Sekedar Celoteh

Indonesia Tersenyum : Puisi Negeri Yang Terkoyak


Kemilau Jamrud khatulistiwa kini meredup
Ketika sebagian durjana bangsa berubah wujud
Aku lihat kebanggaan akan bangsa ini meredup
Seiring dengan hadirnya generasi liberalis
Kini aku dan mereka tumbuh ditengah kebebasan
Yang terkadang harus berbenturan dengan hak mereka

Derajat bangsa ini terkoyak oleh penghuninya sendiri
Walau aku tahu masih ada sebagian dari mereka
Bangga dengan ke Bhinekaan yang ada

Sejenak aku melihat sebuah jubah terlihat berwarna putih
Melayang ditengah tiupan angin
Sejenak kami terlena oleh rasa teduh dibawahnya
Tapi kami merasakan terik yang amat sangat
Entah kenapa kami ragu
Dimana sebenarnya kata kejujuran dalam hati
Jika benar mereka jujur dalam membangun bangsa ini
Kenapa harus ada malapetaka, bencana
Atau kemiskinan terjadi dimana mana

Ataukah ini murka Tuhan
Karena sombongnya penghuni negara ini
Yang tidak tahu berterima kasih
Atas Kenikmatan Dunia selama ini
Atau Tuhan ingin menunjukkan sesuatu
Bahwa ada yang salah dengan bangsa ini
Tapi sayang kita selalu butuh waktu
Untuk mengetahuinya

About omiyan

Cuman seorang newbie didunia maya, selalu merasa jika berbicara lewat tulisan itu lebih baik daripada kita berbicara tanpa ada jejak dalam sebuah tulisan.

Diskusi

16 thoughts on “Indonesia Tersenyum : Puisi Negeri Yang Terkoyak

  1. waduh untaian kata-kata yang sangat indah dengan makna yang sangat dalam kang……semoga ke depan indonesia semakin aman, damai dan tentram ya kang

    Posted by nyegik | 21 Juli 2009, 08:46
  2. Hmm.. Kyaknya senyuman kecut ya mas..?

    Posted by Catatan Rudy | 21 Juli 2009, 09:07
  3. Eh, kok manggilnya mas.. Mbak dong… Bener gag sih?

    Posted by Catatan Rudy | 21 Juli 2009, 09:08
  4. untuk berterima kasih itu sangat sangat susah

    Posted by sunarnosahlan | 21 Juli 2009, 10:06
  5. duh mas kalo tuhan murka nggak pake bom dong😀

    Posted by suryaden | 21 Juli 2009, 10:37
  6. halo om, pa kabar?

    Posted by kangmase | 21 Juli 2009, 11:03
  7. halo om, pa kabar? hhmmmmmmmmmm

    Posted by kangmase | 21 Juli 2009, 11:04
  8. puisi yang penuh geliat tanya, marah dan gemes ya om..

    bahkan bencana ini pun adalah rahmat.. bila kita mau belajar..

    Posted by nakjaDimande | 21 Juli 2009, 12:18
  9. coba didendangkan bang!
    makin mantablah itu

    Posted by deady | 21 Juli 2009, 13:22
  10. manusia itu terkekang waktu, mereka butuh salah untuk belajar, dan itu butuh waktu.

    Posted by mawi wijna | 21 Juli 2009, 14:56
  11. manusia terlalu sombong dengan kebenarannya sendiri, dan sering lupa kalau orang lain juga punya kebenarannya…

    puisinya bagus banget omiyan, I like it!

    Posted by vizon | 22 Juli 2009, 02:10
  12. yang jelas setiap individu perlu refleksi pembenahan
    😀

    Posted by nurrahman18 | 22 Juli 2009, 03:36
  13. manusia meman9 mahkluk yan9 palin9 sombon9
    terlalu sibuk den9an dunianya sendiri..

    nice poem🙂

    Posted by wi3nd | 22 Juli 2009, 06:37
  14. puisi yang sangat bagus…i like it

    Posted by Iqbal Anas | 25 Juli 2009, 13:28
  15. Ataukah ini murka Tuhan
    Karena sombongnya penghuni negara ini
    Yang tidak tahu berterima kasih
    Atas Kenikmatan Dunia selama ini..

    -ah, Tuhan tidak perlu terima kasih kita. lagi pula Ia berbeda dengan mahlukNya, tentu berbeda murkaNya

    Posted by fadillahcinta | 31 Juli 2009, 04:10
  16. Bgus bgt lah . T.O.P🙂

    Posted by Dni | 10 November 2009, 15:13

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

twitter

  • 2,461,056 Sejak 17 Nov 2008

Kategori

Yang Lagi OL

Langganan via Email

Bergabunglah dengan 929 pengikut lainnya

smadav antivirus indonesia

%d blogger menyukai ini: