Saya Dan Keluarga

IBSN : Jangan Panggil Dia “China”


Hhmm ini mungkin salah satu bentuk protes saya terhadap apa yang dialami oleh istri saya sendiri, terkadang saya ga habis pikir apakah apa yang kita ucapkan selalu dipikirkan dulu atau melihat kondisi disekitarnya.

Jadi beberapa hari yang lalu ada beberapa kejadian yang menurutku ada sebabnya dan yang satu omongan yang tanpa dasar yang ada, dan entah ada maksud atau tidak tapi jelas buat saya sebagai seorang suami pastinya tersinggung bila ada anggota keluarga kita disindir oleh orang lain tanpa kesalahan yang jelas dari kitanya.

Part I China..China..China

Kebetulan pada hari minggu sore istri saya meminta mengantarnya ke bidan buat periksa kandungannya yang Alhamdulillah sekarang lagi berusia 4 bulan, nah ketika motor saya baru jalan tiba-tiba ada ank kecil sambil merhatiin saya dan istri sambil bilang china…china… asli saya dengernya langsung deg banget, mungkin kalo orang gede ta ributin sekalian, tapi saya disitu cuman bisa melototin doank hehehe…dan istri malah bilang…biarin aja A mungkin dia baru tahu kalo aku orang cantik….

Buat saya seorang anak kecil tidak akan berkata begitu kalo emang ga terpengaruh dari 2 hal yaitu pergaulannya dan keluarganya….

Part II Gara-Gara Orang China mau Imlek harga Jadi Mahal

Ini adalah kejadian kedua yang langsung dialami istri saya ketika lagi berbelanja, saya baru tahunya pada saat pulang kerja. Jadi ketika lagi memesan belanjaan tiba-tiba ada salah seorang ibu-ibu nyeletuk ngomong…gara-gara orang china mau imlek harga-harga jadi naik….. Wow kalimat singkat tapi buat saya hanya orang yang ga berpendidikan bisa ngomong seperti itu, padahal kita tahu sendiri kenapa barang-barang bisa naik dan itu ga mandang mau hari raya Idul Fitri, Natal atau Imlek.

Inilah kenapa saya sedikit tidak betah tinggal dikomplek dengan lingkungan dimana rumah yang rapat dengan berbagai macam sifat dan keegoisan bercampur aduk disana.

Yang selalu saya dapetin masih begitu banyaknya orang kita (pribumi) yang skeptis dengan kehadiran orang chines. Saya tidak akan menyalahkan mereka yang bersikap begitu tapi saya hanya berpikir bagaimana diri kita seandainya di gituin di negeri orang atau cukup di daerah lain….apa emang kita nih termasuk orang yang begitu kental dengan kesukuannya hhmm jadi teringat temen-temen pendatang ke Cilegon yang bekerja yang harus mau tidak mau dapat usiran dari orang sananya.

Disinilah seharusnya keragaman yang ada selama itu baik kepada kita kenapa tidak kita terima, terkecuali dengan adanya kehadiran orang itu membawa pengaruh jelek ok lah terserah mau diapain juga. Saya mengenal sosok istri saya sekarang bukan sebagai orang chinese nya tapi sebagai seorang muslimah dan sosok manusia yang boleh berpijak di bumi manapun.

Saya jadi teringat kisah Nabi Muhammad yang menjamin keberagaman hidup umat beragama dan memberikan kebebasan dalam menjalankan ibadahnya, bahkan Nabi sendiri melarang umat-Nya untuk tidak mengganggu mereka.

Saya hanya berharap bumi ini diciptakan bukan buat orang yang tumbuh didaerah itu tapi jelas buat siapapun yang diberikan hak untuk hidup, karena ketika sikap kebanggaan daerah yang muncul justru yang ada adalah kerugian buat diri kita sendiri.

Ah yang penting saya ga kayak mereka………..

About omiyan

Cuman seorang newbie didunia maya, selalu merasa jika berbicara lewat tulisan itu lebih baik daripada kita berbicara tanpa ada jejak dalam sebuah tulisan.

Diskusi

53 thoughts on “IBSN : Jangan Panggil Dia “China”

  1. semoga tabah menjalani.
    saya pribadi tak pernah membeda-bedakan etnis manapun. tetangga saya ada juga yang cina, hubungan kami baik-baik saja

    Posted by sunarnosahlan | 15 Januari 2009, 03:20
  2. Salam Sejahtera…

    Problema dimulai ketika terjadi kesenjangan sosial antara China (tionghoa) dan Pribumi.

    Mereka pendatang tetapi menjadi “TUAN” di tanah milik pribumi asli.

    Sebagai pribumi asli, saya merasakan kesulitan dan penderitaan (kecemburuan sosial) dari saudara-saudara saya yang pribumi.

    Tetapi, kalau dicermati, mereka (tionghoa) bisa sukses, karena memang kerja keras, ulet dan tabah. Mereka tidur lebih lama (karena kerja), tentu saja wajar mereka sukses.

    Yang penting adalah “berbagi” antara yang satu dengan yang lain. Berbagi dari pihak tionghoa akan “meredakan” efek negatif dari kesenjangan sosial yang demikian tinggi.

    Salam.

    Omiyan jawab: Salam sejahtera buat sahabatku……kita tidak bisa menyamaratakan bahwa semua orang chines seperti itu, ketika saya melihat kondisi mertua saya begitu pengertiannya dalam memberikan rejeki terhadap para tukang beca dulu dilingkungannya namun saya melihat justru kebaikan mertua saya malah dimanfaatkan terkadang meminta lebih dari yang telah diberikan, akhirnya kadang saya sendiri lebih menyarankan lebih baik langsung ke yayasan anak yatim yang ada diserang…..disatu sisi saya malu sendiri sebagai pribumi, seharusnya kita bersyukur apa yang telah kita terima karena mereka “mertua maksud saya” berusaha untuk berinteraksi dengan lingkungannya walau tahu lingkungannya masih memandang sebelah mata

    Posted by imankristen | 15 Januari 2009, 03:31
  3. Saya mengenal sosok istri saya sekarang bukan sebagai orang chinese nya tapi sebagai seorang muslimah dan sosok manusia yang boleh berpijak di bumi manapun.

    Ah… So sweet…:mrgreen:

    Posted by adit-nya niez | 15 Januari 2009, 03:36
  4. ok om iyan, marilah qt sama2 tebarkan pesona kedamaian itu sesungguhnya lebih indah dari disktriminasi — apapun ragam seleranya, tanpa kecuali… mau pop, dangdut, jazz, keroncong … bersatulah qt melawan orang2 arogan yg tak mau tau keberagaman

    Posted by Jiwa Musik | 15 Januari 2009, 04:10
  5. keberagaman itu indah😀
    saling menghormati itu juga indah😀

    Posted by purwaka | 15 Januari 2009, 04:47
  6. makanya om, pindah rumah.. Minimal ke graha gitu. Atau di Houston KSB..

    Omiyan jawab: wah de…saya ga ada dananya buat pindah, saya masih bertahan aja deh…selagi dirumah ada cinta Insya Allah….eh kapan mau gabung sepedaan…anggotanya dah 16 orang lho..cepetan…besok minggu mau tour ke rute tanjakan dijamin asyik lho…

    Posted by yama di cilegon | 15 Januari 2009, 05:10
  7. stop diskriminasi dan rasisme😀

    Posted by ai | 15 Januari 2009, 05:15
  8. Makanya pindah ke komplek tempat kami Om.. gak dibeda-bedakan tuh… pokoknya dudingdem alias dunia dingin dan adem..
    Sampe orang orang yang susah bayar retribusi sampah aja, sampahnya masih diangkut sama mang Adun ko. Kalo perkara sipit, hitam, jelek mah itu kan bukan maunya kita jadi begitu bukan, orang Boss yang diatas yang menentukan kita mau dibuat template kayak mana atau diposting nya di irian, cina apa batak..
    Menurutku orang baik dan buruk bukan ditentukan sama ras nya kok.. cuma mungkin ada orang etnis mayoritas yang pernah mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari etnis minoritas, ditambah ada faktor ketidaksukaan maka semua etnis minoritas disamaratakan deh, jadi istrinya om ketiban deh.. tapi bersabarlah dan lawanlah kejahatan dengan kebaikan.

    Posted by Beautiful Season | 15 Januari 2009, 05:31
  9. Satu Kata : DAMAI

    Posted by bujanglahat | 15 Januari 2009, 05:33
  10. heheh..kayak judul novel aja..
    aQ kuliah di kampus swasta yg dominan ms anak2 china….pokoknya kayak sekolah di hongkong deh..hehe
    tp smapai saat ini enjoy aja, in mmbktikan klo perdaan ras itu sebaiknya g berpanguh bsr dlm kehidupan sosialisasi kita..
    tp istri mas baik dan sabar y, aQ aja klo dipanggil china, suka marah2 *yaiiyalh, org aQ anas asli Indonesia, malah dipnggil Cina*..hehe..

    Posted by sarahtidaksendiri | 15 Januari 2009, 05:51
  11. sabar ya kak🙂
    semua pasti ada hikmahnya…

    keluarga saya, dari garis ibu, jg banyak chinese nya, sepupu2 saya jg sipit2 dan putih2 khas tionghoa, cuman saya sendiri yang item ahaha…😀 kakak kandung saya jg, orang pasti ngiranya dia cina asli😀

    jadi…
    biarlah orang mw bilang apa, yang ptg kita sdh berusaha berbuat baik.
    sedangkan dimata Allah, itu sama! ga ada cina, ga ada pribumi, ga ada negro, ga ada albino, ga ada bule😀 yang membedakannya hanyalah amal, kebaikan dan ibadahnya…

    semangat ya kaak !🙂

    Posted by INDAHREPHI | 15 Januari 2009, 05:52
  12. Yang sabar bro.🙂

    Posted by Rian Xavier | 15 Januari 2009, 06:17
  13. duh, spertinya rumah tangga Abang ni bkn tipikal rumah tangga ala seleb nih..🙂
    jd pengeeen…

    Posted by _rabindra | 15 Januari 2009, 06:27
  14. sante aja pak,,hal itu terjadi karena kedewasaan orang yg manggil dia cina masih perlu dipertanyakan.

    Posted by pakdejack | 15 Januari 2009, 06:31
  15. peace visit here,,,,,,,,,

    Posted by mel | 15 Januari 2009, 07:04
  16. wah ada yang lagi nungguin si buah hati nie
    semoga lahir dengan selamat ya om
    biar kebahagiaan makin lengkap, amin.

    Posted by aR_eRos | 15 Januari 2009, 07:09
  17. hahahah jangan marah yak bos.., huehehehe

    “boleh bugil tapi di hutan” itu mantabbbbb bos… siiip

    Posted by indra putu achyar | 15 Januari 2009, 07:26
  18. Biarkan saja mas mereka, karena sebenarnya mereka sendiri tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.
    Kita hidup dengan penuh kesabaran aja….

    Oh ya selamat ya atas usia kandungannya semoga sehat2 selalu buat semuanya, Salam…..

    Posted by han han | 15 Januari 2009, 07:34
  19. indahnya perdamaian

    Posted by kishandono | 15 Januari 2009, 08:17
  20. setuju om😀 !!!

    Posted by cahayadihati | 15 Januari 2009, 08:42
  21. itulah faktanya, masih banyak yg bodoh (atau sengaja dibodohkan) di negeri ini yg tak bisa menghargai perbedaan.

    Posted by *hari | 15 Januari 2009, 09:50
  22. dimanapun kita berpijak disitulah saudaraku berada

    sebetulnya kata-kata itu memang sering muncul pada

    orang yang kurang memaknai hidup dan biasanya orang itu Iri tanda tak mampu .
    saya sendiri asli Indonesia lahir di jawa tengah dan hidup di jawa barat ….saya sering sekali mendengar kata-kata dasar jawa .
    saya diam tapi sedikit berpikir orang ini pasti kagak pernah tahu gimana rasanya persaudaraan itu dan gimana nikmatnya kalau banyak saudara yang saling membutuhkan ,saling membantu ..semoga kita selalu termasuk orang -orang yang sabar ..

    Posted by doelsoehono | 15 Januari 2009, 12:13
  23. Damai itu enak

    Damai itu adem ayem

    Damai itu surganya dunia

    MARI KITA JALIN SILATURAHMI KEPADA SIAPAPUN JANGANLAH KITA MEMANDANG SEBELAH MATA YANG BELUM TENTU ATAS KEBENARANNYA ..SALAM DAMAI SELALU

    Posted by doelsoehono | 15 Januari 2009, 12:17
  24. Hal itu sudah sering terjadi dikota-kota besar.

    Dan sekarang mulai merambah ke desa-desa.

    Yang sabar yaa, saya yakin anda orang yang sangat bijaksana.

    Saya juga masih keturunan cina…Tetapi sampai saat ini alhamdulillah nggak ada masalah dengan darah cina yang mengalir ditubuh saya.

    Posted by mujahidahwanita | 15 Januari 2009, 12:34
  25. sebegitunya orang” itu….
    sabar…..
    padahal perbedaan itu indah lho….

    Posted by anderwedz | 15 Januari 2009, 12:36
  26. aduh,,,china,china,,,
    kasihan lu,,,,

    Posted by nameeman | 15 Januari 2009, 13:17
  27. Om, cuekin ajha lagi. Biasa lach… orang kalo susah, suka rese dan cari-cari alasan untuk melampiaskannya. Bawaannya siiiirriiiiik aja sama orang yang keliatan tajir… hihihi…😆

    Lagian kan kalo kita sabar karena diresein malah bisa nambah pahala kita terutama istri om.

    Anggap aja mereka kena trauma masa lalu akibat ulah segelintir chinese, jadi menjeneralisir semuanya. Dan saya percaya kok istri om nggak kaya ghitu… Tetep semangat dan jangan bete ya!!!😀

    Posted by Ibnu Abdul Muis | 15 Januari 2009, 13:39
  28. Jangan biarkan diskriminasi ada lagi!
    Thankz yah dah mau ngunjungin blognya Riszal:smile:

    Posted by riszal | 15 Januari 2009, 13:46
  29. yuk kita eratkan ukhwah islamiyah kita…😀

    ikutan IBSN yuk.. bulan ini tutup tgl 25 jan ‘ 09 jam 23.59wib kami tunggu yah… IBSN (Berbagi Tak Pernah Rugi)

    salam kenal, ^_^

    Posted by Didien® | 15 Januari 2009, 14:07
  30. yappp
    sucks banget mereka yang rasis

    tukar link yuk

    Posted by deadyrizky | 15 Januari 2009, 15:16
  31. Jangan diambil hati Omiyan, tidak semua orang seperti itu. Dalam berteman saya yakin orang akan lebih melihat kepada perilaku. Entah di Indo selalu seperti itu. Tetapi di perantauan orang cina Indonesia juga selalu menyatakan diriya Indonesia dan kita berteman baik. Walau masih ada oknum yang memilih hanya berteman dengan orang serasnya. Tapi itu sudah menjadi hak mereka. Take care and lebih baik menghindari orang seperti itu atau tunjukka kemereka bahwa istri Omiyan orang yang baik.

    Posted by yulism | 15 Januari 2009, 15:20
  32. yah, namanya manusia, tidak semuanya sama, labih indah juka di temukan perbedaan, semala perbedaan itu tidak memecah belah

    ayadinata.com

    Posted by maychaell adinata | 15 Januari 2009, 15:42
  33. Memang ada mata rantainya.
    Anak kecil kan cuman ranting. Dahannya pasti ikut berperan. Beda kota kayaknya beda suasana. Kebetulan di tempat saya hal seperti itu tidak ada.
    Untuk menghapuskan kultur mengkotak2 dan bicara asal njeplak tadi perlu satu generasi. Saya juga yakin seyakin2nya, di lingkungan tadi banyak anak kecil sejenis…
    Jangan Patah Semangat!!!

    Posted by marsudiyanto | 15 Januari 2009, 15:55
  34. jangan panggil aku cina …

    Posted by aRai | 15 Januari 2009, 16:00
  35. Hi friend.. Nice post.. Visit my blog and post your comments.. I have added you to my blog roll.. Hope you too will do the same.. Take care… Keep in touch mate!!!

    Posted by starbozz | 15 Januari 2009, 17:05
  36. Sabar2, masyarakat masih belajar, God bless U n Ur family..;-)

    Posted by Budi Hermanto | 15 Januari 2009, 19:02
  37. Kalau saya, di keluarga memang yang paling memiliki mata agak sipit, jadi waktu kecil sering banget dipanggil Cina he he (gak bisa lupa sampai sekarang), padahal tidak memiliki keturunan Cina. Mungkin karena eyang saya suka nonton film-film Korea he he he

    Seharusnya kita tidak boleh fanatis dengan suatu etnis, suku, agama dan lain-lain.

    Perlu kita ingat semua etnis itu sama-sama manusia, tidak ada yang berbeda antara satu dengan yang lain. Yang membedakan adalah pribadi personal, bukan etnis, atau suku. Misalnya dalam suku A pasti ada yang kurang baik, tapi pasti juga ada yang baik sifatnya.

    Lagipula serem ah, dosa besar kalau sampai merendahkan manusia yang lain …

    Posted by Rayyan Sugangga | 15 Januari 2009, 23:12
  38. tau ga om? dulu juga saya sering dikatain gitu tuh… malah lebih parah,, saya dibilangnya cina gosong… coz, kalo lagi jalan bareng sepupu2, mereka kan pada sipit dan putih2 semua.. saya doang yang sipit tapi item

    Posted by Billy Koesoemadinata | 16 Januari 2009, 00:32
  39. Islam agama kasih sayang…😀

    Posted by nAsruni | 16 Januari 2009, 00:48
  40. selamat ya om,
    wah kandungannya dah 4 bulan
    moga sehat2 janinnya…
    (jgn bilang sapa2: pacarku juga cina loh)
    pasti ga percaya…/?//??

    Posted by neta | 16 Januari 2009, 05:24
  41. Orang2 di negeri ini memang agak susah oom kalau urusan seperti ini…

    Posted by rotyyu | 16 Januari 2009, 05:53
  42. lalu kenapa kalau China?
    Kenapa nggak bilang….”Dasar Arab!”
    He he sorry bro…
    Jengkel aja…hari gini kok masih ada aja yang rasial gitu🙂
    Tambah lagi tuh pimpinan Arab kaya kambing ompong ngurusin Gaza…eh salah…unta ompong ding
    xixixiix

    wah ngomong apa sih nih…
    sorry bro…nyampah disini

    Posted by Yenni | 16 Januari 2009, 07:55
  43. biarin saja…

    dari saya yang dapet nickname “cigos”
    cino gosong

    oh iya.. selamat yah udah 4bulan..
    ckckckcck.. mantap bener nih..
    udah mulai sering meraba2 perut nih tampaknya..
    (pake kepleset ga? huehehhehuhehuehu)

    Posted by mnrp | 16 Januari 2009, 08:28
  44. Peace…peace…peace!!!

    Posted by taufik79 | 16 Januari 2009, 09:58
  45. Sedihnya😦

    Tapi inilah bangsaku, Indonesiaku dengan segala sifat kekanak-kanakanya.

    Sebenarnya rasisme terjadi di semua bangsa, ga cm disini. Di luar negripun banyak berita tentang rasisme, contoh plg dekat dalam sepakbola. Tapi pelaku rasisme di LN ada ancaman hukum, tapi di Indonesia tidak ada. Seharusnya pemerintah bertugas mendidik masyarakat agar rasisme tidak menjamur. Tapi masih banyak cerita orang tionghoa yg kesulitan buat KTP.

    Bukan cm suku jawa yg rasis sama tionghoa, sebaliknya tionghoa jg ada yg rasis. Menurut saya rasisme itu dari pemikiran individunya, bukan karena kita berasal dari suku/bangsa tertentu kita jadi rasis.

    Saya dibesarkan di lingkungan yg campuran jawa & tionghoa. Keluarga saya yg tionghoa rasis thdp jawa, sebaliknya jg gitu, tapi saya ga jadi ikut2an rasis seperti mereka, karena saya memiliki pemikiran manusia modern yg tdk membeda2an manusia dari warna kulit. Saya tau bahwa sukses tdknya seseorang tdk ditentukan oleh dr suku apa kita, tapi kemauan yg keras individu itu untuk menjalani hidup dengan baik.

    Jadi, bodohnya mereka yg masih rasis. Di mana otak mereka yg rasis itu? Maaf jadi curhat di sini, krn saya sering menerima perlakuan rasis dr kedua belah pihak, coz saya campuran ^^

    Posted by Shun | 16 Januari 2009, 14:37
  46. orang sering lupa kalo kita itu sebenernya sama-sama manusia…

    Posted by geRrilyawan | 16 Januari 2009, 21:41
  47. Sabar mas, orang lupa bahwa sebetulnya dimata Tuhan semua manusia sama, kecuali amal baiknya.

    Mungkin jika ada rejeki, dipertimbangkan untuk pindah ke lingkungan yang lebih nyaman,ini untuk kepentingan perkembangan putranya kelak. Karena kita sulit mengubah lingkungan, walau kita berbuat baik seperti apapun, celetukan seperti itu akan tetap ada. Hal seperti ini tak hanya pada Cina, saat awal kuliah di Bogor, saya kaget dengar celetukan “Jawa koek” …padahal di rumah orangtua mendidik semua suku bangsa sama.

    Kita memang bangsa yang terdiri dari berbagai ras dan suku bangsa, jadi memang kita harus hati-hati dan selalu menekankan pada anak-anak bahwa semua etnis sama. Hanya dengan pendidikan, pandangan tsb dapat diubah…susahnya kita tak bisa mengubah itu sendirian.

    Posted by edratna | 18 Januari 2009, 02:09
  48. Yah, begitulah.

    Posted by joe | 19 Januari 2009, 05:24
  49. nanti kalau jadi orang tua (bagi yang belum jadi orang tua hehehe), ajarilah anak-anak kita tentang indahnya perbedaan😉

    Posted by hanny | 21 Januari 2009, 02:13
  50. Numpang mampir broww..
    Dari SD sampe SMA saya sering dibilang, diledek Cina Sesat, padahal hanya mata doang yang chinese, laennya ndesoo, suer !!,,,, Yaaa, yang namanya idup dg banyak orang di sekeliling kita, ya begitu jadinya. Kadang dicaci, kadangkala juga dipuji…

    Posted by gunraytasti | 23 Januari 2009, 15:24
  51. Sabar om…..
    Mereka tidak tau bahwa, istri om itu warga negara Indonesia juga…( kemana aja mereka )

    Seharusnya kita tidak mempermasalahkan keanekaragaman suku ras….

    Gongsi gongsi ini mau kemana ya?Tempat Ko Hendra aja ah..ngerampok Frame Giantnya…atau Scott nya

    Posted by thevemo™ | 24 Januari 2009, 06:31
  52. Cuekin aja dech Om…mereka gt krn mereka ga tau…ato ga sadar(sok dewasa gw..he..he…),gw jg sipit tp cuek aja…,gw plg g suka ma Rasis.
    *Yang Rasis kelaut aje he..he…*

    Posted by Alindra | 26 Januari 2009, 04:26

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

twitter

  • 2,461,813 Sejak 17 Nov 2008

Kategori

Yang Lagi OL

Langganan via Email

Bergabunglah dengan 929 pengikut lainnya

smadav antivirus indonesia

%d blogger menyukai ini: