Sebuah tulisan bisa mengungkapkan isi hati seseorang dan itu tak akan memandang usia baik muda maupun usia tua, terkadang dari sebuah tulisan bisa menjadi sebuah keinginan atau sindiran buat diri kita atau buat orang lain juga…
Ya bicara tentang sebuah tulisan walau singkat tulisan itu bisa jadi itu adalah sebuah keinginan yang sudah lama terpendam, dan itu terjadi di keluarga saya…jadi ketika istri lagi buka buku yang berisi catatan toko tanpa sengaja ada 2 tulisan yang pertama FANIA BUNGA LIANI dan AKU INGIN PULANG yang ditulis dengan Spidol hitam yang cukup tebal, awalnya istri hanya memperhatikan tulisan nama anak saya yang pertama tersebut tapi ketika melihat tulisan AKU INGIN PULANG istri bertanya kepada saya…
“..Aa yang nulis ini ya…” Sambil menunjukkan tulisan tersebut
“..Ga ah, ga pernah nulis gituan kayaknya mamah deh …” Jawabku
Ya dari tulisan itu aku sendiri bisa mengerti bagaimana perasaan ibu saya yang memang sudah hampir dua tahun tidak bisa mudik ke kampung di Kuningan (Majalengka) sana, perasaan kangen dengan kampung halaman dan keinginan untuk menengok ibunya ibu saya (nenek) sangat saya rasakan, apalagi dibeberapa kejadian kontak bathin antara seorang anak dan ibunya sering terjadi ketika bibi saya mengabari nenek sakit otomatis ibus aya sering teringat nenek disana…
Kalau ingat hal ini saya sering merasa berdosa karena menyembunyikan kondisi nenek disana, permasalahannya karena saya sendiri dan istri ga mau sampai ibu saya sakit atau kepikiran terus tentang nenek disana.
Kalau mengingat hal itu ibarat kata saya merasa makan Buah Simalakama kesana gimana kesini gimana, saya sendiri bisa merasakan kondisi ibu saya terhadap nenek saya sama dengan perasaan saya kepada ibu saya…
Pernah suatu hari saya nawarin ibu saya untuk pulang dengan adik saya tapi ternyata ibu saya lebih memilih pulang dengan saya dan disaat itu kondisi ga bisa ninggalin rumah dengan kondisi bayi belum ada yang ngasuh…walau saya tahu penolakan saya atas keinginan pulang ibu saya dengan saya adalah sebuah dosa besar tapi ya saya sendiri merasa ini sebuah dilema antara sebagai anak dan sebagai seorang kepala rumah tangga….
Buat siapapun pasti merasakan hal yang sama jika diperantauan terlalu lama dan moment Lebaran kemaren adalah hal tepat untuk bisa bertemu dengan para kerabat sekaligus saling bersilaturahim setelah sekian lama tak jumpa….
Semoga aja rencana akhir tahun ini untuk mudik bisa terlaksana sekaligus sebagai obat buat ibu saya atas keinginan yang selama ini terpendam….
Maafin saya mah….




wih, kok jadi kerasa gimanaa gitu ya? kemarin pas Lebaran gak pulang?
Posted by diazhandsome | 30 September 2009, 04:25KEDUAAAAAAAAXXXXXXXXXX…………
Posted by haris ahmad | 30 September 2009, 04:26Saya mengucapkan :
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H
Minal Aidin Wal Faizin
Mohon Maaf Lahir Dan Batin
salam
haris ^.*
Posted by haris ahmad | 30 September 2009, 04:26Sekali lagi
Saya mengucapkan :
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H
Minal Aidin Wal Faizin
Mohon Maaf Lahir Dan Batin
salam
haris ^.*
Posted by haris ahmad | 30 September 2009, 04:27Sekali lagi Om
Saya mengucapkan :
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H
Minal Aidin Wal Faizin
Mohon Maaf Lahir Dan Batin
salam
haris ^.*
Posted by haris ahmad | 30 September 2009, 04:29Sekali lagi yah Om
Saya mengucapkan :
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H
Minal Aidin Wal Faizin
Mohon Maaf Lahir Dan Batin
salam
haris ^.*
Posted by haris ahmad | 30 September 2009, 04:30diazhandsome: ya mas ga mudik maklum ada bayi kecil baru 2 bulan kasihan kalau dipaksain
Posted by omiyan | 30 September 2009, 04:30haris ahmad : sama sama mas maafin kalau ada salah kata dalams etiap komentar apalagi yang pertamaxxx, kedua, ketiga… hahahaha
Posted by omiyan | 30 September 2009, 04:33iihh Om iyan bisa aja…….salam yah buat keluarga
Posted by haris ahmad | 30 September 2009, 04:37semoga mas…
yang penting santai dan rileks aja, pasti deh kesempatan mudik bisa dilaksanakan…
Posted by suryaden | 30 September 2009, 05:04Jadi gimana, jadi ngantar mamah pulang nengok nenek nggak? (*jadi sedih bacanya*)
Posted by tutinonka | 30 September 2009, 05:45gapapa kok. gw waktu usia 1 tahun udah diajak naik kereta ke Jawa Timur. yang kasian bukan anaknya, tapi ibunya. hehehe
Posted by diazhandsome | 30 September 2009, 05:48MAKANYA, LEBARAN KEMARN ITU MUDIK YAN, ITU SEBENARNYA MAMAHNYA AJA PENGEN MUDIK… SAMPAI MENULIS KALIMAT SEPERTI ITU…. MUDAH2 AN BISA MUDIK, NANTI KETEMU YA, AKU JUGA NANTI MAU MUDIK LAGI
Posted by dinilah syahni | 30 September 2009, 06:09om.. om.. ko cerita sedih mulu sih….
Posted by uprit | 30 September 2009, 07:02Suryaden : Iya mas mudah2an akhir tahun ga ada apa-apa
Posted by omiyan | 30 September 2009, 07:41tutinonka : akhir tahun pastinya bu hihihi
Posted by omiyan | 30 September 2009, 07:47diazhandsome : Masalahnya ini baru 2 bulan mas dan tahu sendiri kalau lebaran muacetnnya minta ampyun
Posted by omiyan | 30 September 2009, 08:14dinilah syahni : Pasti din doain aja
Posted by omiyan | 30 September 2009, 08:18uprit : hihihihihi sedih tapi cerria tahu hahah
Posted by omiyan | 30 September 2009, 08:19Posisi paling berat memang di tengah2, sering ketemu hal2 yg seperti buah simalakama.
Harus ngemong ke atas (orang tua), tapi juga ke bawah (anak kita).
Posted by marsudiyanto | 30 September 2009, 09:08Jadi terharu, pingin nangis, hikz…. Mudah2an rencananya kesampaian.
Mumpung masih dalam suasana lebaran :
Minal aidin wal faidzin,
mohon maaf lahir dan batin.
Posted by Johan | 30 September 2009, 09:11HADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRRRRRRRR..
Menyapa sahabatku chayank..
MAAF..
Baru jalan jalan dan keliling lagi..
salam sayang
Posted by KangBoed | 30 September 2009, 09:31Sebulan sudah kita jalani Ramadhan bersama
Malam penghujung hari yang indah ini
Genderang Perang sudah di tabuh.
