Sekedar Celoteh

Perempuan Dan Sebuah Kehormatan


Ketika kita bicara masalah kehormatan terutama untuk para perempuan sudah dipastikan konotasi kita adalah mereka yang bisa menjaga pandangan dari pandangan luar yang berkesan negatif dan selain itu cara berbicara, prilaku dan berpakaian sangat penting karena kepribadian bisa dinilai dari 3 hal tadi selain itu kita bisa menyimpulkan seperti apa perempuan tersebut.

Jika kemaren kita berbicara tentang lelaki dan Kehidupannya, maka cerita kali ini kita bicara tentang sosok perempuan yang bisa menjaga kehormatannya.

Selama ini (menurut pendapat saya) kata dari “kehormatan” lebih kepada cara bergaul dan Virginitas tapi “sedikit” mengabaikan dalam hal berprilaku terutama cara berpakain dan posisi atau status perempuan tersebut.

Ada sebuah pertanyaan besar yang sempet saya hinggap …Bisakah Tuhan Luput Dalam Menilai Kelakuan Manusia Walau Hanya Satu Perbuatan… Mungkin bisa kita terawang tentang kasus yang belum lama ini heboh bahkan sangat hangat yaitu dimana seorang Dewi Persik berani beradegan bukan-bukaan bahkan terkesan mendekati Film Biru (semi), nah yang sedikit menohok apakah tidak ada perasaan risih bagi setiap perempuan yang melakoni atau bergelut dengan dunia keartisan terutama ketika harus beradegan yang sedikit “panas” padahal disatu sisi dia itu telah berstatus sebagai istri orang, tapi dengan “tanpa kesan” berdosa mau melakukan tersebut, mungkin karena alasan Profesionalisme pekerjaan dan tuntutan skenario.

Rasanya jika semua perempuan Indonesia beranggapan bahwa dalam adegan sebuah film yang berbau ‘panas” alias “porno” adalah benar karena alasan tuntutan skenario rasanya mereka mengabaikan akan kehadiran Tuhan dan kesan yang ada adalah bahwa Tuhan bisa diakali selain itu satu-satunya perbuatan yang tidak dalam masuk hitungan Azab diakhirat adalah Perbuatan Mesum di Film karena “mungkin” malaikat kelak akan masih bisa “dinego” dengan kata-kata “Tuntutan Skenario”.

Namun buat seorang suami apa jadinya ketika menyaksikan istrinya “digumuli” lelaki lain, jika perasaan itu biasa-biasa saja , saran saya sebaiknya kejiwaannya diperiksakan kepada psikiater… seorang suami bagaimanapun berkewajiban menjaga keutuhan dan kehormatan keluarga didalamnya dan begitupun seorang istri seharusnya bisa menjaga nama kehormatan dirinya karena bagaimanapun seorang perempuan akan selalu berada diposisi yang rugi dan dirugikan.

Ya mungkin kita terlalu bermimpi bahwa Tuhan pasti akan ada lupanya terhadap perbuatan kita, karena realita sekarang Kitab yang menjadi Pegangan Hidup bukan lagi Kitab Suci yang dibawa oleh masing-masing Nabi pembawa Ajaran Tuhan tapi Kita Itu Sekarang bernama Kitab Materi, karena dengan Kitab Materi apapun bisa kita dapatkan dan caranya terserah menurut kita yang dirasa benar.

About omiyan

Cuman seorang newbie didunia maya, selalu merasa jika berbicara lewat tulisan itu lebih baik daripada kita berbicara tanpa ada jejak dalam sebuah tulisan.

Diskusi

55 thoughts on “Perempuan Dan Sebuah Kehormatan

  1. kasihan para manusia yang waras deh …

    Posted by suryaden | 10 Agustus 2009, 06:52
  2. Bahkan seorang mas Iyan yg notabene laki2 pun merasa jengah. Saya yg perempuan ini aja sampe bingung kok bisa2 para cewe yg seperti di atas *siapapun dia* malah merasa bangga. Ada apa dengan mereka?*bingung*

    Posted by Oca | 10 Agustus 2009, 06:56
  3. Masihkah wanita seperti itu memiliki Kehormatan ?
    Yah…tergantung yang menilai tentunya ya ? 🙂

    Posted by Yep | 10 Agustus 2009, 07:06
  4. #Suryaden: Resiko walau terkadang sebagian megnatakan salah siapa

    #Oca : Semoga masih banyak wanita dan perempuan yang berpikiran kuno yang justru adalah benar dalam menjaga kehormatan sebagais eorang perempuan

    #Yep : sebgaian megnatakan tergantung dari sisi mana kita menilai

    Posted by omiyan | 10 Agustus 2009, 07:11
  5. Tuhan sudah tentu susah untuk diakali dong. Yang diakali itu ya para perempuannya oleh sang produser dan sutradara untuk mau berporno2 ria…..

    Posted by Yari NK | 10 Agustus 2009, 08:53
  6. #Yari NK: Akur banget mas…

    Posted by omiyan | 10 Agustus 2009, 09:01
  7. Assalamu’alaikum,
    Memang sangat memprihatinkan, karena masih ada artis yang rela melakukan adegan yg “kurang baik” dengan alasan karena tuntutan skenario, pada umumnya mereka lebih mengejar ketenaran dan materi. Mereka lupa bahwa mereka hidup didunia ini hanya sementara, kelak semua itu akan mereka tinggalkan bila kematian mendatangi mereka. Tulisan yg bagus. Terima kasih atas dukungannya ya..
    (Dewi Yana)

    Posted by Dewi Yana | 10 Agustus 2009, 09:01
  8. #Dewi Yana: Semoga-semoga Perempuan Indonesia kedepannya lebih bangga dengan ciri bangsa ini

    Posted by omiyan | 10 Agustus 2009, 09:11
  9. blogwalking, salam kenal (_ _)

    Posted by didta | 10 Agustus 2009, 09:24
  10. didta : Sama-sama mba

    Posted by omiyan | 10 Agustus 2009, 09:32
  11. maka
    wanita harus kita jaga baik”
    bukan begitu bang?

    Posted by deady | 10 Agustus 2009, 09:34
  12. Tulisan ini cukup Tajam Om …
    Saya hanya bisa berharap … untuk diri saya sendiri …

    Semoga saya bisa menjaga kehormatan saya, istri saya dan keluarga …

    Mari kita saling mendoakan Om …

    Salam saya

    Posted by nh18 | 10 Agustus 2009, 09:43
  13. deady : setujuuuuuu

    Posted by omiyan | 10 Agustus 2009, 09:46
  14. #nh18 : ya jika bukan kita siapa lagi..sekali lagi semoga ini tidak terjadi dengan anak dan saudara kita…

    Posted by omiyan | 10 Agustus 2009, 09:49
  15. Itulah dunia om makasyah sudah mampir di blog juniormu ini

    Posted by Mr.o2n | 10 Agustus 2009, 10:00
  16. say no to dewi persik…..
    huh…..
    parah memang…. uda putus urat malunya tw mas….
    idiihhh… nauzubillah.. jauh jauh deh….

    semoga Allah membuka pintu hatinya dan menyadari akan kesalahannya, agar segera bertaubat, AMIN.

    Posted by mahardhika | 10 Agustus 2009, 10:12
  17. Dalam hal ini saya hanya berkata. . .
    “semoga Tuhan membuka hati mereka agar mereka sadar”

    entah apa yang ada d benak para pelaku/pemeran adegan2 tersebut.
    Dan lagi, mereka seringkali mengatakan bahwa itu adalah “Seni”
    entah seni macam apa yang mereka maksud. Seni yang tanpa estetika dan jauh dari norma agama.

    Artikel bagus🙂
    salam kenal ya. . .

    Posted by Anla | 10 Agustus 2009, 10:20
  18. berkunjung…..
    @mahardika, setuju

    Posted by javanese | 10 Agustus 2009, 10:33
  19. ah, aku juga bingung sama pola pikir “tuntutan skenario” atawa “tuntutan profesi” atawa “atas nama profesional” buat adegan cabul.

    cih, profesional means dibayar.
    jadi kalo cabul terus dibayar, apa bedanya perempuan “profesional” itu sama wanita jalang?

    *binun*

    Posted by phiy | 10 Agustus 2009, 11:52
  20. Dewi2…, ck..ck…ck…

    Posted by kupatahu28 | 10 Agustus 2009, 11:53
  21. seperti yang Kartini katakan… iya gak?

    Posted by diazhandsome | 10 Agustus 2009, 15:11
  22. Kalo wanitanya baik, maka baik pula suatu bangsa, kalo akhlak wanitanya buruk maka buruk juga keadaan satu bangsa tersebut.. kayaknya ada ya kata2 gitu. bener ga ya??

    Posted by Daiichi | 10 Agustus 2009, 15:13
  23. Alasan klasik adalah tuntutan skenario..padahal skenario dibuat sedemikian rupa agar mengarah ke sana….beberapa diantaranya bahkan tak berpengaruh terhadap esensi cerita…memang menjadi kreatif tak gampang…cara yang paling gampang adalah menjual ketelanjangan tubuh….ilmu klasik yang sebenarnya telah lama dikuasai kaum penjaja kehormatan…

    Posted by esha di birulangit | 10 Agustus 2009, 15:18
  24. memang manusia tidak ada yang sempurna.tetapi tergantung kepada dia menjaga kehormatanya.

    Posted by catur | 10 Agustus 2009, 16:20
  25. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku tersayang

    I Love U fuuuuuuuullllllllllllllllllllll

    Posted by KangBoed | 10 Agustus 2009, 18:19
  26. CINTA.. YAYAYA.. HANYA DALAM CINTA ADA KETULUSAN DAN MEMAAFKAN.. MARI MELANGKAH MENEMUKAN CINTA SEJATI

    SALAM SAYANG

    Posted by KangBoed | 10 Agustus 2009, 18:22
  27. semoga hatimya dibukakan oleh Allah…

    Posted by alamendah | 10 Agustus 2009, 19:03
  28. om, aku ga yakin orang njenengan ceritakan di atas tahu agama. kalau dia beragama Islam, aku juga ga yakin kalau dia bisa baca AlQuran.
    Intinya, aku ga yakin kalau dia paham akan keberadaan Tuhan.

    Posted by samsul arifin | 10 Agustus 2009, 20:27
  29. belom nonton film paku kuntilanak gan

    jadi blm bisa menilaiiii

    hehehe

    Posted by wahyu am | 10 Agustus 2009, 23:14
  30. Beritanya di paku kuntilanak ada yang panas tetapi lolos, semoga kedepan lebih baik.

    Posted by gmasgats | 10 Agustus 2009, 23:35
  31. Namun buat seorang suami apa jadinya ketika menyaksikan istrinya “digumuli” lelaki lain, jika perasaan itu biasa-biasa saja , saran saya sebaiknya kejiwaannya diperiksakan kepada psikiater.

    Asal jangan sampai emosi serta nafsu meledak serta berakibat perilaku tidak berbeda dengan binatang saja om :p

    Posted by mawi wijna | 11 Agustus 2009, 00:55
  32. hmm…………………artikelnya bikin gimana gityu hehehe……..lebay ya si blue !
    dewi persik yah…hmm senyum senyum saja dech
    but satu pilihan pasti sudah di perhitungkan oleh semua (baik lelaki or perempuan) dalam menampilkan sosok dirinya sendiri dalam melakukan apapaun
    salam hnagat selalu

    but blue malah nonton 3 kali filmnya dewi untuk meyakinkan kalau…………………..hmm senyum saja dech kagak usah di teruskan heehhehe
    salam hangat selalu

    Posted by bluethunderheart | 11 Agustus 2009, 01:48
  33. kayaknya system Tuhan itu udah automatic..jadi gak ada yang kelewat.

    Posted by boyin | 11 Agustus 2009, 02:00
  34. kalo buat saya, perempuan yang terhormat adalah perempuan yang bisa menjaga dirinya, dan juga menuruti lelaki yang jadi penanggung jawabnya

    Posted by Billy Koesoemadinata | 11 Agustus 2009, 02:14
  35. Aku prihatin dengan perempuan sekarang yang banyak di eksploitasi dalam dunia entertainment dengan busana yang memamerkan dada dan paha, duhhhh kasihan

    Posted by anny | 11 Agustus 2009, 02:43
  36. Subhanallah… renungan yang apik…. ^^

    Posted by Nisa | 11 Agustus 2009, 02:59
  37. itulah kesalahan kolektif. Yang buat melakukan adegan katanya tuntutan skenario, penulis skenario katanya tuntutan pasar. nah disini saya yang bingung, tuntutan pasar yang mana yang dimaksudkan? Dugaan saya tuntutan produser dan penulis skenario dan lagi-lagi diamini para pemegang peran. akhirnya demi uang

    Posted by sunarnosahlan | 11 Agustus 2009, 03:38
  38. mereka yg bilang tuntutan skenario
    sepertinya hanya ingin mencari kambing hitam atas pilihan yg jelas dia yg pilih..

    risih bgt liat DP yg slalu menjadikan dirinya seakan jadi korban..

    yg ada cuman bisa mendo’akan.. dan pastinya TIDAK AKAN MENIRU..

    Posted by inge | 11 Agustus 2009, 04:01
  39. Saya pernah bercita cita “kampanye untuk mengembalikan semua perempuan kerumah, mengurus suami dan anak anak saja” agar kemaksiatan tak meraja lela dan perempuan tidak menjadi tangan setan untuk menggoda. amin ya ALLAH.

    *mimpi mode ON*

    Posted by Rindu | 11 Agustus 2009, 04:56
  40. Wah mbak Rindu cita-citanya mulia sekali tapi sayang sangat susah mewujudkannya

    Posted by Kuliah Gratis | 11 Agustus 2009, 05:01
  41. tidak semua wanita seperti dewi persik om, dan dewi persik tidak seperti wanita kayaknya om… hehe

    Posted by masicang | 11 Agustus 2009, 05:28
  42. yang dipertuhan si dewi pasir itu UANG mas…apapun akan dilakukan dia demi uang. astagfirullah…

    Posted by Jupri | 11 Agustus 2009, 05:50
  43. sampai2 di Indonesia, saya disuguhi berita dewi persik dan adegan filmnya…..waduh bagaimana ini film Indonesia dan perempuan Indonesia,,,,

    Posted by 1nd1r4 | 11 Agustus 2009, 06:13
  44. Mungkin berawal dari didikan ortulah Mas mereka jadi begitu. Buktinya ketika bersuami dan diarahkan oleh suami untuklebih sopan malah berontak.

    Mungkin hanya Tuhan yg bisa menyadarkan.

    Duh aku punya anak perempuan semoga nggak termasuk yg diceritakan Omiyan deh. Amiin.

    Posted by mas8nur | 11 Agustus 2009, 06:13
  45. Semoga saya bisa menjaga kehormatan diri saya sendiri…amin……

    Posted by Ph!duT | 11 Agustus 2009, 08:41
  46. perempuan bisa jaga kehormatan perlu dihormati, Om.
    salam superhangat

    Posted by cenya95 | 11 Agustus 2009, 09:09
  47. kunjungan perdana saya kesini…
    mencerahkan sekali artikelnya
    salam kenal,

    Posted by Caride™ | 11 Agustus 2009, 13:18
  48. saya hanya ingin memuliakan nya saja, krn wanita itu makhluk yg lembut…bukan begitu om..??

    salam, ^_^

    Posted by Didien® | 11 Agustus 2009, 13:24
  49. permpuan emang tuh mahkluk tang harus di berikan perhatian lebih dr pada yang laen ….

    Posted by siais | 11 Agustus 2009, 13:48
  50. kakaaaakkk.. aku dataaaang ahahahaha….

    perempuan itu kadang suka lupa/ ilang ingatannn………
    ga cuman perempuan aja deng, tapi juga laki2 ^^

    Posted by indahreffi isindahrephi | 11 Agustus 2009, 19:38
  51. Tuntutan skenario, profesionalisme …intinya sama, justifikasi perbuatan tidak senonoh mereka.. Dewi Persik mgkn merasa ia melakukan adegan itu dilandasi tanggung jawab atas pekerjaannya, padahal si produser senyum-senyum aja bisa ngibulin dia… Kasian..

    Posted by Anderson | 12 Agustus 2009, 03:45
  52. Perempuan… hmm makhluk yg sulit dipahami.
    Dalam kehidupan normalnya, ia tampak menyenangkan, dan kehadirannya selalu memberikan aora yg membuat nyaman sekelilingnya. Kayak es buah yang menyegarkan suasana.
    Tapi ketika ia sudah cemberut, semua yg tampak normal menjadi kelu susah diluruskan.. abis itu meledaklah tangisnya.. wlaaah. makin kebingungan aja neh, gimana cara menghentikannya😦
    Akhirnya.. diemin aja dia. Ntar juga baekan lagi :p

    Posted by elmoudy | 12 Agustus 2009, 04:27
  53. Jika ingin tahu bagaimana perempuan lebih dalam lagi, bisa datang ke situ ngerumpi.com. Situs wanita yang sedang ramai dibicarakan…

    anyway, nice posting.

    Posted by ngerumpi.com | 12 Agustus 2009, 05:10
  54. wanita itu haruslah diberi kelembutan, dihargai dan dijaga….

    kalo digumuli, lelaki lain, sang suami haruslah menjaga dan melindunginya ^_^

    Posted by Zulhaq | 13 Agustus 2009, 00:21
  55. hm.. nice post om . .
    salam knl . .

    balik comment yuaa..

    Posted by mierna | 13 Agustus 2009, 03:45

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

twitter

  • 2,464,039 Sejak 17 Nov 2008

Kategori

Yang Lagi OL

Langganan via Email

Bergabunglah dengan 930 pengikut lainnya

smadav antivirus indonesia

%d blogger menyukai ini: