Sekedar Celoteh

(Dibalik Kasus Pembunuhan Nasrudin) Poligami dan Penegakkan Aturannya


Ya setelah dua hari berturut-turut kita membicarakan mengenai kasus yang melibatkan Ketua KPK Pak Antashari Azhar, rasanya ada jejak yang lama menghilang untuk kembali diangkat kepermukaan yaitu tentang masalah poligami, keterkaitan secara langsung dengan kasus ini adalah bagaimanapun para pejabat baik yang duduk dipemerintahan maupun diperusahaan milik negara haruslah selalu menjadi contoh bagi masyarakat karena bagaimanapun mereka adalah abdi masyarakat.

Opini ini muncul dalam benak saya adalah sebagai bentuk untuk membuka kembali sebuah aturan yang ada tapi tidak pernah menyentuh ke permukaan yang lain selama ini, saya tidak tahu apakah permintaan Pak SBY  agar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 10 tahun 1983 yang sudah direvisi menjadi PP Nomor 45 tahun 1990 tentang poligami berlaku secara pasti kepada Pejabat Publik juga, karena kenyataan dengan kasus kemaren, para pejabat yang mempunyai istri lebih dari satu tidak dikenakan sanksi apapun dan sedikit agak aneh kasus polygami ini tak sesanter kasus yang dulu.

Terkesan bahwa Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 10 tahun 1983 yang sudah direvisi menjadi PP Nomor 45 tahun 1990 tentang poligami ini hanya berlaku bagi PNS doank dan emang sudah diterapkan dimana ada beberapa PNS yang menikah lagi walau sudah mengantongi surat ijin dari istri pertama akhirnya dipecata dari pekerjaannya, tapi terlihat tak berlaku bagi para pejabat publik.

Kita tidak bisa menutup mata lagi bahwa secara tidak langsung bahwa mereka yang beristri lebih dari satu sudah pasti membutuhkan biaya yang besar dalam menghidupi istri-istrinya dari sinilah salah satu dari sekian faktor penyebab orang melakukan tindakan Korupsi, namun yang ada aturan tinggal aturan dan hanya bisa diterapkan buat mereka para pegawai yang selam ini dianggap sebagai “KACUNG” atau “CECUNGUK” tapi para “DEWA” yang duduk diatas kursi empuk atau sebagai pejabat di pemerintahan juga mereka yang duduk diperusahaan milik negara/daerah malah tidak terkena aturan ini.

Mungkin kita bisa simak tulisan ini :

UUD 1945 secara tegas telah memberikan jaminan bahwa “segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya (Pasal 27 ayat (1). Pasal ini memberikan makna bahwa setiap warga negara tanpa harus melihat apakah dia penduduk asli atau bukan, berasal dari golongan terdidik atau rakyat jelata yang buta huruf, golongan menengah ke atas atau kaum papa yang bergumul dengan kemiskinan harus dilayani sama di depan hukum.

Ketika sebuah kepentingan yang menyangkut lebih memihak rakyat terkadang saya rasa ada sebagian anggota dewan seperti kebakaran jenggot dengan istilah ‘TIDAK SESUAI KONSTITUSI” atau “INI BERTENTANGAN DENGAN HUKUM YANG ADA”.

Rasanya tabir yang muncul dari kasus Pembunuhan Pak Nas yang melibatkan mereka yang duduk dipemerintahan adalah kembali HARUS diperJELAS aturan tentang Poligami yang dilakukan oleh para pejabat publik baik yang duduk sebagai anggota Dewan, Pejabat pemerintahan, Pejabat di BUMN/BUMD dan Departemen/Lembaga.

Artinya hukum itu BERLAKU ADIL terhadap siapapun, jika bersalah ya salah jika benar ya benar bukan hukum  membela yang bayar atau yang berkuasa tapi hukum demi keadilan yang seadil-adilnya.

Hhhmm rasanya daripada meneruskan bacaan yang asal ngomong doank  alias kebaynakn bodongnya plus dari mendung yang mengayungi udara dijelang siang hari, rasanya secangkir air putih cukup menemani riangnya hari dan kembali saya persembahkan sebuah lagu dari SLANK-TONG KOSONG

Sedikit ngerti ngaku udah paham
Kerja sedikit maunya kelihatan
Otak masih kaya ‘TK,
Koq ngakunya Sarjana
Ngomong-ngomongin orang
Kaya udah jagoan…

Coda:
Tonk kosong nyaring bunyinya
Klentang-klentong kosong banyak bicara
Oceh sana-sini ngak ada isi
Otak udang ngomongnya sembarang

Hak manusia ingin bicara
Hak manusia ingin bernyanyi
Kalau sumbang janganlah didengarkan
Kalau merdu ikutlah bernyanyi

Jangan ngelarang-larang
Jangan banyak komentar
Apalagi menghina

Terserah mereka kalian atau saya
Asal nggak ngelanggar hukum
Biarkan saja
Tonk-tonk kosong mending pada diam
Biar dunia tentukan pilihan

Yang mana yang benar ….
Yang mana yang baik …
Dari pada elo jadi ….

Sumber bacaan :

Opini sendiri
http://ajrc-aceh.org/artikel/asas-persamaan-kedudukan-dalam-hukum/
http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/hukum-indonesia/sistem-tata-hukum-negara-republik-republik-indonesia
http://www.antara.co.id/arc/2006/12/5/presiden-minta-pejabat-negara-tidak-berpoligami/
http://www.kapanlagi.com/lirik/artis/slank/tong_kosong

About omiyan

Cuman seorang newbie didunia maya, selalu merasa jika berbicara lewat tulisan itu lebih baik daripada kita berbicara tanpa ada jejak dalam sebuah tulisan.

Diskusi

39 thoughts on “(Dibalik Kasus Pembunuhan Nasrudin) Poligami dan Penegakkan Aturannya

  1. Meski tak semua begitu (mungkin juga tak banyak), soal poligami, perselingkuhan, perhidung-belangan (istilah apa ta ki?), adalah hal yang kayaknya lumrah (atau dianggap lumrah), untuk kalangan pejabat dan pengusaha tertentu. Dengar aja kasak-kusuk diantara para sopir/pengawal pribadi pejabat/pengusaha dan para pekerja hotel-hotel berbintang soal mereka.

    Posted by Dyadyaeko | 7 Mei 2009, 05:35
  2. seandainya Antasari bkn PNS, seharusnya dia bs mengambil langkah spt Nasrudin. Menikahi lebih dr 1 wanita, baik tercatat di Negara maupun secara sirri (dg Rani). Maksudnya gitu gak om?

    Posted by just 'azzam | 7 Mei 2009, 05:42
  3. kalo boleh kasih comment yah Om , menurut saya , ada “something” di balik kasus ini.Pendapat saya seh mungkin ada pejabat tinggi yang sedang di incar oleh antasari krn melaakukuan korupsi besar dan sudah akan di buru KPK , tapi dia “memburu” antasari duluan supaya dia tidak jadi di buru…itu pendapat saya aja lho….

    Posted by mel | 7 Mei 2009, 05:44
  4. i…waw…:mrgreen:
    ga ngerti om…heheheheee…

    Posted by delonelybie | 7 Mei 2009, 06:10
  5. seharusnya memang nggak usah diatur atau diundangkan saja, malah bikin repot…

    Posted by suryaden | 7 Mei 2009, 06:32
  6. ach mending nyanyi oge ya kang ya…
    salam hangat dalam dimensinya blue

    Posted by kezedot | 7 Mei 2009, 06:37
  7. Yah…mudah-mudahan permasalahan ini cepat clear dan tidak ada fitnah yang merajalela..

    Posted by syelviapoe3 | 7 Mei 2009, 07:08
  8. semoga yang benar tidak disalahkan dan yang salah tidak dibenarkan

    simak beberapa keanehan di kasus ini:

    http://ekojuli.wordpress.com/2009/05/05/scandal-of-the-year-cinta-segitiga-antasari-azhar-rani-juliani-nasrudin-benarkah/

    Posted by ekojuli | 7 Mei 2009, 07:17
  9. poligami berarti banyak istri, berarti membutuhkan biaya yang besar, untuk mencukupi biaya tersebut merupakan salah satu dari sekian faktor penyebab orang melakukan tindak korupsi.

    Kalo dipecat karena poligami, berarti butuh biaya yang lebih besar lagi, faktor apa yang bakal ditimbulkan ya…? apakah faktor penyebab orang melakukan tindak korupsi nya hilang ditelan karena dipecat?

    tiru jargon pegadaian… mengatasi masalah tanpa masalah.

    Posted by Wempi | 7 Mei 2009, 07:21
  10. he? iya juga ya.. istri satu aja bisa merangsang buat korup apalagi lebih dari satu. ngga kebayang🙄

    Posted by phiy | 7 Mei 2009, 07:45
  11. kalo kasusnya antasari azhar…
    mungkinkah ini konspirasi???🙂

    Posted by Rusa Bawean™ | 7 Mei 2009, 08:10
  12. Kasus2 beginian kayaknya gak bakalan akan ada habisnya walau sampe kiamat nanti. Lha wong udah dari sononya manusia itu emang sukanya yg aneh2 kok..hehe. Semua tinggal kembali kepada diri kita aja, bagaimana menyikapinya. Meski gak ada aturan pun, kalo manusia itu mau gunakan otak dan hatinya dgn benar, pasti gak akan ada penyimpangan2 lagi. Terutama yg berhubungan dgn masalah mempermainkan aturan itu sendiri. Bukan gitu om…?

    Posted by Hary4n4 | 7 Mei 2009, 08:26
  13. saya pribadi masih meragukan bahwa antasari azhar menjadi otak dibalik peristiwa ini.. saya sangat kagum padanya, tidak mungkinlah dia melakukan tindakan seperti ini. Mungkin ada orang (para koruptor) yang tidak suka kepadanya (karena KPK), dan dia dijebak.. mungkin begitu.. tapi satu hal, semoga hukum di negara ini benar-benar bisa ditegakkan seadil-adilnya..

    Posted by thepenks | 7 Mei 2009, 08:37
  14. @Mel,
    Mungkin seperti yang Kamu risaukan. Namun sekecil apapun tak menutup kemungkinan ini perkara “sederhana” dendam akibat affair dg wanita kan?
    Kadang yang kita pikir njlimet, jebule sederhana aja.
    Tapi ya nggak tahulah, wong aku juga nggak paham soal antasari/nasrudin dan tahu perkara ini dari media.
    Dalamnya laut dapat diduga, dalam hati siapa tahu?

    Posted by Dyadyaeko | 7 Mei 2009, 09:28
  15. wah..Omiyan kayaknya slankers juga nih…
    Poligami akan terus menjadi polemik dengan atau tanpa UU itu.. Kata orang It’s in The Eye Of Beholder… tergantung gimana mandangnya

    Posted by soyjoy76 | 7 Mei 2009, 09:36
  16. akhir akhir ini endingnya selalu pake lagu ya🙂
    btw soal poligami…?
    Perdebatan masih panjang bung !

    Posted by ekaria27 | 7 Mei 2009, 11:09
  17. lagunya pas lagi…

    Posted by leebizniz | 7 Mei 2009, 11:21
  18. jadi ingat iklan permen kopi ko song nyaring bunyinya…:mrgreen:
    salam superhangat

    Posted by cenya95 | 7 Mei 2009, 11:33
  19. susah deh
    keknya emang konspirasi nih….

    Posted by deady | 7 Mei 2009, 11:43
  20. akhir-akhir ini kok nonton berita kayak nonton sinetron ya…

    kadang-kadang bertanya-tanya juga,
    beneran tah itu?
    tapi gak beneran kok udah ada yang mati…

    *haduhnggaktauinisebenernyangomongapa…*

    Posted by yoan | 7 Mei 2009, 12:01
  21. hem..

    slankers jg y.. mas..
    salam persahatan selalu buat mas…

    Posted by defsagita | 7 Mei 2009, 14:36
  22. Saya masih ragu kasus ini menyangkut masalah wanita. Sepertinya ada yang lain.

    Posted by Pulsa Termurah | 7 Mei 2009, 14:42
  23. kasusnya tambah memanas bro
    semoga tidak mengganggu pilpres mendatang

    Posted by annosmile | 7 Mei 2009, 15:11
  24. Hhmm….Masalah poligami mah…

    Setuju ajah dech kalo saya, ga tau yang laen…

    Posted by bocahbancar | 7 Mei 2009, 16:57
  25. Dari kasus Nasrudin tersebut, saya juga bisa menilai bahwa harus ada kepastian hukum tentang kawin sirri. Apa saja sanksi hukum yang bisa menjerat para pelakunya. Kawin sirri yang dilakukan Nasrudin tak lebih dari sekedar poligami ilegal yang tak dilakukan secara tidak ksatria.

    Posted by racheedus | 7 Mei 2009, 17:11
  26. hehe… mungkin niatnya bukan poligami but iseng kali yee…😉

    Posted by HASTu W | 7 Mei 2009, 22:59
  27. aku sih setuju kalau PP 10 jo PP 45 dihapus aja om, biar orang berpoligami secara bebas asal sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunah…. gimana, Om..??

    Posted by kenuzi50 | 8 Mei 2009, 00:10
  28. apakah ada sebuah konspirasi besar ya ?
    *curiga*

    Posted by gwgw | 8 Mei 2009, 00:58
  29. kasus AA masih menyimpan
    sejumlah pertanyaan dan misteri
    kalau tak benar terlibat pembunuhan,
    AA hrs diselamatkan
    sebaliknya kl AA terbukti bersalah
    dia hrs dihukum seberat2nya

    Posted by mikekono | 8 Mei 2009, 01:38
  30. Wah ada ada aja

    Posted by newbiedika | 8 Mei 2009, 02:11
  31. Ulasan yang bagus om tapi rasanya masalah poligami ga akan muncul ke publik soalnya ga nguntungin buat mereka yang lagi rebutan kursi tapi beda emang waktu jamannya AA Gim, Pak SBY aja sampai ikutan ngomong

    mungkin latar belakang kasusnya yang beda sehingga membuat mereka enggan ngangkat ini kepermukaan atau bisa jadi takut ketahuan ntar terus dipecat…

    Posted by mrx | 8 Mei 2009, 03:53
  32. Ada yang bilang : bagi pelaku selingkuh butuh biaya besar (misalnya koment dari Wempi). Lah…klo bisa main golf dgn nyewa caddy ‘palagi sampai punya 1 set stik golf (buatan LN), tuk “melihara” 4-5 selingkuhan pasti bukan soal sulit bagi “mereka”.
    Contoh nih: Di Modern Land (lap golf), caddy favorit tuh biayanya ada yang sampai 5 jt-an loh. Sedang caddy “non favorit” cuma 200-300ribu. Belum lagi tips2 yg diberikan ke caddy favorit tersebut. Bisa dibayangkan sendirikan, berapa duit yang dikeluarkan sekali “nge-golf” dgn caddy fav.

    Posted by black77 | 8 Mei 2009, 04:15
  33. hehehe,

    ga ngikutin.
    rada pesimis sama perpolitikan maupun kasus2 yg menyangkut poiltik Indonesia.
    jadi makin concern, kemudian membenci.
    saya jadi ‘seperti’ tidak peduli pada bangsa..
    tapi yaah gimana dong?!…

    Posted by .lala | 8 Mei 2009, 04:20
  34. bosss.
    tukaran link yuk..
    tapi dengan iklan-medan.co.cc
    heee

    Posted by arieee | 8 Mei 2009, 10:44
  35. hahahaha…..
    kapan ya indonesia bisa bangkit?
    *tidur lagi*

    Posted by piko | 8 Mei 2009, 14:26
  36. Kasusnya harus melihat lagi..meng-Undang UDANG dibalik batu, kali yac Om.😀

    Posted by haniifa | 9 Mei 2009, 14:49
  37. Menarik komentar dari Wempi.
    Meskipun alasan tersebut hal yang absolut, namum memang menjadi suatu input internal dari tindakan untuk memenehui kebutuhan yang lebih dan lebih.

    Posted by nusantaraku | 10 Mei 2009, 05:42
  38. banyak lelaki yg pilih nikah siri atau main serong daripada cari jalan halal yang bertanggungjawab😦

    Posted by achoey | 10 Mei 2009, 06:36
  39. namanya juga lelaki

    Posted by Konsultan Asuransi | 19 Mei 2009, 09:53

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

twitter

  • 2,464,039 Sejak 17 Nov 2008

Kategori

Yang Lagi OL

Langganan via Email

Bergabunglah dengan 930 pengikut lainnya

smadav antivirus indonesia

%d blogger menyukai ini: