langsung memberikan opini, harus mengenal latar belakangnya (riwayat pekerjaannya), juga visi dan misinya (ini bisa dilihat dari tulisan2 yang pernah ditulis tokoh tsb, juga bagaimana pekerjaannya selama ini). Saya tak selalu setuju apa yang dikomentari dalam acara talk show di TV, karena terkadang antara satu dan lainnya saling bertentangan….

    Demo juga tak selalu menyuarakan kebenaran, karena terkadang ada tokoh dibelakanganya.
    Hendaknya kita berhati-hati untuk tak ikutan menebar pendapat, yang tak kita kuasai masalahnya.
    Dan kalau tak suka, kita tak perlu memilihnya, bukan?

  29. 16 Mei 2009 pukul 04:59 | #29

    selama kita masih bergantung pada imf, adb dan yang sejenisnya itu, kita akan tetep disetir oleh asing.
    karena gak mungkin mereka ngasih tanpa mau ngembil untung….

  30. 16 Mei 2009 pukul 05:03 | #30

    selalu saja rakyat kecil yang jadi korban
    semoga masih ada pemimpin negeri ini yang peduli nasib rakyat kecil

  31. 16 Mei 2009 pukul 06:16 | #31

    setuju mas dengan kritikannya…

    beberapa hari lalu saya sedih banget baca koran… PKL diobrak2 sama satpol PP sampe anaknya kena kuah bakso yang dijualnya :cry:

    saya yakin mereka gak akan jualan di tempat2 terlarang gitu kalo kesempatan berusaha dan bekerja memang bisa difasilitasi dengan baik oleh negara/pemerintah….

    hmmm rakyat kecil selalu jadi korban

    giliran penjahat2 kelas paus… melenggangkangung…

    ingat berita di koran juga beberapa waktu lalu kasus maling BLBI gak bisa dituntaskan.. karena kejakasaan gak punya dokumen asli dari kasus tersebut….

    asli saya marah baca itu… kok bisa dokumen pengusutan pencurian uang negara yang triluyan rupiah bisa hilang

    :cry:
    :evil:

  32. 16 Mei 2009 pukul 07:10 | #32

    pdt yg kena tindas sllu rakyat kecil yg ga tau apa2 ttg sangsi dr pemerintah

  33. latree
    16 Mei 2009 pukul 07:13 | #33

    bingung deh kalo udah bahasan yang begini.
    keserdasan poltikku sangat rendah :(

  34. nA
    16 Mei 2009 pukul 10:04 | #34

    Kalo sy gak mudeng mas ama sistem ekonomi.. Tp yg jelas, sistem apapun itu yg penting bebas korupsi plus bs memajukan ekonomi smua lapisan

  35. 16 Mei 2009 pukul 10:18 | #35

    Ada satu lagi Om… ketiga pasang capres yang sudah mendeklarasikan dirinya, adalah orang-orang yang disebut oleh terpidana Rokhmin Dahuri dan pengakuan Amien Rais menerima dana DKP pada pilpres 2004:
    http://nusantaranews.wordpress.com/2009/05/16/sby-mega-jk-wiranto-penerima-dana-korupsi-dkp-2004-kembali-nyapres/

  36. 16 Mei 2009 pukul 13:59 | #36

    Bener Om..daripada uneg2 itu ngendap di kepala, ntar malah bikin judeg. Yg penting tujuan kita menyampaikan opini kan utk kebaikan bersama, alias utk seluruh warga dan bangsa Indonesia. Semoga Indonesia-ku akan benar2 dipimpin oleh Hikmat dan Kebijaksanaan.

  37. 16 Mei 2009 pukul 15:33 | #37

    parpol yg menentang boediono itu sepertinya cuma ingin menaikkan posisi tawar mereka saja. Maklum SBY itu calon kuat pemenang pemilu :p

  38. 16 Mei 2009 pukul 18:03 | #38

    dan jangan lupa, siapapun yang tidak terpilih mbok yaa tetep legawa gitu … supaya tentrem

  39. 16 Mei 2009 pukul 20:14 | #39

    Sejak dari dulu pemilu di negeri ini ada kepentingan amerika disitu. Dan belum ada Presiden di negeri ini yang keras terhadap amerika selain Bung Karno.

  40. 17 Mei 2009 pukul 01:41 | #40

    harusnya sich pilihan rakyat..’HARUSNYA’ loh

  41. 17 Mei 2009 pukul 06:53 | #41

    Salam.
    Lama gak kesini, kiranya tambah gemuk aja sekarang…
    Pilpres ? apa itu ?

  42. 17 Mei 2009 pukul 07:42 | #42

    sebaiknya mari kita tentukan pilihan berdasarkan hati nurani saat pilpres mendatang dan menanggung konsukwensi dari apa yang kita pilih. dan dalam masa sebelum pilpres ini, baiknya kita melihat tindak tanduk yang maju menjadi capres dan cawapres

  43. ayay
    17 Mei 2009 pukul 08:39 | #43

    sy pun tetap optimis terhadap kemajuan indonesia, meskipun sempet geregetan ngeliat lambatnya para Partai Politik itu memilih pasangannya, terlihat sekali politik dagang sapinya, terlalu banyak kepentingan…

    namun begitu harus tetap optimis, semoga pemimpin yg terpilih selanjutnya adalah memang yg terbaik untuk Negara ini ..Amin

  44. 17 Mei 2009 pukul 13:03 | #44

    Baca koran Radar Cirebon kemarin, Boediono justru termasuk orang yang berperan besar dalam terbitnya regulasi syariah yang selama ini diinginkan PKS. Karena itupula, penolakan PKS atas Boediono, yang selama ini dituduh partai tersebut sebagai penganut Neoliberalisme, menjadi bisa luluh oleh penjelasan SBY di menit-menit akhir sebelum deklarasi.

  45. 17 Mei 2009 pukul 14:00 | #45

    Semoga negara ini lebih baik.. (itulah harapan setiap pergantian presiden)

    Ga’ jelas…

    Salam sukses… :)

  46. sof
    18 Mei 2009 pukul 01:54 | #46

    lihat saja nanti pas pilpres, siapa yang dipercaya rakyat :)

  47. 18 Mei 2009 pukul 03:05 | #47

    kalo saya kuq g merasa happy siapapun presidennya,anggota dewannya dll. seumur hidup saya, kuq blm ada satupun yg bisa membuktikan janjinya saat kampanye dan semua cenderung sandiwara belaka..
    sudah lama g mampir kesini…pakabar om iyan…???

    salam,

  48. 18 Mei 2009 pukul 04:35 | #48

    Yang paling penting dari wapres sekarang adalah kemampuannya bekerjasama dengan presiden dan menangani bidang2 yang bukan menjadi keahlian utama Presiden. ;)
    Saya mempercayai sistem ekonomi SBY dan Boediono, pasti bisa berjalan baik nantinya. ;)

  49. 18 Mei 2009 pukul 05:24 | #49

    pseudo demokrasi…
    pseudo pemilu…
    pseudo presiden-wakil presiden…

  50. bocahkureng
    18 Mei 2009 pukul 06:53 | #50

    Sejak reform, banyak UU di negeri ini yg pro neoliberal kok pak, kata Aviliani sih produk IMF, jd siapapun yg jadi hrs jalanin tuh UU, kalo g mau neo liberal yg hapus tuh UU. So, menurut saya sih kita jangan hanya fokus ke org, sistemnya jg hrs diperbaiki.

  51. 18 Mei 2009 pukul 08:04 | #51

    yang penting bisa menjadi pelindung bagi rakyat bukannya jadi musuh..

  52. puang cahaya dewa
    18 Mei 2009 pukul 18:15 | #52

    salam dari bandung, kang

    saya suka membaca artikel anda sesuai dengan fakta …

    PKS (pun) berbudi

    PKS partai yang jujur tidak suka korupsi, Partai dakwa (kata iklan kampanyenya di TV)

    PKS singkatan dari Partai keadilan sejahtera yang membuat petingginya takut beroposisi mungkin takut tidak sehjatera (maaf ini dugaan, semogah salah)

    Menolak paham neoliberalisme karena mendewa-dewakan mekanisme pasar sebagai pengatur perekonomian Negara.( dan tidak sesuai dengan ajaran islam)

    Ingin berkoalisi jika presiden dan wakilnya presentatif, nasionalis and agamis, ( itu kata presidenya, bukan kata saya)

    Mencalonkan 10 kadernya untuk di pilih sby menjadi wakilnya, alasannya logis pemenang ke -4, bhooo

    Tapi sayang seribu sayang “itu hanya mimpi” (maaf mengutip lagunya Projek Pop )

    Menurut pengamat politik dari UI, Pks terkesan menjual diri ( pelacur kali jual diri, tidak laku-laku akhirnya banting harga)

    Menurut tetangga saya yang sangat mengidolakan PKS dan relah antri di TPS demi mencontreng partai idolanya, menyarankan ………. Para petinggi pks banyak- banyak membaca ayat kursi, agar tidak ada kesan berjuang karena lapar mohon di kasih kursi menteri –puntak apalah kalau tidak dapat kursi wapres, dari pada tidak dapat apa-apa.

    Kata limbad, fakir magician “terima kasih” ( terima kasih telah di tipu dengan gertak sambalnya presiden pks yang katanya anti neoliberal)

    Dan sekarang para petinggi partainya tidak bisa tidur nyenyak, lagi berpikir bagaimana menenangkan massa akar rumputnya.

    Ini betul-betul zaman edan kata permadi sang mistikus politik

    https://esaifoto.wordpress.com

  53. 19 Mei 2009 pukul 04:24 | #53

    wah, om
    tulisanmu kok makin berat saza :-D
    naga-naganya mau masuk politik juga nih.

  54. Ade
    19 Mei 2009 pukul 04:28 | #54

    kalo udah terpilih mah, kayanya beda lagi
    *berdasarkan pengalaman terdahulu*

  55. 19 Mei 2009 pukul 06:00 | #55

    hahahaha…
    om otong,…om otong. dimana-mana ngetop abis. qeqeqe…

    penduduk kita itu terlalu menggantungkan harapan sama pemerintah. maunya semua pemerintah yang ngurusin, makanya pemerintahannya gonta-ganti berapa kali pun kalo masyarakatnya sendiri yang malas ya butuh waktu lama buat majunya om..

  56. 19 Mei 2009 pukul 06:21 | #56

    saya cuma doakan yang terbaik buat negara ini

  57. 19 Mei 2009 pukul 08:22 | #57

    Ayo-ayo… Pada siap-siap milih…..

  58. Daiichi
    19 Mei 2009 pukul 12:39 | #58

    dipilih..dipilih..!! Ayo pilih.
    Selamat malam Pa!!

  59. 19 Mei 2009 pukul 13:50 | #59

    postingan ini walaupun omdo,
    menyenangkan membacanya

  60. 19 Mei 2009 pukul 13:53 | #60

    saya bilang, saya ngerti hukum. dan saya bilang, saya juga faham bahwa bersikap netral difatwa haram. namun demikian, saya tidak membatalkan niat ingsun saya untuk berlaku netral, putih dan abstain dalam berkeputusan. salah satu alasannya ya seperti yang pak miyan tuliskan. saya tidak sudi memilih pemimpin yang berada di puncak setelah mendapat dukungan, namun tidak bisa melaksanakan aspirasi para pendukungnya. saya tidak merujuk ke satu orang, tapi beberapa orang sekalian karena nyatanya beberapa pemimpin partai/golongan pun mengabaikan fikiran pendukungnya sendiri

  61. 19 Mei 2009 pukul 14:10 | #61

    Males liat ulah calon pemimpin kita Mas…

  62. 19 Mei 2009 pukul 16:08 | #62

    Assalam

    Hehehe good post

    cerita yang menarik

    wassalam

    :-)

    Comment anda sudah saya balas

    silahkan lihat dan kunjungi blog saya

    :-)

  63. Qie
    20 Mei 2009 pukul 05:47 | #63

    waduh pusing da kalo mikirin maslah politik di negeri ini,,, soalnya menurut sayah tak ada pimimpin yg beramanat :( ( hiks hiks hiks sedihlah sayah ini.

  64. 21 Mei 2009 pukul 02:41 | #64

    saya hanya bisa berharap..
    semoga presiden yang terpilih nanti benar-benar menjalankan tugasnya
    tidak hanya menjalankan kepentingan politik partainya semata
    memang menjelang pilpres ini
    banyak bermunculan isu-isu mengenai capres dan cawapres
    yang kadang belum tentu kebenarannya

  65. 21 Mei 2009 pukul 10:14 | #65

    mudah2an setelah pemilu negeri akan semakin baik, dan harga emas kalau bisa juga turun. Soalnya sekarang emas sedang mahal, jadi menunda dulu untuk beli mas kawin (halah)

  66. 21 Mei 2009 pukul 21:13 | #66

    Seorang pemimpin gak pernah ada yg bener di mata rakyat, gimana enggak. Harus nurutin kemauan jutaan orang yg pemikiranya selalu beda..

  67. 22 Mei 2009 pukul 01:04 | #67

    semoga mimpi indah akan jadi kenyataan OM..?!

  68. 22 Mei 2009 pukul 18:43 | #68

    makin ramai…makin ramai.

    top om otong..

  69. mel
    23 Mei 2009 pukul 05:30 | #69

    aduh,jangan sampe ada yg bonceng kpentingan…bisa2 tambah ancurr negara kita yg udah ancurr ini…

    Om iyan kok ga prnh maen lg ke blog aq…

  70. 23 Mei 2009 pukul 15:33 | #70

    katanya pak boediono ini malah sosok yang sederhana, rendah hati, dan nggak macem-macem. dan nggak punya konflik kepentingan nantinya kalau terpilih karena bukan wakil partai…
    masalah kebijakan ekonomi sih, saya nggak tahu ya…mudah-mudahan kalau terpilih kebijakannya bisa pro rakyat lah…

  71. 23 Mei 2009 pukul 20:03 | #71

    Pingiinya rakyat kecil gak usah diingat pas pencalonan….kalo dah jadi …..tolong diingat rakyat kecil………jangan pas pencalonan diingat..giliran jadi malah lupa….

  72. 24 Mei 2009 pukul 06:54 | #72

    Semoga SBY/Mega/JK tau ini dan justru semoga mereka yang g cuma OMDO… :p

  73. 24 Mei 2009 pukul 11:04 | #73

    Bukannya mau apatis…
    rasanya.. untuk Pilpres aja.. keinginan rakyat yang mana.. capres dan cawapresnya.. yang ada hanya “yang mana”…
    Gak nyambung loooo

    Terbayang kan jika sudah menjabat….? negaranya yang mana??? rakyatnya yang mana??? (yang akan dipimpin… dan menikmati kepeminpinannya???)

  74. 24 Mei 2009 pukul 12:06 | #74

    kalo terpilih lagi SBY berapa kale ya mo nurunin BBM buat di bikin iklan dan di banggakan …. berapa kale juga mo naikin BBM?

    mudah2an iklan selanjutnya bangga dengan menaikan BBM … heueheuhe

  75. 25 Mei 2009 pukul 06:49 | #75

    Setubuh mas Iyan, jangan ada lagi kejar-mengajar lagi ama anak bangsa ini, apalagi kaki5, juga kaki 10, mendingan kejar tuh anak bangsa (t) nyang berkaki 2 berdasi tapi otaknya maunya korups ajah.

  76. 25 Mei 2009 pukul 08:08 | #76

    Semoga rakyat cerdas memilih ya Oom??

  77. Fansys
    25 Mei 2009 pukul 11:48 | #77

    Ulasan yang mantap om, saya sendiri lebih suka jk-win

  78. faridwajdiarsya
    25 Mei 2009 pukul 17:16 | #78

    aku pilih omiyan aja lah… salam jumpa om… hehehe

  79. 26 Mei 2009 pukul 00:31 | #79

    cape ya om liat mereka mah!!
    tapi itu mang pekerjaan mereka om
    bikin rakyat pusing,
    bukan pusing mikirin rakyat..

  80. 26 Mei 2009 pukul 03:10 | #80

    yang jelas siapapun itu saya akan pilih. biar nanti kalau kerjanya ngga bener bisa misuh misuhi…. hahhaahaha

  81. 26 Mei 2009 pukul 11:38 | #81

    wah yang megang gitar menghayati banget tuh

  82. 26 Mei 2009 pukul 13:41 | #82

    Bagaimanapun adanya capres/cawapres yang disodorkan kepada kita, harus kita pilih satu yang terbaik. Walaupun belum bisa memenuhi harapan kita, setidaknya kita punya presiden yang bisa kita caci maki, kalau memang nggak layak dipuji.

  83. Mobile
    26 Mei 2009 pukul 15:32 | #83

    Om kok jaranp update lagi dah 2 minggu lho

  84. 27 Mei 2009 pukul 03:26 | #84

    siapapun yang terpilih harapan rakyat pastilah yang bisa mengerti dan memahami rakyat juga, yah.. berat emang.. tapi bgitulah, harapan memang terkadang samar. benar kata Om.. kita tetap mendoakan agar negeri ini Aman Sentosa dan Diberikan Pemimpin yang Amanah, jujur dan Adil…
    Amin.. Amin.. Amin

  85. 27 Mei 2009 pukul 04:46 | #85

    tetep harus milih yang terbaiklah…
    dan mudah-mudahan siapapun yang terpilih bisa membawa kebaikan untuk kita semua..

  86. Ria
    27 Mei 2009 pukul 08:52 | #86

    yang penting jujur dan sanggup memimpin dengan bijaksana….duhhh politik itu memang gampang2 susah ya

  87. worldofnand
    27 Mei 2009 pukul 15:45 | #87

    gua ngukut aja
    soalnya sistem ga bisa di benahi
    gud luck to everyone
    yang mau ngrubah sistem
    kunjungi blog gua ya?

  88. 28 Mei 2009 pukul 01:18 | #88

    buat mreka yang terpilih menjadi presiden mudah2n bsa menepati janjinya saat berkampanye….
    dan bsa lebih memikirkan nasib rakyat kecil…
    ok….
    salam kenal :yulia
    kunjung balik yach

  89. 1 Juni 2009 pukul 02:03 | #89

    Makin dekat pemilu makin sulit menentukan pilihan, karena capres/cawapres semakin pandai bersandiwara :-)

  90. 2 Juni 2009 pukul 19:44 | #90

    Ya semoga negeri ini aman sentosa, adil sejahtera.
    amin

  1. Belum ada trackback.