Menjadi seorang idola memang sangat enak, kemana-mana selalu dielu-elukan bahkan mereka mau melakukan apapun agar idolanya bisa selalu eksis.
Ribetnya menjadi seorang idola adalah kebebasan yang jadi terbatas tapi itulah sebuah resiko, dibalik semua itu untuk menjadi seorang idola sudah dipastikan harus bisa menjaga sikap dan kelakuan karena bisa jadi berbalik dari yang tadinya ngefans bisa-bisa membenci setengah mati.
Namun yang harus jadi perhatian kita sekarang adalah sikap para fans terhadap idolanya jika tersangkut masalah hukum, mereka sepertinya menutup mata jika Hukum yang sebenarnya berlaku buat seluruh warga negara tanpa terkecuali.
” Kelakuan bejat seseorang bisa ditutupi oleh karyanya, sehingga menjadi dasar alasan para fans agar idolanya bisa dibebaskan…. “
Pernahkah kita terpikir untuk membebaskan maling ayam hanya karena alasan demi anak istri (alasan klise yang sudah klasik) atau mendukung pembebasan pencuri jemuran karena alasan maling tersebut melakukannya demi membeli seliter beras.
Pastinya setiap perbuatan yang diangap melanggar norma masyarakat atau hukum yang berlaku sebaiknya biarkan diproses terlebih dahulu sesuai aturan berlaku jangan sampai ketika suatu perbuatan yang jelas melanggar terutama norma agama dianggap hal biasa dengan alasan “Biarkan dia Berkarya”.
Sungguh sangat disayangkan mereka menganggap perbuatan seperti itu dianggap hal biasa dan wajar jika pelakuanya adalah seorang “idola”.
Kejadian ini adalah sebuah cermin ketika kita mengidolakan seseorang bukan semata-mata karena dia pintar membuat sesuatu tapi lebih dicerminkan kepada ahlaknya, jangan sampai topeng yang disajikan terlihat baik dipermukaan tapi ketika kita menyibak dalamnya begitu keruh dan pekat.
Seandainya idola anda dibebaskan , kemudian ada idola lainnya melakukan perbuatan abnormal lainnya…apakah harus dibebaskan lagi…terus untuk apa kita berkoar untuk menegakkan hukum demi rasa keadilan.
Jangan sampai nanti semua rakyat Indonesia berbondong-bondong jadi Artis atau pejabat cuman alasan….
Kalau salah bisa dibebaskan dengan alasan Biarkan Dia Berkarya …….
Mari kita berkaca diri terhadap diri masing-masing…. jangan sampai kita memberikan cermin kotor kepada generasi muda kita nantinya.




Seharusnya yang diidolai adalah karyanya, bukan orangnya.
Posted by Agung Pushandaka | 30 Juni 2010, 08:22jungkirbaliknya penegakan hukum di negeri ini, salah satunya karena dukung mendukung yang belum tentu benar
Posted by budisastro | 30 Juni 2010, 09:40masalahnya tidak seheboh sekarang jika yang diduga segera memberikan keterangan yang sebenarnya
Posted by budies | 30 Juni 2010, 09:43polisi kok terkesan lambat mengambil keputusan, siapa pelakunya, padahal kalau teroris hanya berdasarkan kamera cctv yang samar-samar sudah bisa menentukan
Posted by budies | 30 Juni 2010, 09:45idola jg manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan.
Posted by orange float | 30 Juni 2010, 10:12BetUL kata mas agung, karyanya bukan orangnya, ehe
Posted by Adi | 30 Juni 2010, 10:20bergantung substansi apa yang diidolakan
dan paradigma juga ya OM
makaci postingnya Om
Posted by shalimow | 30 Juni 2010, 10:59makanya kita jangan pernah mengidolakan selain Nabi Muhammad..
Posted by fitrimelinda | 30 Juni 2010, 13:22maling ayam tersebut kan tetap idola istri dan anaknya…
Posted by Irawan | 30 Juni 2010, 13:56ini polemik hukum dan hati nurani Kang…
Posted by mawi wijna | 30 Juni 2010, 14:41Hukum hanya berlaku untuk si kecil yang gak ada pendukungnya. Kalau ada ribuan bahkan jutaan hukum bisa di pertimbangkan lagi.
:roll: **
**apa begitu ya, ….. aku gak tahu
Posted by Sugeng | 30 Juni 2010, 17:26iya emang aneh sekali… waktu itu saya juga baca banyak yang mendukung si ‘idola’ katanya biar tetep berkarya. lha orang udah melakukan tindakan melanggar hukum ya tetep aja harus ditindak dong…. mau berkarya di dalam bui ya silakan….
Posted by arman | 30 Juni 2010, 18:29negeri ini lagi berproses, dan biarlah berproses asal menuju sesuatu yang baik
Posted by antokoe | 30 Juni 2010, 23:26Yang saya heran, masih ada aja yang mendukung si idola itu.
Posted by Asop | 1 Juli 2010, 02:25idola saya: Umar Bin Khatab! dijamin g ada yang meragukan lagi
Posted by bukubekasmurah.com | 1 Juli 2010, 08:15Yang udah familiar dengan persilatan dunia selebriti dan kehidupan ala barat mungkin melihatnya sebagai hal yang biasa, tapi kita kan negara tradisi, dan rakyatnya beragama… mau dilihat dari segi mana pun tetep aja salah…
Posted by Tira | 1 Juli 2010, 11:06ya.. kalau salah ya tetao dihukum tidak peduli idola atau tidak..kan begitu….tapi ya..itulah kehidupan di sini..
Posted by prim | 2 Juli 2010, 00:58ngomongin idola ..
siapa idola mu kauwand????
Posted by jual alat musik | 2 Juli 2010, 03:14idolaku….
rahasia donk…
Posted by parfum asli | 2 Juli 2010, 03:20masalah idola
juga masalah hati…
Posted by toko laptop jogja | 2 Juli 2010, 03:27klo cari idola harusnya
yg bener2 pantas di idolain..ya
Posted by pulsa tronik | 2 Juli 2010, 03:32Bener itu Om. Kalau kita minta pelaku kejahatan dibebaskan hanya karena dia idola, heleh… idola siapa dia? Apa bedanya dia dengan maling ayam atau maling jemuran. Salah ya tetap harus diproses.
Posted by zee | 2 Juli 2010, 04:28semoga hukum bisa di tegakkan dengan benar, siapapun dia yang bersalah tetaplah harus di hukum.. tidak perduli pejabat, ataupun idola..
salam..
Posted by 'Ne | 2 Juli 2010, 12:43emang ada lowongan buat jadi idola to? dimana? saya mbok ikut
Posted by nDaru | 5 Juli 2010, 07:23setuju banget lah Om…
hukum memang seharusnya gak pandang apa & siapa, jd kalau memang udah membuat kesalahan ya harus dihukum… itu udah menjadi resikonya kan?
Posted by ernit | 5 Juli 2010, 08:46semua sama di mata hukum, namun hukum selalu bertentangan dengan prinsip keadilan da nurani yg sesungguhnya. seorang idole terkadang mengalami yg namanya star syndrome, dan itulah yang membuat para penggemarnya terkadang menjadi buta akan hukum karena hanya melihat seseorang dari satu sisi saja.
Posted by wiedee | 13 Juli 2010, 06:06