Sekedar Celoteh

Malingsia = Sikap Masa Bodoh Kita


Mungkin bener juga kalau Malaysia pantas disebut juga Negara Malingsia alias bisanya mengakui kesenian negara lain dikarenakan kesenian dari negeri sendiri tidak ada yang bisa disebut sebagai seni atau ditampilkan untuk menjadi Ikon atau kebanggaan dalam iklan pariwisata dinegerinya..dan buat saya sungguh memalukan dan keterlaluan.

Namun disisi lain ada tamparan keras buat para pemimpin bangsa ini agar tidak terlalu lama bergaya mencari simpati rakyat artinya semua pihak berkewajiban menjaga kesenian daerah kita yang dibilang EMANG DICUEKIN KOK DINEGERI SENDIRI, kita ambil contoh wayang kulit, wayang orang, wayang golek, angklung dan semua kesenian daerah hampir dikatakan SUDAH SANGAT JARANG TAMPIL DI TELEVISI SWASTA kecuali TVRI jadi secara tidak langsung sikap masa bodoh dan tidak perduli diri kita terhadap jenis kesenian daerah adalah ikut andil dalam pencaplokan kesenian yang dicaplok negara lain.

Seharusnya semua kesenian negara ini sudah dipatenkan sebelum-sebelumnya, tapi sayangnya belum ada kesadaran sebelum semuanya hilang (mungkin baru nyadar) dan saya sendiri sangat miris dengan prilaku remaja sekarang yang lebih senang dengan kesenian barat maaf maaf aja sekarang bisa kita saksikan hampir semua remaja kita mengganrdrungi dan memenuhi acara-acar a (Live) musik dari pagi dini hari hingga malam, sampai dibulan Ramdhan pun acara musik malah mendominasi hampir disemua tayangan sungguh saya miris melihatnya.

Seharusnya Pemerintah membatasi acara tayangan musik jangan sampai dari pagi, siang, malam bahkan dini hari semua acara musik yang dihadiri oleh para ABG…dan terkadang (maaf) saya sempat berpikir mereka yang menonton apakah sekolah atau tidak, belajar atau tidak terus sikap orang tuanya bagaimana kok begitu longgarnya dibiarkan para ABG muda berkeliaran hingga dini hari…Subhanallah….

Sikap cuek pemerintah (diri kita) emang sekarang terlihat terhadap pergeseran prilaku anak, jaman dulu saya masih diingetin bila pulang lewat jam 9 malam tapi kayaknya sekarang cuek cuek aja, selain itu jarang sekali anak muda sekarang dikenalkan dengan kesenian daerah sehingga “mungkin” kelak jika ditanya dari mana Tari Pendet berasal mungkin akan ada yang menjawab Dari Malaysia (baca:  Malingsia).

Kasus Tari Pendet yang dicaplok Malaysia (baca: Malingsia) sudah tidak bisa ditoleransi lagi seharusnya Pemerintah bukan hanya mengajukan Nota Protes keras terhadap malaysia tapi lebih baik sikap tegas Pemerintah jangan hanya sebatas ucapan/surat tapi  tindakan nyata yaitu dengan Pemutusan Hubungan Diplomasi karena mereka selalu memulai terjadinya suhu panas hubungan kedua negara ini.

Walau mereka selalu belindung dengan dalih Negeri serumpun tapi jika prilaku mereka teu kapok-kapok maling kebudayaan negera kita…Pemutusan Hubungan Diplomatik itu lebih baik….

Buat Malaysia lebih baik ganti nama deh jadi Negara Malingsia itu lebih pantas…..

Duh maaf postingan kali ini agak Emosi maklum…dimalingin terus sih….

About omiyan

Cuman seorang newbie didunia maya, selalu merasa jika berbicara lewat tulisan itu lebih baik daripada kita berbicara tanpa ada jejak dalam sebuah tulisan.

Diskusi

84 thoughts on “Malingsia = Sikap Masa Bodoh Kita

  1. yah seharusnya emang kita jangan nyalahin malaysia terus sampe nyebut maling, padahal sebenernya bangsa kita sendiri yang lalai.

    lha kalo emang ‘barang’ tersebut belum ada yang punya (belum dipaten), dan malaysia yang maten duluan, apa iya itu disebut maling? maling itu kan kalo nyuri barang orang lain. lha ini barangnya belum ada yang punya kok (secara legal)…

    jadi balik lagi harusnya emang indonesia harus yang lebih cepet. jangan lelet2.

    dan jangan kayak anak kecil. perhatiin dah anak2 kecil… biasanya kalo ada mainan yang lama pasti dicuekin udah gak mau dimainin lagi. begitu ada temennya dateng trus mau mainin mainan itu, baru dah langsung direbut, gak ngasih temennya main.

    pas gak ada temennya dateng main, mainan itu cuma tergeletak gak dimainin. mungkin malah udah dilupain kalo punya mainan itu. giliran ada temennya dateng mau mainin, baru ribut kalo itu mainan dia dan temennya gak boleh main…😛

    Posted by Arman | 25 Agustus 2009, 02:57
  2. geram juga ya melihat perilaku malaysia itu. memang sudah seharusnyalah pemerintah melakukan tindakan nyata, tidak hanya sekedar berwacana…

    Posted by vizon | 25 Agustus 2009, 02:59
  3. # ARman : Bener om tegasnya pemerintah jangan cuma dalam bentuk protes tapi hal lain yang setidaknya bisa bikin malaysia jera

    Posted by omiyan | 25 Agustus 2009, 03:02
  4. ternyata postingan kita hampir di bilang sama… heuheu
    iya saya setuju, malingsia a.k.a MALAYSIA itu memang negri bermental PENCURI, mental yg tidak memiliki kebudayaan dll
    tidak tertutup kemungkinan, burung GARUDA sebagai lambang negara kitapun di capluk pula… *tragis sekali bangsa ini kalah dg malingsia*

    salam, ^_^

    Posted by Didien® | 25 Agustus 2009, 03:14
  5. Emang om kita juga bertanggungjawab atas kejadian ini, tapi tetap malaysia sengaja memprovokasi dengan Indonesia mungkin emreka ingin uji kekuatan atau bisa jadi mereka berani karena ada yang menjamin ?

    Posted by kabariberita | 25 Agustus 2009, 03:18
  6. haruskan negeri ini selalu mengalah demi saudara serumpun…???? na’udzubillah deh…mendingan saya jd imigran ke Timor Leste , walopun sengsara tp punya harga diri, konsisten atas kedaulatan negaranya..
    seharusnya Sistem persenjatan dan keamanan mutlak yg utama demi keutuhan NKRI

    Posted by Caride™ | 25 Agustus 2009, 03:19
  7. # Didien® : bener mas sentimen malaysia ngejengkelin banget…wah kalau gitu saya ke TKP

    Posted by omiyan | 25 Agustus 2009, 03:20
  8. # kabariberita : yang jelas mas tindak lanjut pemerintah semoga bukan hanya sekedar protes

    Posted by omiyan | 25 Agustus 2009, 03:25
  9. # Caride™ : Betul mas jika mengalah terus ya malingsia bakal terus terusan nyaplok budaya dan mungkin wilayah kita kelak

    Posted by omiyan | 25 Agustus 2009, 03:26
  10. ya, om. kita juga gak bisa sepenuhnya nyalahin malaysia. pemerintah kita juga keknya cuek2 aja sama kesenian daerah. bahkan kementrian kebudayaan daerah gak ada, kan?

    lagi, di SMA jurusan IPA begitu diistimewakan. jurusan IPS dianaktirikan.. padahal anak2 IPS kan berpotensi lebih besar untuk mengapresiasi seni..

    itulah. tindakan represif jadi favorit orang-orang di gedung pemerintah…

    Posted by morishige | 25 Agustus 2009, 03:49
  11. # morishige : Ya mustinya dikembalikan kurikulum yang mempelajari kesenian daerah agar kelak tidak lupa

    Posted by omiyan | 25 Agustus 2009, 04:08
  12. benar-benar malingsia..
    ayoooo kita jaga, rawat, pelihara, dan lestarikan budaya kita … jangan sampai digondol oleh malingsia saban hari … sementara kita hanya memandang tanpa daya,, atas apa yg dilakukan oleh malingsia…

    Salam Hangat Selalu dari AbulaMedia.com

    Posted by Abula | 25 Agustus 2009, 05:00
  13. # Abula : Ya mas kalau bukan kita masa malingsia

    Posted by omiyan | 25 Agustus 2009, 05:33
  14. menurut saya, semua itu bermuara pada akhlak. sekarang, kebanyakan orang tidak mempedulikan kebaikan akhlak karena kurangnya atau bahkan tidak adanya rasa menghargai terhadap norma yang berlaku. oleh karena itu, marilah perbaiki akhlak kita. janganlah ejekan dibalas ejekan, karena itu menandakan bahwa akhlak kita masih harus dibenahi.

    Posted by Andi | 25 Agustus 2009, 06:51
  15. ah kalau saya lebih tertarik untuk melihat kedalam dahulu sebelum terburu-buru menunjuk hidung bangsa lain.
    semoga indonesia menjadi lebih baik🙂

    Posted by bakulrujak | 25 Agustus 2009, 07:06
  16. Duh sabar Om🙂,
    Bener Om, emang gregetan banget deh lihat perilaku negara tetangga kita itu…Tapi ya mungkin hikmahnya biar kita bangsa ini sadar kali ya dan menghargai kebudayaan bangsa sendiri, salah satu caranya yaitu dengan mulai mengidentifikasi dan mematenkan kebudayaan tersebut…

    Posted by RitaSusanti | 25 Agustus 2009, 07:15
  17. # Andi : Norma yang harus muncul adalah menghargai hak milik orang lain, mungkin bisa kita bayangkan seandainya anak atau saudara terdekat kita tiba-tiba diculik orang atau hasil karya sendiri dicuri orang mungkin perasaan saya sendiri akan sakit hati, disinilah norma atau sikap menghargai yang tidak ditunjukkan oleh malaysia

    Posted by omiyan | 25 Agustus 2009, 07:25
  18. # bakulrujak : Nah yang ini saya setuju, ibarat kata kalau sikap kita lunak dan gampang dikerjain pastinya negara lain akan selalu dan selalu ngomporin negeri ktia dengan berbagai cara, mungkin mereka pikir indonesia cocok buat diisengin hahahaha

    Posted by omiyan | 25 Agustus 2009, 07:26
  19. ya memang , seharusnya keragaman itu bisa di tampilkan dan di kemas dengan baik dan menarik dan di tayangkan di tV Swasta. dan harapan kita budaya tsb tidak hilang di telan acara2 yang baru yang memang lebih menarik. .semoga bisa terjadi Amien

    Posted by kawanlama95 | 25 Agustus 2009, 07:32
  20. entah sampai kapan pejabat ne9eri ini akan berdiam diri dan tak ber9emin9..
    kasus yan9 bukan pertama kalinya..

    miris san9ad menden9arna,malaysia meman9 pantas mendapat julukan pencuri sejati,men9aku aku budaya indonesia den9an seenak udelna..

    ayolah pmereintah jan9an berdiam diri terus,mu jadi apa ban9sa ini.. **astaqfirloh kok ikut2an esmosi..puasa .puasa🙂

    Posted by wi3nd | 25 Agustus 2009, 07:34
  21. # RitaSusanti : Ya pasti sabar hehehehe, kalau ga sabar mah batal atuh puasanya wakakka

    Posted by omiyan | 25 Agustus 2009, 07:34
  22. # kawanlama95 : bener mas, bagaimanapun dengan sering tampilnya di TV maka secara tidak langsung mampu melestarikan kebudayaan tersebut dan anak-anak kita bisa tetap mengenalnya

    Posted by omiyan | 25 Agustus 2009, 07:39
  23. bos.,,
    bener sekali…
    kapan ya.. tepe suasta mau nampilin kebudayaan indonesia..
    hm.. pasti nggak mau..
    karena dipastikan nggak ada iklannya..🙂

    Posted by fathin | 25 Agustus 2009, 07:49
  24. # wi3nd : Bener teh ini bukan sekali dua kali sudah sering dan mereka jelas dengan sengaja, pastinya karena melihat sikap bangsa kita juga

    Posted by omiyan | 25 Agustus 2009, 07:55
  25. Heeem…
    tindakan Malaysia gak bisa dibenarkan
    Namuuuun…. pemerintah kita juga gak bener2 amat.

    Posted by Eka Situmorang - Sir | 25 Agustus 2009, 08:23
  26. Postingan ini membuatku berkobar ingin mengganyang Malaysia , huhhhh…..

    Posted by anny | 25 Agustus 2009, 08:24
  27. # Eka Situmorang – Sir : Yang jelas kita musti tegas..titik hihihi teh..hadiahnya dah nyampe belum, kok saya ga ada pemberitahuan ya hihihih

    Posted by omiyan | 25 Agustus 2009, 09:25
  28. # anny : saya aja guemessssss bangetttttt

    Posted by omiyan | 25 Agustus 2009, 09:27
  29. ganyang malaysia..!!!

    Posted by Sajo | 25 Agustus 2009, 10:29
  30. aku masih speechless soal ini. kaget, bingung..
    ko bisa2nya kemalingan lagi.. >.<

    Posted by phiy | 25 Agustus 2009, 10:33
  31. aduh plis dong Indonesia jangan mpe kecolongan lagi…

    Malaysia juga nih, knp sih bikin ajah tari tradisional sendiri..
    sebel dweh

    hmmmmm.duuuh sory Om jadi marah2..
    pa kabar Om…
    maaf yah Om baru sempet berkunjung nih,,,
    ternyata sulit Om membagi waktu antara kerja, kuliah, organisasi dan dunia maya

    liyer euy
    oya..maaf lahir bathin yah om

    Posted by kenangamu | 25 Agustus 2009, 11:54
  32. Bikin kuping jadi seneng denger Keroncong, Campur Sari, atau Karawitan itu jauh lebih susah dibandingkan denger musik-musik pop, rock, jazz, dll. Intinya adalah bagaimana kita sendiri sadar dan mau melestarikan budaya kita sendiri. Saya sendiri nggak tahan kalau disuruh nonton wayang semalam suntuk. Itu yang repot. Tapi kalau itu bisa terlaksana, pencurian kebudayaan bangsa kita itu kayaknya ngga bakal pernah ada deh.

    Posted by mawi wijna | 25 Agustus 2009, 11:55
  33. Kita ini udah hampir kecolongan dari berbagai aspek Mas… Prihatin banget lihat bangsa dan negara ini… Sekarang jadi begini dech, bangsa kita sering dibikin malu oleh bangsa dan negara lain.
    Semoga kita semua cepet2 sadar…
    Salam hangat dan damai selalu…

    Posted by Hary4n4 | 25 Agustus 2009, 12:07
  34. soalnya malaysia tahu, saat ini para pemimpin kita lagi sibuk bagi2 kursi di mpr, jadi gak peduli dengan yg beginian

    Posted by ayahshiva | 25 Agustus 2009, 12:59
  35. kurangnya kepedulian kita sehingga diaku pihak lain sebagai milik

    Posted by sunarnosahlan | 25 Agustus 2009, 13:19
  36. Malaysia memang jagonya mengambil aset2 budaya dari bangsa lain tapi pemerintah kita juga selalu kurang tanggap dengan keadaan ini dan bila baru terpublikasikan di publik baru pemerintah kita bertindak bukan dari awal yang seharusnya semua aset-aset budaya bangsa kita harus dilindungi jangan sampai kasus seperti sipadan ligitan terulang lagi…..

    Selamat sore mas…..🙂

    Posted by hanhan | 25 Agustus 2009, 13:27
  37. “Mungkin bener juga kalau Malaysia pantas disebut juga Negara Malingsia alias bisanya mengakui kesenian negara lain dikarenakan kesenian dari negeri sendiri tidak ada yang bisa disebut sebagai seni atau ditampilkan untuk menjadi Ikon atau kebanggaan dalam iklan pariwisata dinegerinya..dan buat saya sungguh memalukan dan keterlaluan”
    sepakat sekali mas. salam kenal

    Posted by sobatsehat | 25 Agustus 2009, 13:46
  38. sebenarnya ini karena kekaguman malay tehadap budaya kita kan mas😀

    Posted by suryaden | 25 Agustus 2009, 17:28
  39. saya juga kesel banget tuh ma malingsia .. kreatif dikit napa?? jangan ambil kebudayaan dari orang lain .. hufhh gag tau malu

    Posted by newbiedika fly | 25 Agustus 2009, 22:12
  40. Yg salah pemerintah malaysia om, kalau rakyatnya sih gak ngerti apa2..
    Gara2 media nih yg suka ngomporin..

    Posted by septarius | 26 Agustus 2009, 01:26
  41. hu.uh, aku juga sdar kalo masih suka nonton musik daripada wayang. hehee..
    miris juga ya. libas aja malingsianya..

    Posted by faLdy | 26 Agustus 2009, 03:29
  42. ganti aja tagline Malaysia jadi Truly Indonesia..😀

    Posted by Billy Koesoemadinata | 26 Agustus 2009, 03:35
  43. Klaim ajah negara malaysia menjadi negara bagian NKRI…, Lha… wong banyak WNI yang tinggal di sana, bahkan beranakpinak. Seperti kacang lupa kulit.

    Posted by cenya95 | 26 Agustus 2009, 04:54
  44. ada satu yang dari malesia…
    Noordin M. Top !!!

    Posted by ardianzzz | 26 Agustus 2009, 05:58
  45. namanya juga maling mas….yah gitu deh…
    apapun alasannya, walaupun belom dipatenkan, tidak etis banget malingsia mengaku-aku itu miliknya…

    Posted by gwgw | 26 Agustus 2009, 14:15
  46. tapi kalo perilaku generasi mudanya masih seperti ini, saya kira budaya adiluhur bangsa kita akan terkikis pelan-2 mas….
    untung saja gwgw masih seneng ama wayang, terutama para tokoh pundawa lima dan punokawannya…

    Posted by gwgw | 26 Agustus 2009, 14:17
  47. Betul sekali Om …
    Kalau sudah begini kita baru kebakaran jenggot …

    Yang jelas kalau tidak salah itu penarinya juga orang Indonesia Lho Om …

    Salam saya

    Posted by nh18 | 26 Agustus 2009, 21:04
  48. emang dasar……….

    Posted by iquna | 27 Agustus 2009, 17:30
  49. Maju tak gentar
    Membela yang benar
    Maju tak gentar
    Hak kita diserang

    Maju serentak
    Mengusir penyerang
    Maju serentak
    Tentu kita menang

    Bergerak bergerak, Serentak serentak
    Menerkam menerjang terjang
    Tak gentar tak gentar, Menyerang menyerang
    Majulah majulah menang

    Posted by annas nashrullah | 28 Agustus 2009, 13:50
  50. aku juga geram om, sudah berapa banyak kebudayaan Indonesia yang mereka patenkan, hanya karena dirasa belum ada yang “memiliki”. mereka memanfaatkan kelalaian bangsa kita nih. gmn kalau seluruh kampus di negeri ini ga nerima lagi mahasiswa asal malaysia ya? kayaknya keren tuh. negeri kita bebas mahasiswa dari malaysia, di mana beberapa tahun ke depan, mungkin mereka yang akan mencaplok kebudayaan kita kembali.
    sepertinya ini tidak berlebihan kan? hanya sikap defensif bangsa saja menurutku. UNDIP sudah melakukannya, lantas kampus yang lain? yah, kita lihat saja nanti.

    Posted by samsul arifin | 28 Agustus 2009, 14:57
  51. malingsia go to hell now!!!!!!!!!!!!

    Posted by urip | 29 Agustus 2009, 13:03
  52. Sebaiknya kita ngak usah ikut-ikutan pusing memikirkan budaya kita di ambil orang, kenapa begitu saya bilang…pemerintah saja tidak peduli, pejabat, bupati, anggota dewan, yang saya lihat di tv yang teriak teriak sedikit, seharusnya di organisir dalam jumlah protes yang besar seluruh provinsi, tetapi itu sulit karena pemerintah kita sendiri sudah kehilangan kepercayaan dari masyarakat, karena para pejabat sibuk korupsi dan sogok menyogok yang tak pernah putus-putusnya…….jadi buat apa kita perang dan mati karena orang-orang korupsi….,kita tidak bisa menepuk dada kita sebagai bangsa yang berbudaya kalo budaya korupsi kita tidak dihapuskan segera….karena korupsi menghilangkan semangat nasionalisme kita…tidak ada kekompakan…korupsi = matilah orang lain yang penting saya bisa kaya….

    Omiyan : Jika bukan kita seagai salahs atu generasi penerus lalu siapa lagi mas, jika kita bersikap sama dengan yang mas katakan diatas..kita tak lebih dari raga manusia berhati xxxxxx jadi setidaknya ktia masih punya keperdulian daripada individualis sama sekali..malu ah..apa kata dunia

    Posted by orang gila | 2 September 2009, 01:45
  53. Malaysia malingsia panteeeeeeek

    Posted by shiiit | 2 September 2009, 10:01
  54. saya setuju dengan anda, tapi kita perlu melihat sisi lain juga… kelestarian budaya kita sendiri sudah mulai tergeser dengan budaya barat, pemuda/i lebih cendrung malu dengan budaya sendiri..

    tapi ndak punya otak juga lah giliran budaya dipakai negara lain langsung koar2…

    Posted by Areep | 2 September 2009, 20:46
  55. Ada yang bisa bikin gak ya ?
    gambar atau photo yang di edit memakai pakaian tradisional malingsia dengan mata melerok ka kanan atau kiri seperti tari pendet.ha ha ha….pasti lucu deh,mungkin itu yang di patenkan malingsia.

    Posted by bejo | 3 September 2009, 02:10
  56. Malaysia emg keterlaluan..Tapi..Pemerintah kita dan kita sendiri yang tidak pernah menghargai kebudayaan kita….

    Posted by asrarudin | 3 September 2009, 13:15
  57. Seorang teman malah ngomong lebih nylekit lagi. Malingsia itu salah, tetapi kita pun anak TK. Barang kita buang, lha diambil orang lain, kita marah2 meskipun nyatanya tidak kita hargai secara layak. Lha TV ya sama saja. Seneng kan dapat berita kalo ada konflik, tetapi coba giliran mereka menayangkan acara2 daerah, seberapa komintmen mereka. He he he

    Posted by lovepassword | 4 September 2009, 00:09
  58. abiss emang kamu mau apa sama malingsia…ohhh maaf…nanti kamu kata aku curi bahasa kamu…aku pun x pernah mengaku tarian pundek itu budaya malaysia….malah tarian kuda kepang(johor) sama dgn tarian budaya negara kamu krn yg memainkannya adalah berbangsa java ygdibawa semenjak zaman parameswara dan zaman kesultanan melayu melaka lagi ada di malaysia…sama juga angklong dan isu batik pula…dikelantan famous dgn buatan batik tetapi motif lakaran amat jauh berbeza skali dgn batik…adakah kamu fikir kami pada zaman dahulu tidak memakai sarung….tentang wayang kulit pula….saya rasa ianya adalah budaya hindu dan bukannya asal budaya indonesia krn di thailand..malaysia..indonesia..kemboja semua ada wayang kulit….jadi fikirkanlah…tapi yg saya sedihkan maling2 yg dr indonesia yg merampok rumah2 kami lantas merogol serta membunuh dgn kejam mangsa rampokan…adakah kami pernah merampok rumah kamu serta merogol anak2 kamu….bagaimana kalo kami menarik balik semua visa perkerjaan org indo krn terasa keciwa dgn sifat bangsa kamu dimalaysia….padahal ramai terutama bangsa aceh berdagang dimalaysia tanpa gangguan….ataupun bangsa kamu itu suka dengan berantakan atau kamu amat iri hati sama malaysia krn kami terus maju dan maju….aku rasa ada pihak2 dr bangsa kamu yg ambil kesempatan untuk melaga-lagakan indonesia & malaysia…..malaysia tidak rugi apa2 kalo tidak ada tarian atau kebudayaan seperti itu…..

    Omiyan Jawab :
    Bahasa anda jelas menunjukkan anda adlah tipikal orang yang terbiasa nyuri jadi maaf….semoga anda bisa berkaca diri…Amin

    Posted by shoufferan | 9 September 2009, 07:18
  59. Beginilah aku rasa lebih elok kamu panggil semula sedara mara kamu di malaysia ini pulang saja di tanah air kamu dan kami org malaysia tidak mahu kamu maling2 lagi disini yaa….malinglah di tanah indonesia….kalo kamu budaya itu hak indonesia maka ambillah kembali…bagaimana dgn polandia…bukankah indonesia mencuri garuda dan saka putih merah…..hahahaaaaaa….sapa yg patut cerminkan diri….anyway panggil saja pulang sedara mara kamu yaa…jgn masuk secara haram lagi…kami tidak suka dgn indon2 yg buat anasir dimalaysia..kalo mau encuri..curi saja dinegara sendiri…kami bukannya hendak mendabik dada bangga tetapi bagi kami statement kamu keterlaluan seumpama kami tiada maruah bangsa dan agama….pergi mana pegangan agama islam kamu semua….mengapa ramai wanita2 islam indonesia sanggup menjadi perempuan simpanan kpd org2 bukan islam dimalaysia…mana kah pergi agama mereka kerana wang dan kesenangan….itu langsung tidak ada maruah….sudah dihantar pulang kembali semula ke malaysia….untuk apa???

    Posted by shoufferan | 9 September 2009, 08:30
  60. Lagi perang urat saraf rupanya hehe..cool man,orang Indonesia di serawak kalimantan jumlahnya kurang lebih 70 %,di Kualalumpur 30 %,intinya hampir semua daratan Malaysia ada orang Indonesia.Artinya kalau orang Indonesia ditarik pulang,ekonomi Malaysia bisa ambruk,nah kalau Indonesia punya keinginan misalnya mencaplok Malaysia gampang sekali,karena sudah banyak orang Indonesia di daratan Malaysia.Jadi saling menghargailah toh kita serumpun,jangan ribut terus nanti mala pihak ketiga bertepuk tangan.Malaysia hargailah budaya Indonesia,agar kita bisa tenang hidup bertetangga.

    Posted by Farid | 10 September 2009, 17:41
  61. hhmmm….jangan tuduh malaysia maling…kami bukan curi tarian indonesia…budaya kami sama dengan indo….just same…not mean we are Maling

    Posted by aaaaa | 12 September 2009, 04:18
  62. singkat saja komentarku…….

    GANYANG MALINGSIA…….
    GANYANG MALINGSIA…….
    GANYANG MALINGSIA…….
    GANYANG MALINGSIA…….

    negara maling aja bangga…..

    Hidup Indonesia…..
    Hancurkan malingsial….

    Posted by kaka | 15 September 2009, 14:34
  63. Saya masih teringat TKI di saudi, dan di timur tengah yang lain, di seksa, di ikat dan di jadikan hamba seks. Saya teringat TKI di singapura yang di kurung bagai binatang, diberi makan babi walaupun islam. Tiada pula Ganyang Arab atau Ganyang Singapura. Saya masih teringat Pelajar Indonesia di Australi di ludah, di cerca, atas masalah di timur leste. tiada pula ganyang Australi. Saya teringat, tentera laut indonesia masuk ke kawasan malaysia, di ambalat, 13 kali, tiada pula malaysia mengutarakan ganyang indonesia. Sudah terbukti, lagu ternag bulan itu asalnya dari perancis, di mashor kan oleh kelasi kelasi kapalnya beratus tahun dulu, tiada pula saya dengar pembetulan di media indonesia. Sudah terbukti, discovery channel suah meminta maaf atas kesilapan yang mereka buat mengenai tarian pendet, senyap sepi media indonesia. SEBENARNYA APA yang kalian mau, bukan perkara perkara ini dong. ada yang tersirat dan tersembunyi, dan permainan yang sangat kotor.

    Posted by ayuh kita bunuh malingshit | 18 September 2009, 00:15
  64. mudah aja dong. memang penting nasionalis dalam diri. untuk pasti ke sorga, bila di tanya malaikat mungkar dan nangkir nanti, maa robbuka, wa imamuka? jawab saja dengan pancasila. pasti ke sorga. nasionalis menghalalkan darah saudara se-agama. semeja sama yang kufur, sebantal sama yang musrik, seperut sama yang munafiq. sama hilai ketawanya sama dengan iblis laknatullah. putuskan silaturrahim antara sesama saudara islam, Allah putuskan talian kamu dengan Nya. Hunuskan pedang mu ke dada saudara sesama islam, Allah haramkan sorgaNya ke atasmu. Biar mati di-aniaya, dari mati meng-aniaya. Aku pilih Allah, aku degan agama ku, kau dengan agama mu. Kul Yaa Aiyyuhal kafirun….Dunia ini sementara, tiada ertinya, dan tiada akan aku perjudikan, tiada akan aku pilih, menggantikan yang lebih kekal.

    Posted by Kita bukan serumpun Mati kau malingsiah!! | 18 September 2009, 00:18
  65. wahai para indonesians, jangan khuatir. orang malingsia malingshit yang di hina kamu itu, yang sangat jahat itu; masih waras, dan terang penglihatannya. saudara saudaramu TKI di sini masih bisa meraya kan hari raya dengan tenang dan tenteram. saudara saudara saudra TKI mu disini masih bisa perbuka puasa dan bertahajjud bersama. walaupun begitu kuat kamu menghendaki kematian, kemusnahan, kehancuran, kami di bumi sang malingsia. kalau boleh, mau dibunuh semuanya. kami di maling shit ini, sudah matang, dan sudah melalui pahit maung, hidup mati, di hina di injak injak beratus tahun, dari jaman portugis, di lacurkan ke jaman british, kemudian zaman di rogol jepang, kemudian jaman di perkosa kominis, dan kemudian, zaman di ganyang indonesia. kami bekerja keras untuk berjaya dan makmur. kami pentingkan kesederhanaan dalam emosi dan perasaan. kami cukup bersedia, mengutamakan pelajaran dan ilmu, supaya tidak dipermain kan oleh sebarang musuh dari luar dan dari dalam. kami sangat bersedia. buluh runcing, kami jadikan ketupat dan lemang untuk berhari raya. tidak perlu kami di ajar bagai kanak kanak. bukan kami yang kurang ajar sama kamu, tetapi, kamu sangatlah kurang ajar pada kami, di negeri maling shit di sini. kerajaan kami tidak takut untuk minta maaf, apa kamu pernah minta maaf? jauh sekali. di bumi hina malingshit maling sia ini lah, jutaan saudara saudaramu menumpang teduh, mencari rezeki. masyarakat hina malingshit ini lah, yang senyum dan bersahabat dengan saudara saudara mu di sini seperti saudara sendiri. Para pak polisi zalim di sinilah, yang menutup sebelah mata, membenarkan yang illegal masuk, di pantai pantai malingsiah, setelah melihat bot bot yang datang itu dipenuhi anak anak dan wanita yang cuba mencari rezeki. jangan meludah kelangit….

    Posted by Malingsial Semulajadi | 18 September 2009, 00:19
  66. thats why, indonesia, inspite of its rich resources, and huge population, cant get far, in the global scenario. They, as people, are their own worst enemy. The politics and leaders are champion in playing with its people’s emotions, and sentiments, rather than focusing in channeling the people’s energy, enthusiasm, spirits, towards nation building programmes and efforts. Patriotism has ben set & defined on how well you shouted and demonstrate, not so much on how well you research, you build, you invent, you trade, you innovate. The leaders know only too well, that due to poverty and poor education, the masses still believe in black magics, myths, ghosts, human super powers, and not much open global and scientific minds. You cant expect much, since the leaders are virtually from same line of ex-leaders of corrupt manipulators; ex army generals (who were very corrupt when in power), old school leaders (either linked to sukarno, or suharto, old schools), children & relatives of dictators, etc. No new blood of reasons and intellects. This is the disadvantage when a country has big gap, between the super rich and the super poor. they need to develop more middle class, the moderating factors, a critical ingredient in any successful & stable social structure. UNless, they, as a people, can overcome these balls & chains, that imprisoned & dragged them down; they, as people, are not really free people. Easily swayed, manipulated, played, by their own leaders, like pawns. Like puppets with strings. Better education can help in this. Better distribution of wealth and rejuvenated internal economic activities, enjoyed by all, can help solve this. They do have every reason, to set themselves free. From their own selves. they have to be very brave & face the mirror. If they can find the formula to get out of this velvet traps, they have every ingredients needed to become a great nation and potentially a world power to be reckoned with. INdonesia, need a good leader. Not just another charismatic personality like sukarno, (hitler was a charismatic fella too, a great orator as well), not another corrupt general, not another children of elitist group, but a proper representation of ordinary people, well balanced intellectual, and global thinker. If charisma is needed, it is more of gandhi’s, a uniting peace loving leader, or hamka like personality, rather than a stalin, or mao tze tung type of one man show, kill all, charismatic dictators. After suharto, habibie was almost excellent new blood. Strange that indonesia then change to daughter of dictator, and another guy who is popular for sleeping in office. If that was reformasi, it certainly does not look any better than previous ones. For now, SBY is the nearest to such great potential, to drive indonesia to global greatness, compared to all other candidates, and he can pave way for the coming of better ones. Indonesia, wake up. Windows of opportunity are not always there waiting for you. Your best of friends, may not be the ones who say and do what you like to see or hear, but, who will tell you what you really are. Like mirrors. If you ugly, the mirror will tell you that you are ugly. Like medicines, its bitter, but it cures. Wake up, or, you are going towards self destruction. It wont be external factors that destroy you

    Posted by siapa musuh siapa kawan | 18 September 2009, 00:23
  67. setuju om. pemerintah emang perlu untuk mbatasain tayangan-tayangan di TV. di saat suasana sedang ‘kritis’ kayak gini udah waktu nya acara-acara kayak archipelago, jejak alam, si bolang dkk lebih sering di putar dan di buat semenarik mungkin.

    sebagai generasi muda saya juga akan tetap berusaha menjaga + mengingatkan teman-teman buat ‘lebih’ cinta sama indonesia dari tetangga sebelah yg lagi rese. nyuwun pangestu om

    Posted by Lina Jayuss | 23 September 2009, 13:08
  68. work hard on peace. work hard to guarantee education & knowledge for all. FOR ALL, rich and poor alike. work hard on creating more middle class, and better distribution of wealth. tanpa peace and harmoni, nothing can work. its the fundamental basics. ameen

    Posted by saya sayang lina | 2 Oktober 2009, 01:18
  69. “Walau mereka selalu belindung dengan dalih Negeri serumpun tapi jika prilaku mereka teu kapok-kapok maling kebudayaan negera kita…Pemutusan Hubungan Diplomatik itu lebih baik….

    Buat Malaysia lebih baik ganti nama deh jadi Negara Malingsia itu lebih pantas…..”

    bagus petikan ini.bincanglah dengan pemimpin kamu.buatlah keputusan.ambil semua rakyatmu dari tanahku.supaya tanahku ini aman dan damai kerana separuh dari gejaya jenayah yang terjadi di tanahku berpunca dari rakyatmu.kerjakanlah tanahmu supaya setanding dengan tanahku.

    Posted by Anak Selangor | 13 Oktober 2009, 04:53
  70. dasar indonesia brengset.. malaysia sudah kasi kalian kerja di malaysia.. mau protes plak.. jika malaysia ngak kasi kamu kerja, kamu bisa mati kebuluran di negara kamu sendiri.. what the fuck.. nk mati kot.. indonesia babi, pelacur.. negara indonesia penuh dengan dosa.. aemoga negara kamu akan terus miskin slamanya..Amin..

    Posted by Indonesia fuck!!! | 17 Oktober 2009, 12:15
  71. Maafkan saya.. sebagai rakyat Malaysia sebenarnya amat sedih dengan apa yang berlaku..Saya sendiri selaku peribadi tidak pernah mengetahui apa itu tarian pendet.. yang saya tahu hanya tarian inang, zapin, makyong dan lain2. Jadi saya sendiri tidak pernah mendengar sesiapa yang mengklaim yang tarian pendet itu tarian itu tarian kami.. sama sekali tidak..Saya amat sedih jika itu benar2 berlaku dan mohon maaf. Tolong jangan sama kami dengan si maling.. Pada saya tarian2 itu tidak ada sedikit pun gunanya sehingga boleh memecah belahkan saudara serumpun.. Jangan biarkan orang lain mengambil kesempatan di atas kelemahan kita, ruginya jika kita berpecah..

    Posted by ummuafif | 19 Oktober 2009, 08:55
  72. kenapa dalam iklan perlancongan Malaysia, ada orang Cina dengan tarian naga an orang India dengan tarian nya, tetapi orang India dari India dan orang Cina dari tanah besar Cina tidak ribut-ribut.
    ?????????????????????

    Posted by saya anak Malaysia | 21 Oktober 2009, 12:31
  73. Indonesial National Anthem

    Indonesial tanah Cairku
    Tanah tumpah muntahku
    Disanalah aku merangkak hina
    Jadi kubur

    Indonesial negara miskin ku
    Bangsa Busuk dan Tanah Miskinku
    Marilah kita semua tidur
    Indonesial negara miskinku

    Mati lah tanahku
    Modar lah negriku
    Bangsaku Rakyatku semuanya
    Miskin lah jiwanya
    Tidurlah badannya
    Untuk Indonesial Miskin

    Indonesial Miskin
    Mampous Modar
    Datang kerja Malaysia
    Tapi TKI Jadi perampok
    Rompak Malaysia bawa wang ke Indon

    Indonesial Pendatang Haram
    Miskin lah Miskin lah
    Datang Haram ke Malaysia
    Tiada paspor
    Bila kena tangkap dan hantar balik
    Kata nya malaysia jahat

    Indonesial Negara Perampok
    Indonesial Menghantar perampok maling
    pekerja TKI Indonesial
    hantaq pi Malaysia

    Indonesial Maling
    Merampok lagu Malaysia
    Mengatakan itu lagu mereka

    Indonesial Tanah yang hina
    Tanah gersang yang miskin
    Di sanalah aku miskin Untuk slama-lamanya
    Indonesial Tanah puaka
    Puaka Hantu Kita semuanya
    Negara luas hasil bumi banyak tapi miskin
    Datang minta sedekah di Malaysia
    Marilah kita mendoa Indonesial brengset

    Gersang lah Tanahnya mundurlah jiwanya
    Bangsanya Rakyatnya semuanya
    Tidurlah hatinya Mimpilah budinya
    Untuk Indonesial Miskin

    Indonesial Tanah yang kotor Tanah kita yang Malang
    Disanalah aku tidur selamanya bermimpi sampai mati
    Indonesial! Tanah Malang Tanah yang aku sendiri benci
    Marilah kita berjanji Indonesial miskin

    Mati lah Rakyatnya Modar lah putranya
    Negara Miskin Tentera Coma pakai Basikal
    Miskinlah Negrinya Mundur lah Negara nya
    Untuk Indonesial kurap

    Posted by Hitler Sukarno | 24 Oktober 2009, 10:08
  74. Seluruh dunia pasti nya kebingungan dan bertanya…….

    APAKAH SEBABNYA ORANG-ORANG INDONESIA BEGITU BINGUNG DAH BODOH…… SEOLAH-OLAH LUPA SEJARAH DAN BUDAYA….

    UNTUK MAKLUMAN PAK-PAK INDON BENDERA, KAMI YANG BERASAL DARI SUMATRA DAN JAWA(MAAF YER… INDONESIA TAK WUJUD DLM MANA-MANA PETA DUNIA SAAT KAMI DATANG KE TANAH MELAYU), MERASA KEBINGUNGANNYA AKAN KEBODOHAN MELAMPAU YANG DITUNJUKKAN OLEH ORG-ORANG INDON SAAT INI.. MALU JUGA RASANYA NAK MENGAKU MASIH ADA BAPA2 SAUDARA & ATUK DI BUKIT TINGGI,PADANG… NASIB BAIK LAH ATUK SAYA CEPAT-CEPAT MERANTAU/BERDAGANG DISINI.. KALAU TAK SY PUN JADI BODOH SEKALI MACAM INDON2 BENDERA…

    Posted by ijat | 29 Oktober 2009, 10:00
  75. plz take look at my vid, dedicated to all indin blogger

    Posted by susilo bambang jusuf kalah perang | 2 Januari 2010, 04:43
  76. wahai bangsa melayu ingatlah para pemimpin kalian dimasa lalu saja belajar cara mengatur pemerintahan saja dengan kami harus kalian hormat pada kami jangan selalu melecehkan kami

    Posted by fuad iki | 13 Januari 2010, 06:49
  77. national anthem MALingsialan

    negarakus tanah tumpahnya maniku
    rakyat mampus dan rajanya hina
    karma buruk tuhan beri azab
    raja kita dilakhnat bertakhta
    karma buruk tuhan beri azab
    raja kita dilakhnat bertakhta

    Posted by fuad iki | 13 Januari 2010, 06:59
  78. “raja kita dilakhnat bertakhta” maaf ya. jangan sama sekali dikata begitu pada raja. saya tidak hargai seni tarian malah tidak pernah tahu kewujudan tarian tersebut. it’s worth nothing to me. that is not a reason to call us maling. even my friends who loves dancing so much did not know of that tarian. what is more important to us is peacefulness. that is the one things I valued so much in my life. and I hate quarrel. because quarrel will drive the most logical people going mad. then there will begin..stupidity. after we die, those things means nothing to us. the value gonna be zero percent. trust me. appreciate the life we have now. we dont know when we will see the sun rises again..

    Posted by masih | 15 Januari 2010, 17:24
  79. watch my vid

    Posted by sukarno brengset | 17 Januari 2010, 06:51

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Malingsia = Sikap Masa Bodoh Kita | Update Blog Terbaru - 25 Agustus 2009

  2. Ping-balik: Saykoji Ganyang Malaysia Lewat Lagu Rap « ♪♫♪♫ WALKMANIA™ ~ "MARHABBAN YA RAMADHAN" ♫♪♫♪ - 29 Agustus 2009

  3. Ping-balik: Tanggapan Blogger Malaysia Tentang Tulisan Malingsia « Blognya Omiyan - 11 September 2009

  4. Ping-balik: Sampah di Negeri Sendiri Jadi Emas di Negeri Seberang « Abasosay's Weblog - 22 November 2011

twitter

  • 2,464,039 Sejak 17 Nov 2008

Kategori

Yang Lagi OL

Langganan via Email

Bergabunglah dengan 930 pengikut lainnya

smadav antivirus indonesia

%d blogger menyukai ini: