20 Mei 2010 Disebuah Gerbong Kereta Api Menuju Jakarta
” Aku Rindu Setengah Mati Kepadamu ……
Sungguh Ku Ingin Kau Tahu … Aku Rindu …..
Setengah Mati ……”
Lagu dari Band D’Masiv terus terngiang-ngiang dalam pikiran Dika, lagunya sederhana tapi selalu menggetarkan perasaannya yang sembari menemani lamunanya dalam sebuah perjalanan menuju Jakarta……
Matanya menerawang jauh kedalam suatu masa ….
—–***—–
10 April 2010
” ……..
Mas surat kamu sudah aku terima … aku juga begitu kangen sama kamu mas …. bulan depan jadi pulang kan …. aku pasti menunggu kamu mas ….
Sayang kamu ….
Emi… “
—–***—–
20 Mei 2010 Pukul 16.12 WIb
Sesampainya dirumah Dika langsung menuju kekamarnya dan membuka sebuah laci yang berisi surat-surat dari Emi ….. surat yang sudah dikumpulkannya selama 2 tahun adalah sebuah bukti kisah perjalanan Cinta antara Dia dan Emi ….
Semenjak meninggalkan kampung halamannya demi pekerjaan yang dia terima akhirnya hanya suratlah sebagai pengobat kerinduan mereka … karena buat mereka tulisan dalam sebuah surat lebih membuktikan dari rasa cinta yang sebenarnya …… padahal mereka sebenarnya lebih bisa berhubungan lewat telepon atau HP tapi mereka lebih memilih lewat sepucuk surat.
Surat yang berjumlah kurang lebih 24 pucuk surat terus dibukanya satu-satu…campuraduk perasaan dihati Dika ….
—–***—–
15 Mei 2010 ……
Tangan Dika terkepal dengan erat, menahan emosi yang begitu bergemuruh didadanya ….
” Mi …… untuk apa semua ini …. “
Seperti seorang anak kecil Dika tiba-tiba menangis sejadi-jadinya disebuah gundukan tanah merah …… dan dia memegang sebuah Nisan yang bertuliskan…..
Emi Binti Fulan ……
22 Juni 1988
13 Des 2008
………………………………………………………….
—–***—–
Salam hangat buat semua sahabat ….




jadi yang ngirim surat2 itu siapa?
Posted by melly | 24 Mei 2010, 07:27Hiks hiks…
Posted by Asop | 24 Mei 2010, 08:02saya juga rindu dengan blog ini
lama sekali gak berkunjung…
Posted by Dinda Ratu | 24 Mei 2010, 08:45Auuww menyedihkan sekali hatinya dika, pasti perih bagai teriris-iris setelah tau sang kekasih telah berpulang, mantab ceritanya pak,,,
Posted by yangputri | 24 Mei 2010, 09:51(maaf) izin mengamankan KELIMAAXXXZZZZ dulu. Boleh kan?!
Tragis sekali kisah Dika dan Emi…
Posted by alamendah | 24 Mei 2010, 10:16mungkin yang mengirim itu dari alam kubur wkwkw
salam
Posted by kang ian | 24 Mei 2010, 10:25lagunya d’masiv ya om….,
Posted by tyan's | 24 Mei 2010, 12:18jadi inget ma film apa ya
Posted by gajahndut | 24 Mei 2010, 13:01terpaksa baca ulang, kerena ada urutan tanggal yang flashback
masih muda ya Om, kasihan dia
Posted by budies | 24 Mei 2010, 14:23seandainya cintanya itu diganti dengan cinta kepada Allah,maka tidak ada sakit hati,karena mahluk akan berpisah dengan yg dicintainya,kecuali cinta kepada Allah,
mungkin lebih bagus jika lagunya begini :
” aku rindu setengah mati KepadaMU ……
sungguh kuingin KAU tahu … aku rindu …..
Setengah Mati ……”
Posted by didot | 24 Mei 2010, 16:57huhuhu..sedihnyaa..
-saya pengeeen bisa nulis fiksi.semangat nyoba aah
-
Posted by ninok eyiz | 25 Mei 2010, 01:01Hm, fiksi bukan ya? he he
Posted by yantiyuliantiblog | 25 Mei 2010, 03:07hiks…. :’(
nb: maaf ya..lama ga berkunjung..inetnya lemot..
maaf ya
Posted by deny marisa | 25 Mei 2010, 03:28hmm, tragis ya Om…
Posted by ernit | 25 Mei 2010, 03:58waduh ini siapa ya yg ngirim surat…???
Posted by ariefien | 25 Mei 2010, 09:37permisi,, mampir ya..
Posted by Mymusic | 26 Mei 2010, 04:57sad ending… mbok yg happy ending…
Posted by itempoeti | 26 Mei 2010, 14:32