Sekedar Celoteh

Pengabdian Untuk Siapa ?


“..Bapak mengabdi udah berapa lama disini…” tanyaku pada Pak Suryo

“..Nak bapak mah ga pernah ngitung berapa lama mengabdi, yang penting bapak melakukan ini ikhlas..” Jawab Pak Suryo penuh semangat.

“..Duh pak hari gini masih ada orang seperti bapak..mengabdi buat orang sekitar hanya dengan rasa ikhlas tanpa mengharapkan apa-apa..” Kataku sambil menerawang entah kemana.

“..Na jika kita mempunyai niat untuk mengabdi apapun itu bentuknya jangan memikirkan dulu imbalan yang akan kita dapat tapi ketika kita melakukan pengabdian itu bermanfaat atau tidak buat orang sekitar terus jika bisa sebaiknya pengabdian kita ada dibalik layar ga usah sesumbar nantinya bisa menjadi  Riya dan Sombong..” Kata Pak Suryo sambil mengelap keringat dijawah yang keriput.

Sebuah percakapan singkat dengan Pak Suryo yang terbiasa mencari sesuap nasi dengan membersihkan sampah dijalanan tanpa ada pihak yang memperhatikannya padahal dengan adanya Beliau jalanan memnjadi bersih.

Ketika kita bicara masalah pengabdian rasanya dijaman sekarang jaman yang serba matrealistis dimana semua selalu dilihat dan diitung dengan dasar uang rasanya aneh bila masih ada orang yang melakukan sesuatu dengan dasar Ikhlas, semua orang akan melakukan sesuatu pasti dengan harapan adanya sebuah imbalan dan menolong orangpun akan selau melihat dulu SIAPA ORANG YANG KITA TOLONG, KAYA ATAU TIDAK, ADA TIMBAL BALIK ATAU TIDAK, MENGUNTUNGKAN ATAU MALAH MERUGIKAN.

Mungkin dijaman saya sekarang masih ada yang mempunyai sifat welas asih dan menolong orang dengan keikhlasan yang tinggi dan tak pandang bulu, tapi saya membayangkan dijaman nanti mungkin untuk mencari orang baik akan sulit dan mustahil karena semua orang mempunyai kepentingan sendiri sendiri dan mungkin kelak tidak akan ada orang miskin karena semuanya merasa berkecukupan (baca malas untuk berbagi).

Teringat minggu kemaren ketika seorang tetangga bercerita merasa kecewa dengan tetangga satunya karena ketika ia menolong orang yang kecelakaan kebetulan yang celaka itu seorang Ustad (Guru Mengaji) pas mau ke RS tak ada satupun orang disana yang mau mengantar mungkin karena tak saling mengenal nah ketika tetangga ini meminta tolong ke tetangga satunya untuk ikut ternyata orang tersebut malah kabur…ironis….padahal mungkin kita tahu sendiri yang namanya Komplek sudah pasti kenal satu sama lain terkecuali kita sombong dan jarang bersosialisasi.

Biacara masalah pengabdian seharusnya Uang pengabdian hanya bisa diberikan kepada orang yang benar-benar pantas yang telah memberikan sumbangsih bagi rakyat bukan Golongan, dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh rakyat tak pantas rasanya ketika seseorang sudah mendapatkan penghasilan tapi masih mengharapkan adanya imbalan lain hal ini sungguh keterlaluan.

Semoga Bangsa ini masih bisa memilah mana hal penting dan tidak penting…

About omiyan

Cuman seorang newbie didunia maya, selalu merasa jika berbicara lewat tulisan itu lebih baik daripada kita berbicara tanpa ada jejak dalam sebuah tulisan.

Diskusi

27 thoughts on “Pengabdian Untuk Siapa ?

  1. Mengabdi….?definisi gimana yak mas….?sering kalo kita dengar seseorang menjadi anggota legislatif demi pengabdian…sebenarnya pengabdian atau mata pencaharian baru yak….

    Posted by esha di birulangit | 11 Juni 2009, 03:28
  2. Nulisnya buru2..hehehehe…maksudnya definisinya….ralat neh….

    Posted by esha di birulangit | 11 Juni 2009, 03:30
  3. kayaknya gak semua orang mengharap imbalan dalam setiap kerja ato pengabdiannya, Gw yakin pasti masih ada orang yg punya nurani baik utk menolong tanpa mengharap imbalan

    Posted by zefka | 11 Juni 2009, 05:11
  4. Ternyata masih ada yach orang yang mau mengabdi dengan ikhlas…..

    Posted by nengyuli | 11 Juni 2009, 05:27
  5. Pertolongan kita dengan ikhlas nanti akan kembali kepada kita juga kok mas kembalinya, BERKAH REJEKI, dsb.

    Posted by WANDI thok | 11 Juni 2009, 05:36
  6. bangsa yang salah kaprah…

    Posted by itempoeti | 11 Juni 2009, 05:43
  7. Berarti beliau orang jenius, karena mampu menjalani hidup ini dengan ikhlas. Jadi ingat matematika sedekah, 10 – 1 = 19, 10 – 2 = 28, …, 10 – 10 = 100.

    Mungkin yang perlu dibangun pada diri pak Suryo adalah impiannya. Karena berdasarkan pengamatan saya orang-orang seperti P Suryo ndak berani membangun mimpi. Sehingga hidupnya selalu di bawah standar padahal beliau sudah bekerja ikhlas.

    Posted by Puspita W | 11 Juni 2009, 06:01
  8. salam kenal, terima kasih sudah berkunjung keblog saya dan terima kasih juga utk commentnya, rasa ikhlas tanpa mengharapkan imbalan rasanya memang makin langka ya mas pd zaman sekarang,mungkin kita bisa mulai budayakan dari rumah dan orang2 tersayang disekitar kita, amin

    Posted by bundadontworry | 11 Juni 2009, 06:06
  9. Wah kritis tenan si Om ini…
    Nih posting nyindir anggota dewan to…?

    Posted by tuyi | 11 Juni 2009, 07:05
  10. Smoga masih banyak orang yang ikhlas mengabdi..

    Posted by masher | 11 Juni 2009, 07:09
  11. barusan dari blog tetangga, ada kutipan yang pas buat posingan ini: “jangan melihat apa pekerjaanya, tapi apa yang dia hasilkan”.
    contohnya pak suryo itu, meski pekerjaanya bukan apa-apa, tapi manfaatnya subhanallah, tapi coba liat yang banyak berdasi itu. Jabatan tinggi, manfaatnya buat masyarakat malah minus.

    Posted by phiy | 11 Juni 2009, 08:15
  12. ga bisa bayangin pas saya udah jadi pegawai Depjeu ntar….

    Posted by deady | 11 Juni 2009, 08:49
  13. kadangkala.. kebahagiaan datang dari hati yang ikhlas tanpa mengharap balasan apapun…

    Namun tak semua pengabdian itu dijalankan dengan keihlasan dengan tanpa ada imbalan..

    termasuk manakah para pengabdi bangsa kita sekarang ?

    Posted by kucrit | 11 Juni 2009, 09:49
  14. saya juga ingin mengabdi, bener-bener ingin percaya bahwa rejeki akan datang sendirinya jikalau kita ikhlas mengerjakannya…

    Posted by wijna | 11 Juni 2009, 10:16
  15. yang namanya pengabdian, tidak bisa diukur dengan materi.
    tetapi kadang kita selalu mengukur pengabdian seseorang dengan materi yang seharusnya didapatkannya.

    Posted by ~noe~ | 11 Juni 2009, 11:17
  16. sing penting ikhlas

    Posted by nur ichsan | 11 Juni 2009, 12:23
  17. skarang emang udah susah nyari yang begituan. skarang jaman nya timbal balik. sepertinya.

    Posted by dawiecool | 11 Juni 2009, 13:46
  18. Amin. Semoga hati bangsa ini tidak tertutup ya.

    Posted by dania | 11 Juni 2009, 15:22
  19. di dunia ini
    pengabdian hanya ada dua kang:

    1. pengabdian kpd Allah
    2. pengabdian kpd hawa nafsu,

    mudah2n kita termasuk yg pertama..

    Posted by insanmuhamadi | 11 Juni 2009, 17:12
  20. ketika pengabdian dikalahkan sistem, tidak sedikit orang yg “menarik” keikhlasannya.

    malem Om🙂

    Posted by namakuananda | 11 Juni 2009, 19:27
  21. jd teringat lagunya iwan fals jaman dulu. cuma lupa judulnya.

    eh sapa sih om yg ditulis diatas itu ?😀 bneran ngabdi gak dia ?

    Posted by mercuryfalling | 12 Juni 2009, 03:15
  22. wah.. kalo saya sih, mengabdi untuk kehidupan.. agar menjadi lebih baik.. minimal buat saya sendiri..😉

    Posted by Billy Koesoemadinata | 12 Juni 2009, 04:32
  23. lebih bagus kalo kita ngasih, trus ikhlas… eh, ada rejeki dateng. hahahaha

    *itu ngarepnya* hehe

    Posted by diazhandsome | 12 Juni 2009, 07:41
  24. pengabdian itu haruslah berdasar pada keinginan yang tulus, atas dasar cinta dan kesukaan. bukan karena menginginkan sesuatu dan lain hal!!!

    mari mengabdi terhadapa apa2 yang baik dan semestinya untuk kita abdikan

    Posted by zulhaq | 12 Juni 2009, 17:23
  25. belajar ikhlas itu sulit ju9a ya..?
    tapi perlahan namun pasti bisa…

    Posted by wi3nd | 13 Juni 2009, 01:49
  26. Ironis… warga negara kita yang katanya mempunayi adat “ketimuran” nyatanya?
    Pengabdian tidak bisa diukur dengan materi…
    Kalo mengharapkan materi pengabdian bukan ya? atau usaha? malah naya,I’m sorry boss🙂

    Posted by dedekusn | 13 Juni 2009, 09:09
  27. Renungan yang indah… Mas
    Thanks 🙂

    Posted by Yep | 15 Juni 2009, 03:00

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

twitter

  • 2,465,694 Sejak 17 Nov 2008

Kategori

Yang Lagi OL

Langganan via Email

Bergabunglah dengan 930 pengikut lainnya

smadav antivirus indonesia

%d blogger menyukai ini: