Berbagi Ilmu

Penghasilan Kena Pajak


Sesuai dengan UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN, salah satu Pasal yang mengalami perubahan adalah Pasal 17 ayat 1 huruf a dan b, yaitu sebagai berikut :

1. Tarif pajak yang diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak bagi:

a. Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri adalah sebagai berikut:
Lapisan Penghasilan Kena Pajak
– Sampai dengan Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah)  Tarif  5 % (lima persen),
– Di atas Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan Rp. 250.000.000,00 (dua  ratus lima puluh juta rupiah) Tarif 15% (lima belas persen),
– Di atas Rp. 250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) sampai dengan Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) Tarif 25% (dua puluh lima persen),
– Di atas Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) Tarif 30% (tiga puluh persen)

b. Wajib Pajak badan dalam negeri dan bentukusaha tetap adalah sebesar 28% (dua puluh delapan persen).

Contoh kasus perhitungannya adalah sebagai berikut :

Pasal 17 Ayat (1)

Huruf a
Contoh penghitungan pajak yang terutang untuk Wajib Pajak orang pribadi:
Jumlah Penghasilan Kena Pajak Rp. 600.000.000,00.
Pajak Penghasilan yang terutang:
5% x Rp50.000.000,00                                    = Rp2.500.000,00
15% x Rp200.000.000,00                                = Rp30.000.000,00
25% x Rp250.000.000,00                                = Rp62.500.000,00
30% x Rp100.000.000,00                                = Rp30.000.000,00 (+)
Rp125.000.000,00
Huruf b
Contoh penghitungan pajak yang terutang untuk Wajib Pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap:
Jumlah Penghasilan Kena Pajak Rp. 1.250.000.000,00
Pajak Penghasilan yang terutang:
28% x Rp1.250.000.000,00                              = Rp350.000.000,00

untuk lebih jelasnya silahkan diunduh disini buat peraturannya dan disini buat penjelasannya, semoga bermanfaat.

About omiyan

Cuman seorang newbie didunia maya, selalu merasa jika berbicara lewat tulisan itu lebih baik daripada kita berbicara tanpa ada jejak dalam sebuah tulisan.

Diskusi

11 thoughts on “Penghasilan Kena Pajak

  1. iye nih, orang pajek lagi naek daun, di mana2 trening cara2 ngitung gini ke semua karyawan sampe gw heran, kenapa ga diimil aja? dijawab rekan dr pajak: yeah, skali2 narsis ga papa khan?! o ya up to u lah..

    omiyan jawab: Inti dari sosialisasi tersebut adalah untuk memberikan cara perhitungannya seperti apa, karena ga semua karyawan tahu cara perhitungannya, karena banyak Wajib Pajak komplain merasa setiap ada aturan baru mengenai pajak ga pernah di sosialisasikan…sebetulnya buat karyawan sih simple karena tata cara pengisiannya tinggal memindahkan lapiran SPT 1721-A1/A2 kedalam SPT Tahunan Orang Pribadi 1770-S…..

    Posted by Jiwa Musik | 25 November 2008, 12:53
  2. semoga pajak-pajak yg dipaksakan itu penggunannya untuk kepentingan rakyat, bukan untuk di manipulasi.

    omiyan jawab: Perlu diketahui bahwa pembayaran pajak dilakukan di Kantor Pos/Bank yang ditunjuk jadi kantor pajak hanya menerima pelaporan pajak yang telah dibayar, sedangkan pembayaran pajak yang dilakukan oleh Wajib Pajak itu masuk ke Kas Negara dan nantinya akan terlihat di APBN. Sedangkan penggunaan itu sendiri digunakan oleh Negara dan Daerah untuk pembangunannya….sebetulnya yang patus kita awasi selain pembayaran pajak juga adalah para pengguna pajak itu sendiri…..seperti instansi pemerintah pusat/daerah, termasuk proyek proyek didaerah dana itu berasal dari pajak…..dan anda tahu sendiri kondisinya….salam hangat selalu

    Posted by nirmana | 25 November 2008, 16:57
  3. @omiyan
    iyah, begitu jawaban officialnya: menghindari komplen. jababan saia itu dr rekan senior pas lagi jam makan siang, jadinya ya njawabnya seenaknya ndiri gitu hhh…😆

    sori, no offense *halah*

    omiyan jawab : Masukan yang bagus mas, setidaknya kita juga memperbaiki diri bukan hanya masalah mental tapi citra dan komunikasi dalam menghadapi WP…masukan yang bagus ….makasih

    Posted by Jiwa Musik | 26 November 2008, 02:17
  4. Tidak punya NPWP? apa kata dunia???

