Sekedar Celoteh

Pagar Makan Jalanan


Hhhmmm pernah denger isitilah pagar makan jalanan, rasanya belum ya hehehe kalau pagar makan tanaman sudah dipastikan semuanya tahu akan arti dan maksudnya, tapi ini bukanlah sebuah istilah tapi dengan pengertian yang sebenarnya yang terjadi dilingkungan sekitar kita, mungkin buat sebagian teman yang pernah berkunjung di blog ini masih ingat dengan cerita mahalnya harga sebuah garasi mobil, nah tulisan ini secara tidak langsung masih terkait satu sama lain.

Mungkin tujaun saya menulis ini adalah sebagai bentuk keperdulian terhadap lingkungan kita yang ada disekitar kita, buat saya jika lingkungan kita sendiri tidak bisa ditata apalagi yang lainnya. Munkin sahabat bisa memperhatikan ilustrasi dibawah ini

jalan1Nah perhatikan gambar berwarna merah yang kita asumsikan sebuah bangunan dan warna merah tebal adalah bangunan berupa pagar, pasti semuanya sepakat bahwa pembangunan pagar ini adalah bisa dikatakan benar karena pembangunannya tidak mengambil tanah yang diperuntukkan untuk kepentingan umum (pendapat pribadi saya lho), dan selain itu kalaupun toh ada bangunan yang mengambil (sedikit) tanah umum adalah semisalkan hanya untuk jalan sebagai penghubung karena adanya selokan itupun menurut saya masih wajar, nah sekarang coba perhatikan yang satu ini….

jalan3Nah jika perhatikan gambar ini, apa yang anda rasakan pastinya kita semua tidak setuju jika ada pembangunan pagar yang jelas sekali mengambil tanah yang seharusnya buat kepentingan umum (jalan) ternyata secara tidak langsung itu diakui sebagai tanah pribadi (alasan utama biasanya untuk parkir mobil atau rumah terlalu kecil). Dan inilah yang terjadi dilingkungan saya, saya sendiri tidak bisa memprotes hal tersebut karena buat saya mendingan saya membuktikannya secara langsung.

Permasalahannya adalah jika hampir semuanya membangun pagar seperti  pada gambar ke dua bisa anda bayangkan ketika dua buah mobil berpapasan dijamin salah satu musti mengalah padahal jika pembangunannya seperti gambar pertama kedua-duanya bisa lewat.

Inilah yang selama ini luput dari para pengembang/Instansi pemerintah terkait yang seharusnya secara tegas menindak terjadinya salah kaprah dalam sebuah bangunan. Karena bila tidak segera ditindak mungkin jalan yang tadinya lebarnya 4-5 meter lama-lama tingga 3 meter soalnya tetangga yang berhadapan akan saling “Mengklaim” ini “Kavling” saya……

Saya sampai berujar ….Duh Ya Allah udah rumah sempit jalanpun makin sempit….

Satu lagi kejadian digambar nomor dua telah dicontohkan oleh salah seorang anggota dewan yang terhormat…demi sebuah mobil baru…..IRONISSS !!!!

About omiyan

Cuman seorang newbie didunia maya, selalu merasa jika berbicara lewat tulisan itu lebih baik daripada kita berbicara tanpa ada jejak dalam sebuah tulisan.

Diskusi

22 thoughts on “Pagar Makan Jalanan

  1. Emang ironis om, apalagi kalau yang dimakan tu bukan hanya jalan seperti trotoar, taman, dan saluran got.

    Tapi saya juga menemukan keanehan, ada orang yang punya mobil tapi rumahnya ndak punya garasi. Trus mobilnya diparkir di jalan. Nah, jadinya mobil juga makan jalan.

    Posted by mawi wijna | 22 Juni 2009, 05:32
  2. Bener tuh kata Wijna !
    Tapi soal pagar makan jalan ini, sebelum sampe ke pemerintah, jika saja pak RT nya berperan dan punya cukup wibawa semestinya yg kayak gini bisa dicegah.

    Posted by Eka Situmorang-Sir | 22 Juni 2009, 06:07
  3. di kampung jalan masih lebar, halaman rumah juga mau parkir mobil 3 masih cukup

    Posted by sunarnosahlan | 22 Juni 2009, 06:20
  4. Justru kita pernah ngingetin jsutru menjadi permusuhan yang bersifat pribadi….

    Posted by omiyan | 22 Juni 2009, 06:26
  5. trotoar atau bahu jalan emang lahan empuk, jadi rebutan..
    Lalu kemana para pejalan kaki harus melangkahkan kakinya?

    Posted by Gandi Wibowo | 22 Juni 2009, 07:40
  6. Kalu memang terbukti bener seperti itu mungkin pertama diperingatkan, terus tegur (bareng warga lain/rt), terus dimusuhin sekampung kalu perlu, terus dilaporin pihak berwenang…😀

    pola pikir masyarakat makin lama makin serakah, atau pingin jalan pintas, persaingan hidup makin berat…

    mental materialis makin melekat,
    cuma bisa berdoa, semoga yg idealis bisa bertahan…

    pisss deh…😀

    Posted by ZonS | 22 Juni 2009, 08:07
  7. waaah, bisa ribut tuch klo setiap orang memakan jalan milik bersama ^_^

    Posted by uni | 22 Juni 2009, 08:09
  8. benar juga omiyan.., harusnya dapat perhatian dari pemerintah niyh..!
    klo bangun rumah kan harus ada ijinnya, nah klo bikin pager apalagi di kota kayanya musti pake pengawasan juga..

    Posted by nakjaDimande | 22 Juni 2009, 08:24
  9. kasus ini mirip tetanggaku om, gara2 bikin garasi atapnya menjorok ke jalan hampir satu meteran, klo ada mobil simpangan (satunya truck) ujung atap itu pasti mengganggu

    Posted by sekartaji | 22 Juni 2009, 09:19
  10. Kalo begitu dewan nya yag gk tahu diri. Dia yg buat aturan dia yg melanggar🙂

    Posted by Mutiara | 22 Juni 2009, 09:45
  11. hehehe.. biasa entu maaaaah.. semakin berkuasa semakin soknya minta ampun.. seenaknya dewek..
    Salam Sayang

    Posted by KangBoed | 22 Juni 2009, 12:23
  12. untung rumah saya ga gitu
    hehehehe

    Posted by deady | 22 Juni 2009, 13:58
  13. biasanya jalan diperlebar makan pagar…ini malah pagar nyelonong ke jalan wahwahwah…

    Posted by geRrilyawan | 22 Juni 2009, 14:01
  14. yang jelas sangat memprihatinkan Om wong jalanan udah sempit masih dimakan pagar juga

    -salam- ^_^

    Posted by Hariez | 22 Juni 2009, 17:21
  15. Nitip Obrolan eNggeh…
    “hari mereka yang sempit, dan kebetulan mereka sengaja disempitkan, mungkin karena kerakusannya atau karena sifatnya yang telah bukan seperti manusia yang sesungguhnya, bahkan harus saling terkam dan memakan untuk sebuah kepuasan.
    “matursuwon, monggo…

    Posted by rouf tracal | 22 Juni 2009, 19:48
  16. kirain pagar makan tanaman apa pagar makan kambing kekekekekekkk

    Posted by zulhaq | 22 Juni 2009, 23:30
  17. Sebelum membangun rumah sebetulnya sudah ada IMB, dan bangunan rumah minimal harus 4 meter dari jalan….namun kenyataan banyak pelanggaran yang tak ditindak

    Posted by edratna | 23 Juni 2009, 00:26
  18. kalo udah masalah property gini, wuah bikin puyeng, gak di desa gak di kota sama aja…

    Posted by suryaden | 23 Juni 2009, 03:21
  19. mereka ga tahu dosa apa ya?
    siapa sih om, anggota dewan itu?
    aku jadi penasaran nih.

    Posted by samsul arifin | 23 Juni 2009, 05:01
  20. Sepertinya waktu beli rumah untuk membangun mungkin tanahnya kurang jadi diluar perhitungan pagar.😆
    Nanti itu Rumah + Jalanannya diwariskan keanaknya lau kata ortunya kalau masih kurang depan rumah tetangga tuh tidak kepakai pakai aja sekalian.👿

    Posted by Kinanta | 23 Juni 2009, 05:20
  21. kalo pagar makan jalanan, biasanya sih bakal kena sanksi dari pengembang kalo di perumahan.. kalo di kota/desa, bakal kena sanksi dari pemerintah daerah..

    nah, kalo anggota dewan, yang ngasih sanksi sapa ya?

    Posted by Billy Koesoemadinata | 23 Juni 2009, 08:37
  22. dijakarta khususnya *pulau jawa umumnya* mungkin karena tanahnya sudah sedikit ya…
    sudah sangat jarang rumah dengan halaman luas

    Posted by Ria | 23 Juni 2009, 15:28

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

twitter

  • 2,464,039 Sejak 17 Nov 2008

Kategori

Yang Lagi OL

Langganan via Email

Bergabunglah dengan 930 pengikut lainnya

smadav antivirus indonesia

%d blogger menyukai ini: