Beranda > Aku & Celotehku, Kritik Sosial > Tanggapan Blogger Malaysia Tentang Tulisan Malingsia

Tanggapan Blogger Malaysia Tentang Tulisan Malingsia

Hhmm saya tidak menyangka juga jika tulisan saya tentang malaysia (baca malingsia) ditanggapi respon yang beragam tapi kebanyakan ya menghujat malingsia, tapi ternyata tulisan saya sampai dengan saat ini masih mendapat respon juga dan ketika saya membuka blog saya ada beberapa komentar yang masih menunggu moderasi dan diantaranya itu ternyata 2 tanggapan terhadap tulisan yang berjudul  Malingsia = Sikap Masa Bodoh Kita.

Biar ga penasaran ini adalah tanggapannya :

abiss emang kamu mau apa sama malingsia…ohhh maaf…nanti kamu kata aku curi bahasa kamu…aku pun x pernah mengaku tarian pundek itu budaya malaysia….malah tarian kuda kepang(johor) sama dgn tarian budaya negara kamu krn yg memainkannya adalah berbangsa java ygdibawa semenjak zaman parameswara dan zaman kesultanan melayu melaka lagi ada di malaysia…sama juga angklong dan isu batik pula…dikelantan famous dgn buatan batik tetapi motif lakaran amat jauh berbeza skali dgn batik…adakah kamu fikir kami pada zaman dahulu tidak memakai sarung….tentang wayang kulit pula….saya rasa ianya adalah budaya hindu dan bukannya asal budaya indonesia krn di thailand..malaysia..indonesia..kemboja semua ada wayang kulit….jadi fikirkanlah…tapi yg saya sedihkan maling2 yg dr indonesia yg merampok rumah2 kami lantas merogol serta membunuh dgn kejam mangsa rampokan…adakah kami pernah merampok rumah kamu serta merogol anak2 kamu….bagaimana kalo kami menarik balik semua visa perkerjaan org indo krn terasa keciwa dgn sifat bangsa kamu dimalaysia….padahal ramai terutama bangsa aceh berdagang dimalaysia tanpa gangguan….ataupun bangsa kamu itu suka dengan berantakan atau kamu amat iri hati sama malaysia krn kami terus maju dan maju….aku rasa ada pihak2 dr bangsa kamu yg ambil kesempatan untuk melaga-lagakan indonesia & malaysia…..malaysia tidak rugi apa2 kalo tidak ada tarian atau kebudayaan seperti itu…..

shoufferan
bes9951@yahoo.com
60.48.38.16

Dan tak berapa lama muncul lagi komentar :

Beginilah aku rasa lebih elok kamu panggil semula sedara mara kamu di malaysia ini pulang saja di tanah air kamu dan kami org malaysia tidak mahu kamu maling2 lagi disini yaa….malinglah di tanah indonesia….kalo kamu budaya itu hak indonesia maka ambillah kembali…bagaimana dgn polandia…bukankah indonesia mencuri garuda dan saka putih merah…..hahahaaaaaa….sapa yg patut cerminkan diri….anyway panggil saja pulang sedara mara kamu yaa…jgn masuk secara haram lagi…kami tidak suka dgn indon2 yg buat anasir dimalaysia..kalo mau encuri..curi saja dinegara sendiri…kami bukannya hendak mendabik dada bangga tetapi bagi kami statement kamu keterlaluan seumpama kami tiada maruah bangsa dan agama….pergi mana pegangan agama islam kamu semua….mengapa ramai wanita2 islam indonesia sanggup menjadi perempuan simpanan kpd org2 bukan islam dimalaysia…mana kah pergi agama mereka kerana wang dan kesenangan….itu langsung tidak ada maruah….sudah dihantar pulang kembali semula ke malaysia….untuk apa???

shoufferan
bes9951@yahoo.com
60.48.38.16

Nah kalau buat saya ga nyangka aja ada juga tanggapan (mungkin) dari bloggernya Malaysia yang ga terima tulisan saya padahal tulisan saya biasa biasa aja hehehe, tapi setidaknya ini bisa menjelaskan sekali bagaimanapun salah atau benar ternyata jika disimak emang ga menunjukkan secara keseluruhan tapi secara tidak langsung mereka ga terima jika negaranya dikatakan Malingsia selain itu saya sendiri baik di Media Internet, TV atau media lainnya belum pernah menemukan keragaman budaya Indonesia yang nyaris serupa dengan malaysia yang saya maksud adalah keragaman budaya dari Sabang sampai Merauke, jika dilihat dari satu pulau mungkin ada kesamaan terutama Kebudayaan Melayunya tapi sekali lagi saya katakan belum pernah saya melihat ada tarian pendet atau yang serupa muncul di Malaysia dan selain itu yang jelas dan nyata adalah bahwa Indonesia lah satu-satu nya negara dengan beragam Suku dan Bahasa (Sunda, jawa, bugis, melayu, suku asmat dan lain sebagainya).

Ibarat kita nge-blog ketika kita Mencopy paste suatu file buat blogger yang punya etika tetap menyebutkan sumber dari berita tersebut, siapa sih yang GA SAKIT HATI JIKA TIBA TIBA TULISANNYA DIAKUIN SAMA ORANG begitu juga dengan kasus Klaim budaya indonesia oleh orang Malaysia….

Nah jelas kan anggap aja ini tulisan sebagai jawaban atas komentar seseorang yang bernama shoufferan kalau lihat tulisannya kayak hampir sama kayak tulisan orang malingsia eh malaysia jadi perlu saya tegaskans ekali lagi bahwa Indonesia belum pernah sekalipun mengklaim suatu apapun dari negara lain yang ada malah diklaim dan dicuri oleh pihak asing kalau itu saya katakan YA !!!

  1. Daiichi
    10 September 2009 pukul 07:30 | #1

    WEW… Semoga klaim2 malaisya selama ini membuat kita lebih mencintai dan menjaga betul budaya warisan.. Amin.. “MERDEKA INDONESIA…!!!”

  2. 10 September 2009 pukul 07:36 | #2

    mari bercermin, sudahkan bangsa kita menjaga segala aset budaya dengan semestinya ?
    semoga dengan kejadian-kejadian semacam ini bisa membuat kita semua semakin dewasa :)

  3. 10 September 2009 pukul 07:43 | #3

    @Daiichi : Kejadian ini menyadarkan kita semua
    @bakulrujak : Betul mas, terutama pemimpin dan kita sebagai rakyatnya bahwa sebenarnya kebudayaan kita ternyata dimintai oleh negara lain dengan begitu menunjukkan bahwa budaya kita ga kalah keren ma budaya asing

  4. 10 September 2009 pukul 08:09 | #4

    I love Indonesialah…
    Mari kita jaga harta kekayaan kita Kawan..

    SAlam Perantau

  5. 10 September 2009 pukul 08:16 | #5

    klo udah diambil orang baru terasa……
    AYO JAGA NEGERI INI

  6. Oca
    10 September 2009 pukul 08:31 | #6

    Mas kangeeen, udah lama enggak nyampah eh komen disini. Hihihi tu komentator sepertinya emang orang Malay deh*sok nuduh*. Padahal tulisan yg kemarin bahasa yg mas pake kan alus, bikin tuh komentator sedikit tersinggung. Gimana coba kalo dia baca blog lain yg terang-terangan ngejelekin Malay bisa2 kebakaran jenggot. Ayo, rakyat Indonesia banggalah dan jagalah budaya Indonesia. Negara lain aja enggak malu tuh ngakuin budaya kita, apalagi kita sebagai bangsa Indonesia. Merdeka!

  7. aji
    10 September 2009 pukul 08:34 | #7

    aji mengurut dada atas kejadian ini…….

  8. 10 September 2009 pukul 08:55 | #8

    om iyan orang malaysia ga suka bukan sama orang indonesia sama orang jawa kali, sebab katanya seeh orang melayu(riau, sumbar , sumut dll) disana diterima dengan baik. wah kalo keriau makan dan minuman malaysia banyak yang jual. tapi untuk lagu kebangsaan itu sangat memprihatinkan. tapi negara kita biasa2 ajah tuh.

  9. 10 September 2009 pukul 09:00 | #9

    banditpangaratto ; I Love Indonesia Full banget dah hahahah
    harisahmad ; Ya kejadian ini menyadarkan kita juga mas
    Oca : Pantes mana aja nih neng oca teh, ya sendiri padahal nulis biasa biasa aja…tapi baguslah setidaknya ada yang baca postingan saya sama orang sono hahahah
    rajaali : hhmm jangan deh mas ntar sakit lagi hehehe

  10. 10 September 2009 pukul 09:04 | #10

    kawanlama95 ; hhmm semoga aja ini kejadian yang terakhir mas, jika terjadi lagi wah kebangetan bangetttt…lho kok bisa ya musuhin orang jawa pasti ada alesannya

  11. 10 September 2009 pukul 09:14 | #11

    Ach…sayang sekali, padahal yg bikin ulah itu adalah kalangan atas..tapi kita2 rakyat kecil yg harus berantem… Sungguh sangat disayangkan…
    Salam hangat dan damai selalu….

  12. 10 September 2009 pukul 09:17 | #12

    iya, om, ada bagusnya juga kebudayaan kita ‘dicuri’ orang. kita jadi sadar dan mau lebih mengenali budaya kita…

  13. 10 September 2009 pukul 09:19 | #13

    hary4n4 : Mungkin kita sama sama ingin menunjukkan sikap Nasionalisme masing-masing walau terkadang ga tahu mana yang benar setidaknya…kita masih perduli

  14. 10 September 2009 pukul 10:07 | #14

    kapan konflik akan berakhir ya om ???

  15. 10 September 2009 pukul 10:16 | #15

    biar aja mereka tau,
    bahkan bila perlu terjadi perang
    pun tak apa, jika itu jalan keluar
    untuk membuat malaysia jera…,

  16. 10 September 2009 pukul 10:38 | #16

    itu bangsa sudah kadung dicap maling sama kita. jadi mau alasan apa saja tetap saja salah akrena memakai mental maling, moral maling. apa saja yang dilandasi dengan moral jelek gini ya keluarnya juga tidak bagus. malaysia memang maling sebenar-benarnya.

  17. 10 September 2009 pukul 11:02 | #17

    love indonesia…….
    aku tetap cinta negeriku meski adikku masih jadi istri orang malaysia……
    salam hangat selalu

  18. 10 September 2009 pukul 11:48 | #18

    mantap jawaban dari blogger malaysia tersebut. Itu bagus artinya mereka masih mempunyai harga diri.

  19. 10 September 2009 pukul 12:27 | #19

    wakh teryata mereka juga gag suka yah kang

  20. 10 September 2009 pukul 12:38 | #20

    emang dasar malingsia ternyata gak pulau aja diambil tp jg kebudayaan diakuinya jg, ck ck kudu ati2 ne ntar tari jaipong di akuinya jg..
    mari lestarikan budaya indonesia…!

  21. 10 September 2009 pukul 14:02 | #21

    Wajar aja kalo org2 Malaysia merasa tidak terima disebut negaranya Malingsia atau apalah yang mebuat citra negara mereka rusak.
    Karena yang melakukan klaim bukan mereka yang hanya rakyat biasa, mereka gak tahu menahu, kan yg klaim pemerintah sana, bukan orgnya…

    Gw setuju ama Daichi, kasus2 yang terjadi semoga menambah rasa cinta kita terhadap apapun yang ada di bangsa INdonesia ini, Merdeka!!!

  22. udienroy
  23. 10 September 2009 pukul 17:15 | #23

    Hahahaha, malingsia gak terima dibilang maling ya…???

  24. 10 September 2009 pukul 17:15 | #24

    I Love Indonesia….

  25. 10 September 2009 pukul 23:29 | #25

    duh kok ribut terus toh..
    damai atuh…

  26. 10 September 2009 pukul 23:32 | #26

    Sebenarnya ini kan urusan goverment masing2..
    bukan tentang rakyatnya..

  27. 11 September 2009 pukul 01:29 | #27

    @ septarius : “Sebenarnya ini kan urusan goverment masing2..
    bukan tentang rakyatnya..”

    tp sbg warga negara yg baik dan NASIONALIS, kita perlu memperjuangkan hak kita, dan memperingatkan serta mengontrol pemerintah yg terlalu lembek menyikapi ulah kedzaliman negara yg selalu mengaku serumpun… mmg bgmpun juga pemerintah yg berdiplomasi..rakyat yg siap tempur klo permerintah gagal…

  28. 11 September 2009 pukul 01:38 | #28

    tidak akan pernah ada seorang maling yg mengaku maling.. sepandainya malingsial mengelak atas opini masyarakat indonesia ttg perampasan budaya Indonesia itu akan percuma, krn semua adalah FAKTA… malingsial itu merdeka aja atas belas kasihan negara inggris, bgm dia mengatakan mempunyai budaya..??? ngaku² melayu…lihat bukti nyata penduduk yg ada di negara malingsial di huni oleh siapa..???

  29. 11 September 2009 pukul 02:07 | #29

    YAng jelas pemerintah INdonesia harus tegas dengan pemerintah Malingsia, jadi rakyatnya yang mau tidak mau berhubungan langsung maupun lewat online gini nggak jadi berantem. Ayoooo pak SBY cepeettt buat statement yang galak gitu loh?!!!!

  30. 11 September 2009 pukul 02:07 | #30

    Setidaknya tulisan omiyan bisa dimengerti dan baguslah bisa ditanggapi ma mereka

    Maju terus pantang dimaling om hihi

  31. 11 September 2009 pukul 02:31 | #31

    hahaha…emang tuh malingsia, kita ganyang aja yuk…?

  32. 11 September 2009 pukul 02:52 | #32

    sabar mas sabaaar :)
    puasa inih….

  33. 11 September 2009 pukul 02:56 | #33

    biarin aja lah orang2 begitu sih.. pada sirik doang bisanya

  34. 11 September 2009 pukul 03:20 | #34

    gak usah banyak komentar… sekali perang tetep perang! jajah malaysia :D

  35. 11 September 2009 pukul 04:24 | #35

    malasia gag kreatif sih .. mau nya maling aja

  36. 11 September 2009 pukul 05:18 | #36

    wah wah wah itu psti org2 malingsia ee malaysia yg tinggal di indonesia(cari nafkah di indonesia)soalnya malingsia itukan=maling dan sia dalam bahasa sunda bukan bahasa indonesia/melayu saya pikir mereka ga kan ngerti artinya ternyata ngerti jadi…mungkin mereka adalah org2 yg tinggal ckp lama di indonesia u/mengerti arti malingsia

  37. 11 September 2009 pukul 05:24 | #37

    saya pikir bang omiyan dan bloger2 lain yg update berita malysia ga perlu takut dgn tanggapan2 itu, qta para bloger cuma ngasih info, berita yg sesungguhnya semua org jga tau berita itu…lagian klo ga ngerasa maling ya ga perlu repot2 marah ya toh…haxhaxhax…
    we love u indonesia

  38. 11 September 2009 pukul 06:55 | #38

    Hmmm…dari komentar Shoufferan, sepertinya kita mesti membenahi perilaku bangsa kita (baca warha negara Indonesia) dulu daripada langsung memaki-maki negara lain sebagai negara maling.

  39. 11 September 2009 pukul 08:13 | #39

    Biasalah Om, mana ada maling ngaku, ntar penjara penuh lagi…

  40. 11 September 2009 pukul 09:26 | #40

    heheheheheheheheheheheheehehehe

  41. 11 September 2009 pukul 09:26 | #41

    RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllll

  42. adi isa
    11 September 2009 pukul 09:44 | #42

    ikut kangboed aja deh..
    ‘hehheheheheheeheheheheh”….

    yang paling gue takutin itu, maling jemuran…

  43. 11 September 2009 pukul 09:56 | #43

    Ga ada maling ngaku maling.

    :D

  44. Ria
    11 September 2009 pukul 10:22 | #44

    makanya harus dijaga budaya kita mas, jaman sekarang anak2 banyakan ke mall daripada galerry atau berwisata ke daerah2…hehehehe…

    hidup indonesia…tetap jaya aja deh!!

  45. 11 September 2009 pukul 18:59 | #45

    ha..ha…ha… sebelum ada yg mengakui, indonesia kyknya diem2 aja tuh, setelah ada yg mengakui barulah indonesia teriak2… inget, kata bang napi, kejahatan itu karena ada niat dan kesempatan. Kenapa juga indonesia gak ngejaga budayanya sehingga menimbulkan kesempatan bagi negara lain untuk mengakuinya! Buka mata dan coba berpikir dengan lebih bijak.

  46. 12 September 2009 pukul 03:46 | #46

    MERDEKA…
    pertama-tama salam ANJING bagi semua warga MALINGSIA yang mampir kesini. pertakankan bro menulis soal negara maling itu, gak usah takut bro… saya juga gencar-gencarnya gayang MALINGSIA. ternyata selama ini ANJING-ANJING MALINGSIA suka membaca blog-blog anak Indonesia, cuma mereka tidak pernah meninggalkan pesan.

  47. 12 September 2009 pukul 03:48 | #47

    Dengan kejadian ini, semoga kita bisa lebih menjaga budaya kita, dan jangan sampai kecurian lagi

    aku cinta budaya Indonesia

  48. 12 September 2009 pukul 05:01 | #48

    dasar maling..
    emang ga pernah mau ngaku he..he..

  49. 12 September 2009 pukul 06:27 | #49

    Numpang lewat, Mas….hehehehe…

  50. abh3s
    12 September 2009 pukul 06:39 | #50

    iNI KARENA KITA KURANG MENJAGA Budaya kita sendiri, Jangan hanya ungkapkan Cinta, tapi…..

  51. 12 September 2009 pukul 07:40 | #51

    Hmmm, kalau dari segi pandang rakyak seperti kita, sebenarnya tulisan2 kita ini lebih mencerminkan rasa cinta tanah air kali ya, yah mudah-mudahan ini sesuatu yg positif asalkan jangan sampai membuat hubungan personal menjadi terpecah, karena toh pada dasarnya malaysia adalah tetangga kita juga, dan di sana juga banyak tinggal saudara-saudara kita. Jadi ketika terjadi perbuatan yg tidak kita suka, seharusnya bisa disikapi dengan kepala dingin. Dan cara terbaik adalah dengan jalan diplomatis tentunya.

  52. 12 September 2009 pukul 08:01 | #52

    Peace deh… damai tanpa permusuhan, btw kita lestarikan budaya kita sebelum diambil orang lain karena tidak terurus

  53. Kamil
    12 September 2009 pukul 09:25 | #53

    Salam semua,

    Periksa dahulu faktanya sebelum menuduh tanpa tentu-hala. Saya tidak pernah kenal tarian pendet selama ini; sayang sekali satu kebudayaan Indonesia yang cukup bagus telah dipromosi oleh teman2 anda dgn cara yang cukup hodoh ke serata dunia.

    Bukankah diciptakan manusia dengan berbilang bangsa dan budaya untuk saling kenal-mengenal antara satu sama lain? Jangan dijumudkan fikiran, kerana masih byk lagi perkara penting yg perlu diperjuang dalam hidup ini

  54. Kamil
    12 September 2009 pukul 09:39 | #54

    Excerpt from http://www.themalaysianinsider.com/index.php/malaysia/36110-discovery-tv-apologises-for-pendet-dance-gaffe-

    SHENZHEN, Aug 26 – Malaysia’s Tourism Ministry has received an apology letter from the Discovery TV network over the issue of featuring Balinese Pendet dance in its television advertisement on Malaysia.

    The television commercial titled “Enigmatic Malaysia”, which featured Balinese Pendet dance in its promotional video clip, had caused outrage on the Internet, especially among Indonesians, many of whom accused Malaysia of “stealing” their dance.

    However, Tourism Minister Datuk Seri Dr Ng Yen Yen confirmed here that she had received a letter of apology from the Discovery TV network this evening.

    “I contacted the Indonesian Minister of Culture and Tourism Jero Wacik just now to clarify that the promotional video clip was not done by Malaysia’s Tourism Ministry but solely by the Discovery TV network,” she told Malaysian reporters after attending a meeting with the local media here.

    She said Jero had also received an apology letter from the Discovery TV network, and at the same time, the production company had also removed the advertisement.

    Dr Ng said she had also referred the matter to Foreign Minister Datuk Anifah Aman and if it was necessary, Anifah would reply to Indonesia on the matter. – Bernama

  55. 12 September 2009 pukul 14:29 | #55

    beuhhh, aje gile.
    huru hara ajrud2an bener dah.

    tapi diriku bersukur juga, itu bolgger malay mampir en ngomenin, plg g kita jadi tw view dari pihak sana ntu gmna.

    ternyata eh ternyata, buat mereka tetep kita yang salah. lha kita, enak aja ogah DUND dibilang salah.

    ngereng berjamaah nama na ini mah,,
    baiknya dibuktikan, ke pihak berwenang standar internasional..

    *HALAH, anak kecil sotoy

    :D

  56. 13 September 2009 pukul 06:40 | #56

    met liburan omiyan
    salam hangat selalu

  57. 13 September 2009 pukul 08:29 | #57

    Nasionalis sih boleh aja mas, tapi jaga kehormatan bangsa kita dengan berbicara santun dong, saya dari dulu gak suka sama kata2 malingsia… Mereka juga sebuah negara yang bermartabat loh.

    Jangan sampe cacian dibalas makian, peluru dibalas geranat. Gak bakal ada selesainya…

  58. 13 September 2009 pukul 10:22 | #58

    aku kok ga ngerti bahasa mereka ya? orang blekuthuk2 gitu. kaya gitu kok mau mengklaim bahasa Indonesia dulu [kalau ga salah].
    ah sudahlah, mari kita tetap sabar tetapi kritis terhadap kesemena-menaan mereka, kemarin, hari ini, dan kelak.

  59. 13 September 2009 pukul 11:46 | #59

    Dalam soal ini, gak henti-hentinya saya berkomentar: Kita seharusnya lebih memperdulikan budaya dan alam Indonesia yang merupakan kekayaan kita.

  60. 13 September 2009 pukul 16:35 | #60

    mari kita kibarkan budaya sendiri dengan menghargai dan mempraktekannya ya to mas.. :D

  61. 13 September 2009 pukul 17:21 | #61

    wah, jadi malu sama alm endah tuh…
    terus memperjuangkan keanekaragaman bangsa indonesia, dari mulai budaya, satwa, dlll…….

    btw, ntuh blogger malingsia, yah..?
    ya, maklum lah dia membela, ong sama negaranya sendiri…
    tapi fakta mengatakan lain.., sudah beberapa kali mereka (malingsia) melakukan Copy Paste tehadap kebudayaan Indonesia,

    FLAGIATOR mALINGSIA,
    FLAGIATOR mALINGSIA,
    FLAGIATOR mALINGSIA,

  62. 13 September 2009 pukul 22:41 | #62

    Assalaamu ‘Alaikum
    Selamat Pagi !!!
    Pagi ini Abifasya menyapa sahabat dengan penuh kerinduan,
    Mari sambut hari senin ini dengan penuh keceriaan dan harapan untuk senantiasa mendapatkan Ridla Allah, awali langkah kita saat hendak barangkat kerja dengan “Bismillah”, semoga Allah menjadikan langkah-langkah kita sebagai amal shaleh.
    Dan jangan pernah berkata : “Aku Benci Hari Senin”
    Salam Ramadlan penuh Berkah.

  63. 14 September 2009 pukul 03:17 | #63

    introspeksi diri

  64. 14 September 2009 pukul 17:44 | #64

    Semoga saja masalahnya cepat selesai ya..

  65. 14 September 2009 pukul 17:57 | #65

    Saya mengucapkan, mohon maaf lahir dan bathin, selamat hari raya idul fitri 1430 Hijriah, 2 minggu saya mudik ke kampung halaman tercinta, ^_^…V terima kasih sobat miss you

  66. d3di
    15 September 2009 pukul 03:43 | #66

    semoga nurdin m top, bisa segera tertangkap hidup2, sehingga bisa terungkap siapa yg utus nurdin itu ? bisa pemerintah malingsia, atau agen di sana, tuk hancurkan negara indonesia.

  67. 15 September 2009 pukul 06:57 | #67

    Sayang sekali, kalau dua negara muslim paling potensial di dunia ini bercerai-berai..
    Waspadai kepentingan terselubung yg lebih besar, dari kasus memburuknya hubungan Indonesia – Malaysia ini…

  68. 16 September 2009 pukul 06:41 | #68

    @dedi
    Berdoa saja smoga nurdin M Top tertangkap..
    Sebau2′y bangkai pasti bakal ketuan juga kan??

  69. 17 September 2009 pukul 03:35 | #69

    Ada yan9 nda trima ya yan.?
    berarti bener malaysia ituh mal… :D

  70. aan
    17 September 2009 pukul 14:16 | #70

    ilove y full indonesiaraya

  71. 18 September 2009 pukul 19:18 | #71

    saya pikir saatnya kita sama-sama berpikir jernih dan lebih mendalam dalam menyikapi konflik ini..jangan saling terbawa emosi dengan artikel dan komentar-komentar yang ada..satu hal yang pasti : ADA YANG DIUNTUNGKAN DARI PERTIKAIAN INDONESIA-MALAYSIA..jadi menjadi tanggung jawab kita bersama untuk lebih memahami kasus ini lebih jernih!!!

    Pihak Ketiga dalam Konflik Indonesia Malaysia

  72. 23 September 2009 pukul 13:28 | #72

    @Kamil
    “Periksa dahulu faktanya sebelum menuduh tanpa tentu-hala. Saya tidak pernah kenal tarian pendet selama ini; sayang sekali satu kebudayaan Indonesia yang cukup bagus telah dipromosi oleh teman2 anda dgn cara yang cukup hodoh ke serata dunia.”

    oh really?! ha-ha-ha. alasan yg maksa bgt. tiap bule yg dateng ke bali pasti tau lah kalo ini asli punya kita datuk kamiil…

    setuju bgt om! perasaan tari pendet di bali. jarak udah jauh gitu kok masih bisa ‘diakuin’ dgn berbagai macam alasan ya?

  73. 24 September 2009 pukul 02:00 | #73

    Kasus ini memang sedikit sensitif ya Omiyan… seperti yang dikatakan Pemerintah kita lah, kita harus menyikapi hal ini secara arif dan bijak. Tentu tidak bisa dengan menggunakan emosi semata.

    Yang pasti kita HARUS sadar… sekalipun kita ‘memiliki kekayaan yang banyak’… tapi jika kita tidak bisa menghargainya.. maka orang lain lah yang akan memanfaatkannya dan mengambil keuntungan besar darinya.

    Kita memiliki Minyak Bumi… karena kita tidak pandai mengelolanya… Pihak Asing lah yang akhirnya meng-eksplorasi nya dan hanya memberikan bagian yang kecil untuk Bangsa ini…

    Sama juga dengan kebudayaan dan kesenian… ketika kita tidak menghargainya, akan ada Negara lain yang bisa mengoptimalkannya…

    Indonesia negara besar, penduduknya lebih dari 200 juta jiwa… kebudayaannya kaya, terbentang dari Sabang hingga Marauke… Tapi kenapa kita hanya mampu mendatangkan sekitar 5 – 8 juta wisatawan setiap tahunnya ke Negara ini..

    Malaysia hanya berjumlah 20-an juta jiwa penduduknya… Tapi negaranya mampu mendatangkan hampir 18 juta wisatawan setiap tahunnya…

    Kita kenal Malaysia dengan jargon pariwisata TRULY ASIA nya… itu luar biasa!! sangat mudah diingat..

    Umm… kira – kira ada diantara kita yang tau apa jargon pariwisata Indonesia???

  74. desi
    25 September 2009 pukul 02:48 | #74

    jhancuk koen maling sial….

  75. polkadotungu
    26 September 2009 pukul 13:59 | #75

    boso opo kuwi? bosok koyo ngono. malingsia : thief of asia

  76. 27 September 2009 pukul 11:39 | #76

    iya saya setuju sama om rizal^
    kita harus lebih menghargai dan mengoptimalkan bangsa kita :D

    @rizal: klo ga salah jargonnya “Visit Indonesia” hehe.. kenapa gitu kang??

  77. babang
    27 September 2009 pukul 17:24 | #77

    tapi gimana dgn text lagu Indonesia Raya yg di ubah textny…???
    buknkh itu penghinaan

  78. ayi
    29 September 2009 pukul 01:52 | #78

    DASAR TERRRRROOORISSSSSS

  79. ali fakikh
    29 September 2009 pukul 02:49 | #79

    Kita rakyat INDONESIA dg penduduk 250 juta kenapa kalah dg Malingsia..?? krn kita dipimpin oleh Orang2 yg Baik hati, Kalem, Lemah lembut,.. sampe2 klo istrinya dinodai orangpun.. pasti di “IKLASKAN”.. hehehehe.. DASAR..!!!

  80. jony
    30 September 2009 pukul 06:11 | #80

    emang dasar negara maling!!!!!!!!!!!

  81. 1 Oktober 2009 pukul 02:04 | #81

    Yang dikatakan shoufferan sebenarnya ada benarnya bahwa rumpun budaya dan bahasa antar malaysia dan Indonesia itu sama. Kebudayaan juga diasimilasi dari budaya asing (India, Eropa, Cina, etc).

    Namun, kenapa Malaysia dikatakan Malingsia? Karena plagiatnya keterlaluan. Seenaknya sendiri mengklaim budaya dan lagu-lagu sebagai budaya sendiri, tanpa adanya bukti. Cuma berdasarkan sosial.

    @shoufferan: Indonesia tidak mempermasalahkan mengenai kemiripan budaya, tapi mempermasalahkan klaim yang sepihak. Mengenai lagu, itu sudah terbukti kalau itu dari Indonesia (ada rekamannya). Mengenai sarung dan lainnya, tidak dipermasalahkan. Itu tidak ada bukti. Tapi, lagi-lagi Malaysia mengklaim secara sepihak.
    Argumen Shoufferan banyak yang tidak relevan.

    Malaysia sudah berkali-kali menusuk Indonesia Salah satunya adalah perampasan Sipadan-Ligitan. Secara jelas, secara geografis, pulau itu lebih dekat dengan Indonesia. Namun, di pengadilan, Indonesia tidak mendapatkan win solution sedikit pun.
    Dasar Malingsia..

  82. ayi
    1 Oktober 2009 pukul 02:13 | #82

    kayu kita digerogoti, tki disiksa, teroris merajalela…. itulah MALINGSIAAALLL!!!!!!!!

