Sekedar Celoteh

Sebuah Catatan Tentang “NAFSU”


Tak habis pikir dan memang ga akan habis kalo dipikirkan, entah kata apa yang tepat untuk sebuah tindakan atau perbuatan yang bernama Nafsu. Tapi itulah dari kesempurnaan manusia dibanding mahluk lainnya justru kita menyimpan watak yang mendekati prilaku orang tak beradab.

# Kursi Jabatan Yang Panas Atas Nama Pemekaran

Ironis ketika sebuah kelompok menuntut sebuah kebebasan dalam hal ini ingin bisa mandiri terbebas dari pemerintah yang ada yaitu pemekaran wilayah yang terjadi di Sumatera Utara, hhmm saya ga menyangka banget begitu beringasnya orang-orang yang melakukan demo anarkis disana, inilah salah satu NAFSU manusia tanpa memandang siapa dan dimana.

Beberapa catatan yang menurut saya justru kita sendiri yang dirugikan.

  • Hilangnya nyawa manusia akibat nafsu sekelompok masyarakat, bayangkan kalau kita yang menjadi amukan massa, terlihat bahwa kita masih bisa dipelintir oleh sekelompok orang yang hanya berusaha mengejar kursi panas dari suatu jabatan yang nantinya menanti.
  • Kerugian negara jadi dua kali, bayangin ketika membangun sebuah gedung kita menggunakan duit negara, disatu sisi rakyat berharap adanya efisiensi dari penggunaan anggaran negara justru dengan adanya kejadian tersebut kita harus mengeluarkan kembali uang negara demi memperbaiki kerusakan yang ada.
  • Dendam, ya mungkin ini akan terjadi dari kelompok yang merasa kehilangan terhadap kelompok yang melakukan kekerasan.
  • Masih mudahnya kita dibohongin oleh iming-iming manis sekelompok orang yang tak bertanggung jawab.

# Penggusuran

Sebuah kata yang berkonotasi selalu merugikan pihak lain, selama ini selalu menimpa kaum kecil dan bisa kita lihat bagaimana beraninya dan gagahnya para penggusur dalam mengusir rakyat kecil. Heran saya melihatnya, padahal selama ini para pedagang telah dikenai restribusi oleh pihak-pihak yang berseragam tapi ketika mereka menuntut hak untuk bisa berdagang malah solusi yang diberikan adalah harga sebuah tempat yang sangat begitu mahal dan justru kebalikan dari itu semua para pemodal kuatlah yang menang.

Yang mirisnya adalah para pedagang kadang mendapat LENCANG DEPAN GRAK !!! alias PUKULAN PUKULAN KUNGFU dari para penggusur tapi coba sahabat bayangkan ketika terjadi penangkapan para Koruptor jauh banget dah, tampak terlihat pengawalan yang begitu ketat dan bahkan terkesan dilindungi padahal kalo melihat kerugian yang ada mereka bisa dikategorikan Pembunuh rakyat.

Sebelum saya tutup catatan NAFSU ini, kalo bisa wajah para pelaku kejahatan sebaiknya jangan dikaburkan biar kita tahu, karena takutnya kelak mereka akan kengajukan diri kembali menjadi Seorang Caleg ( baca HARAM !!).

About omiyan

Cuman seorang newbie didunia maya, selalu merasa jika berbicara lewat tulisan itu lebih baik daripada kita berbicara tanpa ada jejak dalam sebuah tulisan.

Diskusi

23 thoughts on “Sebuah Catatan Tentang “NAFSU”

  1. nice blog. aku nyasar kesini nih.
    mari berteman ^^

    btw, main2 ke blog happy ya. n jangan lupa komen. makasi.

    Posted by happy | 5 Februari 2009, 07:50
  2. Betul Om…saya setuju:-).Bentuk lain dari nafsu selain yg ada dalam diri kita,tampaknya perlu kita cermati lagi.Terkait dengan beberapa nafsu yg merusak..,ada baiknya Om posting juga nafsu yang membangun.

    Salam hangat dan persahabatan selalu

    Posted by Gusti Dana | 5 Februari 2009, 08:44
  3. itulah kenapa manusia dibekali ama napsu dan akal fikiran sekaligus.
    gak kayak binatang !!!

    Posted by warm | 5 Februari 2009, 08:49
  4. Ya saya juga gak habis pikir … inikah yang diharapkan para reformator dulu, menjadikan Indonesia menjadi negara kurawa ?🙂

    Salam hangat
    Ben

    http://benedikawidyatmoko.wordpress.com
    http://benagewe.blogdetik.com

    Posted by Benedict Agung Widyatmoko | 5 Februari 2009, 09:29
  5. *cuman geleng-geleng kepala aja, ngebayangin seseorang yang meninggal hanya karena nafsu orang lain yang tidak terkontrol*

    GILA!

    Posted by jeunglala | 5 Februari 2009, 09:34
  6. siapa menabur angin dia akan mati kenai badai buatan sendiri….

    Posted by suryaden | 5 Februari 2009, 09:46
  7. sangat setuju Om kalau wajah pelaku kejahatan tidak dikaburkan. Bagi yang melakukan biar malu, bagi yang meliaht biar tidak coba-coba meniru

    Posted by sunarnosahlan | 5 Februari 2009, 09:55
  8. Memang Gelo OM mereka… maklumlah belum cukup iman dan berkepribadian yang baik

    Posted by herrybj | 5 Februari 2009, 10:47
  9. Yupsssssss
    Gak pernah memberikan sesuatu hasil baik tuh yang namanya Napsu

    Posted by Agung Rahmatullah | 5 Februari 2009, 12:29
  10. hanya nafsu makan saja yang bisa mengalahkan angkara murka di bumi ini🙂 ehhehe….

    Salam,

    Posted by agustriku | 5 Februari 2009, 13:01
  11. Yang namanya nafsu memang lebih banyak berkonotasi negatif, ya Om? Makanya mesti dikendaliin.

    Posted by Ekonikoe AN | 5 Februari 2009, 14:09
  12. Omiyan hebat!!!
    Nafsu aja dicatat.
    Kalau saya seringnya cuman dua.
    Nafsu dibuang, atau nafsu dilaksanakan…
    Itu kalau saya. Yang lain tak harus sependapat

    Posted by marsudiyanto | 5 Februari 2009, 23:41
  13. Wew..wew..wew…Nice Posting !

    Posted by randualamsyah | 6 Februari 2009, 00:04
  14. Tulisan bagus!
    Untuk refleksi diri!
    Senang berkenalan dengan Omiyan!

    Posted by Blog Cantik | 6 Februari 2009, 00:48
  15. salam knal om

    Posted by hellgalicious | 6 Februari 2009, 02:11
  16. Nafsu … peperangan yang lebih besar, perang melawan nafsu …

    Posted by HE. Benyamine | 6 Februari 2009, 02:27
  17. politik emang panas, om..

    tapi, sebenernya itu kan udah risiko kalo terjun ke politik

    Posted by Billy Koesoemadinata | 6 Februari 2009, 03:27
  18. haaahhhh…(tng nafasnya ga bau kok baru gosok gigi😆 )bicara mengenai anarkis jadi ikt2an nafsu marah2 sama pelaku anarkis, negara kita makin tercerai berai haaahhhhh….

    Posted by ok | 6 Februari 2009, 05:35
  19. itulah sebabna manusia diberi kelebihan d9 pikiran& akal..
    a9ar naFsuna terja9a..
    tapii ya be9itulah politiK,se9ala caRa dihalalkan..

    Posted by wi3nd | 6 Februari 2009, 06:47
  20. Perpolitikan orang negeri ini cenderung kotor…,kasihan rakyat yg jd korban

    Posted by Alindra | 6 Februari 2009, 21:22
  21. Kenapa emosi dikedepankan
    Apakah pemekaran ini juga untuk sebuah pemuasan emosi?

    Ah saya sedih akan hal ini

    Posted by achoey | 7 Februari 2009, 03:54
  22. maaf saking ruwetnya jalan perpolitikan kita,q ngga ngerti sama sekali n ngga paham sama sekali.so,q ngga punya komen yang pas buat ditulis disini…

    Posted by yummy | 7 Februari 2009, 10:11
  23. nafsu akan kekuasaan dan wilayah…
    termasuk?

    Posted by nono | 7 Februari 2009, 13:26

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

twitter

  • 2,461,056 Sejak 17 Nov 2008

Kategori

Yang Lagi OL

Langganan via Email

Bergabunglah dengan 929 pengikut lainnya

smadav antivirus indonesia

%d blogger menyukai ini: