Sekedar Celoteh

Diskusi Kasus (BUGIL) IPDN: Personal atau Institusi


siapa2Ternyata negara ini tidak pernah sepi dari yang namanya kasus-kasus yang berbau porno yang menimpa para kaum hawa, setelah akhir tahun kemaren heboh dengan Azhari bersaudara tak berapa lama sekarang terjadi di menimpa salah satu mahasiswinya yang  kuliah disalah satu Sekolah Kedinasan milik pemerintah.

Ok sekarang saya sendiri tidak mau membahas siapa pelaku yang melakukan perbuatan tersebut, mungkin lebih mengarah kepada diskusi.

Sekarang saya jadi teringat kepada obrolan dengan tetangga beberapa waktu lalu dimana, bahwa pada saat kita berkumpul dengan warga lainnya dalam satu komunitas di suatu masyarakat, maka pada saat itu kita menanggalkan baju institusi masing-masing, maksud saya pada saat itu kita tidak membawa nama institusi tempat kita bekerja yang ada pada saat itu adalah kita adalah WARGA DIKOMPLEK TERSEBUT.

Jadi nama institusi akan melekat apabila kondisi kita sedang dalam keadaan dinas artinya masih masuk jam kantor, nah permasalahannya walaupun kita sedang tidak dinas atau dikatakan pada hari libur tapi apabila suatu ketika kita terkena musibah dalam hal melakukan perbuatan asusila misalkan maka secara otomatis segala identitas kita akan terkena, baik asal daerah atau tempat tinggal serta institusi tempat kita bekerja…sungguh ironis memang tapi itulah penilaian dilapangan akan terjadi seperti itu.

Kasus mahasiswi yang bugil plus katanya beradegan mesum, jelas akan membawa dampak negatif kepada tempat dia kuliah , padahal (mungkin) dia melakukannya DILUAR JAM KULIAH, nah tapi ingat ketika sebuah kejadian (aib) terjadi otomatis orang akan bertanya atau berpandangan..

“..siapa orangnya, darimana asalnya, dia kerja dimana tuh, bukannya dia..”

Nah sekarang ketika terjadi hal seperti itu siapakah yang patut disalahkan apakah lembaga tempat dia kuliah atau tempat dimana dia melakukan perbuatan tersebut atau masyarakat yang ada disekitar kejadian tersebut.

Saya sendiri jelas tidak bisa mengatakan yang ini salah yang itu salah, tapi menurut hemat saya semua ini terjadi akibat ketidakperdulian kita terhadap lingkungan sekitar entah karena sikap individualis yang makin tinggi atau karena rasa sosial yang makin tidak peka, selain itu seharusnya keperdulian terhadap lingkungan kita disekitar adalah menjadi tanggung jawab bersama siapapun dan dimanapun artinya tidak bisa sesuatu diharapkan kepada pundak seseorang/lembaga tapi jika kita bersama-sama satu sama lain bisa saling mengingatkan/mengawasi (mungkin) prilaku-prilaku yang mengarah kepada seks bebas akan bisa dikurangi.

Sebelum saya tutup semoga dalam penerimaan mahasiswa di sekolah kedinasan agar memperhatikan ahlak para mahasiswa itu sendiri, bagaimanapun juga sekolah kedinasan itu menggunakan BIAYA NEGARA serta mereka yang lulus akan menjadi ABDI MASYARAKAT dan MENJADI CONTOH kepada masyarakat……

About omiyan

Cuman seorang newbie didunia maya, selalu merasa jika berbicara lewat tulisan itu lebih baik daripada kita berbicara tanpa ada jejak dalam sebuah tulisan.

Diskusi

54 thoughts on “Diskusi Kasus (BUGIL) IPDN: Personal atau Institusi

  1. hmhm, mnurut saya itu semacam hal wajar, karwena memang kerterikatan sesuatu dengan sesuatu yang lainnya untuk mendapatkan informasi lebih bnayak

    Posted by arvernester | 6 Maret 2009, 02:22
  2. Susah memang klo bicara akhlak. Percuma klo otaknya encer tp tdk didukung akhlak yg benar juga..

    Setuju, masyarakat sekitar jg harus jd pengawas bersama … klo sama2 diawasi, semua jd takut utk berbuat yg tidak2..

    Posted by zee | 6 Maret 2009, 03:33
  3. saya lebih menghargai sebagai personal yang mandiri saja…

    Posted by suryaden | 6 Maret 2009, 03:34
  4. sebenarnya tinggal kesadaran kita masing2 karena sudah ada maha mengawasi kita itupun tidak ada yang tersisa. hmmmm

    Posted by Joko Sembung | 6 Maret 2009, 03:58
  5. tanamkan ilmu agama sejak dalam kandungan kali solusinya yah … setidaknya ALLAH maha melindungi kan kalau kita dekat?🙂

    Posted by Rindu | 6 Maret 2009, 04:27
  6. Begitulah moral calon pejabat kita. Baru jadi calon aj dah kaya gitu. Apa lagi besok kalo udah jadi pejabat beneran…

    Posted by dwiprayogo | 6 Maret 2009, 04:53
  7. HHmmm …
    Saya tidak bisa menyalahkan siapa-siapa …

    Teknologi lah yang akan saya salahkan …
    Kenapa kok bisa merekam hal itu semua ?
    Kenapa kok bisa mengundang orang-orang tertentu untuk bereksplorasi … bereuphoria … mencoba-coba excitement yang kebablasen ini … !

    (beuh tajem juga ekeh ngomong nih …)
    hehehe

    Posted by nh18 | 6 Maret 2009, 08:13
  8. @nh18
    kita tak bisa menyalahkan tehnologi begitu saja. Naif kalau menganggap tehnologi (kamera digital), diciptakan semata untuk membuat para “maksiater” mengabadikan kemesuman mereka.

    Posted by dyadyaeko | 6 Maret 2009, 08:56
  9. Ini suatu yang pelik memang, sudah kita lihat usaha-usaha aparat mencegah pornografi dan pornoaksi, bahkan ada undang-undangnya. Dan porno adalah masalah klasik yang ada sejak jaman bahula. Proteksi dari diri pribadi dan dampak yang diakibatkan dari kelakuan mesum saya rasa merupakan solusi, disamping sangsi yang tegas. salam kenal

    Posted by Apria | 6 Maret 2009, 09:27
  10. untung om iyan ngak pake seragam dinas

    Posted by suwung | 6 Maret 2009, 09:48
  11. waahh kacau dehh kalo para pekerja negara kita seperti tuhh

    Posted by winsolu | 6 Maret 2009, 09:51
  12. sekarang salah siapa? orang tua yang kurang mampu memberi perhatian? individu yang tidak mampu menahan bisikan-bisikan setan? masyarakat sekitar yang membentuk pribadi tersebut? atau pemerintah yang hanya memberi “jatah” 2 jam pelajaran tentang agama di setiap minggunya?

    Posted by yamadisini | 6 Maret 2009, 10:01
  13. Wah sebenarnya kasus ini ga terjadi di IPDN saja Maz..

    Sudah banyak kasus kasus di PTK lainnya, termasuk di kampus saya..

    Namun tidak etis rasanya jika saya ungkap ke publik…

    Posted by bocahbancar | 6 Maret 2009, 10:06
  14. seharusnya kita-kita sadar, kalau kita merupakan bagian dari suatu komonitas, organisasi, institusi atau lembaga, semua atribut yang ada juga akan melekat pada diri kita. sehingga baik atau buruk perilaku kita juga akan berimbas pada komunitas, organisasi, institusi ataupun lembaga dimana kita bergabung.

    kenyataan ini yang, dengan sengaja atau tidak, sering kita lupakan.

    Posted by Ekonikoe AN | 6 Maret 2009, 10:09
  15. haduhh
    kenapa kasus kek gini harus muncul di PTK sih
    semoga ga kejadian di STAN…

    Posted by deady | 6 Maret 2009, 11:12
  16. salaM KNELA

    Posted by efbiai | 6 Maret 2009, 13:33
  17. Salam Kenal maksudnya

    http://efbiai.wordpress.com/

    Posted by efbiai | 6 Maret 2009, 13:34
  18. beeeeeeeeeeee
    sampai kapan pun kasus seperti ini akan tetep ada
    selama iman dan taqwa dikalhkan oleh seytan2 dalam diri kita
    lho lho ladalah
    kok bisa gua comen kyak gitu
    he he he gpp wes

    Posted by bams | 6 Maret 2009, 13:41
  19. sesuatu yang hina memang kadang dianggap layak oleh sebagian golongan manusia yang sejak masa kecilnya tidak pernahmenyentuh akan namanya pendidikan agama.kadang ada wacana yang mengatakan indonesia negara yang menganut agama tapi sudah terbukti masyaraktnya, bahkan pemerintah tidak pernah “mau tahu” akan hal itu.bukti, tidak pernah ada perhatian pemerintah akan sekolah2 yang berbau religi bahkan cenderung sekolah2 agama dipinggirkan dengan anggapan fanatik dan sebagainya.ini sudah jadi bkti akan demokrasi yang diagungkan bangsa ini.demokrasi yang tidak jelas ujung pangkalnya.UU pornografi n pornoaksi tidak ada artinya.ada kata yang mengatakan mencegah lbh baik daripada mengobati tapi bangsa ini tidak pernah mau mengkaji kata sederhana itu kedalam bntuk kebijakan.yang ada hanya korupsi dalam otak aparat pemerintah kita, uang telah membutakan mata hati sebagian dari mereka.pasantren2 mana pernah dilirik dan di kenbangkan oleh pemerintah, hanya sebagian masyarakat yang berakhlak aja yang dg kcuran keringat mereka membangun demi kemaslahatan umat di bangsa yang kita cintai ini…….
    mari ….
    jadikan pemerintah kita sbgai pemerintah yang mau n tahu akan norma dan nilai agama.jangan krena di pintar membual terus kita korbankan bangsa kita bt mereka2 yang pantas untuk di laknat.

    Posted by charment | 6 Maret 2009, 13:45
  20. ada yang kurang
    “..siapa orangnya, darimana asalnya, dia kerja dimana tuh, bukannya dia.., 3gp-nya dah dapet belom”

    Posted by yorick | 6 Maret 2009, 17:19
  21. apa kabar mas]
    wah sajianya dahsyat banget mas
    mas bisa tukar link Ya?
    kasih kabar aku ya kalo berkenan
    thnaks

    Posted by shalimow.com | 6 Maret 2009, 17:24
  22. waduh2 malah bikin pusing

    Posted by anto84 | 6 Maret 2009, 19:05
  23. ni dah nunjukin betapa buruknya moral bangsa kita…

    ciahhhhh… rinie ngomong na lebay … hhehehee

    Posted by Rinie | 6 Maret 2009, 20:15
  24. Kalo menurut saya, akhlak manusia dididik saat kecil, dilingkungan keluarganya, misal saja keluarganya sudah kacau, ya mungkin, mereka-mereka inilah (para pelajar yg melakukan tindakan asusila)
    Berasal dari lingkungan yang tidak sehat di keluarganya

    Posted by Prasetya Yudha | 6 Maret 2009, 22:37
  25. Klo melakukan kebaikan biasanya dinilai parsial, tapi klo berbuat tak baik, maka istilah yg muncul adalah :

    karena nila setitik rusak susu sebelanga😀

    Posted by dobelden | 7 Maret 2009, 02:43
  26. Hmm….saya setuju….moral anak didik harus diperbaiki!!!!

    Posted by nelson | 7 Maret 2009, 03:31
  27. saya setuju mas… kita ini meminjam istilahnya covey… pada saat yang bersamaan memainkan beberapa peran sekaligus… ya seorang warga masayarakat, ya wakil institusi kita, wa wakil keluarga kita dst…

    tentang IPDN?

    nah itu yang jadi masalah… oke deh.. itu bukan salah IPDN secara instituti… tapi kok sialnya banyak kasus2 memalukan yang dilakukan oleh praja IPDN dari pembunuhan sampai yang terakhir ini…

    kalo baca koran online terakhir.. adegan mesum itu dilakukan ketika dia sudah lulus IPDN… dan gak ada kaitan dengan IPDN karena adegan itu dilakukan dengan suaminya (kata berita itu)… permasalahannya adalah… ngapain adegan itu di rekam, meski itu dengan suaminya sendiri?

    kalo saya sih… disadari atau tidak IPDN ikut menyumbang andil atas prilaku prajanya…

    kalo mau berjiwa besar sih… harusnya IPDN mau mengakui dan mengevaluasi dan tidak selalu mencari kambing hitam…

    wah kepanjangan – mudah2an gak disensor😀

    Posted by hmcahyo | 7 Maret 2009, 04:15
  28. Media internet terlalu mengekspos, sedangkan pihak berwajib tidak bertindak tegas terhadap media-media yang menyimpang, disisi lain banyak perilaku menyimpang karena degradasi moral.
    Sebaiknya media wordpress juga tidak ikut-ikutan mempopuler berita porno dan sejenisnya.

    Posted by nusantaraku | 7 Maret 2009, 05:56
  29. kalau udah begini…udah tergantung aklak dan pribadi masing2 deh…
    susah mo comment apa😀

    Posted by Ria | 7 Maret 2009, 09:54
  30. hehee.. point 1.

    memang mas di komplek orang tdiak akan melihat dimana kita kerja, tapi melihat naik mobil apa kita setiap kerja.. hehehehe

    point 2.

    bab mahasiswa kedinasan. kayaknya saya setuju ambil langkah extrim. pangkas 1 generasi biar generasi berikutnya tumbuh tanpa kontaminasi.. hehee

    Posted by masicang | 7 Maret 2009, 13:41
  31. SALAM KENAL

    Posted by efbiai | 7 Maret 2009, 18:54
  32. http://efbiai.wordpress.com/

    salam kenal

    Posted by efbiai | 7 Maret 2009, 18:55
  33. Setiap orang punya namanya dorongan liar.Dorongan itu akan membuncah bila mana social control minus.Untuk itu dalam satu komunitas harus diwujudjan pengawasan melekat(waskat)

    Posted by kawanlama95 | 7 Maret 2009, 19:03
  34. orang dikarunia akal dan nafsu, tapi terkadang nafsu manusia diakal-akalin.

    makaning banyak sex yang bikin sox orang yang ngga ngelakuin sex

    Posted by ofa ragil boy | 7 Maret 2009, 23:35
  35. @nusantara, kita masih dalam era peralihan dulu iternet susah, skarang mudah dengan cepat perubahannya. tentu banyak yang gak siap..

    perlu proses lah. skarang ini sama seperti burung lepas kandang. suatu saat hal2 kayak gitu gak akan terlalu dipedulikan lagi.

    Posted by roberthendrik | 8 Maret 2009, 01:41
  36. HHmm… mereka ngak inget klo mereka makan dan sekolah pake uang dari rakyat ya

    Posted by aNGga Labyrinth™ | 8 Maret 2009, 06:40
  37. Itu memang sengaja ditutup-tutupi !!!!😦

    Posted by nelson | 8 Maret 2009, 07:16
  38. inilah asam manis kehidupan (ceilah)!
    hehehehe

    Posted by galih | 8 Maret 2009, 08:06
  39. yang penting kesadaran diri… dan perhatian dari teman2 sekitarnya aja…
    Kalo temen2nya juga sama biadabnya… susah deh!

    Posted by Ruth | 8 Maret 2009, 13:53
  40. Kaya gak prnah liat gituan,….semua pd komentar…capek deh….tuh liat yahya zaini yg anggota dpr,gak di usik tuh sekolahnya dr mana….apalagi kasus kekerasan polisi+militer kmrin…beritanya hilang ditelan bumi…media pengecut

    Posted by Gandung | 9 Maret 2009, 00:06
  41. hmm.. tapi bisa jadi itu hanya fitnah terhadap instansi nya ybs kan? seragam juga bisa di dapat di mana saja🙂 tapi yah aku juga tak mengerti😛 just guess ^ ^

    Posted by ridhoyp | 9 Maret 2009, 01:35
  42. yah, institusi yang bersangkutan kan memang selama ini sudah membikin heboh dengan kasus kematian yang diakibatkan oleh kekerasan yang dilakukan siswanya sendiri. dan untuk kali ini, lantaran si foto model mengenakan seragam intitusi ybs, mau tak mau, institusi ybs juga dapet jatah menanggung malu.

    kerusakan nama baik suatu institusi memang dipengaruhi oleh siapa-siapa yang berada di bawah naungannya, pak. tak peduli itu guru atau siswa, semuanya sebenarnya bertanggung jawab atas nama baik institusi yang disinggahinya, dan tanggung jawab itu setidaknya masih kudu diampu meski sudah berstatus sebagai alumni…

    Posted by Infinite Justice | 9 Maret 2009, 02:46
  43. Mungkin karena memang instansi ini saja yang sudah terlalu sering membuat sensasi….😀 😀 😀

    Posted by Yep | 9 Maret 2009, 09:50
  44. Sebenarnya sih gak ada hubungannya dengan IPDN karena ybs dah lulus, tapi karena IPDN pernah membuat heboh dengan banyaknya kasus kekerasan, maka apa saja yang terkait dengan institusi itu selalu jadi bahan berita. Segala sesuatu yang berkaitan dengan IPDN memiliki magnitude yang kuat untuk jadi berita. Ayo bersepeda

    Posted by husnun | 9 Maret 2009, 09:51
  45. “…kasus-kasus yang berbau porno yang menimpa para kaum hawa..”
    Kalimat di atas dapat bermakna lebih banyak kaum hawa yang terekam kamera dibandingkan kaum Adam. Hal itu mungkin karena sang pria yang memegang kamera dan enggan terekam wajahnya.Sehingga sosok pria tidak menjadi penting identitasnya.
    Tetapi, (kalau boleh sedikit menyimpang dari posting di atas), agak berbeda dengan gosip video porno mirip Dhea Imut. Mengapa demikian?
    Sebab gosip itu juga mengaitkan nama Leo Sutanto, sang produser Sinemart. Namun anehnya, semua judul posting menyebut video porno Dhea Imut. Dan uniknya lagi, hampir semua isi posting tidak ada yang menyebut nama Leo Sutanto. Tentu saja saya heran. Padahal Leo juga public figur.Kalau tokh tidak ada wajah terekam, bisa saja diidentifikasi dari anggota tubuhnya, seperti pantat, paha, kaki, dll.Adakah ketakutan dalam menyebut nama sang produser itu? Entahlah

    Omiyan jawab: bener banget mas, sengaja saya mengambil kata hawa karena selama ini yang booming di media adalah kaum hawa jarang sekali media TV membahas kasus kasus forno yang melibatkan kaum adam entah apa yang terjadi diluar sana mungkin karena faktor kemolekan tubuh wanita lebih menjual dibanding pria…

    Posted by BaNi MusTajaB | 10 Maret 2009, 03:15
  46. turut prihatin.. ga bs komentar apa2 kecuali ngelus2 dada dan istighfar.. saya sadar, saya bukanlah manusia yang baik dan sempurna.. tapi, hal2 yang seperti dilakukan sm mahasiswa IPDN itu bener2…. *no comment*

    Posted by Indah rephi | 10 Maret 2009, 10:38
  47. tumben ya saya bs serius komentarnya hehehehe *manggut2*

    Posted by Indah rephi | 10 Maret 2009, 10:39
  48. Yah… kita semua menyumbang pada kebaikan negeri ini…

    Btw, mas pinjem CDnya dong… wakakak…:mrgreen:

    Posted by Hejis | 10 Maret 2009, 11:51
  49. untuk, nh 18’lho mah bego….ko bs tekhnologi yg jd sa2ran,,,eh lho bs comunikasi krna apa…yaaa lho bs sgalanya krna tekhnologi kan???skrang tnggal kt yg brpikir,law g ada kcnggihan gmna kt mo maju bung…..mang lho g pake hp,,o0o0o0o..jgn2 lho pk bh yach……

    Posted by jurig | 10 Maret 2009, 16:23
  50. ck..ck…ck…

    Posted by utaminingtyazzzz | 11 Maret 2009, 13:17
  51. Ya saya setuju. Pada dasarnya, saat seseorang berbuat suatu kebaikan atau hal yang positif, sangat jarang sekali masyarakat akan mengingat, atau mencari tau apa, bagaimana, dan darimana latar belakang seseorang tersebut. Namun sebaliknya bila yang dilakukan adalah hal negatif, maka semua detail akan dikorek habis-habisan.
    Saya sendiri cuma bisa sumbang pendapat, mari kita selalu ingat siapa dan apa saja yang akan ikut menanggung efek bila kita melakukan hal semacam itu, bukan cuma diri pribadi, tapi keluarga, komplek, sekolah, institusi, atasan, bawahan, bahkan bangsa ini ikut dicap negatif pula.
    Terima kasih sudah berkunjung dan komen di blog saya bung Omiyan. Salam kenal!

    Posted by Must_GoGo! | 11 Maret 2009, 15:50
  52. Saya setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa kecendrungan saat ini adalah bahwa yang berbau positif (baca: prestasi) kurang mendapat apresiasi dari masyarakat atau kurang diekspose. Sebaliknya hal-hal yang berbau negatif (baca: kebejatan) pasti mendapat perhatian ekstra dari masyarakat. Kecendrungan itu muncul karena hal-hal yang berbau negatif selalu dianggap sensasional dan kontroversial. Dan yang berbau sensasional dan kontroversial adalah sesuatu yang memiliki nilai berita yang tinggi sehingga sering diekspose.
    Begitu juga munculnya kasus IPDN dan beberapa kasus lainnya yang berbau pornografi. Ekspose yang berlebihan dari media yang secara tidak sadar juga telah menjugde pelaku atau institusinya sebagai sesuatu yang jelek akhirnya menggiring munculnya opini publik tentang kebobrokan individu atau institusi tersebut.

    Posted by taufikasmara | 12 Maret 2009, 03:56
  53. wah…klo aku pribadi sih berprinsip “depend on”
    jadi kita ga bisa salahkan 100% kepada IPDN juga, seketat apapun, pasti ada celahnya, berarti aku malah berpikir akhlak sipelaku yg bejat….
    klo dah pengen begituan, ya cantik dong permainannya..mbehee

    Posted by okta | 12 Maret 2009, 08:50
  54. Hi, interesting post. I have been thinking about this topic,so thanks for posting. I will certainly be subscribing to your blog. Keep up the good posts

    Posted by I Lost T h i r t y P o u n d s in Only a Month | 6 Mei 2009, 03:59

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

twitter

  • 2,465,694 Sejak 17 Nov 2008

Kategori

Yang Lagi OL

Langganan via Email

Bergabunglah dengan 930 pengikut lainnya

smadav antivirus indonesia

%d blogger menyukai ini: