Beranda > Aku & Celotehku > Tukar Nasib, Mau ?

Tukar Nasib, Mau ?

Sebuah acara Reality Show dimana orang kaya bertukar nasib dengan orang miskin, dan menuru t saya itu acara yang bagus karena menjadikan diri kita untuk selalu bisa mensyukuri nikmat yang ada yang kita terima saat ini. Mungkin hikmah lainnya yaitu memberikan kita pelajaran hidup bahwa diluar sana masih banyak saudara kita yang kehidupannya benar-benar menyedihkan.

Saya sendiri merasa salut yang membuat ide acara ini, bagaimanapun juga dikehidupan sekarang semua orang berlomba lomba untuk menjadi orang kaya dan apapun caranya pasti dilakukan dengan dalih Demi Kehidupan Yang Layak, layak disini seharusnya bisa mencukupi kebutuhan keluarga dalam artian kebutuhan primer tapi jaman ini emang lain yang disebut kehidupan layak kalau kebutuhan sekunder sudah terpenuhi……

KIta bisa melihat bagaiamana diacara tersebut orang yang biasa tidur dengan perlengkapan yang serba wah alias kasur empuk plus AC yang dingin tiba-tiba harus tidur disebuah ranjang yang keras (kayu) dengan AC alami yaitu dinginya udara alam, seyogyanya acara tersebut bisa menyadarkan para pimpinan kita agar bisa merubah paradigma selama ini yaitu SEJAHTERAKAN PIMPINANNYA DULU BARU RAKYATNYA padahal yang seharusnya mereka lakukan (Sesuai jani) SEJAHTERAKAN RAKYATNYA DULU PIMPINAN BELAKANGAN….

Sayangnya tayangan di TV kita membantu orang-orang yang selama ini berbuat Zhalim jadi kelihatan seperti orang baik bahkan terkesan agamis, sungguh ironis, rakyat cilik atau wong cilik mungkin sudah terbiasa mencium bau amis air comberan atau makan dengan ikan asin dan daun singkong tapi seharunsya mereka mendapatkan penghidupan yang layak karena mereka mempunyai Hak untuk Hidup yang Lebih Baik serta mereka mewakilkan keinginan dan harapan mereka kepada orang yang mereka percayai walau mereka percaya orang tersebut ga bisa dipercaya.

Saya selalu tertawa bila ada yang mengatkan bahwa kesejahteraan bangsa ini meningkat tapi yang menjadi pertanyaan kesejahteraan macam apa yang dimaksud….jika benar rakyat telah sejahtera mungkin saya atau anda dalam 5 tahun ini sudah bisa mencicipi rumah dan kehidupan yang enak (Artian hidup layak ?), tapi lihat dengan mereka yang penghasilannya meningkat drastis selama 5 tahun….padahal mereka hidup dari pajak yang rakyat bayarkan (saya sendiri ga yakin mereka bayar pajak pa kagak ya).

Saya hanya ingin mengutarakan uneg-uneg saya atas kekecewaan harapan saya terhadap suatu partai yang tadinya terlihat santun dan bersih kini berubah, belum apa-apa salah satu dari mereka yang terpilih kemaren menjadi anggota dewan tingkat DPRD (tetangga saya red) secara drastis kehidupannya telah berubah….Astagfirullah…padahal jika benar kita berjuang atas nama rakyat naik motorpun tidak akan menjadi masalah karena semata-mata mencari Ridha Allah…..

Dan sayapun hanya bisa mengatakan  Selamat Tinggal Buat Partai ini…sekarang dan kedepannya saya dan keluarga TIDAK AKAN MEMILIH PARTAI INI……Bikin malu orang Islam.

  1. 15 Juni 2009 pukul 03:50 | #1

    harusnya para capres cawapres ikut acara tukar nasib ini. bertukar antara capres satu dengan lainnya. cawapres satu dengan lainnya, sehingga mereka bisa mengerti posisi dari lawannya, tentang kekayaan, ideologi, janji2, dll.
    agar tercipta saling dukung dan kedamaian pada masa pilpres sekarang.
    betul?

  2. 15 Juni 2009 pukul 04:02 | #2

    ngapain tuker nasib kalau cuman 3 hari!!!

    biarpun saya orang yang berada dan fasilitas yang lebih dari orang lain….saya tetap bekerja paruh waktu disamping sekolah SMA saya yang baru beranjak naik ke kelas 3.

    sekaligus mencurahkan semua ilmu yang saya punya di WordPress dan juga di Blogspot dan dengan kesibukan diluar itu seperti belajar (umum), mengajarkan bahasa pemrograman ke teman2x saya dan lain2x.

    Intinya : Buat apa bertukar nasib walaupun kenikmatan yang didapat hanya sementara, lebih baik menikmati hidup apa adanya dan ikhlas dalam menjalaninya, apalagi merasa ingin lebih dan merasa iri terhadap orang yang kaya(itu salah besar).

  3. 15 Juni 2009 pukul 05:01 | #3

    Om..sepertinya itu mempermainkan nasib orang….

  4. 15 Juni 2009 pukul 06:26 | #4

    ehm, bagus juga runtutan ceritanya, dari program tv ‘tukar nasib’ sampe prtai-partai tetangga. *sebenarnya gak nyambung*

    hem, tapi setuju juga sih sama pendapat anda.
    para caleg jadi besar kepala

  5. 15 Juni 2009 pukul 06:34 | #5

    moga” aja dibaca ama capres cawapres
    huehehhe

  6. zee
    15 Juni 2009 pukul 06:58 | #6

    Mas. Partai apa itu?
    Tapi reshow bertukar nasib itu, apa itu bukan rekayasa saja, biar mengangkat nama si orang kaya?
    Mgkn kesannya sinis ya, tp sekarang orang butuh promosi diri, even dgn cara begitu sekalipun.. :)

  7. 15 Juni 2009 pukul 06:58 | #7

    Lha, kirain postingan tentang reality show, ternyata lebih cenderung ke politik :)

  8. 15 Juni 2009 pukul 07:03 | #8

    tuker nasibna bukannya rekayasa juga seperti termehek2?tapi mudah2an beneran ya, karena alurnya selalu sama, ada anak yang mengeluh, dll…

    Kalo anggota DPRD seperti itu memang itu virus banget, saya sendiri tidak tahu kalau sudah dalam sistem apakah masih bisa idealis..mudah2an…
    saya dari keluarga jaksa, dan melihat sendiri kehidupan tanpa korupsi dan idealis malah dijauhi sistem, bersyukur malah ada umur panjang dan nama baik..

  9. 15 Juni 2009 pukul 08:05 | #9

    partai apa??
    kan biasa ituh,mensejahterkan keluar9a dan diri sendiri duLu para wakiL rakyat ituh…

    tuker nasib,mau.. :D

  10. 15 Juni 2009 pukul 08:20 | #10

    begitulah sosok calon pemimpin dan caleg kita,
    butuh rakyat kalo ada maunya,
    udah dipilih lupa sama yang milih…
    bahkan terkesan sombong..

  11. 15 Juni 2009 pukul 08:32 | #11

    tapi masih belum jelas partainya….
    sarapan yuks

  12. 15 Juni 2009 pukul 09:03 | #12

    aku juga minta mamaku mau tuker nasib sama orang kaya….

    hehehhee

  13. 15 Juni 2009 pukul 10:14 | #13

    Kalau nggak ada standar baku untuk “kesejahteraaan”, ya bisa-bisa para Caleg yang sudah kaya-raya itupun merasa belum sejahtera…

  14. 15 Juni 2009 pukul 10:21 | #14

    Mas gak boleh iri lo ama tetangga mas itu. Biarin aja semua berlalu. Biarkan tuhan yg mengurus mereka. Yg penting,kita harus berbuat sebaik mungkin. Aq juga heran ama para anggota dpr itu. Minta mobil dinas, rumah dinas, tunjangan listrik, tunjangan pdam, minta laptop. Haduh, mereka bener2 mirip orang kere.

  15. 15 Juni 2009 pukul 11:04 | #15

    emang partai apa yang njenengan maksud, om?
    perasaanku ga enak nih.

  16. 15 Juni 2009 pukul 11:51 | #16

    berarti tetangga jenengan “Perlu dikasihani”, saya juga punya teman waktu dia masih jadi calon anggota Dewan, kalau kekurangan dana sering minta bantuan, namun sejak jadi anggota Dewan sombongnya setengah hidup, kini dia sudah tidak jadi anggota Dewan, kasihan sekali.
    Saya ini hanya penonton kehidupan dan pembelajar kehidupan. Ternyata di Indonesia ini banyak orang yang perlu di kasihani.

  17. 15 Juni 2009 pukul 11:55 | #17

    saya ogah tukar nasib. biarkan rasa nyeri ini menjadi nilai sabar di mata-Nya…

    salam kenal om iyan, dari

    Cak Karto
    http://www.bakudara.com

  18. Ely
    15 Juni 2009 pukul 12:05 | #18

    partai mana nih ?

  19. 15 Juni 2009 pukul 12:24 | #19

    wadayauw……………..kalau tukeran pasangan boleh tidak?hehhe………..blue langdung kena tamparan dech#@$#@#$$$##$
    salam hangat selalu
    pa cabar?

  20. 15 Juni 2009 pukul 12:54 | #20

    mungkin aj itu skenario ya..!! *bebas berpendapat.. hehe*

  21. wyd
    15 Juni 2009 pukul 15:44 | #21

    saya mau tukar nasib beberapa hari sama capres… bisa ngerasain gimana berat tugas2 harian mereka (kalau benar berat seperti yang digembar-gemborkan) supaya ide2 negatif soal capres 1,2, atau 3 bener2 bisa lepas dari kepala saya….

  22. 15 Juni 2009 pukul 15:52 | #22

    boleh juga.. biar bisa merasakan sesuatu yg beda, yg memang di dunia ini selalu tidak abadi, kadang di bawah, kadang jg di atas

  23. 16 Juni 2009 pukul 00:00 | #23

    Hhmmm…sampai sekarang saya memang belum menyukai dunia perpolitikan karena banyak orang2 busuk di sana…

    Titik..Ga bisa komen banyak karena bukan ahli politik he he he……

  24. 16 Juni 2009 pukul 00:42 | #24

    ada yang mau ngajar Biologi?

  25. 16 Juni 2009 pukul 01:34 | #25

    daripada ngurusin yang kaya semakin kaya ..
    ayo dukung si miskin untuk berbisnis dan usaha ..
    Mudah2an bisa mensejahterakan Keluarga Dan Membantu Sesama ..
    Amin ..

    kunjungi link ini ..

    http://aghi182.wordpress.com/2009/06/14/pulsa-harga-super-duper-murah-daftar-gratis-komplain-nya-ok-fasilitas-lengkap-hanya-di-sini/

    thx ..

  26. 18 Juni 2009 pukul 00:36 | #26

    kayanya acaranya diskenario ya,,kan sekarang banyak tuh acara reality show yang mengada-ada (skenario)

  27. 18 Juni 2009 pukul 11:58 | #27

    bener sih, kadang acara kayak gitu perlu, sekedar menunjukkan bahwa masih ada orang lain yang perlu dibantu

    soal DPR yang mbak omiyan bicarakan, itulah salah satu alasan kenapa saya golput mbak

  28. pimpii
    18 Juni 2009 pukul 13:53 | #28

    tukar nasib. konsep yang menarik. meskipun cuma 3 hari cukup mewarnai hidup sang pelaku baik simiskin ataupun sikaya. sayang tidak ada program tukar nasib untuk anggota dpr, menteri atau mungkin dengan presiden he he he…… biar mereka merasakan langsung jadi rakyat jelata. Mau?

  1. Belum ada trackback.