Saya Dan Keluarga

Jika Suatu Hari Nanti (Part II)


“…Dulu kamu rela memanjat genting demi mempertahankan cinta kita, tak rela rasanya bila kelak dirimu dimasa tua harus menderita..”

Mengenang masa lalu memang dah lumrah dilakukan oleh setiap orang, tapi jarang-jarang tatkala kita menerawang dimasa akang datang akan seperti apa diri kita kelak, apakah masih diberikan kenikmatan menghirup udara dunia, apakah masih bersama, apakah mereka masih mau merawat kita tatkala tua.

ibu3Suatu malam saya dan istri sedang berbincang dikamar sedangkan fania lagi asyi nonton bareng neneknya.

Tak terasa fania udah 2 tahun lebih, perasaan baru kemaren dia lahir eh sekarang dah jalan dan ngegemesin banget ya yank…

Ya a, mimpi banget rasanya..dan sekarang fania dah mau jadi kakak sebentar lagi..

Hhhmm aa tuh membayangkan anak-anak kita kelak jika sudah dewasa nanti kayak apa nantinya….mudah-mudahan digampangin rejekinya dan bisa jadi anak yang sukses…

Kita sebagai orang tua hanya bisa mengarahkan sebagai anak yang baik dan mau berbakti kepada orang tuanya

Tapi aa ada sedikit ganjelan yank, apakah anak-anak kita kelak mau merawat kita jika sudah tua, kebayang banget yank jika mereka lupa..memang sih semua orang tua tak pernah berharap untuk menjadi tanggungan anak-anaknya kelak, cuman jika aa masih ada disamping kamu tak masalah kita berdua mendiami rumah ini, tapi aa takut tatkala aa yang dipanggil duluan apakah kamu nantinya dirawat sebagaimana mestinya….

Aa teringat ma mamah, diantara saudara aa mungkin aa yang diberikan rejeki untuk bisa menjaga mamah sekarang tapi coba kamu bayangin kalo aa ga ada ntar mamah ma siapa…..

Kami berdua diam namun tanpa dikomando kami berdua menitikkan air mata dan saat itu istriku memeluk aku, entahlah pikiran kami seolah-olah sedang diaduk oleh perasaan kami masing-masing…

Di berita kemaren ada orang tua yang dibuang disebuah kawasan di kota cirebon hanya karena orang tua tersebut sudah sakit-sakitan, bahkan sekarang banyak orang tua yang dititipin di panti jompo…..

Rasanya buat aa kok tega banget, padahal kita dulu masih anak-anak tapi sekarang dah jadi orang tua dan kita sendiri merasakan beratnya menjadi orang tua…

Kalo nginget kita mau bersatu begitu berat batu sandungannya, apalagi kamu yang musti melewati masa-masa sulit…rasanya aa ga terima kelak bila anak-anak kita mencapakkan kamu….

Percayalah a, ga mungkin anak-anak kita kelak seperti itu, jangan terlalu berlebihan kekhawatiran aa, yang penting kita dari awal bisa mendidik fania sesuai agama kita a.

Postingan ini tidak ada maksud riya atau menceritakan tentang kebanggaan akan suatu kebaikan (riya), namun rasanya kita sebagai manusia yang mempunyai nurani rasanya tak adil tatkala kita diberikan kemampuan untuk merawat orang tua kita tapi kita malah mengingkarinya dengan alasan ekonomi atau lainnya.

Saya dulu pernah takut dan ada perasaan jika dirumah saya bertambah penghuninya otomatis pengeluaran saya bertambah tapi ketika menjalaninya sungguh tak ada yang kekurangan justru kebahagiaanlah yang saya dan istri dapatkan.

Entahlah tiba-tiba saya ingin memposting ini, ide ini muncul tatkala mau Shalat jumat..

image seorang ibu dari http://fulcrums.wordpress.com

About omiyan

Cuman seorang newbie didunia maya, selalu merasa jika berbicara lewat tulisan itu lebih baik daripada kita berbicara tanpa ada jejak dalam sebuah tulisan.

Diskusi

43 thoughts on “Jika Suatu Hari Nanti (Part II)

  1. Benar apa yang mama Fania katakan. Jangan terlalu khawatir om. Tuhan mungkin tidak melebihkan..tapi mencukupkan. Semoga Jumatan hari ini menguatkan.๐Ÿ™‚

    Posted by p u a k | 13 Februari 2009, 08:17
  2. Kalo saya belum sempat membahagiakan ibu saya di masa tuanya, Om.
    Wong belom sampe’ setengah abad, dia sudah pergi duluan.
    Ya, sekarang, hanya tinggal memikirkan bagaimana caranya untuk membuat orang-orang sekitar bangga. Jangan underestimate terhadap saya.
    Hehe.

    *Loh.. Jadi curhat nih.๐Ÿ˜ณ

    Posted by HeLL-dA | 13 Februari 2009, 08:39
  3. jadi terharu juga saya, semoga orang tua kita semua diberi umur panjang yah, agar bisa lebih lama dan bahagia melihat cucu dan anak-anaknya…

    Posted by suryaden | 13 Februari 2009, 09:20
  4. Kasihan orang tua kalau dititipkan ke panti jompo. Bagaimanapun menyenangkannya pelayanan di sana, tapi masih tetap menyenangkan jika dilayani oleh anak sendiri.

    Posted by Edi Psw | 13 Februari 2009, 09:48
  5. Saya juga sempat kepikir sama istri bagaimana kalau tua nanti, sementara anak saat ini belum genap tiga tahun

    Posted by sunarnosahlan | 13 Februari 2009, 09:52
  6. Kata orang jawa dulu bilang !!!
    tambah anak tambah rezeki kok…..๐Ÿ™‚

    Posted by nelson | 13 Februari 2009, 10:03
  7. “Surga ada di Telapak Kaki IBU.”
    …………………………
    hidup jalanin ajah..!! kumaha ..engke wae..lah.

    Posted by Pak lik | 13 Februari 2009, 10:18
  8. Mau bikin bisnis online? Tapi belum tau caranya? Coba aja klik di sini. Dijamin, kamu bisa jadi pebisnis online handal hanya dalam hitungan hari.๐Ÿ™‚

    Posted by Bikin Bisnis Online | 13 Februari 2009, 12:23
  9. yang paling ditakutkan biasanya bukan masalah materi om. tapi adalah kita tidak memiliki kesabaran luar biasa laksana ketika mereka merawat kita dulu.

    cinta kita sebagai anak hanya sepanjang penggalah kata pepatah.

    Posted by masicang | 13 Februari 2009, 12:32
  10. DOa orang tua dari anak-anaknya biasanay manjur loh,๐Ÿ˜‰

    Posted by Arvenester | 13 Februari 2009, 12:36
  11. wah..jd bahan renungan niy..

    Posted by nina | 13 Februari 2009, 14:50
  12. Cinta ibu sepanjang jalan,
    Cinta anak pun sepanjang jaman….!

    Posted by Blog Cantik | 13 Februari 2009, 17:00
  13. Ass.

    Ya, sangat memilukan bila membaca berita tentang anak membuang orang tuanya karena alasan sakit-sakitan … oh ….

    Pengalaman Omiyan yang ternyata bertambahnya penghuni rumah tidak menjadikan keluarga kekurangan malah kebahagiaan saat dijalani … tidak terkesan ria, malah menjadi pelajaran yang berharga untuk tidak merasa takut kekurangan, karena setiap yang hidup selalu ada rejekinya.

    Posted by HE. Benyamine | 13 Februari 2009, 17:19
  14. uhhh,,gimana yah,,

    Posted by kahfinyster | 13 Februari 2009, 18:21
  15. orang tua adalah dia yang melahirkan, merawat, mendidik kita sejak usia dini. kalau ada seorang anak yang tega membuang orang tuanya sendiri, apakah Tuhan masih mau memaafkannya?

    Posted by Itmam Aulia | 13 Februari 2009, 18:29
  16. Smoga Omiyan di beri umur dan rejeki yang lebih buat membahagiakan orang tua. temen2 smua n saya juga:mrgreen: . amiin…

    Posted by Ferireza | 13 Februari 2009, 18:45
  17. Allah lah yang membagi-bagikan rizeki… rizekinya amatlah luas….ga akan pernah umatnya yang sellu ingat padanya dibiarkan kekurangan.
    Surga dibawah telapak kaki ibu om iyan๐Ÿ™‚
    salam bwat pona’anku fania….๐Ÿ™‚

    Posted by mahardhika dewi | 13 Februari 2009, 23:37
  18. wehe,,bro2 n sist2 di luar, wassap??

    mw liat yg baru2? samperin aje blog gue,,hhe,,

    Posted by kahfinyster | 14 Februari 2009, 00:26
  19. renungan buat kita, semoga kita senantiasa bisa menjaga amanah itu om

    Posted by OHP | 14 Februari 2009, 03:03
  20. Jadi ingat dengan ibu di kampung mas…hiks

    Posted by bujanglahat | 14 Februari 2009, 03:09
  21. ahhh jadi inget ibu dirrumah…. ibuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

    Posted by sanggarpenulisan | 14 Februari 2009, 04:41
  22. Memang segala yang dilandasi cinta emang indah ya Om…?

    Posted by Tuyi | 14 Februari 2009, 05:46
  23. Sebagian rezeki kita ada rezeki orang-orang lemah di sekitar kita…bahagialah orang yang selalu berada di sekitar orang-orang lemah itu….(orang tua,jmpo,anak kecil,anak yatim piatu,orang miskin,bayi,hewan peliharaan ,dll).

    Posted by Abdul Ghofur | 14 Februari 2009, 06:26
  24. mudah2an kita bisa merawat orang tua, dan kelak ada pula yang merawat ketika kita sudah tua…

    Posted by latree | 14 Februari 2009, 07:08
  25. wah,,,jadi sedih nie,,,,

    Posted by nameeman | 14 Februari 2009, 07:23
  26. umur gw yg lama kelamaan semakin
    meningkat,,,,

    Posted by nameeman | 14 Februari 2009, 07:23
  27. salam kenal…
    jadikan hidup kita berguna buat orang lain,,

    Posted by adicahblora | 14 Februari 2009, 08:08
  28. mo jadi yg setia ah buat pasanganku sendiri…
    salam hangat,

    Posted by Didienยฎ | 14 Februari 2009, 10:38
  29. yang pasti sih, berdoa aja om..
    supaya kita saling mengasihi,,
    dan juga, supaya tetep mampu buat kuat jadinya anak2 ga repot๐Ÿ˜‰

    Posted by Billy Koesoemadinata | 14 Februari 2009, 12:53
  30. postingan yang sangat nice banget,boz di hari kasih sayang ini
    salam hnagat selalu
    met valentine

    Posted by bluethunderheart | 14 Februari 2009, 14:34
  31. om…buatin template om…

    Posted by bocah cilik | 14 Februari 2009, 15:05
  32. Orang tua kita nomor satu, ingat jasanya ketika kita masih kecil…

    itu saja sudah cukup!!!

    Posted by aCIst | 15 Februari 2009, 05:55
  33. tanamkan jiwa kekeluargaan pada anak. insya Allah anak akan selalu ingat dengan orangtuanya…๐Ÿ˜€

    *berdoa supaya saya akan selalu bisa dekat dengan orangtua*

    Posted by cK | 15 Februari 2009, 06:59
  34. jadi inget bapak ibu dirumah nih….

    Posted by ali | 15 Februari 2009, 11:06
  35. wah kayaknya kamu muncul ketakutan yah…..
    aq doakan moga anak2 kamu menjadi anak yang patuh kepada kalian and menjadi anak yang saleh…….

    Posted by iwan | 15 Februari 2009, 13:09
  36. Postingan ini mengingatkan sy dg ceramah tarawih di bln Ramadhan lalu. Sang penceramah menceritakan ttg kisah TKW yg b’kerja di hongkong/taiwan (lupa saya!?).

    Dikisahkan bhw sang TKW bekerja di negara tsb utk mengurusi seorang kakek. Mereka hanya tinggal ber2 dlm satu apartemen. Yg menggaji TKW tsb adalah anak dr sang kakek. Suatu ketika, masa kontrak kerja TKW akan habis, ini berarti dia akan kembali ke tanah air. Suatu waktu, anak kakek tsb b’kata kpd TKW,
    “Nanti kalo kamu pulang ke Indonesia, kakek dibawa aja ya. Mengenai biaya, akan sy transfer dr sini tiap bln. Kalo ternyata sy tdk membayarmu, maka kau tinggalkan saja kakek sendiri. Tak usah kau rawat.”

    jadi… B’syukurlah qt di Indonesia ini. Yg hidup dlm suasana kehangatan keluarga. Selayaknya qt pun merawat dan menemani ortu dlm masa tuanya. Mereka pun butuh p’hatian. Sungguh tega bila ortu hrs dititipkan ke panti jompo atau bahkan dirawat oleh org lain.๐Ÿ˜ฆ

    Posted by yodama | 15 Februari 2009, 17:55
  37. ibuku nyebelin!! cuek banget sama anak2nya,,, tapi aku tau, dia sayang banget ma kami,..

    Posted by nino | 15 Februari 2009, 22:37
  38. Meskipun aku ga terlalu dekat dengan orangtuaku, tapi aku selalu berusaha menghormati mereka.. Dengan postingan ini aku juga semakin sadar, bahwa jasa orangtua sangat besar, tidak akan pernah bisa kita balas…
    Salam hangat selalu… maaf baru mampir lagi..๐Ÿ™‚

    Posted by Upik | 16 Februari 2009, 02:26
  39. Bisa jadi 20 tahun yang akan datang anak2x terbiasa menitipkan ortu yang sudah tua ke panti jompo seperti yang sekarang umum di negara2x Barat. Tapi, sampai kapanpun, saya nggak menyetujui tindakan ini.

    Posted by Bellar | 16 Februari 2009, 03:53
  40. Banyak anak banyak rezeki om…๐Ÿ™‚

    Posted by tengkuputeh | 16 Februari 2009, 05:02
  41. wah…
    fania udah hampir jadi kakak?
    hiks..

    ufa kapan dikasih adek yah…
    keknya sekarang2 ini mama n papanya nya masih mikir2 dulu

    fania cantik…
    jadi kakak yang baek ya…

    Posted by n4fl | 16 Februari 2009, 08:43
  42. moga2 fania ga lupa ma ortu kelak

    Posted by yudi | 16 Februari 2009, 09:11

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: kuliinternet » botd 14 feb - 24 Februari 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

twitter

  • 2,461,056 Sejak 17 Nov 2008

Kategori

Yang Lagi OL

Langganan via Email

Bergabunglah dengan 929 pengikut lainnya

smadav antivirus indonesia

%d blogger menyukai ini: