
Anak adalah sebuah anugerah tak terkira, karena anak bisa menjadi sebuah bukti kelanjutan generasi penerus kita sebagai orang tuanya, bahkan anak adalah sebuah perhiasan yang disisi lain perhiasan tersebut bisa membuat kita lupa akan waktu.
Seperti sebuah ungkapan kalau anak pertama adalah sebuah harapan, ya siapapun seorang suami akan benar-benar menjaga kandungan istrinya ketika dia tahu sedang mengandung anak pertama, dan setelah lahir terkadang seorang suami akan lebih ingat wajah anak pertamanya dibanding istri yang melahirkannya.
Kesiapan mental orang tua dalam mendidik anak benar-benar haruslah disiapkan karena dengan kehadiran anak mungkin sedikit “merepotkan” ruang gerak seorang istri atau suami, selain itu haruslah terbiasa dengan rengekan seorang anak dikala kita tertidur lelap.
Melihat bakat anak dilihat dari hoby yang dikerjakannya
Kebanyakan dari kita sebagai orang tua berharap kelak anaknya akan menjadi seorang yang berguna atau jika kita lihat dijaman sekarang sepertinya menjadi seseorang yang terkenal dengan cara instan atau mengikuti sebuah acara yang terkesan didramatisir sedang hot-hotnya, jika memang anak tersebut mempunyai bakat yang diperlombakan sepatutnya kita bersyukur karena saya yakin anak tersebut akan mampu melakukannya dan tidak malu-maluin, namun terkadang pula sikap orang tua yang terlalu memaksakan kehendakn kepada anaknya justru menjadi bumerang tersendiri dan yang terjadi adalah sikap anak yang melawan orang tuanya bahkan mungkin lebih pahitnya anak kita tersebut akan lari dari rumahnya.
Mungkin cukup bijak jika kita tetap berpegang teguh kepada agama yang kita anut agar pendidikan yang kita berikan dapat diterima oleh sianak sesuai dengan perkembangan usianya, karena jika anak belum matang tapi sudah dijejali dengan beban yang banyak atau harta yang berlimpah bisa dipastikan ketika sianak tidak mampu menanggungnya atau salah dalam pergaulan yang muncul adalah malapetaka.
Usia 5 tahun mungkin kita sudah bisa melihat bakat anak atau hoby yang menjadi kesukaannya setidaknya ini adalah awal kita mengarahkan apa yang menjadi hobynya tersebut karena dengan adanya dukungan kita, anak-anak kita akan merasa percaya diri dan yakin apa yang dikerjakannya adalah benar.
Ketika anak bandel dan susah diatur
Kebanyakan dari kita selalu berharap anak itu menurut apa yang dikatakan orang tuanya, tapi kita juga harus mengerti dunia mereka, ya diusia 2-6 tahun adalah masa-masa mereka terbilang bandel bahkan sudah menentang apa yang dikatakan orang tuanya, dan untuk pasangan muda seperti saya biasanya lebih mudah tersulut emosi karena merasa dilawan oleh anak-anak kita. Tapi pernah ga kita memahami keinginan mereka diusia itu.
Saya pernah merasakan ketika Bunga anak paling besar sedang bandel-bandelnya ketika kita meminta untuk menghentikan ulahnya tersebut yang ada malah menjadi-jadi, akhirnya saya mencoba mengikuti kemauannya membiarkannya tapi dibalik itu saya mencoba memancing ulah usilnya dengan kegiatan yang saya lakukan.
Ternyata cukup berhasil, pengalihan suasananya mampu membuat Bunga menuruti apa yang saya katakan walau disatu sisi masih terlihat keusilannya tersebut tapi setidaknya untuk beberapa saat dia mematuhi apa yang dikatakannya.
Dalam hal ini saya mencoba mengajak Bunga mengumpulkan sisa-sisa barang yang berserakan yang saya gunting untuk nantinya dia kreasi menjadi sebuah benda yang menjadi imajinasinya atau dibuat semacam rambut palsu.
Mendidik anak dengan sebuah kekerasan…tentu saja…tidak!
Pastinya yang namanya memukul seorang anak pernah dilakukan oleh siapapun yang menjadi orang tua, hal itu bisa dipahami karena banyak faktor.
- Cape
- Kondisi rumah yang berantakan
- Tugas kantor yang harus dibawa kerumah
- TIdak adanya pembantu rumah tangga
Jika kekerasan yang dilakukan masih dalam sebuah ucapan untuk mengingatkan itu masih bisa dimaklumi, tapi jika kekerasan sudah dalam bentuk fisik misalkan memukul, menampar dan malah terkesan menjadi sebuah cara agar anak “lebih takut” kepada orang tuanya menurut hemat saya itu adalah salah, karena secara tidak langsung perbuatan yang kita lakukan kepada mereka dengan sendirinya akan mereka rekam dan selalu teringat dalam perkembangannya.
Buat anak-anak, orang tua adalah sebuah cermin….
Kita adalah cerminan bagi anak-anak kita, ketika kita mengatakan A tentu mereka mengikutinya dan mereka adalah peniru ulung dalam berbagai hal apa yang dilihatnya dilingkungan rumah tempat tinggalnya, itulah mengapa ada pantang rasanya kita untuk menunda rasa amarah kepada istri kita disaat jengkel tepat didepan anak-anaknya, atau tetap menjaga sikap seolah tidak ada masalah ketika sedang berkumpul.
Kekerasan fisik yang sering dilakukan kepada anak-anak kita yang ada hanyalah akan melahirkan “trauma” atau bahkan “monster” baru untuk kehidupan mereka dewasa nanti dan itu akan mereka lakukan terhadap anak-anak mereka kelak.
Anak yang dilahirkan dikeluarga yang penuh canda dan tawa akan menjadikannya seorang yang cerita dan penyayang dengan orang yang ada disekitarnya.
Filter anak ditengah kemajuan teknologi yang begitu pesat
Menurut saya yang paling diwaspadai dalam perkembangan buat hati kita adalah kemajuan teknologi, karena kemudahan mereka mengakses berbagai informasi dengan sebuah gadget maka ketika mereka menemukan hal-hal baru mau tidak mau kita harus siap untuk menjelaskannya.
Banyaknya kasus video porno yang terus bermunculan menunjukkan betapa lemahnya pengawasan kita dan kekurang perhatian kita terhadap perkembangan teknologi.
Dengan pesatnya perkembangan teknologi kitapun sebagai orang tua dituntut untuk bisa lebih faham dari anak kita tentang fungsi dan kegunaan teknologi yang sedang berkembang.
Rasanya komunikasi yang harus terus dijalin antara orang tua dan anaknya harus terus diintensifkan, kesibukan orang tua dalam mencari rejeki janganlah menjadi sebuah alasan untuk tidak sekedar meluangkan waktu demi mengobrol dikala waktu rehat bersama anak-anaknya. Karena hal ini dirasa penting semakin kita sering berkomunikasi dan mau menerima segala keluh kesah mereka, maka perhatian yang didapat dari orang tuanya tersebut menumbuhkan sikap bertanggungjawab untuk bisa menjaga sikap dan prilaku anak-anak dalam sebuah pergaulan, selain itu kehangatan cinta keluarga membuat anak-anak kita selalu merasa berada ditempat yang benar.
Begitupun ketika mereka dalam menggunakan teknologi, filter yang paling ampuh untuk menjaga penyalahgunaan teknologi semacam internet, hp dan yang lainnya adalah tidak dengan membekali mereka dengan teknolgi yang teraktual, maksud saya disini misalkan sebuah handphone cukuplah dibekali dengan hp yang memenuhi kebutuhan standar yaitu sms dan menelpon, karena semakin canggih suatu teknologi makan akan semakin besar pula kesempatan untuk disalahgunakan teknologi tersebut.
Faktor rasa sayang kepada anak janganlah menutup mata hati kita, karena saya yakin kita sebagai orang tua kitapun berawal dari masa anak-anak dan dewasa, dan dimasa itu pula kita mengalami hal-hal yang baru yang terkadang membuat kita suka atau hoby atau terjerumus bahkan melakukan sebuah tindakan yang salah baik dimata hukum maupun agama.
Jika kita benar sebagai orang tua yang baik tentunya kita tindak ingin anak kita terjerumus kelembah yang sama dengan orang tuanya dulu. So bekali mereka dengan teknologi yang benar dan sesuai kebutuhannya.
Diakhir postingan kali ini saya ingin mengucapkan SELAMAT ULANG TAHUN kepada istri mas Arief Bayoe Sapoetra yang berultah ke 20 & ultah pernikahannya yang pertama, semoga senantiasa diberikan keberkahan umur, rumah tangga yang bahagia dan berkah plus diberikan anak-anak yang sholeh dan sholehah yang selalu menjadi kebanggaan orang tuanya kelak.
Amin…..
Artikel ini saya persembahkan untuk keikutsertaannya dalam acara April Mei Bayu Family Berbagi.




hew hew hew..
sukses aja deh untuk kontesnya!
Posted by bundamahes | 13 Mei 2011, 01:23hahaha lucu sekali foto anaknya mas
Semoga menang kontesnya yaaaa
Posted by niQue | 13 Mei 2011, 01:33Di setiap fase umurnya, anak memiliki karakteristik yang berbeda. Di usia kanak-kanak, mereka masih dalam kendali kita; tapi, kalau sudah masuk usia remaja, ada banyak bargaining yang harus kita lakukan kepadanya; apalagi kalau sudah masuk usia dewasa…
Nice artikel Om Iyan…
Posted by vizon | 13 Mei 2011, 02:07untuk anak pasti akan terus khawatir ya om, apalgi kalo udh remaja ketika mereka sudah tidak bisa kita dampingi salama 24 jam ..
Posted by fitr4y | 13 Mei 2011, 02:23smoga sukses ya om..
salam
Posted by personal health care | 13 Mei 2011, 02:29intinya berikan kebebasan bertanggungjawab kepada anak…
semoga nanti kl saya memiliki anak bisa mendidiknya dengan baik..
Posted by easy | 13 Mei 2011, 03:44aku nyimak aja yah mas..
Posted by fitrimelinda | 13 Mei 2011, 05:34Wow…semoga menang kontesnya…
Btw, menurut kami memang filter teknologi itu paling berat…karena gak selamanya terpantau..
Salam,
Keluarga Harestya
Posted by harestyafamily | 13 Mei 2011, 06:01sekalinya pernah marah sama anak duh … nyeselll kang,
yap setuju! marah sama saja menciptakan monster baru bagi si anak.
dan zaman sekarang yang paling berat memang bagaimana memfilter hingar bingar teknologi. Membangun komunikasi dengan anak rasanya yang paling penting.
salam kang ,
Posted by mascayo | 13 Mei 2011, 08:04bener banget tuh, orang tua adalah cermin.
Anak-anak engga cuma meniru, mereka menyempurnakannya. Melakukan hal yang sama dengan teknik yang lebih baik.
Posted by bungatijo | 13 Mei 2011, 08:51Lebih lengkap …tulisan yang bagus OmIyan.
Meskipun memberikan kebebasa tetapi harus ada batasnya itu lebih baik kan Om.
Om gimana kabarnya sepertinya saya sudah lama sekali tidak kemari ya…
Salam hangat dan sehat selalu untuk keluarga tercinya ya Om
Posted by IbuDini | 13 Mei 2011, 09:31itu anaknya om? lucunya,,,
ehm, iya, jangan menggunakan kekerasan, sa’at mendidik anak, karena dapat menjadikan trauma, yang bisa saja, seumur hidup ngga bisa dilupakan.
Posted by srulz | 13 Mei 2011, 12:03anak adalah permata dunia orangtuanya, semoga anak-anak menyadarinya dan orangtua mengarahkannya,
sukses di kontesnya ya Om.
Posted by ysalma | 13 Mei 2011, 12:36nyimak….. dan semoga menang kontesnya
Posted by Alam | 13 Mei 2011, 14:54semoga nantinya sy bisa mendidik anak dengan baik
Posted by idana | 14 Mei 2011, 03:44Terima kasih mas partisipasinya,,,, ditunggu pengumumannya…………:)
Posted by Arif Bayu | 14 Mei 2011, 09:06Hmm.. saya belum punya anak, tapi tips ini pasti berguna nanti..
Kalo saya sendiri berniat membesarkan anak dengan cara seperti saya dibesarkan dulu.. kadang2 memang perlu keras juga, karena saya waktu kecil nakalnya minta ampun, hehehe.. tapi setelah besar ga menganggap ortu monster kog, karena mengerti mereka melakukan itu karena sayang
Posted by Clara Croft | 14 Mei 2011, 16:30makasih infonya, ilmu yg sangat berharga
Posted by Kurnia Septa | 15 Mei 2011, 03:37mungkin seandainya saya sdh nikah dan punya anak, mungkin akan sangat protect walau saya tau terlalu protect tidaklah baik
Posted by orange float | 15 Mei 2011, 09:25anak adalah titipan dari Yang Maha Kuasa. kita harus menjaga mereka baik-baik.
Posted by amirul | 16 Mei 2011, 04:18mendidik anak itu memang gampang-gampang susah, dipegang terlalu keras salah, terlalu longgar pun salah, kita harus bisa sebijaksana mungkin dalam mendidik anak kita…
Posted by susisetya | 16 Mei 2011, 08:16anak-anak kita bukan hanya sekedar anak yg biasa..tp merupakan titipan Tuhan…seyogyanyalah kita patut menjaganya..
salam kenal,
hajarabis.com
BAGI YANG MAU BUAT TOKO ONLINE GRATIS DISINI TEMPATNYA :
http://www.hajarabis.com
Thanks ya…!
Posted by hajarabis | 16 Mei 2011, 08:42Hemm… liat anak-anak bisa bikin kita gemes, apapun yang di kerjakannya selalu saja menarik hati..
Posted by masyhury | 16 Mei 2011, 10:04Sebelum punya anak,belajar dari sekarang ya bu. Biar besok ga repot
Posted by WistTour | 16 Mei 2011, 13:52Tulisan yang menarik.
Bagaimana pengalaman mengasuh lima anak yang masih kecil-kecil?
Saya belajar banyak dari istriku.
Salam…
Posted by gusngger | 16 Mei 2011, 22:45nice post ^_^
Posted by Joule Regenbogen | 17 Mei 2011, 15:32wah bagus sekali tulisan om iyan ini, salam kenal
Posted by sandal-kelinci | 18 Mei 2011, 07:34Ada orang tua yang membiarkan anaknya bergaul dengan teman2 tanpa sepengetahuan orang tua. Padahal pengaruh2 negatif bisa saja terjadi pada si anak. Harusnya, perkembangan anak harus selalu diperhatikan.
Posted by Edi Psw | 18 Mei 2011, 15:31Anak merupakan anugrah terbesar dalam hidup kita……
Selamat malam mas….
Posted by hanhan | 20 Mei 2011, 14:59kalau saya masih lama menikah & memikirkan hal tsb,soal’a mau kejar cita-cita dulu setinggi mungkin sampai negeri sakura,amien
Posted by restoran jepang | 23 Mei 2011, 10:21dan jangan biarkan anak2 berkunjung ke blog saya.
Posted by FaceLeakz | 24 Mei 2011, 02:35Semoga aja kelak saya bisa menjadi orang tua yang mengajarkan anaknya tentang kebaikan.
Susah2 gampang emang mendidik anak, perlu usaha dan kesabaran
Posted by Zippy | 26 Mei 2011, 15:30Semoga sukses pada kontes kali ini ya…
Hiks..saya gak pede ikutan…
Posted by Kakaakin | 26 Mei 2011, 16:12sebagai orang tua, harus selalu memberi protek yg kuat buat anak2 dizaman yg sudah tua ini…
Posted by Aris Catatan si Boy | 30 Mei 2011, 05:10isi blog nya bagus, menarik semua.. full colour banget.. two thumb up buat mas ya
Posted by abdurroni | 6 Juni 2011, 07:24Mendidik anak memang harus sabar
Posted by Game Compressed | 16 Juni 2011, 00:14Wah dicatat nanti berguna kalo dah punya anak…
Permisi mau nitip link | Kue Kering | Resep Macam2 Kue |
Posted by Kue Kering | 23 Juni 2011, 04:24tipsnya mantap, saya uga sudah merasakan sendiri pada anak saya yang berusia 3 tahun, memang mungkin masa-masa tersebut kita harus sabar menangani dan mendidik anak, duuuhhhh capeeeeeeek
Posted by vita | 23 Juni 2011, 08:18