Beranda > Aku & Celotehku, Kritik Sosial > Selamatkan KPK

Selamatkan KPK

kpkSedih rasanya ketika mendengar kembali 2 pimpinan KPK yaitu bapak Chandra M Hamzah dan Bapak Bibid Samad Riyanto ditetapkans ebagai tersangka atas penyalahgunaan wewenang dan tugas oleh Mabes Polri, sungguh ketika menegakkan suatu kebenaran dan keadilan di Negeri ini ternyata harus berhadapan dengan orang-orang yang sudah terbiasa hidup dengan memakan darah rakyat dan uang rakyat mereka bisa menikmati kekayaan dengan berlindung dibalik Aturan hanya untuk mengesahkan Korupsi secara Ilegal dan berjamaah.

Ini adalah sebuah tulisan pribadi sebagai sikap kesedihan dan kekecewaan karena rasanya untuk menuntaskan kasus Korupsi Di Negara Indonesia rasanya sangat berat karena begitu banyak pihak yang menentang keberadaan KPK ini, mungkin rasanya hars ada Reformasi Jilid II dinegara ini agar Generasi Korupsi bisa kita enyahkan dinegara ini.

Sebuah pernyataan dari salah satu anggota dewan yang mengatakan bahwa yang perduli Korupsi bukan hanya KPK rasanya sangat hambar dan telat mereka sendiri telah menunjukkan kepada Publik JUSTRU MEREKALAH PENGHAMBAT PENUNTASAN  KORUPSI  yaitu dengan menjegal RUU TIPIKOR yang sampai saat ini telah melenceng dari tujuan semula  ditambah dengan pengurangan wewenang KPK yaitu dimana penuntutan akan dikemblaikan ke Kejaksaan.

Salah satu berita yang menunjukkan bahwa mereka memang tidak berniat untuk ikut memberantas kasus kasus korupsi bisa simak diberita ini..

“..Sebagaian besar fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui pencabutan kewenangan penuntutan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hanya tiga fraksi yang menolak, yaitu PKB, PKS, dan PBR….” www.okezone.com

“..Mayoritas fraksi di DPR dan Kejaksaan Agung menginginkan agar kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan penuntutan kasus yang ditanganinya dicabut dan dikembalikan kepada kejaksaan…” www.okezone.com

Sebagai seorang anak bangsa yang sudah merasa jengah dengan kelakuan para Koruptor yang sekarang yang berubah wujud dengan berbagai bentuk dari bermuka baik dan berkelakuan baik sampai dengan ucapan pun mereka sekarang berani berkoar seolah olah AYO BERANTAS KORUPSI sayangnya ucapan dan perbuatan tak sejalan.

Masih ingat salah satu pernyataan  anggota dewan yang menyatakan bahwa PEMBERANTASAN KORUPSI BUKAN HANYA DILAKUKAN OLEH KPK TAPI DPR PUN IKUT SERTA...sungguh menurut hemat saya ini adalah sebuah pernyataan yang sangat sangat telat.. apalagi kasus kasus yang terungkap selama ini jelas banyak melibatkan Anggota Dewan baik yang aktif dan yang sudah non aktif…

Salah satu ciri yang mudah yang jelas didepan mata bentuk korupsi adalah KEENGGANAN MANTAN ANGGOTA DEWAN UNTUK MENGEMBALIKAN KENDARAAN DINAS HANYA DENGAN ALASAN DIPAKE BUAT MUDIK…..saya hanya bisa beristigfhar sungguh ini adalah mental terbobrok para mantan anggota dewan…

Dan buat saya tidak ada jalan lain buat kita sekarang saatnya saya, anda dan semua orang yang perduli dengan Gerakan Anti Korupsi untuk bahu membahu menjaga Eksistensi KPK dalam pemberantasan Korupsi bukan karena tidak percaya dengan Lembaga lainnya masalahnya “mereka” termasuk Lembaga Senior tapi tak bisa dalam memberantas dan menangkap kasus kasus yang berhubungan dengan Korupsi….Maaf.

Diakhir postingan ini saya hanya bisa berdoa Semoga Tuhan Selalu Menjaga Mereka Para Pejabat KPK Yang Tengah Menghadapi Cobaan Serta Penegakkan Pemberantasan Korupsi Di Negara Kita Ini….Semoga mereka yang berniat busuk dan menggerogoti Negara DALAM PEMBERANTASAN kORUPSI diberikan Azab yang sangat pedih…Amin.

Catatan : Tulisan ini terilhami ketika menonton TV melihat kedua Pimpinan KPK ditetapkan sebagai tersangka, asli saya merasakan kesedihan ternyata untuk Menegakkan Kebenaran kita harus berhadapan dengan berbagai cobaan dan fitnah….

Gambar KORUPTOR GEMUK minjem dari http://www.myrmnews.com/images/foto/normal/758191-02163725042008b@KPK2.jpg

  1. 16 September 2009 pukul 04:03 | #1

    Sippp….

    Semoga mental para KPK semakin hari semakin baik..

    :D

  2. 16 September 2009 pukul 04:04 | #2

    Waduh saya pun panas hati om, moga aja mereka diberikan kekuatan untuk terus maju memberantas “taix” koruptor

  3. Yep
    16 September 2009 pukul 04:47 | #3

    Bingung jadinya ya ?
    gak tau apa yang harus kuucapkan,
    hanya bertanya2….maunya apa sih negara ini :)

  4. 16 September 2009 pukul 05:06 | #4

    Kayaknya ada skenario dari orang2 yang korupsi untuk menenggelamkan KPK.
    Selamatkan KPK !!!!

  5. 16 September 2009 pukul 13:41 | #5

    sabar Oom..
    katanya sih yang benar akan tertawa belakangan.
    Wis, doain aja… kebenaran terungkap

  6. 16 September 2009 pukul 16:27 | #6

    yang penting KPK secara institusi selamat,

    itu lebih penting, kalo oknum sih… hahahaha

  7. 16 September 2009 pukul 16:34 | #7

    Selamat menyambut hari kemenagan. Minal aidzin Walfa izin Mohon Ma’af lahir Dan batin salaM Damai Selalu http://wp.me/pjtej-70

  8. 17 September 2009 pukul 04:01 | #8

    KPK smoga tak kan pernah kehilangan taringnya

  9. 17 September 2009 pukul 04:09 | #9

    Banyak Koruptor yang ciut setelah ada KPK…,
    ayo kita dukung KPK…

  10. 17 September 2009 pukul 13:31 | #10

    walu bagaimna pun aku tetep dukung KPK,.
    dari lahir benci sama polisi sih, apalagi polisi tidur, ehheh

  11. 17 September 2009 pukul 15:11 | #11

    hidup KPK!!!
    negeri ini tak akan pernah keluar dari keterpurukan selama para koruptor masih keliaran dengan segala kehinaannya

  12. 17 September 2009 pukul 17:27 | #12

    musuh KPK itu ampuh2.

    Selamat idul fitri.
    Semoga kita semua keluar sebagai pemenang setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.
    Mohon maaf jika selama ini ada salah dan khilaf.
    Taqobballahu minna wa minkum Wa ja’alana minal aidin wal faidzin

    Jangan lupa zakat fitrahnya!

  13. 18 September 2009 pukul 04:20 | #13

    Assalamu’alaikum,
    Semoga KPK tetap mampu bertahan, walau berusaha dihancurkan oleh musuh-musuhnya. Pak, untuk lisan yang mungkin telah salah berucap, untuk prasangka yang kadang timbul dihati. Untuk komentar yang kurang berkenan yang mungkin pernah saya berikan, dengan setulus hati, saya mohon di maafkan lahir batin. Saya dan keluarga mengucapkan, Selamat Idul Fitri, 1 Syawal 1430 H. (Dewi Yana)

  14. 18 September 2009 pukul 17:24 | #14

    wah wah posting yang keyen.salam kenal mas
    ditunggu kunjungan balik’a di blog saya
    keep brotherhood

  15. 19 September 2009 pukul 07:38 | #15

    Kedaling rasa nu pinuh ku bangbaluh hate, urang lubarkeun, ngawengku pinuh ku nyuuh, meungpeung wanci can mustari. Taqabalallahu Minna Wa Minkum
    Wilujeng Idul Fitri 1430 H, sim kuring neda dihapunten samudaya kalepatan.
    Kuring neda dihapunten kana samudaya kalepatan, boh bilih aya cariosan anu matak ngarahetkeun kana manah, da sadayana oge mung saukur heureuy, manusa mah teu tiasa lumpat tina kalepatan jeung kakhilafan

  16. 19 September 2009 pukul 07:40 | #16

    Terselip khilaf dalam candaku,
    Tergores luka dalam tawaku,
    Terbelit pilu dalam tingkahku,
    Tersinggung rasa dalam bicaraku.
    Hari kemenangan telah tiba,
    Semoga diampuni salah dan dosa.
    Mari bersama bersihkan diri,
    sucikan hati di hari Fitri.
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Taqoba lallahu minnaa wa minkum
    Shiyamanaa wa shiyamakum
    Minal ‘aidin wal faizin
    Mohon maaf lahir dan batin
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuullllllllllllllllll

  17. 19 September 2009 pukul 10:46 | #17

    Sayang sekali kalo KPK harus bubar. . .

    By the way. . .
    D penghujung Ramadhan ini, perkenankan saya tuk berucap sepatah kata maaf untuk segala khilaf kata yang terlanjur terucap,

    semoga puasa qt d terima dan membawa berkah tersendiri d bulan2 setelah Ramadhan. . ,

    SELAMAT IDUL FITRI,
    1syawal 1430H. . .

  18. 21 September 2009 pukul 14:52 | #18

    indonesai negeri yg lebay :(

    anyway, kunjungan spesial idul fitri 1430 H ke Blognya Omiyan

    mohon maaf kalau saya jarang berkunjung ke sini
    mohon maaf juga atas komentar tak berkenan,
    dan mohon maaf atas segala kekhilafan ya bro…

    selamat meraih kemenangan :D

    .

  19. 21 September 2009 pukul 15:20 | #19

    BENER om selamatkan KPK…aku setuju karna koruptor2 mulai menghasut si raja rimba……

  20. 21 September 2009 pukul 18:27 | #20

    kenapa polisi begitu tidak suka KPK? kalah pamor…? atau jangan-jangan banyak yang dendam ke KPK dan ‘nitip’ pesan ke polisi…?
    ah ini cuma suudzon, semoga keadilan selalu tegak :-)

  21. 22 September 2009 pukul 05:53 | #21

    sebagai rakyat, ssh lg percaya yg mn bener yg mn salah… hehe
    tetp semoga Allah senantiasa memberikan petunjukNya…amin… maaf y br sempet mampir lg.. >_<

  22. awi
    22 September 2009 pukul 07:44 | #22

    tak ada lagi lembaga yg bisa dipercaya di negeri ini

  23. 23 September 2009 pukul 23:10 | #23

    malaNg beneR nasiB bangsa ku..:’(

  24. 24 September 2009 pukul 02:15 | #24

    :) Korupsi di Negara ini sudah menjadi budaya… Tapi semoga saja ini bukanlah termasuk KEBUDAYAAN yang menjadi JATI DIRI BANGSA ini…

  25. 24 September 2009 pukul 05:36 | #25

    om,,saya seble bgt ama itu jendral berbintang yg bilang ” KPK VS POLRI itu ibarat CICAK VS BUAYA”
    saya tambahin jadi gini aja,,” CICAK penyelamat Rakyat VS BUAYA pemakan uang Rakyat”..itu saya rasa sangat pas,,,

  26. 25 September 2009 pukul 01:43 | #26

    KPK harusnya menyelematkan diri sendiri dengan motto “profesional dan bermoral”
    Kalau kepercayaan sudah rontok sulit untuk dibangun kembali.
    Hmmm, senjata makan tuan atau menggunting dalam lipatan nya mas?

    Selamat Idul Fitri 1430 H.
    Minal aidin wal-faidzin
    Mohon maaf lahir batin.
    Salam hangat dari Surabaya.

  27. 26 September 2009 pukul 02:15 | #27

    betul itu Om, saya juga turut sedih dan kecewa..para petinggi negri yang berpendidikan seolah “berantem sendiri” memperebutkna kekuasanaan hukum, huh

  28. 26 September 2009 pukul 08:51 | #28

    Tuntutan polri berubah-ubah.
    Dari kasus penyadapan SD, lalu berubah kasus suap, lalu berubah kasus penyalahgunaan wewenang. Sekarang kembali lagi soal suap. Padahal Ari jelas-jelas mengaku menipu Anggoro dan uang Rp 5.5 miliar dimakan sendiri.
    Kayaknya ini adalah pesanan.
    Ngak mungkin Polri memiliki iniasit sendir mengobok-obok KPK. Saya pikir, polisi berani melakukan ini semua setelah Pak SBY pada bulan Mei telah mengingatkan bahwa “KPK sudah memiliki powerholder yang luar biasa”, dan harus ada yang mengontrol, agar tidak semata-mata bertanggungjawab pada Tuhan. Yah…dikurangilah kekuasaan dan keweangan KPK.

  29. 27 September 2009 pukul 04:04 | #29

    terlalu banyak yang takut sama kpk … dan banyak kasus baru yang muncul; bank century dan lainnya.

  30. 27 September 2009 pukul 13:56 | #30

    HHmm..KPK harus terus didukung, bukan malah dihilangkan…
    Salam semangat selalu

  31. 28 September 2009 pukul 00:54 | #31

    Selamatkan KPK, bahkan tambah perkuat kewenangannya serta bentengi dari intervensi kepentingan koruptor…

  32. Ria
    28 September 2009 pukul 06:56 | #32

    semoga makin kedepan KPK bisa semakin sadar untuk membenahi diri dulu kemudian membenahi instansi yg lain…
    memlai dari diri sendiri toh ada baiknya…iya gak om ;)

  33. 28 September 2009 pukul 08:40 | #33

    yang makan uang korupsi sudah terlalu banyak pak..
    sistemik, jadi sulit dihancurkan
    belum tentu juga saya atau rekan blogger lain yang menentang keras sekarang akan bisa melawan arus dari sistem yang sudah hancur.
    pilihan sedikit, bertahan dengan idealisme yang penuh resiko, ikut dalam perputaran korup (ini paling memperkaya diri), atau keluar…
    bersyukur lah yang tidak terlibat praktek korupsi di tempat kerjanya..adakah yang seperti itu?
    salam…

  34. 29 September 2009 pukul 10:22 | #34

    hmmm, lama gak main ke sini.

    meski Saya jarang simak berita, pas dengar berita ini kok rasanya sedih ya. sepertinya ada sesuatu yang diskenario, supaya KPK jadi lemah kinerjanya.

    selamat lebaran untuk omiyan dan keluarga.

  35. 13 Oktober 2009 pukul 06:47 | #35

    saya ngga ngerti..
    bagaimana kejadian yang sebenarnya?
    mengapa dengan mudahnya dua piminan KPK itu diseret dan ditetapkan sebagai tersangka?
    tak adakah bukti atau saksi yang meringankan mereka?

  36. pitoy
    20 Oktober 2009 pukul 12:08 | #36

    KPK harus bangkit lawan para pembela koruptor.
    dan KPK jangan memberantas yang besar-besar aja,korupsi yang kecil juga harus di berantas tas,caranya setiap info dari masyarakat harus cepat di tindaklanjuti biar rakyat semangat membantu KPK.

  37. siti indriani
    30 Oktober 2009 pukul 05:14 | #37

    maju terus kpk lawan terus buaya !

  38. abu barkobar
    30 Oktober 2009 pukul 09:59 | #38

    semoga kpk tetap selamat biar tikus-tikus rakus takut

  39. 31 Oktober 2009 pukul 07:59 | #39

    BECIK KETITIK OLO KETORO;HADAPI BUAYA DARAT JANGAN TAKUT,GUSTI ALLAH ORA SARE

  40. Mbah ipul
    1 November 2009 pukul 09:30 | #40

    Wah kasian mereka! Sebenarnya kesalahan mereka apa sih? kok kasusnya bisa berubah ubah. Jangan- jangan mereka sudah jadi target. Jadi dicari – cari kesalahanya atau bahkan mungkin direkayasa. Lam kenal semuanya

  41. steffy
    1 November 2009 pukul 11:03 | #41

    SAYA SELALU DUKUNG KPK! =)

  42. 2 November 2009 pukul 07:52 | #42

    maling teriak maling …
    mau nangkap maling eh taunya malah dia yg malingnya
    itulah manusia….
    hukum sejati bukan milik manusia sobat …tetapi milik tuhan

  43. 2 November 2009 pukul 09:48 | #43

    sebelum Pemilu, saya sudah curiga terhadap SBY. bahwa sanya dia akan mengembalikan utang2 kampanye, dgn korrupsi. sehingga KPKpun dikurangi kekuatanya. tapi SBY dipilih rakyat itu karena lewat peran KPK. kita lihat apa benar pemerintahan Jilid 2 ini setegas jilid 1???

    Polisi sekarang kelabakan, dilihat dlm kasus ini. KOMBES polisi akan terlibat. makanya buru-buru KPK diamankan, ngomongnya agar barang bukti jgn dihilangkan, jgn2 Polisi mau ngerampok barang bukti itu sendiri utnuk dihilangkan. saya benci Polisi

  44. 2 November 2009 pukul 10:04 | #44

    saya punya kesaksian tentang polisi brengsek. saya punya sodara yg jadi korban penikaman. penjahat ini datang ke ladang kami. bawa golok, pisau. sodara saya benar2 luka berat dibawa ke RS yg ada di kota Pematang SIantar. awlny kami sudah melapor, eh ternyata 3jam kemudian dtng pihak lawan mengadu ke pol. kebetulan penjht ini punya duit segudang polisipun menahan kasus ini tanpa diserahkan kekejaksaan. 8 bln akhrnya di bwa ke kejaksaan, itupun karena kami bawa wartawan segala. dikejaksan juga lambat.akhrnya penjaht bebas jg dari pngadilan. jdi Saya lbh percaya KPK daripada POLISI, JAKSA, PENGADILAN. pengadilan TIPIKOR KPK itu yg terbaik. hidup KPK

  45. stevanus
    2 November 2009 pukul 10:11 | #45

    siap galang kekuatan rakyat disegala lini untuk dukung KPK dan pembebasan Bibit dan Chandra. rakyatb sudah muak dengan cara2 pemaksaaan kriminalisasi oleh POLRI.
    revolusi bisa saja terjadi.

  46. yudhi
    2 November 2009 pukul 13:12 | #46

    KPK bukan PKI tolong di mengerti…? jng menzholimi ingat akan mati…

  47. anka
    3 November 2009 pukul 03:10 | #47

    kalo di ururkan tentang pasal penyalahgunaan weweng POLRI lebih banyak salahnya…….
    karena setiap Polisi menggunakan pangkatnya untuk menindas rakyat yang tidak punya….
    contoh soal saudara saya ada yang membunuh tetapi sampai 2 tahun sekarang pembunuhnya belum ditangkap bahkan masih berkeliaran di luar dan kasusnya pun tidak jelas.
    Karena kaluarga saudara saya dari kalangan kurang mampu……….
    Saya Lebih memilih KPK karena banyak jasa meringkus para koruptor…..
    kalau POLRI mana berani karena para koruptor banyak duit jadi lebih memilih melindunginya koruptor daripada meringkusnya……
    good luck KPK….

  48. pendukung KPK
    3 November 2009 pukul 03:11 | #48

    kalo di urutkan tentang pasal penyalahgunaan weweng POLRI lebih banyak salahnya…….
    karena setiap Polisi menggunakan pangkatnya untuk menindas rakyat yang tidak punya….
    contoh soal saudara saya ada yang membunuh tetapi sampai 2 tahun sekarang pembunuhnya belum ditangkap bahkan masih berkeliaran di luar dan kasusnya pun tidak jelas.
    Karena kaluarga saudara saya dari kalangan kurang mampu……….
    Saya Lebih memilih KPK karena banyak jasa meringkus para koruptor…..
    kalau POLRI mana berani karena para koruptor banyak duit jadi lebih memilih melindunginya koruptor daripada meringkusnya……
    good luck KPK….

  49. Junaedi batubara
    3 November 2009 pukul 16:19 | #49

    POLRI MANDUL….
    JAKSA MANDUL….
    KPK MAU DIKEBIRI..
    Waktunya pengadilan rakyat untuk turun.!

    “MARI ROBOHKAN TEMBOK KEKUATAN KORUPTOR”

  50. IP
    3 November 2009 pukul 17:37 | #50

    Lanjutkan!!

  51. nurdjaedi
    4 November 2009 pukul 05:46 | #51

    selamatkan KPK, Selamatkan INDONESIA.
    Rekaman Sdr ANGGODO Adik dari Sdr ANGGORO (Bos MASARO) yang diputar hari senin tgl 3 Non 2009 di Mahkamah Konstitusi telah mengagetkan dan menggemparkan sanubari rakyat INDONESIA. Kelakuan Oknum2 pejabat penegak hukum yang bobrok seolah-olah dipertontonkan dengan telanjang.
    Selamat menghirup udara bebas BUNG CHANDRA dan PAK BIBIT.

  52. Abyama
    4 November 2009 pukul 07:09 | #52

    KPK KPK KPK YES
    KPK KPK KPK YES
    MAJU TERUS PANTANG MUNDUR BRANTAS PARA KORUPTOR!!!

  53. choir
    5 November 2009 pukul 02:24 | #53

    Korupsi…???KPK Aja
    Buat apa “yang lain”…hanya menambah koruptor aja

  54. Erwin m
    5 November 2009 pukul 04:17 | #54

    Kasus yg menimpa Kpk ini adalah permainan yg sengaja dirancang untuk membunuh fungsi dan wewenang kpk karena koruptor skrang ada dimana-mana(legislatif,eksekutif dan yudikatif).Ayo dukung Kpk…..!

  55. aga
    5 November 2009 pukul 13:45 | #55

    allahu akbar………….

  56. husin
    7 November 2009 pukul 06:34 | #56

    merdeka kita sudah merdeka dari penjajah barat tapi belum merdeka oleh penjajah kaum negeri sendiri…merdeka..selamatkan KPK MATIKAN BUAYA

  57. 7 November 2009 pukul 14:26 | #57

    Buat KPK, tolong donk Pejabat-pejabat yg di seluruh Sumatra Utara, khususnya Kab. Simalungun, Tapanuli, semua.banyak korruptor disana. ngelamar PNS aja harus bayar 70 juta. gimana nih? bantai aja trus pejabat koruptor. brengsek para korruptor

  58. 7 November 2009 pukul 14:30 | #58

    GUBERNUR Sumatra utara juga perlu diperiksa tuh. masa Sumtara utara yg maju begitu, kekayaanya ga keliatan. kalo KPK tdk mau periksa SUMUT siap keluar dari NKRI

  59. 7 November 2009 pukul 14:41 | #59

    Polisi & Jaksa bagusnya menangkap pencopet dan pencuri ayam saja, tukang ngamen. kalo masalah Korruptor mereka ga bakalan bisa. buktinya selama ini Jaksa & Polisi tdk pernah nangkap Korruptor. gimana mau nangkap orang pelakunya Jaksa dan Polisi itu sendiri. Jaksa Urip itu harsnya hukuman gantung. pencopet hukumanya 6 bln saja + cambuknya soalnya dia nyopet demi perut yg harus diisi buat makan malam. kalo korruptor buat cucu2nya. lama2 cucunya menderita kena hukum karma korrupsi. makan tuh KUTUK

  60. Ashari Thamrin M, SS
    8 November 2009 pukul 01:33 | #60

    KPK-POLRI KORBAN ADU DOMBA WIJAYA BERSAUDARA
    Saya punya pendapat lain dari hiruk pikuk KPK vs Polri belakangan ini. Dari pemutaran sadapan, dengar pendapat di DPR, Kroscek Media kepada sejumlah saksi kunci (Ary Muladi, Ady Sudarsono, MS Ka’ban dan juga Candra-Bibit) saya dapat simpulkan bahwa ini adalah skenario dari WIJAYA BERSAUDARA (aNGGORO&aNGGODO) untuk memecah institusi Negara kita. Ini poitik pecah belah BRO.
    Dari semua PATI (Baik KPK ataupun POLRI) atau PATI lainnya yang dituding menerima uang suap/pemerasan, tak satupun diantara mereka yang terbukti menerima uang tersebut. Jadi kemana uang itu?
    Ary Muladi mengakui bahwa uang itu diserahkan pada Sosok JULIANTO. Tapi apa benar uang itu ada? Atau hanya spekulasi Ary Muladi? Dalam bentuk apa uang sebanyak itu diberikan? Cek, tunai, transfer? Tak satupun dari PATI kita yang menerimanya.
    Lalu, siapakah si JULIANTO? Dia Suruhan Anggodo atau Pihak KPK? Atau benar menurut Polisi hanya rekayasa Ary Muladi? Kalau mau menemukan sosok Julianto, harusnya ditelusuri dari situ.
    Dugaan saya, kalau sosok Julianto itu memang ada, maka dia adalah suruhan Anggodo. Uang itu kembali kepada Anggodo.Anggodo tidak pernah rela menyerahkan uang sebanyak itu. Atau bias jadi uang itu memang tidak ada, tapi Anggodo dan Ary Muladi bersekongkol mengarang cerita dengan menghadirkan sosok JULIANTO. Tujuannya apa? Ya itu tadi, untuk mengobok-obok dan memecah belah institusi Negara kita.
    KARENA ITU, TANGKAP SAJA WIJAYA BERSAUDARA (ANGGORO&ANGGODO) ITU. MEREKALAH BIANGNYA KELADI DARI HIRUK PIKUK INI.

  61. Alif
    8 November 2009 pukul 14:02 | #61

    Waktu kasus penyuapan oleh artalita aja ada rekaman yg jelas ketauan ada jaksa muda agung yang siap diberhentikan kalo kasus BLBI heboh. Ini udah jelas2 konspirasi… siapa sih yg tidak tau kalau ada kasus pasti jadi proyek. Problem moral penegak hukum dari dulu.

  1. Belum ada trackback.