Beranda > Aku & Celotehku, Aku & Istriku, Romantis > Sejatinya Seorang Perempuan

Sejatinya Seorang Perempuan

Perempuan dan wanita, dua sebutan untuk sosok yang penuh dengan cinta dan sayang mungkin mereka selalu dikatakan lemah tapi sesungguhnya merekalah sebuah kekuatan sebagai penghancur dari sebuah keegoisan seorang lelaki.

Dimanapun kita pasti akan melihat begitu banyak perempuan yang bergelut dengan waktu yang terkadang harus habis dijalanan hanya sekedar mencari sesuap nasi demi kelangsungan hidupnya yang dirasa makin berat dan penuh dengan rintangan. Anugerah yang dimiliki oleh seorang perempuan adalah ketika mereka harus menjadi seorang istri dan melahirkan bayi-bayi mungil sekaligus menyusui, merawat dan mendidiknya.

Sebuah pengalaman saya rasakan bagaimana sejatinya seorang perempuan yang telah menjadi seorang ibu yang berusaha setenang mungkin ketika sang buah hati menangis dan rewel tak seperti biasanya.

Mengenal sosok sang istri memang sudah lama hampir 10 tahun, tapi baru melihat dan merasakan kondisi dirinya dikala sebuah kondisi sudah tak dikuasai dan rasa tenang yang hilang seiring kepanikan melanda. Saya melihat gerak tubuh isitri dikala femia menangis dan terus menangis tanpa sebab karena ketika dikasih air susu ataupun ASI tak kunjung reda tangisannya itu. Gerakan tangan yang mengangkat seolah mau mengendong dan tanpa sadar badan bergoyang inilah sebuah gerakan yang baru seumur hidup saya bersama dia saya tahu..sebuah gerakan yang tanpa sadar keluar kala kepanikan melanda.

Saya merasakan begitu kuatnya rasa khawatir dari seorang ibu terhadap anaknya, ah saya kagum sekaligus bersyukur memiliki dirinya, walau tiap malam jam tidur jadi berkurang walau harus memberikan dan menyiapkan susu buat sikecil tapi selalu ada senyum menghias dibibirnya.

Ya Rabb…semoga perempuan perempuan yang penuh kasih sayang seperti ini selalu diberikan kekuatan dan kebahagiaan sekarang dan nanti dan jangan biarkan dirinya selalu dalam kesusahan…

Bayangan gerakan istri semalam masih terbayang selalu…duh Ya Allah…jaga dirinya

  1. 22 Juli 2009 pukul 07:48 | #1

    subhanallah..
    semoga kita tergolong kedalam orang2 yang bersyukur atas nikmat keluarga yang diberikan..
    sepertinya keluarga anda selangkah lebih maju,,
    karena kami belum dikaruniai buah hati,
    namun saya selalu percaya; rencana Allah adalah yang terbaik..

    salam kenal, blognya saya simpan di blogroll..
    semoga kita bisa berbagi informasi yang bermanfaat..
    ada beberapa tulisan tentang wanita;
    http://fadillahcinta.wordpress.com/2009/07/01/istri-shallehah/
    (he2 promosi)

  2. lambenesugiman
    22 Juli 2009 pukul 08:38 | #2

    I love my mom

  3. 22 Juli 2009 pukul 09:03 | #3

    Emang bener.. Lagipula ku sebagai lelaki kyaknya juga harus menyadari arti penting seorang wanita..

  4. 22 Juli 2009 pukul 09:11 | #4

    perempuan? wanita?

    dua fase kehidupan makhluk yang ditakdirkan untuk menemani pria..

  5. 22 Juli 2009 pukul 10:06 | #5

    karena itu ada “Surga di telapak kaki Ibu”. Wanita itu punya dua sisi; dimana ia lemah butuh perlindungan seorang pria dan dimana kita para pria menjadi kuat untuk melindunginya.

  6. lidya
    22 Juli 2009 pukul 10:57 | #6

    itulah takdir seorang wanita, bener kata mami wijna bagaimanapun kehidupan seorang lelaki tak akan pernah berarti tanpa perempuan

  7. 22 Juli 2009 pukul 11:14 | #7

    terharu.. kiranya jika waktunya nanti tiba saya dipercaya mempunyai momongan
    saya boleh dengan segenab hati mengasuh anak2 saya dan tak lupa tetap tersenyum :)

    salam buat istrinya mas..

  8. 22 Juli 2009 pukul 11:26 | #8

    menatap tulisan yang hebat tentang perempuan, aku hanya terpaku dan diam…sungguh suatu hal yang tak bisa aku katakan dengan kata-kata

  9. 22 Juli 2009 pukul 12:34 | #9

    Tugas perempuan mendidik anak berat dan perlu didampingi dan dibantu oleh kepala keluarga kan? ;)

  10. mirna
    22 Juli 2009 pukul 12:58 | #10

    semoga keluarga mas iyan diberikan kesehatan, kebahagiaan dalam menjaga keutuhan rumah tangga dan diberikan anak yg sholeh
    Amin

  11. Ade
    22 Juli 2009 pukul 13:05 | #11

    postingan ini menggambarkan betapa cintanya omiyan sama sang istri.. *yaiyalah hehehe*

  12. 22 Juli 2009 pukul 13:08 | #12

    semoga selalu bahagia ya om, kita semua

  13. 23 Juli 2009 pukul 01:12 | #13

    begitulah yang saya rasakan juga

  14. 23 Juli 2009 pukul 02:23 | #14

    kalo tidak salah, wanita sholehah adalah wanita yg harus kita muliakan…artikel yg cukup menyentuh sekali…

    Ikutan 4th IBSN award yuk..
    Informasi dan ketentuan silahkan baca di sini
    IBSN= Karena Berbagi Tak Pernah Rugi..

    Trimakasih…^_^

  15. 23 Juli 2009 pukul 02:35 | #15

    cukup menggetarkan jiwa mas…semoga para laki-laki(termasuk saya) bisa lebih menghargai wanita…^^

    dan semoga gak ada KDRT lagi..ehehehe

  16. 23 Juli 2009 pukul 02:45 | #16

    Hmm..
    Hargai..
    Hormati..
    Jagai..
    Perempuan layaknya sosok ibu kita.. :D

  17. 23 Juli 2009 pukul 03:12 | #17

    alhamdulillah. Ga bosen-bosen aku bilang, aku slalu seneng liat suami yang sayang sama istri. Di antara banyak laki-laki main serong kanan-kiri, omiyan jadi salah satu orang yang membuktikan lagu “tidak semua laki-laki”

    Yep, memang begitulah sejatinya perempuan. Yang berjuang memberikan dan mentransfer kasih sayang kepada buah hati. Perempuan-perempuan seperti itu yang buat anak-anak nantinya mengenal kelembutan, mengenal kasih, mengenal maaf, dan berbagi :]

  18. mel
    23 Juli 2009 pukul 07:29 | #18

    aq perempuan lho…
    sangat tersanjung baca postingan si om ini…

  19. 23 Juli 2009 pukul 09:19 | #19

    peRempUan dan waNita hanyaLaa menyUguhkan cinta dan kaSih sayang haNya sbts Qt punya seSuatU at0 tidag..
    SeteLaa sesUatu itU teLaa punaH dR Qt..
    MereKa hanya mening9aLkan Qt dan membiaRkan Qt teRpurug krena cnt meReka..
    MampiR di Q juga iia..

  20. 23 Juli 2009 pukul 10:11 | #20

    sulit loh untuk tetap tersenyum di kala kita sendiri capek, ngantuk dan kesal. sulit sekali…. dan kadang saya dikalahkan rasa capek sehingga menjadi marah dan ngomel. Meskipun setelah itu menyesali perbuatan saya sendiri. Kemudian menciumi dan meminta maaf pada bayi yang tak mengerti apa-apa. Salut pada istri Omiyan yang selalu tersenyum.

    EM

  21. 23 Juli 2009 pukul 10:12 | #21

    saya bangga menjadi perempuan mas.. :)

  22. 23 Juli 2009 pukul 10:14 | #22

    Waduuuuuh.. beneeeerrrrrrrr.. waaaah.. omiyan benar penyanjung wanita
    Salam Sayang

  23. 23 Juli 2009 pukul 10:15 | #23

    Dan kita …
    sebagai Lelaki …
    sebagai Suami …
    Wajib hukumnya
    untuk selalu menjaga dan melindunginya …

    Sweet Om …
    Very Sweet …

  24. 23 Juli 2009 pukul 10:23 | #24

    Wanita emang makhluk yang mulia…

  25. Daiichi
    23 Juli 2009 pukul 10:51 | #25

    Doakan aku.. Semoga menikahi wanita yang membuat bidadari cemburu padanya..! ^_^

  26. zee
    23 Juli 2009 pukul 11:14 | #26

    Terharu rasanya membaca postingan ini. Mas beruntung mendapatkan istri seperti nyonya yg sekarang ini, dan nyonya jg beruntung krn dicintai dengan tulus oleh suaminya.
    Semoga tetap saling menjaga dan mencintai seterusnya..

  27. gwgw
    23 Juli 2009 pukul 11:30 | #27

    tanpa wanita hidup serasa hampa….

  28. 23 Juli 2009 pukul 12:31 | #28

    tanpa wanita, wariapun juga pasti nggak ada, ^_^…V

  29. 23 Juli 2009 pukul 12:44 | #29

    Ternyata sebenarnya dan sejujurnya perempuan itu luar biasa bro, istri saya aja udah ngasuh anak masih bisa ngurus rumah + service sama suami lagi. Jadi wanita TOP ONE deh. Thanks

  30. 23 Juli 2009 pukul 13:47 | #30

    Dilihat dari fisiknya, wanita lebih nampak lemah dari lelaki, namun jiwanya lebih kuat dari lelaki ya mas. :roll: :D

  31. 23 Juli 2009 pukul 15:07 | #31

    Sebentar lagi istri Omiyan akan menunjukkan betapa hebatnya mampu mengajari si kecil belajar sesuatu dengan cara yg tak pernah dibayangkan laki-laki. (Pengalaman pribadi nih,Om)

  32. 23 Juli 2009 pukul 17:08 | #32

    perempuan itu dibuat dari tulang rusuk laki-laki. Tempatnya dekat dengan hati.

  33. 23 Juli 2009 pukul 17:15 | #33

    sejatinya seorang Ibunda, ya hal yang disebutkan Om tadi selalu ada untuk buah hatinya. tidak ada lagi hal yang membahagiakannya selain bertindak seperti apa yang Om lakukan menjaganya dan mendoakan nya selalu :mrgreen:

    -salam- ^_^

  34. 24 Juli 2009 pukul 01:22 | #34

    amieeennnn…
    segala kebaikan pasti akan dibalas kebaikan. tentu buat siapapun termasuk sosok seorang wanita

  35. 24 Juli 2009 pukul 02:18 | #35

    mungkin karena itulah Ynag Kuasa memberiokan sesuatu yang istimewa terhadap insan yang bergelar ibu bahwa surga ada di bawah telapak kakinya

  36. 24 Juli 2009 pukul 02:45 | #36

    Subhanallah pasti senang sekali memiliki istri yang seperti itu ya OM

  37. 24 Juli 2009 pukul 03:53 | #37

    apa yg Om rasakan …. saya rasakan juga … ada kekuatan yg menyihir kita jadi kuat :)

  38. 25 Juli 2009 pukul 08:10 | #38

    hidup tanpa seorang wanita,ibarat sayur tanpa garam OM.kurang seru gituu klo gak ada wanita di dunia ini…

    salam mercu

  39. 26 Juli 2009 pukul 17:04 | #39

    selalu ada peran seorang perempuan dibalik keberhasilan seorang laki-laki…

  40. 27 Juli 2009 pukul 10:34 | #40

    Sungguh suatu kebahagiaan tersendiri manakala kita mampu mengekspresikan diri terhadap belahan jiwa kita.

  41. 5 Oktober 2009 pukul 05:49 | #41

    aduhh bsr sgguh pngorbanan c ibu utk mberikn yg tbek utk c ank..
    whai ank2 skalian,,kasihila n hrgaila pngorban
    c ibu smasa mbsarkn ktew..

  42. 5 Oktober 2009 pukul 05:50 | #42

    thans bebanyak kpd insan yg sudi bkongsi cter bsame2 nie

  1. Belum ada trackback.