  83. 4 Oktober 2009 pukul 17:36 | #83

    hajar saja… kalo semua orang indonesia buang air besar di negara malaysia yang kecil itu, niscaya malaysia akan dipenuhi kotoran… lalu, kenapa tidak kita lakukan? mari bung, rebut kembali!!

  84. guong
    6 Oktober 2009 pukul 03:44 | #84

    Saya dari Malaysia atau yg kamu selalu sebut Malingsia. Lebih khusus, saya berasal dari kepulauan borneo iaitu Sabah.

    Maka, walaupun saya dari Malaysia, hal mengklaim batik, tarian, makanan itu tidak terkait secara terus dengan saya kerana hal2 ini lebih hangat di Semenanjung Malaysia dan tidak di Sabah atau Sarawak. (Untuk lebih jelas rujuk struktur geografi Malaysia)

    Tapi, saya tertarik dengan klaim Pulau Sipadan-Ligitan kerana itu adalah di dalam kawasan Sabah. Mungkin ada yang mengatakan kami mencuri/merampas pulau itu.

    Ingin saya tahu, sebelum kami dikatakan ‘mencuri’ pulau ini, apa yang telah kerajaan Indonesia lakukan untuk membangun pulau ini? Kenapa setelah kami mengusahakan pulau ini dan mendapat hasil barulah kedengaran teriakan ‘maling’ ke atas kami?

    Cuba selidiki fakta2 kenapa pulau Sipadan jatuh ke tangan kami. Kerana kami telah mengusahakannya. Sama seperti Pulau batu putih di Malaysia yg jatuh kepada Singapura kerana mereka mengusahakannya. Adakah kami menyalahkan Singapura atas kelalaian kami sendiri?

    renungkanlah..

  85. roni
    6 Oktober 2009 pukul 07:29 | #85

    jika malingsia membutuhkan jasa pengiriman anak cucu mereka ke neraka, saya kompeten melakukannya. Anak cucu mereka memenuhi syarat untuk dijadikan tambalan di dinding,lantai,dan setiap sudut neraka jahanam. jika mereka butuh?, yes I can

  86. 8 Oktober 2009 pukul 00:26 | #86

    @guong:
    Mengenai Sipadan-Ligitan.
    Saya sebenarnya kecewa dengan pemerintah Indonesia.. Usahanya gak ada. Memang sangat disesalkan kalau pulau itu jatuh ke tangan Malaysia. Namun, memang harusnya begitu. Sangat tidak adil kalau pulau itu jatuh ke tangan Indonesia..

    Yang saya sesalkan Indonesia tidak ada “win”nya sama sekali..

    Sama seperti saat pisahnya Timor-Timur. Pemerintah hanya bisa pasrah. Hanya berbicara mengenai rasa persaudaraan, yang tidak berdasar atas hukum. Maka, lepaslah Timor-Timur…

  87. 8 Oktober 2009 pukul 03:35 | #87

    “HIDUP INDONESIAKU”,

  88. 13 Oktober 2009 pukul 12:23 | #88

    gwe stuju ma kalian smua !! seharusnya malingsia harus di bom nuklir …… saY Now….. ACUNGKAN JARI TENGAH BWAT MALINGSIA”
    say again ‘
    ACUNGKAN JARI TENGAH BWAT MALINGSIA

  89. 16 Oktober 2009 pukul 16:03 | #89

    Save the world

  90. putra indo
    31 Oktober 2009 pukul 15:20 | #90

    MALINGSIA LAGI…………………………..

    EMANG ADA YAH NEGERI MALAYSIA ?????????????????

    SETAHUKU SIH ADANYA MALINGSIA YA GA……………

  91. putra indo
    31 Oktober 2009 pukul 15:23 | #91

    YA KITA SEBAGAI PUTRA BANGSA YANG MAJEMUK DOAKAN SAJA AGAR NEGERI MALAYSIALAN ITU CEPAT SADARRRRRRRR

  92. ayeim
    14 November 2009 pukul 01:24 | #92

    saya dari malaysia…
    x suka orang indonesia panggil kami maling..
    BTW nak suruh korunk tengok video nie….
    nanti dikomen balik yaaa…..
    makasih…berdamai lebih baik…peace

    ——————————————-
    http://www.youtube.com/watch?v=APqlU07_o8M
    ——————————————-

  93. ayeim
    14 November 2009 pukul 01:28 | #93

  94. ayeim
    14 November 2009 pukul 01:38 | #94

  1. 10 September 2009 pukul 12:24 | #1