Bukanlah mantra SIMSALABIM atau mantra-mantra ajaib dari para dukun yang membuat hati ini bergetar bukan juga senyuman maut atau indahnya tubuhmu yang membuat hati ini bergetar menjatuhkan pilihan sebagai pendamping hidup, tapi sebuah kalimat “saktimu” yang membuat hati ini mantap menatap masa depan bersamamu.
Siapapun orangnya baik laki atau wanita selalu berharap mendambakan pasangan yang sesuai dengan hati yaitu baik, pengertian, sabar dan seiman. Walau terkadang disisi lain ada batu terjal yang siap menghadang tapi jika keyakinan itu telah kuat sekeras apapun sebuah bongkahan batu kelak akan hancur dengan sendirinya.
Dua diantara wanita yang sempat menjadi persinggahan hati sebelum kuputuskan kepastian itu hanya dirimulah yang mengucapkan kalimat itu, sungguh aku tak pernah menyangka keikhlasan hati yang begitu besar dihati kamu.
Sendainya kalimat itu tak terucap dibibir kamu mungkin kisah hidup ini akan berubah tapi beruntunglah itu mengalir dari dirimu yang memang aku dambakan.
Sayank…terima kasih atas kalimat “saktimu” yang membuat hati ini tak salah memilihmu …..
—– 00000 —–
Dirumah mungil kita, kamu tersenyum dan mengucapkan …..
” A, Aku ikhlas aa menikah dengan gadis itu karena aku ingin lihat aa bahagia …… “
—– 00000 —–
Postingan ini sebagai keikutsertaan saya di sayembara menulis prosa di Ceritaeka.com, dan cerita ini adalah kisah nyata jadi jika ada kesamaan cerita, tokoh atau alur cerita diluar kesengajaan oleh penulis.




salam ya mas buat mamanya Bunga
Posted by orange float | 30 Agustus 2010, 10:49(Maaf) izin mengamankan KEDUAX dulu. Boleh, kan?!
Wanitanya iklash banget, ya?.
Selamat memeriahkan gelarannya Mbak CeritaEkan
Posted by alamendah | 30 Agustus 2010, 11:43aduh saya ngebayangin aja perasaan cewek itu waktu ngucapin kalimat tersebut, campuraduk kali ya
Posted by ineu | 30 Agustus 2010, 13:02ke iklahsan itu sangat mudah di ucapkan namun sulit di amalkan
berbagi info askep
Posted by askep | 30 Agustus 2010, 16:05Ikut mendukung Omiyan semoga menang lomba
Salam!!
Posted by marsudiyanto | 30 Agustus 2010, 21:29..
Kalo menang hadiahnya buat aku ya Om..
He..he..he..
..
Posted by septarius | 30 Agustus 2010, 22:59tulus sekali ^_^
moga menangya sahabat, salam buat sang istri
Posted by uni | 31 Agustus 2010, 01:07kayak nonton sinetron para pencari tuhan saja, satu cowok direbutin 2 cewek…
Posted by bolehngeblog | 31 Agustus 2010, 01:11Omiyaaaan ^_^
Ma kasih banget udh ikut memeriahkan ultah CE yang perdana.
Saya catat yah oom prosa kisah nyata inih
salam,
EKA
Posted by Ceritaeka | 1 September 2010, 04:56aku juga punya teman yang seperti itu. besar hati sekali…
Posted by latree | 2 September 2010, 04:13semoga menang ommm
Posted by kanvasmaya | 5 September 2010, 07:06Jadi inget kata kata istriku waktu dia menemani ku untuk melamar seorang janda 2 anak.
“ku tahu engkau sungkan, aku ku malu mengatakan, kucoba tabung kekuatan tuk sekedar katakan ‘aku tetap mencintai mu’ walau kau membagi cinta”
Semoga kang yan engga hanya menulisnya, tapi juga merasakan nikmatnya punya istri yang taat..
Posted by Bang zul | 6 September 2010, 11:59Cinta yang membebaskan, bahkan ketika tak harus memiliki. So sweet.
Posted by racheedus | 6 September 2010, 14:22polgami yah
Posted by Fiq | 18 September 2010, 20:09