Mengambil hikmah dari beberapa kejadian yang menimpa sekitar kita atau yang kita tonton bisa menjadi cerminan kita untuk selalu berusaha dekat dengan keluarga.
Hikmah pertama adalah tentang meninggalnya orang yang menjadi payung kehidupan kita (orang tua), sedih rasanya ketika anak-anak yang masih kecil harus kehilangan tonggak keluarga yang menjadi payung keberadaan sebuah keluarga dan tentunya untuk seorang istri akan menjadi limbung dan buat anak-anak mereka seperti kehilangan sebuah tempat yang selalu memberi rasa aman.
Hikmah kedua, apa yang terjadi di tempat saya bekerja ketika pimpinan kantor harus kehilangan putri tercinta yang masih duduk dibangku SD, rasanya kehilangan yang amat sangat disetiap waktu selalu terdengar panggihan “ayah!” atau “bunda!”oleh anak tercinta kini makin sunyi senyap tertelan bayangan sikecil yang terkubur dalam balutan tanah merah.
Rasanya kehilangan seseorang selalu menyisakan kesedihan dan penyesalan. Kesedihan karena harus terpisah dengan orang kita cintai dan kesedihan tatkala kita ingat belum banyak waktu untuk bisa berbagi kasih sayank dengan orang yang kita cintai.
Nikmat rasanya ketika sakratul maut menjemput kita tatkala kita sudah bisa menunaikan tugas menjaga amanah dari yang Kuasa. Tapi sebelum waktu itu tiba rasanya waktu yang ada tak ingin rasanya terbuang percuma walau sedetikpun karena bagaimanapun keluarga adalah tempat dimana kita sebenarnya menemukan sebuah kebahagian.
Salam




Yups, setujuh,,
Sayang sekali saya jauh dari keluarga..
Posted by masyhury | 11 Februari 2011, 08:59Itulah cermin, orang lain pun bagaikan cermin kita kan ^_^
Posted by Hafid Junaidi | 11 Februari 2011, 10:13Hi, the article you write is very interesting, to be honest I was very impressed at all, the article is very beneficial for the people, I hope it do not stop here only, to further strengthen our friendships, visit the blogs that I have, provide comments, criticisms and suggestions for improvement of these blogs. Thank you
Posted by Nana | 11 Februari 2011, 13:32bercermin saatnya kita berinterospeksi dengan diri kita
Posted by joe | 11 Februari 2011, 15:38Pada setiap musibah yang ada dan terjadi, semoga kita bisa menyikapinya dengan baik. Semoga pula itu bisa menjadi tempat kita bercermin untuk mengambil hikmahnya.
Salam.. .
Posted by mood | 11 Februari 2011, 16:04Bersyukur apa yang kita miliki saat ini, sebelum dia pergi.
Posted by Ann | 12 Februari 2011, 00:40saya masih punya orang tua lengkap, namun tak bisa membayangkan jika waktu itu telah datang, ketika harus kehilangan orang yang kita cintai
Posted by archer | 12 Februari 2011, 18:48salam om iyan, barusan saya sudah komen namun komentar saya tidak muncul. saya ingin tahu apakah komen saya terdeteksi sebagai spam? hal ini terjadi di sebagian besar blog wordpress dimana komentar saya tidak muncul jika pada kolom ‘situs web’ saya isi dengan alamat blog saya (maidpost.info) . dengan terpaksa saya menuliskan alamat cadangan (mainpost.co.be) pada kotak ‘situs web’ agar komen saya bisa muncul. kira2 gimana ya mengatasi masalah ini? karena alamat/url cadangan saya itu bersifat sementara. atas bantuan/masukan om iyan saya ucaokan terima kasih..
Posted by archer | 12 Februari 2011, 18:59Hi, the article you wrote a very interesting and informative, to be honest I am very happy at all, the article is very beneficial for the people, and I’m sure one day you become someone great and famous, I hope it do not stop here course, keep the spirit to reach the dreams that you aspire, to further strengthen these friendships, please visit my blog, comment, criticism and suggestions for improvement of these blogs, I am glad to know you, success for you, thank you
Posted by Nana | 13 Februari 2011, 05:02Iya, kadang cermin hanya jahat pada orang yang salah..
Sayangnya saya jauh dari keluarga dan belum berkeluarga.
Posted by giewahyudi | 13 Februari 2011, 10:33Jadi ingat lagu sound track keluarga cemara di TVRI.
“harta yang paling berharga adalah keluarga
istana paling indah adalah keluarga
puisi yang paling bermakna adalah keluarga
mutiara tiada tara adalah keluarga
………”
Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
Posted by Sugeng | 13 Februari 2011, 12:03haduh. saya baca ini keinget sama bapak saya yg baru divonis kanker
semoga kalo menghadapi cobaan tersebut bisa ikhlas ya.
bukankah tuhan tidak akan memberi cobaan diluar batas kemampuan kita?
berarti persiapan mampu. harus ada.
Posted by nana | 13 Februari 2011, 14:36baca postingan ini jadi teringat dengan film Click
Posted by orange float | 14 Februari 2011, 08:40