Capres & Cawapres Pilihan Rakyat Atau Golongan Atau Permintaan Asing
Sudah bukan rahasia lagi bila slogan DEMI KEPENTINGAN RAKYAT atau ATAS NAMA RAKYAT adalah slogan yang tidak pernah terbukti dilapangan yang ada hanyalah KEPENTINGAN GOLONGAN/PARTAI bahkan PESANAN PIHAK “LUAR”, saya bukan pengamat politik ini hanya suara rakyat kecil yang cuma tertuang lewat sebuah tulisan.
Ketika pemilu kemaren bagaimana gencarnya lembaga survei melakukan penelitian seberapa besar keberpihakan rakyat atau pemilih dalam memilih partai yang disukainya, dan bisa ddikatakan 100% benar bahwa dari hasil Survei beberapa lembaga survei membuktikan keakuratannya dimana Partai Demokrat menang dalam Pemilu Legislatif kemaren.
Namun sayangnya setelah mengetahui partainya menang atau mendapatkan berapa kursi di parlemen, sepertinya untuk mengetahui keinginan rakyat dalam memilih Cawapres tidak sepenuhnya mengakomodir aspirasi rakyat, salah satu contoh kita ambil dengan beberapa kejadian demo yang menentang pencalonan Bapak Boediono sebagai Cawapres dari partai Demokrat setidaknya membuktikan bahwa apa yang diajukan oleh Partai Demokrat tidak sejalan dengan keinginan (ketidaktahuan profil calon) oleh sebagian rakyat.
Seharusnya dengan sisa waktu yang ada, mereka dapat memanfaatkan survei untuk mengetahui seberapa besar prosentase aspirasi rakyat jika para Capres mengajukan Cawapresnya, karena dengan begitu setidaknya prosentase kemenangan dalam Pilpres nanti akan bisa diketahui walau secara perhitungan kasar. Buat saya pribadi pencalonan Pak Boediono emang bisa menjadi efek positif atau malah kontroversi dan bahkan bisa menjadi blunder bagi Demokrat karena secara tidak langsung mereka bisa ditinggalkan oleh partai pendukung (koalisi) dan selain itu masyarakat akan mengetahui Sistem Ekonomi (Kebijakan) apa yang kelak mereka lakukan jika terpilih.
Salah satu contoh kecil efek negatif dari Neo Liberalisme adalah tidak terjaminnya keberlangsungan hidup dari para pemodal menengah kebawah dalam menjaga eksistensi usahanya tidak ada jaminan pasar dalam persaingan mereka, karena secara tidak langsung para pengusaha tersebut harus bertarung sendiri-sendiri dalam memperebutkan pangsa pasar yang ada. yang jelas-jelas sekarang terjadi adalah keberadaan toko-toko kelontongan yang makin terpinggirkan.
Ketika menyaksikan televisi dimana para penamat politik/ekonomi membicarakan bahwa pasangan ini membawa GAGASAN EKONOMI KERAKYATAN atau pasangan lainnya GAGASAN EKONOMI LIBERALIS, (menurut Saya) buat rakyat tidak akan tahu menahu masalah itu tapi yang terpenting dalam sebuah kebijakan ekonomi adalah terjaminnya kelangsungan usaha rakyat terutama yang skala kecil menengah, selain itu adanya proteksi terhadap kelangsungan usaha yang telah memberikan kontribusi bagi KELANGSUNGAN KEHIDUPAN rakyat kecil, bukan mengorbankan usaha rakyat kecil semata-mata demi eksisnya usaha pemodal besar.
Ketika pepatah mengatakan “Belajar dari negeri china”, adalah salah satu bukti bagaimana produk-produk negeri tirai bambu mampu merajai dan menghancurkan produk lainnya dengan harga yang relatif lebih murah. Bukti sebuah proteksi terhadap produk dalam negeri sangat-sangat dibutuhkan.
Namun satu hal yang kini saya sendiri rasakan, dengan melihat pendamping Capres yang ada sekarang jelas sekali pandangan saya pribadi lebih mengalihkan pilihan kepada Capres dan Cawapres yang lebih MENGUTAMAKAN RAKYAT bukan KEMAUAN ASING karena bagaimanapun NEGERI INI (INDONESIA) ADALAH TEMPAT KITA BERPIJAK DAN HIDUP SEBAGAI TUAN RUMAH bukan TEMPAT DIMANA KITA MENJADI PENGEMIS DI NEGERI SENDIRI.
Mungkin slogan Suara Rakyat adalah Suara Tuhan sebaiknya diganti menjadi Suara Rakyat adalah Suara Samar-samar, alias kalau jelas didengar kalau ga jelas ya cuekin aja bos!!, namun tetep saya MEMINTA DARI LUBUK PALING DALAM siapapun kelak yang terpilih baik IBU MEGA/PRABOWO atau PAK JK/WIRANTO atau PAK SBY/BOEDIONO mohon banget ya TOLONG KALAU BISA PARA PEDAGANG KAKI LIMA ALIAS PKL PLUS PENGAMEN/GELANDANGAN/PENGEMIS OLEH PARA PETUGAS DIDAERAH JANGAN DITENDANG DAN DIKEJAR KAYAK ABIS MALING AYAM KASIHAN MEREKA JUGA GA MAU SEPERTI ITU, …..TANYA KENAPA ?
Namun saya tetap mendoakan agar negeri ini tetap Aman Sentosa dan Diberikan Pemimpin yang Amanah, jujur dan Adil…Amin
Tulisan ini hanya sebatas opini pribadi dan OMDO (omong doank) dan ga ada manfaat sekalipun…alias ya lumayanlah buat nambah-nambah postingan….

















Bagus Om opininya.
Harus banyak sisi melihatnya.
Jika melihat realita, minimal 36 juta orang Indonesia hidup menumpang di tanahnya sendiiri
kalau saya, ngliatnya pak boediono adalah sosok yang amanah… kalo tentang ekonomi kerakyatan atau neolib sih, saya yakin beliau berdua pasti punya rumusan tersendiri bagaimana melindungi ekonomi rakyat kecil…
yang penting bung, janganlah pemimpin negeri ini menjuali aset negara (BUMN/Sumber daya alamnya) ke negeri asing dengan harga murah pulak.. amit2 jabang bayii…
apapun, andaikan nanti yang maju jadi 3 pasang, bagi saya pilihan tetep dua pasang.. yang satu saya anggap ga ada (yang mana yaaa..) heheh… itupun sampai sekarang saya masih belum benar2 menentukan pilihan…
kondisi sekarang ini semakin mengecilkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. segala tarik-ulur, gonta-ganti pasangan dan bongkar-pasang koalisi telah membuat rakyat semakin tidak terpikirkan. para elit hanya berkutat bagaimana mendapatkan kekuasaan, dan menjadikan rakyat kecil sebagai tameng kepentingan sesaat mereka…
sepertinya, kali ini, saya tidak bisa “melanjutkan” apa2, apalagi mau menjadi yg tercepat dan terbaik, karena berjuang untuk rakyat hanyalah janji-janji absurd semata…
salam om
keras! suara rakyat adalah suara samar-samar… kl jelas didukung kl gak dicuekin. (kalimatnya paten kali!)
aku rasa jg begitu… walau dibilang berpihak pada rakyat, maksudnya rakyat yang mana?
rakyat yang sudah kaya dan punya perusahaan besar atau rakyat yang mana?
hmmmm….
Masih bingung dengan sistem pencalonan / pemilihan pasangan presiden…
siapun yg nanti dipilih rakyat, saat memerintah harus dan wajib pro rakyat. masalahnya, mereka sanggup apa nggak mengorbankan kepentingan partai dan golongannya.
kalo Partai pendukung pada gak suka sama Pak Budiono,
bikin aja Capres dan Cawapres sendiri
gitu aja kok repot…
he..he..he..
wah..wah..
saya juga pengen nulis opini soal politik, om.. cuman, ga ah.. takutnya ntar para fans blogs saya pada cabs ciao entah kemana
*ditimpuk sendal sama omiyan gara2 narsis*
anyway,, saya bukannya dukung sapa2. cuman yah, koq sekarang politik jadi ribet gini ya?
kalau blue sumpah kagak ngerti dan belum siap nulis about politik.
salam hangat dalam dimensinya blue
Kalau nggak sreg ama SBY-Budiono (atau pasangan lainnya) ya nggak usah pilih mereka. Nggak usah pakai demo segala. Nggak usah rame-rame.
Memang mereka yang bicara-bicara itu bisa beri alternatif pilihan yang pasti ok?! Apa mereka berani jamin?!
Kok aku jadi bicara sinis begini…
Maaf ya Om.
Aku tak berani menilai orang hanya dari berita yang ku dengar atau ku baca, jadi cuma bisa berharap semoga pemimpin yang terpilih bisa menyelesaikan permasalahan bangsa dan membawa negeri ini kepada kesejahteraan
semoga ke depan nggak samar-samar lagi ya mas, semoga leih baik itu saja harapan kita, dan semoga tidak menjadi rejim yang kejam dor-dor-dor… wah ngeri saya
Siapapun calonnya, yg penting berkualitas. negara aman dan lebih maju.
Mantaaf opininya Om iyan !
Siapapun calonnya yg penting berkualitas.
@skah :
ayo siapa saja yang jual aset-aset BUMN yang murah : Dorojatun, Boediono, Laksamana Sukardi di era Megawati Soekarnoputri.
@macangadungan:
Fakta berbicara, tiap tahun rata-rata antara 60-120 triliun dikeluarkan untuk membayar utang yang sebagian besar najis (pengalihan utang dari private/swaste menjadi publik/rakyat).
semangat OOm
)
apalagi koment saya OOm
(
Gak MUTU banget
ah…
oom
saya nyampah di sini >>>>
Kita lihat siapa yang membela rakyat
Awas kalo enggak belain rakyat
kita berdoa bersama aja semoga negara ini bisa terselamatkan oleh calon pemimpin yang akan menang nantinya. lanjutkan!!! *he2 kampanye terselubung*
Opini yang bukan sekedar OMDO koq, malah menarik dan ada keberpihakan.
amiin…
semoga negara kita berada pada tangan yang tepat
,
duwh, jadi inget, suara saya dah kedaftar di pilpres blum ya
sudah dideklarasikan
dari 3 kemungkinan di atas
paling mungkin adalah
ke 3 dan ke 2
sudah jelas yang ke 1 tidak
siapapun pemimpinnya, aku cuma berharap bahwa mereka sadar kalau sedang memimpin bangsa yang besar.
Untuk bisa memahami seseorang, tentunya kita tak bisa langsung memberikan opini, harus mengenal latar belakangnya (riwayat pekerjaannya), juga visi dan misinya (ini bisa dilihat dari tulisan2 yang pernah ditulis tokoh tsb, juga bagaimana pekerjaannya selama ini). Saya tak selalu setuju apa yang dikomentari dalam acara talk show di TV, karena terkadang antara satu dan lainnya saling bertentangan….
Demo juga tak selalu menyuarakan kebenaran, karena terkadang ada tokoh dibelakanganya.
Hendaknya kita berhati-hati untuk tak ikutan menebar pendapat, yang tak kita kuasai masalahnya.
Dan kalau tak suka, kita tak perlu memilihnya, bukan?
selama kita masih bergantung pada imf, adb dan yang sejenisnya itu, kita akan tetep disetir oleh asing.
karena gak mungkin mereka ngasih tanpa mau ngembil untung….
selalu saja rakyat kecil yang jadi korban
semoga masih ada pemimpin negeri ini yang peduli nasib rakyat kecil
setuju mas dengan kritikannya…
beberapa hari lalu saya sedih banget baca koran… PKL diobrak2 sama satpol PP sampe anaknya kena kuah bakso yang dijualnya
saya yakin mereka gak akan jualan di tempat2 terlarang gitu kalo kesempatan berusaha dan bekerja memang bisa difasilitasi dengan baik oleh negara/pemerintah….
hmmm rakyat kecil selalu jadi korban
giliran penjahat2 kelas paus… melenggangkangung…
ingat berita di koran juga beberapa waktu lalu kasus maling BLBI gak bisa dituntaskan.. karena kejakasaan gak punya dokumen asli dari kasus tersebut….
asli saya marah baca itu… kok bisa dokumen pengusutan pencurian uang negara yang triluyan rupiah bisa hilang
pdt yg kena tindas sllu rakyat kecil yg ga tau apa2 ttg sangsi dr pemerintah
bingung deh kalo udah bahasan yang begini.
keserdasan poltikku sangat rendah
Kalo sy gak mudeng mas ama sistem ekonomi.. Tp yg jelas, sistem apapun itu yg penting bebas korupsi plus bs memajukan ekonomi smua lapisan
Ada satu lagi Om… ketiga pasang capres yang sudah mendeklarasikan dirinya, adalah orang-orang yang disebut oleh terpidana Rokhmin Dahuri dan pengakuan Amien Rais menerima dana DKP pada pilpres 2004:
http://nusantaranews.wordpress.com/2009/05/16/sby-mega-jk-wiranto-penerima-dana-korupsi-dkp-2004-kembali-nyapres/
Bener Om..daripada uneg2 itu ngendap di kepala, ntar malah bikin judeg. Yg penting tujuan kita menyampaikan opini kan utk kebaikan bersama, alias utk seluruh warga dan bangsa Indonesia. Semoga Indonesia-ku akan benar2 dipimpin oleh Hikmat dan Kebijaksanaan.
parpol yg menentang boediono itu sepertinya cuma ingin menaikkan posisi tawar mereka saja. Maklum SBY itu calon kuat pemenang pemilu :p
dan jangan lupa, siapapun yang tidak terpilih mbok yaa tetep legawa gitu … supaya tentrem
Sejak dari dulu pemilu di negeri ini ada kepentingan amerika disitu. Dan belum ada Presiden di negeri ini yang keras terhadap amerika selain Bung Karno.
harusnya sich pilihan rakyat..’HARUSNYA’ loh
Salam.
Lama gak kesini, kiranya tambah gemuk aja sekarang…
Pilpres ? apa itu ?
sebaiknya mari kita tentukan pilihan berdasarkan hati nurani saat pilpres mendatang dan menanggung konsukwensi dari apa yang kita pilih. dan dalam masa sebelum pilpres ini, baiknya kita melihat tindak tanduk yang maju menjadi capres dan cawapres
sy pun tetap optimis terhadap kemajuan indonesia, meskipun sempet geregetan ngeliat lambatnya para Partai Politik itu memilih pasangannya, terlihat sekali politik dagang sapinya, terlalu banyak kepentingan…
namun begitu harus tetap optimis, semoga pemimpin yg terpilih selanjutnya adalah memang yg terbaik untuk Negara ini ..Amin
Baca koran Radar Cirebon kemarin, Boediono justru termasuk orang yang berperan besar dalam terbitnya regulasi syariah yang selama ini diinginkan PKS. Karena itupula, penolakan PKS atas Boediono, yang selama ini dituduh partai tersebut sebagai penganut Neoliberalisme, menjadi bisa luluh oleh penjelasan SBY di menit-menit akhir sebelum deklarasi.
Semoga negara ini lebih baik.. (itulah harapan setiap pergantian presiden)
Ga’ jelas…
Salam sukses…
lihat saja nanti pas pilpres, siapa yang dipercaya rakyat
kalo saya kuq g merasa happy siapapun presidennya,anggota dewannya dll. seumur hidup saya, kuq blm ada satupun yg bisa membuktikan janjinya saat kampanye dan semua cenderung sandiwara belaka..
sudah lama g mampir kesini…pakabar om iyan…???
salam,
Yang paling penting dari wapres sekarang adalah kemampuannya bekerjasama dengan presiden dan menangani bidang2 yang bukan menjadi keahlian utama Presiden.
Saya mempercayai sistem ekonomi SBY dan Boediono, pasti bisa berjalan baik nantinya.
pseudo demokrasi…
pseudo pemilu…
pseudo presiden-wakil presiden…
Sejak reform, banyak UU di negeri ini yg pro neoliberal kok pak, kata Aviliani sih produk IMF, jd siapapun yg jadi hrs jalanin tuh UU, kalo g mau neo liberal yg hapus tuh UU. So, menurut saya sih kita jangan hanya fokus ke org, sistemnya jg hrs diperbaiki.
yang penting bisa menjadi pelindung bagi rakyat bukannya jadi musuh..
salam dari bandung, kang
saya suka membaca artikel anda sesuai dengan fakta …
PKS (pun) berbudi
PKS partai yang jujur tidak suka korupsi, Partai dakwa (kata iklan kampanyenya di TV)
PKS singkatan dari Partai keadilan sejahtera yang membuat petingginya takut beroposisi mungkin takut tidak sehjatera (maaf ini dugaan, semogah salah)
Menolak paham neoliberalisme karena mendewa-dewakan mekanisme pasar sebagai pengatur perekonomian Negara.( dan tidak sesuai dengan ajaran islam)
Ingin berkoalisi jika presiden dan wakilnya presentatif, nasionalis and agamis, ( itu kata presidenya, bukan kata saya)
Mencalonkan 10 kadernya untuk di pilih sby menjadi wakilnya, alasannya logis pemenang ke -4, bhooo
Tapi sayang seribu sayang “itu hanya mimpi” (maaf mengutip lagunya Projek Pop )
Menurut pengamat politik dari UI, Pks terkesan menjual diri ( pelacur kali jual diri, tidak laku-laku akhirnya banting harga)
Menurut tetangga saya yang sangat mengidolakan PKS dan relah antri di TPS demi mencontreng partai idolanya, menyarankan ………. Para petinggi pks banyak- banyak membaca ayat kursi, agar tidak ada kesan berjuang karena lapar mohon di kasih kursi menteri –puntak apalah kalau tidak dapat kursi wapres, dari pada tidak dapat apa-apa.
Kata limbad, fakir magician “terima kasih” ( terima kasih telah di tipu dengan gertak sambalnya presiden pks yang katanya anti neoliberal)
Dan sekarang para petinggi partainya tidak bisa tidur nyenyak, lagi berpikir bagaimana menenangkan massa akar rumputnya.
Ini betul-betul zaman edan kata permadi sang mistikus politik
https://esaifoto.wordpress.com
wah, om
tulisanmu kok makin berat saza
naga-naganya mau masuk politik juga nih.
kalo udah terpilih mah, kayanya beda lagi
*berdasarkan pengalaman terdahulu*
hahahaha…
om otong,…om otong. dimana-mana ngetop abis. qeqeqe…
penduduk kita itu terlalu menggantungkan harapan sama pemerintah. maunya semua pemerintah yang ngurusin, makanya pemerintahannya gonta-ganti berapa kali pun kalo masyarakatnya sendiri yang malas ya butuh waktu lama buat majunya om..
saya cuma doakan yang terbaik buat negara ini
Ayo-ayo… Pada siap-siap milih…..
dipilih..dipilih..!! Ayo pilih.
Selamat malam Pa!!
postingan ini walaupun omdo,
menyenangkan membacanya
saya bilang, saya ngerti hukum. dan saya bilang, saya juga faham bahwa bersikap netral difatwa haram. namun demikian, saya tidak membatalkan niat ingsun saya untuk berlaku netral, putih dan abstain dalam berkeputusan. salah satu alasannya ya seperti yang pak miyan tuliskan. saya tidak sudi memilih pemimpin yang berada di puncak setelah mendapat dukungan, namun tidak bisa melaksanakan aspirasi para pendukungnya. saya tidak merujuk ke satu orang, tapi beberapa orang sekalian karena nyatanya beberapa pemimpin partai/golongan pun mengabaikan fikiran pendukungnya sendiri
Males liat ulah calon pemimpin kita Mas…
Assalam
Hehehe good post
cerita yang menarik
wassalam
Comment anda sudah saya balas
silahkan lihat dan kunjungi blog saya
waduh pusing da kalo mikirin maslah politik di negeri ini,,, soalnya menurut sayah tak ada pimimpin yg beramanat
( hiks hiks hiks sedihlah sayah ini.
saya hanya bisa berharap..
semoga presiden yang terpilih nanti benar-benar menjalankan tugasnya
tidak hanya menjalankan kepentingan politik partainya semata
memang menjelang pilpres ini
banyak bermunculan isu-isu mengenai capres dan cawapres
yang kadang belum tentu kebenarannya
mudah2an setelah pemilu negeri akan semakin baik, dan harga emas kalau bisa juga turun. Soalnya sekarang emas sedang mahal, jadi menunda dulu untuk beli mas kawin (halah)
Seorang pemimpin gak pernah ada yg bener di mata rakyat, gimana enggak. Harus nurutin kemauan jutaan orang yg pemikiranya selalu beda..
semoga mimpi indah akan jadi kenyataan OM..?!
makin ramai…makin ramai.
top om otong..
aduh,jangan sampe ada yg bonceng kpentingan…bisa2 tambah ancurr negara kita yg udah ancurr ini…
Om iyan kok ga prnh maen lg ke blog aq…
katanya pak boediono ini malah sosok yang sederhana, rendah hati, dan nggak macem-macem. dan nggak punya konflik kepentingan nantinya kalau terpilih karena bukan wakil partai…
masalah kebijakan ekonomi sih, saya nggak tahu ya…mudah-mudahan kalau terpilih kebijakannya bisa pro rakyat lah…
Pingiinya rakyat kecil gak usah diingat pas pencalonan….kalo dah jadi …..tolong diingat rakyat kecil………jangan pas pencalonan diingat..giliran jadi malah lupa….
Semoga SBY/Mega/JK tau ini dan justru semoga mereka yang g cuma OMDO… :p
Bukannya mau apatis…
rasanya.. untuk Pilpres aja.. keinginan rakyat yang mana.. capres dan cawapresnya.. yang ada hanya “yang mana”…
Gak nyambung loooo
Terbayang kan jika sudah menjabat….? negaranya yang mana??? rakyatnya yang mana??? (yang akan dipimpin… dan menikmati kepeminpinannya???)
kalo terpilih lagi SBY berapa kale ya mo nurunin BBM buat di bikin iklan dan di banggakan …. berapa kale juga mo naikin BBM?
mudah2an iklan selanjutnya bangga dengan menaikan BBM … heueheuhe
Setubuh mas Iyan, jangan ada lagi kejar-mengajar lagi ama anak bangsa ini, apalagi kaki5, juga kaki 10, mendingan kejar tuh anak bangsa (t) nyang berkaki 2 berdasi tapi otaknya maunya korups ajah.
Semoga rakyat cerdas memilih ya Oom??
Ulasan yang mantap om, saya sendiri lebih suka jk-win
aku pilih omiyan aja lah… salam jumpa om… hehehe
cape ya om liat mereka mah!!
tapi itu mang pekerjaan mereka om
bikin rakyat pusing,
bukan pusing mikirin rakyat..
yang jelas siapapun itu saya akan pilih. biar nanti kalau kerjanya ngga bener bisa misuh misuhi…. hahhaahaha
wah yang megang gitar menghayati banget tuh
Bagaimanapun adanya capres/cawapres yang disodorkan kepada kita, harus kita pilih satu yang terbaik. Walaupun belum bisa memenuhi harapan kita, setidaknya kita punya presiden yang bisa kita caci maki, kalau memang nggak layak dipuji.
Om kok jaranp update lagi dah 2 minggu lho
siapapun yang terpilih harapan rakyat pastilah yang bisa mengerti dan memahami rakyat juga, yah.. berat emang.. tapi bgitulah, harapan memang terkadang samar. benar kata Om.. kita tetap mendoakan agar negeri ini Aman Sentosa dan Diberikan Pemimpin yang Amanah, jujur dan Adil…
Amin.. Amin.. Amin
tetep harus milih yang terbaiklah…
dan mudah-mudahan siapapun yang terpilih bisa membawa kebaikan untuk kita semua..
yang penting jujur dan sanggup memimpin dengan bijaksana….duhhh politik itu memang gampang2 susah ya
gua ngukut aja
soalnya sistem ga bisa di benahi
gud luck to everyone
yang mau ngrubah sistem
kunjungi blog gua ya?
buat mreka yang terpilih menjadi presiden mudah2n bsa menepati janjinya saat berkampanye….
dan bsa lebih memikirkan nasib rakyat kecil…
ok….
salam kenal :yulia
kunjung balik yach
Makin dekat pemilu makin sulit menentukan pilihan, karena capres/cawapres semakin pandai bersandiwara
Ya semoga negeri ini aman sentosa, adil sejahtera.
amin