Di sebuah kamar dalam kelamnya malam seorang lelaki dengan tatapan mata yang kosong mulai menuangkan isi hatinya disecarik kertas putih, walau dengan tangan gemetar tulisan itu mulai tertuang…..
Seorang Bidadari……
Akan selalu memahami sebuah perasaan
Karena dia tahu apa yang harus dilakukan agar pasangannya tetap bahagia
Rela bersusah hati dikala dia mengharapkan kebahagiaan
Apapun kondisinya dia akan tetap berada disampingnya
Dikala sehat dia akan selalu tersenyum
Dikala sakit dia akan tetap menemani
Karena buat dirinya
Cinta bukanlah segalanya
Tapi …..
Kesetiaan dalam sebuah pengabdian adalah sebuah bukti…
Bukti dari ikrar sebuah ikatan
Karena …..
Yang berarti dalam hidupnya adalah ketika di mampu menunjukkan
Sebagai seorang wanita yang menerima pasangannya
Dikala ketidaksempurnaan menghampiri kehidupannya
Mungkin lahiriah dia merasakan ketidakpuasan dan ketidakadilan
Karena dia sejatinya manusia biasa …
Padahal ….
Ketika Bidadari itu ingin mencari Surga…
Jalan itu tepat berada didepannya…
Tulisan itupun kini terhenti, lelaki itu terdiam.
Dalam heningnya malam, lelaki itu bersimpuh dalam balutan doa….
Ya Allah ….
Berikan aku Bidadari terindah yang ada didunia ini
Ketika diri ini terpuruk dalam suatu rencana-Mu
Ketika diri ini tak mampu lagi bersikap wajar sebagai seorang manusia
Ketika diri ini terlunta oleh ketidakberdayaan sebagai seorang lelaki sipencari nafkah
Berikan aku Bidadari terindah
Yang akan selalu sabar menemani dalamĀ setiap langkah ini
Lelaki itu kini tak bisa berkuasa apa-apa karena bidadari itu kini akan pergi meninggalkan dirinya tanpa dia ungkapkan alasan kepergiannya…..dan lelaki itupun hanya tersenyum penuh kepedihan.
Catatan ini saya persembahkan buat Gugun Gondrong tanpa bermaksud apapun…
Salam




(Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
Lihat nasibnya jadi prihatin juga….
hanya prihatin tanpa maksud apa-apa
Posted by alamendah | 20 Juli 2010, 06:11hmm…sudut pandang yang ada padaku sekarang mungkin beda dengan yang dia punya…kadang seseorang punya alasan tersendiri tuk melakukan hal yang dinilai orang salah…dhias no komen ah…hehehe…
dhias doain semoga om Otong sudah punya “bidadari” itu sekarang…amin amin amin…
Posted by dhias | 20 Juli 2010, 06:32turut prihatin buat gugun gondrong… >.<
Posted by inge | 20 Juli 2010, 08:00Turut prihatin juga buat Gugun, padahal dulu aku sempat kagum dengan bidadarinya, kupikir Gugun orang yang paling beruntung di dunia.. entah siapa yang benar atau salah tapi semoga Gugun akhirnya mendapatkan bidadarinya yang sesungguhnya.. Aminn
kunjungan perdana nih, salam
Posted by Clara | 20 Juli 2010, 10:01itu semua karena bidadari hanya ada di surga
salam kenal
Posted by aulawi ahmad | 20 Juli 2010, 12:14gak ngikutin kisah selebritis tanah air nih. puisi yg bagus!
Posted by yendoel | 20 Juli 2010, 19:38gugun gondrong lagi sakit ya…??
Posted by arman | 20 Juli 2010, 20:40saya ngefans ma istrinya gugun…
Posted by Hari Mulya | 21 Juli 2010, 03:26Basi….
Posted by Cah Ndeso | 23 Juli 2010, 06:24Sedih bacanya
Kaget, akhirnya istrinya Gugun gugat cerai..
Posted by Ceritaeka | 23 Juli 2010, 07:29menyongsong datangnya bulan Romadhon, mari kita mempersiapkan diri untuk hati yang lebih bersih dan rasa saling menghormati. mohon maaf kalau komentar ini sekedar menyapa, tidak sesuai dengan isi postingan 22:19
Posted by www.budies.info | 30 Juli 2010, 22:25terharu…
by hots selebritis
Posted by hot selebritis | 31 Juli 2010, 02:06Ya, dari sudut pandang tertentu, cinta bukan segalanya.
Namun dari sudut pandang lain, bisa saja cinta adalah segalanya.
OOT: Dengan segala hormat, aku sangat mengharap tanggapan terhadap sebuah postingan yang mungkin mengagetkan banyak orang, yaitu: “Inilah PENGGANTI ISLAM sebagai Agama Menurut Al-Qur’an!“
Posted by M Shodiq Mustika | 3 Agustus 2010, 01:25