Nama Gayus Halomoan P. Tambunan begitu terkenal seantero Indonesia karena sosok seorang PNS yang begitu fenomenal terutama dari sisi kekayaan, bagaimana tidak PNS golongan IIIa dengan gaji kisaran 10-12 juta ternyata mempunyai rumah yang begitu sangat mewah dan tabungan yang sampai bermilyaran.
Buat sebagaian orang mana mungkin seorang PNS bisa memiliki harta segitu banyak jika memang dia hanya memiliki sumber penghasilan hanya satu, tapi “mungkin” akan lain cerita jika dia sendiri mempunyai penghasilan lain misalkan mempunyai perusahaan atau usah-usaha lainnya.
Kasus Gayus menjadi tamparan keras buat jajaran Kementrian keuangan khususnya Direktorat Jenderal Pajak bagaimana tidak reformasi Direktorat Jenderal Pajak melalui remunerasi yang sebenarnya sudah berjalan sesuai dengan harapan sepertinya menemukan kerikil-kerikil kecil yang justru bisa membuat kondisi menjadi rusak sedia kala. Padahal remunerasi ini telah memberikan hal baik dari sisi penghasilan gaji pegawai pajak dan bisa dikatakan “cukup” tapi sayangnya mungkin karena faktor kebiasaan dan gaya hidup sebelumnya sudah tidak bisa dirubah sehingga remunerasi yang diterapkan tidak bisa dilaksanakan sepenuhnya oleh sebagian pegawai.
Ada sebuah cerita dari seorang tetangga tentang temannya yang bekerja di Pajak.
” Om saya ga ngerti kenapa ya pak XXXX ini kok rumahnya biasa padahal dia sendiri kerja di Pajak dan setahu saya dikampung ada juga orang pajak kehidupannya ga seperti ini malah bisa dibilang mewah “
Saya hanya bisa menimpali..
” Setiap orang rejekinya pasti beda-beda masalah dia kaya atau tidak ya wallahualam kita ga tahu bisa jadi dia ada rejeki lainnya “
Memang kasus yang menimpa pegawai pajak ini tidak serta merta kita harus meng-generalisir bahwa seluruh pegawai Pajak seperti itu, ibarat kata pasti masih ada pegawai-pegawai militan yang kuat untuk memegang kode etik yang sudah diaturkan sebelumnya dengan kata lain pegawai yang idealis.
Namun permasalahan ini jika tidak segera ditindaklanjuti untuk membuktikan Kebenaran Yang Sebenarnya akan serta merta membuat dugaan masyarakat jika uang pajak yang dibayarkan itu dikorupsi oleh orang pajak sendiri adalah benar. Padahal jika kita cermati Institusi pajak bukan sebagai tempat pembayaran pajak karena saya sendiri sebagai Wajib Pajak selama ini membayar pajak melaui Bank atau kantor Pos, namun mungkin ada cara lain dalam memanipulasi pembayaran pajak tersebut yang bisa jadi “join” antara pihak terkait dan WP.
Nama pajak setelah remunerasi mulai membaik dimana dulu nama pajak begitu seram ketika didengar kini mulai menampakan wajah yang berseri, dulu orang segan untuk masuk kekantor pajak kini sudah mulai merasakan kenyamanan tapi dengan adanya kejadian ini secara tidak langsung merusak citra yang sudah mulai membaik.
Dan saya setuju jika inilah saatnya menkeu dan jajarannya memeriksa para pegawai tapi termasuk para pejabatnya dari segi kekayaan hartanya tapi jangan hanya Dirjen Pajak dan jajarannya tapi seluruh birokrasi yang ada di Indonesia Wajib untuk diperiksa kekayaannya karena justru kebocoran yang sebenarnya tanpak didepan mata ada dibirokrasi-birokrasi pemerintah sekarang.
Tulisan ini hadir sebagai bentuk keprihatinan atas kasus ini jangan sampai kasus ini berlalu begitu saja atau Pembenaran Terbukti atau tidaknya agar sesuai dengan kondisi yang sebenarnya agar kelak tidak muncul pemikiran seperti ini :
” KASUS KORUPSI YANG MILYARAN SAJA BISA BERLALU BEGITU SAJA DAN DIVONIS BEBAS APALAGI KALAU KITA CUMAN KORUPSI RATUSAN JUTA PASTI LEBIH AMAN DAN BEBAS ……”
Menurut Anda ?





makin marak saja ya warga yang menulis dan aware dengan kondisi bangsa. kereen… tetap kritis!
Posted by bakulrujak | 26 Maret 2010, 04:12Sudah jadi budaya juga sepertinya korupsi ya Pak…
Posted by iwan | 26 Maret 2010, 05:05Gayus memang Jayus…
Posted by marsudiyanto | 26 Maret 2010, 05:32Yang ini di vonis bebas ya, Om. Yang nyuri sebuah semangka masuk penjara.
bener-bener negeri yang aneh..
Tau nggak Om, saya kira Gayus itu berumur sekitar 50-an loh. Ternyata baru 30.
Ya ampuunnn… Masih muda dah segitu kaya? Emang hebat dia.. ck..ck..ck..
Posted by dewifatma | 26 Maret 2010, 06:28semalem abis baca di kaskus, sebenarnya penghasilan untuk PNS Pajak itu ya sangat-sangat pas-pasan. kalau ada yang bisa beli mobil sampai berderet itu yang dipertanyakan. katanya juga saat diperiksa/diaudit harta kekayaannya, yang meriksa juga disuap biar yg korupsi gak dipenjara.
tapi kita harus tetap bayar pajak lho. untuk pembangunan bangsa ini
Posted by diazhandsome | 26 Maret 2010, 06:39“hebat” ya Gayus,,, benar2 bikin “sensasai”
Posted by Abula | 26 Maret 2010, 07:54maling Ayam di hukunm seumur hidup, yang korupsi hingga triliyunan, g’ dihiraukan, memang Indonesia diCap no 1 KORUPSI DI DUNIA!! Mulai dari sekecil-kecilnya hingga sebesar-besarnya!!!
Posted by dafiDRiau | 26 Maret 2010, 09:32hahaha ini mah cerita lama ya… udah gak heran…
Posted by arman | 26 Maret 2010, 17:12kayaknya bukan dia saja yang melakukannya, soalnya tidak mungkin staf sekecil itu bisa. pasti ada juga dinosaurusnya
Posted by Harry Seenthing | 26 Maret 2010, 17:25Pegawai pajak, pegawai bea cukai, pegawai imigrasi subur makmur, wekekeke…
Memang beda orang beda rejeki, tapi ternyata tempat juga menentukan.
Posted by alrisblog | 26 Maret 2010, 18:23Hayo kalau nggak bayar pajak, “apa kata dunia”.
Posted by Fitri | 26 Maret 2010, 23:37Karena prilaku gayus-gayus itulah indonesia di cap sebagai negara terkorupsi papan atas.. dan karena ulah mereka-mereka itulah indonesia masih berlari di tempat..
Posted by yuwaku | 27 Maret 2010, 00:54Foto2 di koran2 yang ngebandingin rumah Gayus yang lama dan baru itu keren banget loh.. Bukti nyata!
Posted by asepsaiba | 27 Maret 2010, 02:55banyak orang yg masih takut miskin…
Posted by mawi wijna | 27 Maret 2010, 05:09Datang berkunjung ke rumah sahabat sekedar jalan-jalan. Terima kasih telah memberi komentar di blog saya.
Selamat berakhir pekan.
Posted by Fitri | 27 Maret 2010, 06:10berantas mafia pajak dan koruptor
Selamat berakhir pekan ria, semoga bahagia penuh cinta bersama keluarga dan handai taulan. Sukses selalu untuk sahabatku nun jauh dimata namun dekat di lubuk hati
Salam hangat dari ruang hati terdalam
Posted by Ruang Hati Blog | 27 Maret 2010, 06:19maling ayam dihukum karena dia gak mampu nyogok yg nangkap, tapi kalau maling duit milyaran dengan gampang bisa bagi2 duit supaya bebas.
Posted by eko | 28 Maret 2010, 02:35kalau udah begini, siapa yang mau bayar pajak coba?
nice post!
Posted by MT | 28 Maret 2010, 08:36Si Gayus ini ngasih makan keluarga pake keringat orang lain dan nimbun harta yg bukan haknya, padahal kl dia mampus juga gak akan dia bawa.
Posted by anny | 29 Maret 2010, 04:31harusnya slogan pajak diberikan utk koruptor atau pemakan uang rakyat.
” korupsi? apa kata dunia ?”
salam
Posted by bundadontworry | 29 Maret 2010, 07:07pesta uang haram masih banyak yang belum terungkap
ayo ungkap pelan2 yuuuuuuuk
ehhehehe
Posted by shalimow | 29 Maret 2010, 08:13Yang penting d dunia hdp senang.
Posted by Wulan | 31 Maret 2010, 07:42