Berita merupakan media efektif dalam mempengaruhi sebuah opini kepada publik dan apabila berita tersebut tidak ada berita pembanding sudah bisa dipastikan akan ditelan bulat-bulat oleh para penimat berita tersebut dan yang ada adalah beragam pendapat dan pandangan yang justru nantinya menjadi awal permasalahan baru.
Secara pribadi saya katakan bahwa media-media yang ada di Indonesia baik yang audio atau visual lebih terkesan takut untuk mengungkap fakta yang sebenarnya terutama yang menyangkut kepermasalahan agama, padahal jika diungkap dengan fakta yang sebenarnya apa yang dikhawatirkan belum tentu terjadi.
Dari beberapa media yang membahas tentang kasus-kasus yang sedang hangat belakangan ini, justru yang ada adalah berita yang diangkat dari sisi yang terkesan teraniaya tapi tidak ada satupun berita yang mengangkat asal muasal kenapa hal tersebut bisa terjadi.
Sepertinya berita yang ada adalah sambungan dari berita sebelumnya dengan tujuan memojokan suatu golongan dengan kesan MENGEKANG SEBUAH KEBEBASAN.
Menjadi berita yang independent memang sangat susah namun jika berniat untuk kepentingan dalam mengungkap kebenaran yang sebenarnya, kenapa tidak dilakukan….
Bukankah dalam sebuah fakta pengadilan, dalam mencari buktiĀ kebenaran/kesalahan dibutuhkan kesaksian dari berbagai saksi ?
Namun dalam kasus terntetu hal seperti itu tidak berlaku, dan yang ada adalah bagaimana berita tersebut terus bergulir untuk membuat golongan tertentu dibenci dan golongan satunya terkesan teraniaya.
Seperti sebuah istilah
Dimana bumi dipijak disitu langit kita junjung
Dimanapun kita berada sudah sepantasnya kita harus menghargai apa yang telah menjadi aturan ditempat tersebut, bukannya kehadiran kita justru membuat suasana menjadi gaduh dan ketidaknyamanan untuk penghuni yang sudah lama berdiam.
Jika hal itu dipertanyakan…
Bukankah ini bentuk sebuah pemaksaan kebebasan…..
Sajikan fakta yang sebenarnya dengan menggali dan mengambil informasi dari berbagai sisi, bukan untuk memenangkan satu golongan tapi justru mengungkapkan FAKTA YANG SEBENARNYA TERJADI dan itu untuk menunjukkan KATAKAN YANG BENAR ITU BENAR bukan KATAKAN YANG SALAH ITU BENAR.
Salam




hanya terkadang, fakta itu jauh lebih menyakitkan ketika terungkap ya…nice info
Posted by bolehngeblog | 22 September 2010, 02:25Bicara fakta memang paling aman Om…
Posted by marsudiyanto | 22 September 2010, 03:26Betul mas kan kembali semata mata demi sebuah kebebasan berpendapat
Posted by omiyan | 22 September 2010, 06:02ya pak…
Posted by omiyan | 22 September 2010, 06:02Tergantung siapa pemilik mass media dan isi beritanya ya mas…
Kalo menguntungkan bagi golongan atau bagi agama nya, maka expost habis2an, tapi kalo sebaliknya, ia akan menyerang mass media yang berani meng expost berita itu
Posted by Bang zul | 22 September 2010, 08:12sekarang ini yg beritanya akurat kayaknya cuma berita olahraga om
Posted by Hikari | 22 September 2010, 08:32makasih..! atas informasi yang sangat luar biasa.
Posted by gusran | 22 September 2010, 12:28sekarang inih alah yang salah dibilang bener kang iyan
Posted by wi3nd | 23 September 2010, 04:11fakta itu tidak selamanya petanda kebenaran.. terkadang justru kita salah memahami sebuah fakta…
Posted by Fir'aun NgebLoG | 23 September 2010, 06:27yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah…!
tapi klo disuap sich bisa lain cerutanya :p hehehe
Posted by Bukan Teroris | 23 September 2010, 06:31Dulu rezim soeharto, kemudian rezim partai, sekarang REZIM MEDIA.
pertanyaannya, Bagaimana menghukum media berita??
Posted by faisal | 25 September 2010, 16:48Terkadang fakta tertutup oleh kejahatan sehingga tak nampak..
Posted by sewa komputer | 26 September 2010, 15:37Nice site. Thanks, I absolutely enjoy reading your post.
Posted by Elvis Re | 18 Oktober 2010, 18:11