Mungkin kalau melihat para pemain Sinetron yang mampu mengaduk-ngaduk para penontonya sampai marah, menangis, senang, tertawa atau malah membenci itu adalah sebuah bentuk keberhasilan dari sebuah totalitas dalam memainkan sebuah peran.
Memang ga segampang yang kita kira antara membawakan sebuah karakter yang terkadang sepertinya ga bisa kita bawakan, tapi ketika hal tersebut kita lakoni dengan sepenuh hati biasanya akan keluar semacam ide-ide gila untuk dituangkan baik dalam ucapan, gerakan atau hal lainnya.
Terkadang antara menonton langsung (live) dengan di TV akan terasa beda, karena ketika kita menonton langsung terasa penjiwaan yang dibawakan oleh sipemain yang jelas atmosfer dari karakter sipemain sangat-sangat terasa buat kita sebagai penontonnya. Dan dari sinilah biasanya kita baru mengerti kenapa mereka mau melakukan semua itu , dan itu karena sikap profesionalisme dan totalitas atas peran yang ditunjuk kepadanya.
Mungkin dalam suatu acara kantor kita merasa kaget ketika sahabat kita yang selama ini dikenal baik, pendiam dan pembawaannya selalu datar justru ketika dia tampil dalam sebuah acara mampu membuat orang tertawa.
Yang jelas kita patut memberikan sebuah acungan jempol terhadap totalitas seorang pemain yang mampu memainkan peranannya tersebut.
Tulisan ini saya buat sebagai bentuk apresiasi untuk seorang sahabat dikantor saya yang mampu membuat seisi kantor tertawa terbahak-bahak.
Mohon maaf buat sahabat yang belum sempat saya kunjungi balik.




sahabat kita yang selama ini dikenal baik, pendiam dan pembawaannya selalu datar >>>> hahahaha….. masak sihhh???? perlu dipertanyakan nih ke si “tersangkanya” hihi…
Posted by nHupH | 25 Februari 2011, 08:44saya juga ga percaya apa yang saya tulis hahahahhaa
Posted by omiyan | 25 Februari 2011, 08:53nice..
sempatkan mengunjungi website kami http://www.hajarabis.com
sukses selalu!
Posted by hajarabis | 25 Februari 2011, 09:29yups… kata-kata itu HOAX!!! gyahahahaaaa…. XD
Posted by tekoteks | 25 Februari 2011, 09:49ya pastinya tentu mungkin sekali mas itu terjadi. tapi biasanya ada kecerdasan sendiri untuk itu
Posted by hafid junaidi | 25 Februari 2011, 13:17Aje gile, itu muka sampe coreng moreng gitu. Sumpah jadi nyengir nyengir sendiri daya ngeliat potonya.
Posted by mood | 25 Februari 2011, 15:49mampir mas…
Posted by agustri | 26 Februari 2011, 01:13Hehe… tak pernah ada yang tahu seberapa dalam potensi yang ada pada diri seseorang
Posted by Kakaakin | 27 Februari 2011, 03:22Rupanya sang teman punya bakat terpendam
Posted by monda | 27 Februari 2011, 14:23terkejut ?
tentu saja. coba lihat di perayaan tujuhbelasan, banyak badut dadakan…….. dan mereka adala orang di sekitar kita yang sering terlihat serius……
Posted by komuter | 28 Februari 2011, 06:49