Kegiatan nge-gowes SXC2 kali ini adalah dalam rangka tutup tahun 2010 dan rute kali ini yang kita ambil adalah menuju Obyek Wisata Arung Jeram Ciberang yang berada kampung Muara Desa Banjar Sari Kecamatan Lebak Gedong Kabupaten Lebak Provinsi Banten.
Start dimulai di halaman parkir KPP Pratama Serang dengan jumlah anggota yang hadir 21 orang sudah termasuk 2 tamu yang dibawa oleh om Taufik. Dari jadwal yang sudah direncanakan yaitu berangkat tepat pukul 06 pagi akhirnya molor satu jam dan berangkat tepat jam 07. Dari jumlah 22 orang tersebut yang memastikan berangkat akhirnya hanya 19 orang karena Om Hendra, Pak Dudi dan Om maulana sekedar melepas keberangkatan kami…..tapi ga ngasih ongkos hahahahha.
Serang – Rangkasbitung via Petir
Rute yang kita ambil adalah jalan pinggiran yang lebih sepi dari kendaraan roda 4 yaitu melewati jalan Petir serang yang nantinya tembus ke Cibadak Rangkasbitung. Trek yang disuguhi 100% adalah On Road dengan jalan yang bergelombang dan dibeberapa tempat jalan berlubang ditambah tanjakan cukup membuat rombongan terpecah dalam beberapa kelompok.
Selama perjalanan kita tidak mengalami hambatan apapun ditambah cuaca pagi itu sepanjang jalan cukup cerah dan bersahabat. Karena kondisi yang bersahabat sehingga perjalanan kita menuju tempat pemberhentian pertama yaitu dirumah orang tua Om Dida sekitar jam 08.50 menit atau kurang lebih perjalanan yang kita tempuh dari serang 1 jam 50 Menit dengan kecepatan rata-rata gowes adalah 20 Km/jam….. ga pelan dan ga ngebut untuk tetap menjaga kondisi karena perjalanan masih jauh selain itu faktor muatas tas yang dibawa hampir diatas 4 kiloan semua hahaha.
Namun sebelum singgah dirumah ortunya Om Dida kita menyempatkan diri untuk sekedar mengambil gambar di Alun-Alun Serang tepat didepan masjid Agung Rangkasbitung yaitu Masjid Al-Araaf.
Ditempat perisitirahatan pertama ini kita disuguhi makanan yang membuat tenaga kami kembali teruma Roti Sumbu yang dicampur dengan kelapa dan gula merah hhhmmmm plus teh manis.
Jarak yang kita tempuh Serang via kediaman ortu Om Dida di Rangkasbitung adalah 37 Km dan sisa perjalanan kurang lebih 48 Km lagi.
Rangkasbitung – Obyek Wisata Arung Jeram Ciberang ( Kampung Muara).
Setelah rehat kurang lebih setengah jam, perjalanan dilanjutkan kembali dan cuaca terasa makin sangat bersahabat saking bersahabatnya cuaca saat itu terasa panas sekali.
Perjalanan masih dengan trek On Road tapi panas matahari yang begitu sangat menyengat membuat perjalanan jalan aspal yang kami lalui memberikan uap panas yang membuat muka terasa terbakar sehingga gowesan menjadi tidak maksimal dan selain itu harus terus menunggu rombongan yang terpecah. Akibatnya rasa capai lebih cepat terasa dan melanda beberapa goweser termasuk saya hehehe namun untuk beberapa goweser semacam Om Bayu sepertinya paha dan betis mereka seperti mesin yang ga ada capainya hahaha.
Kebun Sawit menjadi teman perjalanan baik disisi kanan dan kiri tepatnya jalan raya Cipanas-Sajira Rangkasbitung, tanpa adanya pepohonan yang rindang menjadi beban tersendiri ditambah kelokan yang dicampur tanjakan menjadi santapan disiang hari tersebut namun tak mengurangi keindahan alam terutama melihat awan yang bergerombol sepertinya menemani perjalanan kami, tepat disebuah kampung masih termasuk desa Sajira sekitar pukul 11.12 kita beristirahat untuk melaksanakan Shalat Jumat dan perjalanan yang sudah kita tempuh dari serang tepat 50 Km lebih sekian.
Disini saya sempetin mandi untuk sekedar mengembalikan badan yang terasa lemas dan rasa segar tentunya saya dapatkan karena kondisi air pegunungan yang sangat-sangat sejuk.
Setelah selesai Shalat Jumat atau sekitar pukul 12.45 kita melanjutkan perjalanan dan mencari tempat untuk mengisi perut yang sudah berbunyi, dan dipinggir jalan masih di jalan raya Cipanas-Sajira.
Selesai makan siang perjalanan mulai dilanjutkan dan bisa dibilang disinilah awal teror jalan yang sebenarnya yaitu tanjakan yang melingkar dan cuaca yang belum mau reda dari panas. akhirnya rombongan terpecah menjadi empat rombongan dan saya sendiri berada dirombongan kedua dengan jarak yang sangat jauh dengan rombongan pertama.
Karena jalan yang menanjak dengan khas daerah pebukitan yaitu melingkar mulai membuat kami putus asa, bahkan dibeberapa titik saya dan beberapa temen harus rajin mengunjungin warung sekedar minum teh manis atau makan.
bahkan diantara rombongan belakang mengalami kram baik kaki maupun perut….saking mulesnya lihat jalan hahahha dan selain itu sambil gowes sambil nahan lapar tiada tara.
Tiba dipertigaan pasar Gajrug, kita tetap lurus menuju tempat yang dimaksud karena kalau kearah kiri kita menuju ke bogor. Perjalanan cukup dengan gowesan ringan dengan kecepatan rata-rata 20 hingga 25 Km/jam, dan kita melewati sebuah pemandangan perbukitan dibawah kaki gunung Halimun dan sebuah Pesantren yang sangat luas yaitu Pondok Pesantren "La Tansa" yang terletak di daerah Parakansantri, Cipanas, Lebak, Banten. Pesantren ini berdiri di sebuah lembah seluas ±13 ha sebuah tempat yang sangat cocok untuk mengambil ilmu dengan suasana pengunungan yang sejuk.

Mulai memasuki daerah Lebakgedong tanjakan melingkar kami dapati lagi tapi lebih parah dari sebelumnya dan disini pula awal dari kami untuk menuntun sepeda dibeberapa titik dan ini tidak berhenti disitu saja kamipun bertemu juga dengan tanjakan Cinyiru yang tak kalah tajamnya. Ada hal lucu ketika kami menemukan banner yang berisi ucapan Selamat datang di Arung Jeram Ciberang yang saya kira adalah tempat dimaksud (dengan senang karena anggapan sudah sampai, persis foto pertama diatas) tapi ….ternyata oh ternyata itu adalah Finish dari kegiatan kami nanti oaalllaahhhh dan kami harus masih menempuh perjalanan kurang lebih 10 Km dengan kondisi menanjak…hhmmm
.
Dan akhirnya turunan yang diimpikan sebelum ketempat tujuan kami dapatkan tapi buat saya turunan melingkar kayak ular bikin nyali saya ciut apalagi dengan kondisi rem yang masih original terpaksa bunyi berdecit rem harus lebih sering saya denger masalahnya turunan ini terbilang tajam dan curam buat ukuran saya…..(halah sekedar cari alasan…hahahah)
Akhirnya sekitar pukul 16 lewat saya dan rombongan tiba di lokasi Arum Jeram dan total jarak tempuh yaitu 85 KM. dan rombongan belakang yaitu Om Kusniawan, Om Dida, Om Imam dan Om Dodo tiba ditempat kurang lebih pukul 19 kurang dikit karena mereka tetap memaksakan gowes sampai tujuan padahal kondisi mereka sudah lemas ditambah trek sudah sangat membahayakan untuk digowes dimalam hari ditambah penerangan yang sangat minim (hanya Om Kus yang membawa lampu sepeda) dan mobil untuk mengevakuasi banyak berlalulalang tapi karena keinginan untuk bisa menikmati trek membuat mereka harus "sengsara membawa nikmat" dijalan.
Satu catatan yang membuat kami bangga tapi entah benar atau tidak, menurut penduduk setempat baru kali ini ada pengunjung ke Arung Jeram Ciberang dengan cara digowes karena biasanya yang datang kalau ga pake roda dua ya roda empat….wow!!!









wah…. mantap terima kasih atas informasi yang sudah diberikan
Posted by choirul | 27 Desember 2010, 09:19terima kasih sudah berkunjung ke blog sederhana saya….
Posted by kereyoben | 27 Desember 2010, 09:36terim akasih ya pak sudah berkenan berkunjung di blog saya
Posted by choirul | 27 Desember 2010, 09:39Selamat Om…
Bener2 hoby yang ditekuni.
19 orang bukan jumlah yang sedikit lho, mengingat jaraknya sebegitu jauh…
Pemandangannya yg sawit itu seger bener bikin ngiler…
Posted by marsudiyanto | 27 Desember 2010, 13:19wah wah wah, perjalanan yang seru, arung jeram belu pernah nyoba saya, jadipengen
Posted by riFFrizz | 27 Desember 2010, 13:21Wah..asik juga nih jalan-jalan naik sepeda
Posted by budi | 28 Desember 2010, 03:28mantap pak…^^
cape tapi seru sepertinya…
Posted by puteri amirillis | 28 Desember 2010, 04:53