Raut wajahnya yang cantik kini seperti bunga mekar yang layu, setelah 5 tahun menjalani pernikahannya dia merasa tidak mendapatkan kebahagiaan karena cinta yang menemaninya bukanlah cinta sejatinya. Namun entah mengapa malam itu dia seperti merasa kehilangan sesuatu yang amat sangat sesuatu yang selama ini dia abaikan dia acuhkan.
Dihadapannya terdapat dua buah surat dan satu surat sudah terbuka, dan dengan tangan gemetar dia membaca surat tersebut…
———ooooo———
Untuk Istriku tersayank….
Mas harap malam ini bisa menjadi malam kebebasan kamu sekaligus kebahagiaan kamu setelah apa yang kamu rasakan semenjak kita menikah 5 tahun lalu.
Sejujurnya buat mas sendiri mendapatkan kamu adalah hal terindah karena kamulah gadis pertama yang mas cintai hingga menjadi seorang istri, tapi jujur mas juga merasa berdosa setelah tahu jika mas justru merebut kekasih pria lain.
Maafkan mas sayank, tidak ada maksud untuk melakukan semua itu. Seadainya kamu dulu bicara mungkin bisa kita batalkan perkawinan tersebut dan mengapa pula sampai sekarang kamu tak pernah berterus terang sampai akhirnya mas menemukan dan membaca surat dari kekasihmu.
Mas tidak akan pernah bersenang-senang diatas penderitaan orang lain apalagi dari wanita yang mas cintai……maafkan sekali lagi.
Surat ini mas buat dengan harapan ini bisa menjadi jalan keluar buat kita terutama untuk kebahagiaan kamu, agar kamu bisa kembali dan membangun keluarga atas dasar cinta bukan keterpaksaan dengan orang yang benar-benar kamu cintai.
Maaf jika mas tidak mengatakan ini langsung kepada kamu karena mas takut memelas cinta kepada kamu selain itu mas ga sanggup jika harus melihat kamu….
Mas hari ini memutuskan menerima pekerjaan di Kalimantan dan memutuskan untuk menetap disana, dan di surat ini mas sudah buat surat cerai untuk kamu dan tinggal kamu tanda-tangani.
Percayalah ….. buat mas kebahagiaan kamu adalah segalanya, mas rela asalkan hari-hari kamu bisa dipenuhi dengan senyum dan cinta……
Tersenyumlah sayank karena ini adalah awal kamu menumbuhkan cinta dengan pria itu.
…………………………….
Ardi…….
———ooooo———
Hujan rintik-rintik mulai berjatuhan dan terasa udara dingin menyapu ruangan kamar itu, hatinya seperti tertusuk duri semua perasaan bercampur aduk antara rasa kehilangan, kecemasan, penyesalan bercampur menjadi satu.
Matanya kini tertuju pada amplop biru satunya dan dibelakang sampul surat tertulis bee……tapi tiba-tiba langit mendadak gelap dan diapun roboh…………
———ooooo———




masih bersambung nih ya???
yaaaaah
Posted by ~Amela~ | 8 Agustus 2011, 05:29@~Amela~ : hhmm kayaknya sih iyahh
Posted by omiyan | 8 Agustus 2011, 05:30ceritanya mengharukan, jadi penasaran lanjutannya…
Posted by susisetya | 8 Agustus 2011, 07:11Sebuah pengorbanan yang luar biasa dari seorang pria, setelah mengetahui cerita sebenarnya yang telah terjadi, butuh mental yang cukup tegar untuk memutuskan itu semua.. (meskipun kelihatannya masih bersambung, post ini sangat bagus
)
Kunjungi juga website bisnis menjanjikan di bawah ini:
http://www.kimciti.com
Sukses bersama kami!!
Posted by kimciti | 8 Agustus 2011, 07:19Cerita yang bagus, membuat orang yang membaca bisa tersentuh..
Kunjungi juga website bisnis menjanjikan di bawah ini:
http://www.kimciti.com
Sukses bersama kami!!
Posted by kimciti | 8 Agustus 2011, 07:24ayo lanjut ..
Posted by Obat Kanker Payudara | 8 Agustus 2011, 08:48Kisah yang bagus, dalam kehidupan pasti ada yang mengalami hal yang sama di sini dibutuhkan kejujuran dan pengertian sebelum membangun sebuah rumah tangga begitu kan…
Posted by agussupria | 9 Agustus 2011, 03:13so sweet
Posted by Trisnoaji | 9 Agustus 2011, 05:19wih kren banget tw,,,
Posted by Rumah Dijual | 16 Agustus 2011, 08:00