Pekik Kemenangan dikumandangkan
Alunan Nada Pengagungan dinyanyikan
Suara Riang Gembira berkeliling kota
Ramadhan dengan segala perniknya telah kita lewati bersama
“Demi Masa sesungguhnya manusia itu merugi”
Mudah mudahan Jerit kemenangan ada dalam diri kita semua
Sebab tiadalah semua ini kecuali kembali kepada Fitrah Diri
Mari bersama kita saling mensucikan diri menuju Illahi Robby
Membersihkan diri melangkah menemukan diri sebenar diri
Mulai menghampiri DIA tulus ikhlas karena CINTA
Meraih keselarasan diri dalam Ketenangan Jiwa
Bebenah dan jadikan momentum kemenangan ini
Menjadi Manusia seutuhnya meliputi lahir bathin
Dahulu datang putih suci bersih
Mudah mudahan kembali suci putih bersih
Tiada kata yang terungkap lagi
Mari kita bersama menyambut hari yang FITRI
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Taqoba lallahu minnaa wa minkum
Shiyamanaa wa shiyamakum
Minal ‘aidin wal faizin
Mohon maaf lahir dan batin
Dari :
” Kang Boed Sekeluarga “
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
‘tuk Sahabat Sahabatkuku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll
Posted by KangBoed | 30 September 2009, 09:33mudah mudahan semangat lebaran.. semangat persahabatan dalam CINTA dan KASIH SAYANG terus melekat di hati kita semua.. dan bertumbuh kembang membangun kembali kepribadian bangsa yang ramah dan penuh CINTA
salam sayang untukmu saudaraku
Posted by KangBoed | 30 September 2009, 09:36yang paling berat adalah mengambil keputusan yang tepat tanpa membuat satu pihak merasa tersisihkan.
selamat belajar menjadi kepala keluarga yang super, om..
Posted by bakulrujak | 30 September 2009, 09:38marsudiyanto : ya pak terasa banget, eh sekalian selamat ya atas kelahiran momongan barunya hahahahahhaha momongan yang unik wakakkaka
Posted by omiyan | 30 September 2009, 09:45Kangboed: sama sama lah kang maaf kalau ada salah kata ye…hehehe
Posted by omiyan | 30 September 2009, 09:47bakulrujak : Betul mas, istilahnya menjaga perasaan adil itu yang berat
Posted by omiyan | 30 September 2009, 09:50Omiyan, sahabatku yang baik…
Membaca postingan ini… saya sungguh sulit untuk menemukan kata – kata untuk meninggalkan jejak disini…
Saya teringat masa lalu saya, dan boleh jadi… ini adalah salah satu penyesalan terbesar dalam hidup saya…
Singkat ceritanya gini:
Waktu itu saya pulang ke kota kelahiran saya, dan ibu saya sempat berpesan, “Tolong jenguk nenek mu, ibu ingin tau keadaan nenek mu”.
Ntah bagaimana, waktu itu karena cukup sibuk… akhirnya saya tidak sempat berkunjung ke rumah nenek saya.
Subuhnya saya pulang ke kota tempat saya tinggal sekarang, dan masuk sekolah… paginya. Tepat jam 08:00, ayah saya datang ke sekolah… dan mengabarkan bahwa Nenek saya sudah meninggal dunia.
Ketika pulang kerumah, dan mengabarkan berita itu ke ibu saya… ‘tangisan ibu saya’ waktu itu adalah peristiwa yang paling menyedihkan dalam hidup saya.
Saya sungguh menyesal tidak bertemu dengan nenek saya waktu itu di penghujung usia nya… sungguh menyesal…
Omiyan… memang berat sih, tapi saya pikir… ada baiknya omiyan berusaha agar keinginan ibu omiyan untuk mudik dan berbakti pada ibu-nya bisa terwujudkan…
Demi mamah nya omiyan juga… kasihan banget kalau beliau terus menerus merisaukan kondisi ibu beliau…
Maaf ya omiyan kalau komen yang ini dirasa berlebihan…
Posted by Rizal | 30 September 2009, 10:18ya om dengan cepat memenuhi keinginan beliau berarti omiyan telah meringankan beban mamahnya omiyan untuk memberikan kesempatan mamah omiyan melihat menegok dan sekedar merawat ibunya disana, om dua keuntungan didapet disana…
jujur saya suka dengan postingan seperti ini karena jadinya kita bisa saling berbagi pengalaman yg pernah dialami..
maaf ya om bukan bermaksud ngajarin
Posted by Denish | 30 September 2009, 12:50wah thanks banget mas rijal, hal itu yang sering saya takutin ya semoga bisa secepatnya terlaksana
Posted by Omiyan | 30 September 2009, 12:55Whahh…..Ibu nya Mas Omiyan kangen dengan kampung halaman dan nenek ya…
Semoga bisa mendapatkan kesempatan mudik secepatnya ya Mas…
Salam semangat selalu….
Posted by bocahbancar | 30 September 2009, 13:13wah di lema ya om?? semoga aja semuanya bisa berjalan sesuai keinginan
Posted by yangputri | 30 September 2009, 14:15Akhirnya…jadikah mudik tahun ini, pak ?
Semoga sukses dengan mudiknya…dan jangan lupa ‘oleh2nya’
Posted by putri | 30 September 2009, 16:23Duh baca postingannya begitu menyentuh, katanya orang sunda paling betah ditanah airnya dibanding yang lain sampai ada kata pepatah bengkung ngariung bengkok ngaronyok, mungkin itu yang ibundanay rasakan. Semoga mudik dan pulang kampungnya berjalan lancar dan sukses selalu.
Posted by mamah aline | 30 September 2009, 16:49semoga keinginan pulang dapat terlaksana.
Posted by BaNi MusTajaB | 30 September 2009, 21:14tapi sekarang udah diajak pulang, belum?
Posted by Billy Koesoemadinata | 1 Oktober 2009, 02:08memang karena entahlah kesibukan atau apa kadang2 membuat orang tak mampu untuk pulang kampung, dan mesiasati ini memang butuh kejelian, semoga keinginan pulang kampung bisa sering terwujud. ibu kami pulang kampung cukup sering dan nenek kami ketempat kami juga cukup sering.
Posted by kawanlama95 | 1 Oktober 2009, 02:34rasa rindu berkepanjangan terhadap kampung halaman memang sakit..
Posted by ikiakukok | 1 Oktober 2009, 02:50Semoga semuanya bisa lancar dan sesuai dengan yg diinginkan, amin.
Salam.
Posted by bundadontworry | 2 Oktober 2009, 05:16Menangis Ca membaca postingan mas yang ini…semoga mas bisa memenuhi keinginan ibunda untuk pulang ya..amin
Posted by Oca | 2 Oktober 2009, 10:35Iya sih mas, kadang kita dihadapkan oleh pilihan yang membingungkan. Tapi bagaimanapun kita harus memilih.
Oh iya mas, terima kasih telah berkunjung di blog saya
Posted by noto | 6 Oktober 2009, 03:46yan..
luan9kan waktu untuk ibu,antar dia pulan9..
sedikit pen9orbanan darimu akan men9uran9i rasa rindu beliau..
Posted by w3nd | 6 Oktober 2009, 05:23aku juga gak mudik kok om…jagain anak2 yg bandel itu
Posted by Ria | 6 Oktober 2009, 08:26Membaca kisah yang di atas hati kecil saya setidaknya terenguh oleh nasib seorang ibu yang begitu peduli akan ibundanya, kangen adalah kata kunci yang telah membuka hati saya. betapa tidak kata “kangen” menunjukkan bahwa seseorang itu ingin sekali bertemu dengan orang tuanya begitu juga dengan nasib saya yang bahkan sampai sekarang ini saya sudah pasti tak bakal ketemu ortu saya dan saya sama sekali belum pernah menengok orang tua asli saya sejak saya lahir.
Namun hanya satu nama yang saya pegang teguh di hati saya “nofrizal” bertempat tinggal di daerah jambi dan saya tak tau dimana alamat nya yang saya tau hanya kata jambi. ingin saya cari tapi ekonomi saya tak kuasa, saya hanya bisa kangen-kangen-kangen dan kangen, saya merindukan ayah saya mungkin juga beliau jika masih hidup beliau juga merindukan saya, setiap saya membuat perumpamaan seperti ini airmata menetes dan saya takkan tau sampai kapan derita ini akan berakhir namun yang pasti saya dan ayah saya mustahil untuk ketemu lagi. tabah itu kata kawan sekadar menyadari,, tapi sang waktu terus berjalan adakah kesabaran itu akan membuka jendela harapan saya nanti,… entahlah
Posted by rina heriza | 22 April 2010, 10:40