    Benar, pajak itu nantinya kembali ke kita dalam bentuk yang lain. Tapi sepertinya masih terdapat persoalan2 di dalamnya….

    +kunjungan balik+

    omiyan jawab: yang penting dan utama adalah peran serta mayarakat dalam mengawasi para pengguna pajak……(APBN/APBD)

    Posted by dian diam | 26 November 2008, 03:04
  5. saya sudah punya kartu npwp sebagai penghias dompet, dan selalu bayar pajak.
    masalah uang pajak buat apa….terserah !
    saya serahkan pada yg berwenang untuk mengatur, dan saya serahkan pada Tuhan sebagai yang Maha Mengawasi.😀

    Posted by goenoeng | 26 November 2008, 08:35
  6. yang saya ngak mudeng…. yang punya npwp kena 20 %
    itu maksudnya gimana?

    omiyan jawab: Mohon diperjelas mas pertanyaannya takut salah jawab ntar saya dihujani bertubi tubi hehehehe…peace dah

    Posted by suwung | 26 November 2008, 09:20
  7. maksudnya yang ngak punya npwp dikenakan lebih besar itu lho mas

    omiyan jawab : Semoga tidak salah, penarapan tarif 20% lebih tinggi itu dikenakan terhadap Wajib Pajak Orang Pribadi karyawan yang apabila s.d akhir 31 Desember 2008 belum ber NPWP..

    Mohon maaf kalo ada salah

    Posted by suwung | 27 November 2008, 03:52
  8. omiyan dah ikut Sun Pol pa blom neh…???
    buat kite2, batas akhirnea tgl 19 Des looohhh…
    BTW, jangan lupa mampir ke tempat Aye dong…
    (tetep ngundang mode on)

    Posted by ladyrain74 | 30 November 2008, 16:16
  9. Lagi pengen banget belajar pajak neh kemana ya yg aga murah🙂 di daerah selatan jakarta

    omiyan jawab: banyak blogger pajak yang mengkhususkan postingan pajak mas, cuman saya lupa alamatnya…

    Posted by Landy | 5 Desember 2008, 03:02
  10. wah saya kebetulan tidak mengerti tentang pajak. jadi saya menyimak saja deh😀.
    oh iya kunjungi blog saya juga ya di http://hihia.co.cc dan http://hihia.wordpress.com.😀 saya kebetulan membahas seputar dunia IT.

    Posted by Antony 'hihia' Halim | 20 April 2010, 15:34
  11. maw tanya mas..
    gini saya punya suatu perkumpulan, dan kami mengerjakan suatu proyek untuk instansi negeri..
    apakah kami harus membayar pajak ? atau pajak dikenakan ke instansi tersebut ?

    Omiyan : pajaknya biasanya sudah dipotong oleh instansi tersebut dan jangan lupa untuk meminta bukti potong tersebut baik itu SSP atau bukti lainnya dan nantinya dari pihak perusahaan bapak hanya melaporkannya saja karena sudah dipotong oleh Bendaharawan Instansi tersebut terkecuali jika tidak dipotong maka kewajiban perusahaannlah yang membayar atas kegiatan tersebut.

    Tapi biasanya kewajiban memotong pajak ada pada Bendaharawan Pemerintah tersebut

    Posted by try2create | 22 Januari 2011, 13:08

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

twitter

  • 2,465,694 Sejak 17 Nov 2008

Kategori

Yang Lagi OL

Langganan via Email

Bergabunglah dengan 930 pengikut lainnya

smadav antivirus indonesia

%d blogger menyukai ini: