Duka atas meninggalnya saudara-saudara kita karena banjir bandang di Wasior Papua, dilanjutkan dengan gelombang Tsunami yang menimpa saudara kita di kepulauan Mentawai Sumatera Barat dan meletusnya gunung Merapi serta sungguh sangat mendalam.
Sebagian besar masyarakat kita berduka atas semua kejadian yang terus-terusan beruntun menimpa kita, entah apa yang salah. Disaat kita mulai berbenah atas kejadian sebelumnya ternyata Tuhan sudah memperingatkan kita kembali dengan musibah lainnya.
Ini semakin membuktikan ada yang salah dengan bangsa ini, jujur rakyat sudah begitu penat melihat dagelan atau panggung sandiwara para elit politik sepertinya inilah para elit politik terburuk yang pernah ada di Indonesia, ya mereka ternyata sudah buta dan peka terhadap apa yang menjadi keinginan masyarakat serta dalam mengayominya.
Yang paling mencolok adala Studi banding para “Wakil (bodong) rakyat” yang begitu kekeuh untuk tetap dilaksanakan dan malah ada yang berangkat secara diam-diam ke Luar Negeri, seharusnya uang mereka lebih pantas untuk masyarakat yang meng”upah” mereka untuk kepentingan yang lebih mendesak.
Lalu dimana peran Gubernur, Bupati, Camat dan Lurah dalam mengayomi masyarakat, jika saya menilai dari kacamata seorang blogger, sepertinya antara birokrat pemerintahan lebih patuh kepada Partai yang mengusung mereka daripada mereka melepas jabatan politik dan berbaur menjadi seorang abdi masyarkat.
Dosa para Durjana jelas berimbas kepada masyarakat kecil dimana banjir, gunung meletus, badai tsunami tidak semata-mata sebagai bencana alam biasa tapi bukti kita sudah terlalu banyak dosa sekaligus peringatan Tuhan bahwa kiamat sudah dekat.
Pastinya ada pertanyaan …
Ada apa dengan pemimpin bangsa ini…
Jika saja para Durjana itu tidak dibiarkan menghisap uang rakyat dan terus terusan membuat tipu muslihat mungkin musibah ini tidak akan atau bisa kita hindari.
” Ya Rabbi, tolonglah aku dan janganlah Engkau berikan pertolongan (kepada musuh) atas diriku. Berikanlah kemenangan kepadaku dan janganlah Engkau berikan kemenangan (kepada musuh) atas diriku. Berikanlah tipu muslihat kepadaku dan janganlah Engkau berikan tipu muslihat (kepada musuh) atas diriku. Berikanlah petunjuk kepadaku dan mudahkanlah petunjuk itu bagiku. Berikanlah kemenangan kepadaku atas orang yang beraniaya terhadap diriku.
Ya Allah, jadikalah aku sebagai orang yang bersyukur kepada-Mu, berdzikir kepada-Mu, takut kepada-Mu, taat kepada-Mu, patuh atau kembali kepada-Mu.
Ya Rabbi, terimalah taubatku, bersihkanlah dosa-dosaku, perkenankanlah doaku, tetapkanlah hujjahku, berilah hatiku petunjuk, luruskanlah lisanku dan hilangkan belenggu hatiku….“
Dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam selalu mengucapkan doa tersebut diatas.
Semoga bangsa ini selalu diberikan keberkahan dan diberikan seorang pemimpin yang mampu bersikap seperti Baginda Rasul.




(Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
Pray for Indonesia, tundukkan kepala tengadahkan tangan pada ilahi. Saat alam menyapa lewat sejuknya air namun terasa membara. Saat alam menyapa lewat hangatnya api namun terasa mengilukan.
Pray for Indonesia | Alamendah’s Blog
Posted by alamendah | 28 Oktober 2010, 02:42Jika mereka tidak
kita jangan sampai tidak
mari berbuat untuk saudara kita
Posted by achoey | 28 Oktober 2010, 02:52Amin
Posted by omiyan | 28 Oktober 2010, 03:28Betul kang…
Posted by omiyan | 28 Oktober 2010, 03:29Salam.
Semoga para korban bencana alam diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi semuanya.
Sesama saudara sebangsa setanah air, kita memang wajib memberikan bantuan semampu kita.
Artikel yg bagus. Izin copas ya, Pak. Sumber tetap saya cantumkan. Terima kasih.
Posted by Fi | 28 Oktober 2010, 06:55Berbagai bencana alam yang terjadi dinegara kita sangat memprihatinkan.
Mudah2-an ada upaya lebih serius dari pemerintah untuk mempelajari cara
penanggulangan yang terbaik, dan kemungkinan untuk mencegahnya.
Posted by Multibrand | 28 Oktober 2010, 08:59Monggo mas silakan aja,
Posted by omiyan | 28 Oktober 2010, 09:37ya semoga bisa belajar dari kesalahan masa lalu
Posted by omiyan | 28 Oktober 2010, 09:38Khususnya yang Wasior, tampaknya nggak 100% bencana alam.
Nikmatnya diambil sebagian kecil pendatang, bencananya ditanggung masyarakat setempat.
Posted by marsudiyanto | 28 Oktober 2010, 13:27Ancur kalo kata bang Iwan Fals mah…
Posted by Asepsaiba | 28 Oktober 2010, 13:50moga ga ada bencana susulan lg
Posted by edda | 29 Oktober 2010, 04:57Mari kita sama2 berdoa, semoga bencana dijauhkan dari negara kita. Bencana mereka adalah duka di hati kita. Saya yakin pemerintah daerah juga berduka kok mas. Kecuali wakil rakyat tak tahu diri yang jalan2 terus..
Posted by zee | 29 Oktober 2010, 06:58iya ya… seharusnya stop dulu kegiatan atau acara keluar negeri dan coba perbaiki dulu bangsa yang lagi terkena musibah ini.. tapi solidaritas masyarakat Indonesia bener bener besar.. sampe sumbangan dari berbagai daerah penuh…
Posted by Cloud | 29 Oktober 2010, 07:59udah capek mikirin DPR….
Posted by semendo | 30 Oktober 2010, 02:34Sambil berdo’a aku juga merenung, ada apakah dengan Indonesiaku sekarang ini
Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
Posted by Sugeng | 30 Oktober 2010, 17:29Bencana demi bencana melanda negeri ini.. bayak paranormal yang mengkaitkannya dengan halk berbau mistik.. seperti fenomena Oktober 2010 ini
Posted by Link Tea | 31 Oktober 2010, 19:26Bencana demi bencana melanda negeri ini.. itulah fenomena oktober 2010 ini
Posted by Link Tea | 31 Oktober 2010, 19:27Semoga para korban yg meninggal mendapatkan tempat terindah dialam sana ya.. amin dn keluarga yg ditinggalkan bisa sabar dan tawakal
Posted by Link Tea | 31 Oktober 2010, 19:29Derita dan airmata belum kering.. Merapi dan mentawai kembali dilanda gempa dan letusan lagi.. duh gustiii
Posted by Saung Web | 31 Oktober 2010, 19:31om, kalau politik itu masih bergelimang harta, jangan harap ada bentuk kemanusiaan disana…
Posted by mawi wijna | 1 November 2010, 01:05tahukah? bahkan saudara muslim kita di palestina telah mengirimkan bantuannya tak hanya berupa doa tapi juga materi. padahal kondisi mereka disana juga sangat memprihatinkan….
Posted by Bangauputih | 1 November 2010, 06:06…tp mengapa harus mereka yg menderita? bukan para pejabat korup? bukan para politikus busuk?
Posted by Eko Deto | 1 November 2010, 17:14saya turut berduka cita atas terjadinya bencana alam di mentawai
Posted by uswa | 2 November 2010, 02:58Jika “orang atas” tak lagi peduli, marilah kita sbg saudara 1 bangsa bahu membahu menyalurkan bantuan pada saudara2 kita.
Kelamaan om, kalau nunggu “orang atas” turun tangan
Posted by an | 2 November 2010, 15:45hayuuukkk kita sama2 introspeksi hingga terjadi bencana yg beruntun ini…
semoga ke depannya gak ada lagi saudara kita yg terpaksa menjadi korban
Posted by ernit | 3 November 2010, 04:30Mariiii kita dukung saudara saudara kita yang terkena musibah dengan doa dan apa yang kita mampu berikan
Posted by anny | 3 November 2010, 06:30saya turut berduka yang sedalamdalamnya untuk korban bencana alam.
” Ya Allah kenapa engkau memberikan cobaan yang begitu berat kepada saudara2ku.?? Ya Allah enkau maha Pengasih, Penyayang, tapi kenapa cobaan ini terlalu berat. tapi saya yakin ada Hikmah di balik semua ini.”
Doa kamibersamasama untukMU. Ya Allah dengarkanlah DOA Hamba-hamba-MU, dengarkanlah tangisan Hamba-hamba-MU Ya Allah Hanya kepada-MU lah kami meminta.”"
Semuanya berduka. hanya IBLIS yang terbahak bersorak.
Hanya itu yang bisa saya sampaikan. saudarasaudaraku disana yang sabar. Bimbinglah negeriku ini Ya Alla Ya Allah kejalan yang engkau ridhoi. AMIN
Posted by Muhammad Nuzul | 4 November 2010, 08:00Bencana ada yang disebabkan oleh proses alam itu sendiri dan ada yang disebebkan oleh ulah manusia, tapi apapun bentuk bencana yang datang… sudah waktunya bagi kita untuk intrspeksi diri… Semoga duka wasior, duka mentawai dan merapi dapat menjadi hikmah bagi kita semua…
Posted by Marcel | 4 November 2010, 09:21salam kenal gan, kunjungan balik ditunggu di sini http://ramlannarie.wordpress.com/ dan http://ramlannarie.blogspot.com/
Posted by RAMLAN | 4 November 2010, 12:13saatnya untuk semua berintrospeksi
Posted by rizki | 7 November 2010, 03:59muntahin lahar selma 4 minggu dan mendapat kesuburuan 4 tahun…
Posted by fath | 7 November 2010, 04:37Semoga semua bencana segera berakhir…
Posted by Nancy | 8 November 2010, 02:10apa memang sulit ya politikus itu untuk tetap mempunyai hati nurani?
EM
Posted by Ikkyu_san | 9 November 2010, 03:34Seingat saya dulu tambang pasir dimerapi itu diambil dengan sekop dan pacul, setelah kosong pasirnya merapi memuntahkan pasirnya dengan pelan, tatapi sekarang dikeruk dengan beco…merapi muntahnya jagi gak tanggung tanggung…mungkin kita harus lebih bersahabat dengan merapi..
Posted by fath | 10 November 2010, 22:53Ya Alloh Ya Robbi berikan kekuatan untuk menghadapi Cobaanmu, saya Yakin ini bukan azab yang engkau berikan untuk Negaraku..Amien…
Posted by Toko Bunga Surabaya | 13 November 2010, 09:54kita harus bercermin diri, mengapa semua ini bisa terjadi
mungkin ini karena manusia yang semakin rakus dan selalu merasa kekurangan
save the earth
Posted by novi | 14 Juni 2011, 21:09