Sekedar Celoteh

Hot News : Pengakuan Mahasiswi Simpanan “Aku Ingin Hidup Enak”


Illustrasi
Illustrasi

Melanjutkan kisah yang kemaren yang berjudul Ini Lho cara “Hemat” Biaya Kuliah, ternyata intid ari semua itu adalah gaya hidup yang mewah apalagi jaman sekarang kita dimanja dengan gadget-gadget yang bisa menunjukkan status kita atau dengan kata lain dengan turun dari mobil mewah sembari memagang hp keluaran terbaru sudah bisa menunjukkan derajat kita berada diatas lainnya dengan mengindahkan darimana asal harta tersebut.

Mengutip berita di Harian Kompas.com, lanjutan beritanya seperti ini :

Salah satunya dialami Diona (bukan nama sebenarnya), mahasiswi cantik berusia 22 tahun, yang saat ini kuliah di salah satu perguruan tinggi di Tuban.

Wanita berkulit bersih dengan postur tinggi langsing itu mengaku sudah tujuh bulan menjalin hubungan dengan pengusaha di sana. Saat bertemu dengan pria idaman pun, ia tahu persis, sang pria sudah memiliki anak dan istri.

Saat awal masuk kuliah, wanita berambut lurus ini masih mengenakan pakaian serba tertutup. Maklum, sejak kecil pendidikan agama diterapkan secara ketat di keluarganya.

Namun, sejak bergaul dengan sejumlah temannya yang kerap berpenampilan seksi, gadis desa ini jadi ikutan mengubah penampilan dan gaya hidupnya.

Ia ikut berpakaian seksi dan bergaul dengan wanita-wanita yang kerap kelayapan saat malam hari. “Berawal dari situ, saya berkenalan dengan salah satu lelaki yang usianya jauh di atas saya,” aku Diona.

Hubungan mereka pun semakin dekat. Sering jalan berdua, makan, dan berbelanja. Bahkan, sejak dekat dengan pengusaha ini, Diona dibelikan ponsel baru, baju-baju model terbaru, dan tempat kosnya pindah ke tempat yang lebih mewah. “Sampai hubungan kami lebih dari sekadar berteman,” tuturnya.

Selama menjadi simpanan, gaya hidup Diona berubah total, semakin gaul dan wah. Termasuk untuk biaya hidup dan kuliah, sama sekali sudah tidak pernah menjadi beban dalam kesehariannya.

“Awalnya aku memang pengin seperti teman-teman, hidup enak dan tidak susah. Setelah berhubungan dengan lelaki ini, semua keinginanku bisa terwujud,” katanya terus terang.

Belakangan, Diona kadang merasakan sesuatu yang lain. Ia mengaku pernah menyesali apa yang telah dilakukanya selama ini. “Saya semakin sadar, ternyata kebahagiaan tidak sepenuhnya atas uang dan kemewahan yang ada. Jujur, saya ingin menyudahi semua ini,” katanya.

Namun, ia juga mengaku bingung menentukan bagaimana cara untuk mengakhiri semuanya dalam kondisinya yang juga masih butuh biaya besar untuk hidup sehari-hari dan membiayai kuliah.

Dan mungkin kita akan semakin miris dengan pengakuan dari pelaku lainnya..

Hal senada juga diungkapkan Yusi (nama samaran), salah satu mahasiswi di sebuah kampus di Tuban. Wanita cantik asal Jawa Tengah itu mengaku sudah menikah dengan pemuda yang rela bertanggung jawab atas kehamilannya.

Yusi saat kuliah juga berteman dengan beberapa wanita muda yang gaya hidupnya seperti layaknya para mahasiswi di kota besar sehingga ikut terjerumus dengan pola hidup seperti itu.

Berawal dari pertemanan, dia dikenalkan dengan seorang pengusaha yang akhirnya menjalin hubungan serius. “Namun, di luar, saya juga punya cowok. Bahkan, sempat berganti-ganti pacar,” ujarnya.

Dari hubungan yang terjalin dengan pengusaha tadi, Yusi sempat hamil. Saat itu, sang lelaki bersedia bertanggung jawab untuk menikahinya. “Dia sih mau bertanggung jawab, tapi saya yang pikir-pikir. Soalnya, usianya sudah tua. Dia juga sudah punya istri dan dua anak,” katanya.

Untungnya, ada satu pacarnya yang sama-sama masih muda bersedia menikahinya secara sah dan bertanggung jawab atas anak yang sedang dikandungnya.

“Terus terang saja, lingkungan keluarga saya taat beragama. Saya sendiri dulu pakai jilbab. Kalau sekarang berubah total, inilah kenyataan yang saya jalani,” tuturnya.

Artikel ini saya kutip karena prilaku yang berubah dan yang terjadi dimasyarakat kita adalah sebuah pergeseran dari efek perkembangan industrialisasi, kontrol dari orangtua juga cenderung longgar serta sikap cuek (individualis) kita terhadap lingkungan sekitar. Prilaku Individualis penyebab ternjadinya prilaku yang cenderung nyeleneh dan bebas.

Kita tidak tahu sampai kapan prilaku ini akan terus berlangsung tapi jika kita perduli dengan lingkungan sekitar karena LINGKUNGAN SEKITAR BUKANLAH MILIK AKU DAN KAU TAPI MILIK KITA SEMUA dipastikan kehidupan anak anak kita akan semakin baik karena satu sama lain akan bisa saling mengingatkan, selain itu kita bersama-sama menghimbau kepada Pemerintah agar semakin membatasi tayangan-tayangan yang “Menjual Mimpi” kepada kaum muda, jangan jadikan kaum muda kita berkhayal menjadi seorang yang sukses tapi dengan jalan pintas.

Mungkin yang terjadi sekarang tidak terjadi dengan anak/saudara kita tapi siapa tahu dimasa mendatang….kemungkinan itu terjadi sangat besar…..

Inspirasi Postingan : Kompas.com

About omiyan

Cuman seorang newbie didunia maya, selalu merasa jika berbicara lewat tulisan itu lebih baik daripada kita berbicara tanpa ada jejak dalam sebuah tulisan.

Diskusi

34 thoughts on “Hot News : Pengakuan Mahasiswi Simpanan “Aku Ingin Hidup Enak”

  1. ironis banget ya om, walau mau berdalih apapun kelakuan seperti itu tetap bermuara pada gaya hidup bebas dan bermwah mewahan

    kok sekarang jarang mampir nih

    giaman khabar dede babynya, sehat sehat aja om?

    Posted by kabariberita | 29 Juli 2009, 05:01
  2. dunia yang semakin kompleks, semakin tak kumengerti

    Posted by sunarnosahlan | 29 Juli 2009, 05:07
  3. Semoga kedepannya semua menjadi lebih baik ya mas..Amin

    Posted by Oca | 29 Juli 2009, 05:23
  4. ironis meman9..
    ekonomi dijadikan alasan utama

    moraL yan9 harusnya dibenahi,ini 9aya hidup sebuah trend setter yan9 sedan9 terjadi..
    jika iman kuat dan prisip te9uh INSYA ALLAH akan terhindarkan..
    sekali la9i MORAL yan9 dibenahi….

    Posted by wi3nd | 29 Juli 2009, 06:05
  5. Fenomena Akhir Zaman…

    Posted by indra1082 | 29 Juli 2009, 06:26
  6. Kalo dia ga nyaman dengan apa yg dia lakukan, emang tetep bisa ngerasain enaknya ya?
    Menyedihkan sekali orang2 seperti itu..

    Posted by siwi | 29 Juli 2009, 06:48
  7. duh, om..

    jagain dua gadis cantiknya omiyan lekat-lekat..
    dijaga dengan iman, InsyaAllah..

    Posted by nakjaDimande | 29 Juli 2009, 06:52
  8. Lagi-lagi faktor ekonomi yang menyebabkan semua ini terjadi. Seandainya wanita-wanita yang berekonomi lemah itu tidak “dibantu” seperti itu, apakah ada cara lain agar mereka dapat tetap berkuliah dan menopang hidup? Apa itu karena mereka tidak mau berusaha lebih keras?

    Posted by mawi wijna | 29 Juli 2009, 07:08
  9. lingkungan memang sangat berpengaruh terhadap pola pikir dan pilihan hidup tapi sebgai orang yang punya free will harusnya bisa menempatkan yang terbaik untuk hidupnya.
    Hari, esok dan selanjutnya… Nanti bahgaimana?

    Posted by tukangobatbersahaja | 29 Juli 2009, 08:07
  10. kita tidak bisa menyalahkan mereka2 ini, karena bisa saja jika kondisi kita seperti yang mereka alami akan berbuat sama dengan mereka.. bersyukurlah kita yang masih diberi jalan yang lebih baik daripada mereka. Dan acungi jempol bagi mereka2 yang telah kembali ke jalan yang menurut sebagian orang benar..

    Posted by kucrit | 29 Juli 2009, 08:09
  11. Pendidikan/penerapan agama di masyarakat kebanyaken masih sekedar KULIT DOANG mas, tidak nyampai hati, jadi mestinya nyang baik iaitu : ilmu agamanya bagus, dibarengi AKHLAQ sekali lagi AKHLAQ. Nyang mereka kaji hariannya paling alif bak tak, abis itu nongkrong ke mall n mejeng2, jadi mereka nggak ngaji agama kecuali sekedar kulit, bukan isinya. Alhamdulillah anyakku udah kubiasaken dari sejak dan hal nyang kecil, terutama akhlaq. Insya alloh akan berbeda hasilnya mas.

    Posted by WANDI thok | 29 Juli 2009, 09:13
  12. fenomena!!!
    visit my blog ya..
    moga bermanfaat..
    http://loesz.worpdress.com
    thx ^^

    Posted by loesz | 29 Juli 2009, 09:18
  13. Nggak bisa komeng apa2..Semoga kita ndak terjebak dalam kesalahan yang seperti ini.

    Posted by sakurata | 29 Juli 2009, 12:35
  14. Terkadang Kalau sudah berhadapan dngan duit, manusia bisa berubah 180 derajat..

    Posted by Odol Gigi | 29 Juli 2009, 12:54
  15. berarti kalo mau ‘aman’ sih kuatkan iman aja ya? hehehe…

    Posted by diazhandsome | 29 Juli 2009, 14:20
  16. wece-wece cantik memang selalu menggoda…

    Posted by BrenciA_KerenS | 29 Juli 2009, 14:42
  17. ngak bisa bilang apa apa.. cuman satu kata ‘inspiratif’

    Posted by arham blogpreneur | 29 Juli 2009, 16:42
  18. emang ironis ya..
    demi uang jadi rela mengorbankan segalanya termasuk harga diri… so sad…

    Posted by arman | 29 Juli 2009, 16:57
  19. mereka memilih warna kehidupannya sendiri…jangan diusilin ya….
    http://sudutp4nd4ng.wordpress.com

    Posted by 4sudut | 29 Juli 2009, 17:00
  20. Wah,,…
    TUban…KOta Kabpaten tempat saya lahir tuwh Mas…(Tapi TUban Bali atau Tuban Jawa Timur yawh)

    HHmm…memang sich, kasian juga dengan cewe2 ini, maunya hidup enak, tapi jalannya pintas, disamping lingkungan, mental juga berperan besar Mas…

    Salam semangat Bocahbancar
    (Semoga calon isteri saya kelak tidak demikian yawh ahe he he)

    Posted by bocahbancar | 29 Juli 2009, 17:09
  21. sedih buanget bacanya……itu gadis siapa yah

    Posted by nyegik | 29 Juli 2009, 20:39
  22. akar masalahnya adalah kemiskinan.

    Posted by YANKY DK | 30 Juli 2009, 00:08
  23. “Aku ingin hidup enak”, betulkah hanya itu ?.
    Pasti ada yang lain …., mereka itu tidak beriman.
    Naudzu billah.

    Posted by abifasya | 30 Juli 2009, 01:00
  24. Dunia semakin KEJAM …🙂

    Posted by Rindu | 30 Juli 2009, 03:36
  25. hidup enak mengorban kan harga diri. Gaji naik derajat turun kata salah seorang teman.

    Posted by Iqbal Anas | 30 Juli 2009, 04:52
  26. pergaulan owh..owh..pergaulan…

    Moga para pemuda-pemudi Indonesia tidak salah bergaul sampe nyasar trus nyemplung jurang…

    Posted by Ayam Cinta | 30 Juli 2009, 05:58
  27. ironis emang..mereka² yg tak tau apa² jdi korban..hanya karna ngikutin trend skrg..pergaulan jaman sekarang.😦

    Posted by tie2n | 30 Juli 2009, 06:29
  28. kayaknya ga akan ada pembeli deh kalau ga ada yang menjual deh, om. laki2 hidung belang itu juga harus disalahkan dalam hal ini.

    Posted by samsul arifin | 30 Juli 2009, 06:38
  29. hanya untuk uang dan materi???
    kasian banget mereka ya udah gak bahagia di dunia pastinya di akhirat juga dapat ganjaran yang gak sedikit…
    😦 wanita jaman sekarang

    Posted by Ria | 31 Juli 2009, 04:55
  30. ck…ck…
    dunia yg semakin konsumtif jadi byk yg tergoda ambil jalan pintas…

    miris.com

    Posted by Eka Situmorang-Sir | 31 Juli 2009, 19:25
  31. mewwww….segitunya ya? hiks…perempuan..oh perempuan…

    Posted by Yessi | 4 Agustus 2009, 05:53
  32. Selamat pagi (03:10am)
    Sy ikut membaca dan menghela nafaz.
    Materi … alangkah banyak yg diperbudak materi.
    mengagungkannya dan melupakan banyak hal nurani. Salam.

    Posted by dinda27 | 4 Agustus 2009, 20:12
  33. Pagi Om…seiring perkembangan zaman yang kian maju setiap seper sekian detik, dan hal itu pula yang memicu keinginan seseorang untuk maju dalam hal ini menjadi seorang yang serba memiliki teknologi yang belum tentu berguna untuk dirinya sehingga pada akhirnya menimbulkan sebuah prasangka yang menjadikannya berjalan di tempat yang salah…nice post Om..😀

    -salam- ^_^

    Posted by Hariez | 16 Agustus 2009, 02:27

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

twitter

  • 2,461,056 Sejak 17 Nov 2008

Kategori

Yang Lagi OL

Langganan via Email

Bergabunglah dengan 929 pengikut lainnya

smadav antivirus indonesia

%d blogger menyukai ini: