Sekedar Celoteh

Perjalanan dari Sebuah Pilihan Hidup


A..mungkin aku bertemu dengan adikku kelak setelah kita tua nanti itupun jika masih bisa..

Sebuah kalimat yang meluncur dari mulut istriku setelah ada khabar bahwa adiknya akan segera meninggalkan Indonesia untuk mengikuti suaminya kembali ke Taiwan. Kalimat yang biasa tapi penuh makna bagaimanapun perpisahan dengan saudara dekat adalah hal yang menyedihkan apalagi jika itu adalah satu-satunya saudara perempuan.

Ya inilah adalah pilihan hidup yang harus dijalani oleh seorang wanita jika memilih pasangan yang berlainan negara seperti adik ipar saya ini, ketika ada keinginan untuk tinggal di Indonesia tapi ada hal lain yang tak bisa dipungkiri yaitu bahwa suatu saat suaminya akan meninggalkan Indonesia dan sebagai seorang istri mau tidak mau haruslah mengikuti kemanapun suami pergi.

Ada rasa sedih harus meninggalkan tanah kelahiran, orang tua dan saduara terdekat dan harus mengenal daerah baru yang mungkin asing buat dirinya, tapi untuk sebuah pilihan itu harus dijalani karena setiap pilihan selalu ada cara dan jalan untuk bisa meyakini bahwa ITU YANG TERBAIK.

Saya dan istri termasuk type yang suka berkumpul kemanapun dan dimanapun artinya dalam kondisi apapun yang terjadi sebaiknya bisa bersama-sama, dan saya tahu bahwa pekerjaan saya ini memiliki konsekuensi adanya mutasi antar daerah se Indonesia dan saya yang merupakan karkater orang sunda biasanya tidak terbiasa untuk jauh dari orang-orang terdekat.

Tapi itulah hidup terkadang ketika kita membenci sesuatu justru yang kita benci menjadi bagian dari hidup kita dan hal yang menjadi impian terkadang jauh untuk dapat diwujudkan.

Termasuk diri saya dan mertua, dimana mertua tidak menyukai pekerjaan saya justru mendapatkan mantu dari pekerjaan yang tidak disukainya. Tapi ketika kita menjalaninya selalu ada kejadian kejadian yang tak terduga dan bisa dikategorikan kejadian yang istimewa. Menikmati hidup adalah jalan keluar dari pilihan yang sudah kita dapatkan.

Dan kinipun saya semakin sadar bahwa kita hidup begitu terasa singkat dimulai ketika kita menikah, istri mengandung dan melahirkan hingga melihat anak tumbuh dewasa dan rasanya saya makin disadarkan jika melihat satu persatu orang terdekat kita pergi dipanggil Yang Maha Kuasa, rasanya jika diperbolehkan memutar waktu kembali ingin rasanya waktu diperlambat jalannya dan kita bisa sekenyang-kenyangnya menikmati kebersamaan itu.

Ah saya berharap semoga setiap perpisahan tidak menyisakan kesedihan tapi menyisakan harapan untuk bisa bersua kembali walau harus lintas negara sekalipun.

Aku akan hidup untuk kamu, anak-anak dan mamah…”

Sebuah lagu dari NAFF-PEREMPUANKU

Ku akui perasaan ini
Tak menentu waktu aku memandangmu
Kuakui harus kuakui
Kau begitu cantik

Senyuman dan binar matamu
Sesaat membuat nafasku terhenti
Kuakui jujur kuakui
Kau telah memikat hatiku
Kau telah membius jiwaku

Perempuanku dengarkan aku
Lelaki yang tergila gila padamu
Perempuanku dengarkan aku
Ku cinta kau hari ini dan nanti

About omiyan

Cuman seorang newbie didunia maya, selalu merasa jika berbicara lewat tulisan itu lebih baik daripada kita berbicara tanpa ada jejak dalam sebuah tulisan.

Diskusi

33 thoughts on “Perjalanan dari Sebuah Pilihan Hidup

  1. Jangan pernah kebersamaan yang sedang kita rasakan ini tidak dimanfaatkan untuk saling memupuk rasa cinta kasih serta saling mengisi dalam hal kebaikan juga kebahagiaan karena kita hidup cuma sekali dan waktu tak akan pernah kembali, nice post Om🙂

    Posted by anny | 19 Oktober 2009, 04:21
  2. keduax diamankan dulu

    Posted by ruanghatiberbagi | 19 Oktober 2009, 05:10
  3. hidup memang selalu demikian, ada yg datang dan pergi, tidak ada yang abadi selain Sang Pencipta, salam tuk semua keluarga ya om

    Posted by ruanghatiberbagi | 19 Oktober 2009, 05:12
  4. itulah hidup….
    .
    saya seorang yang suka dengan kesendirian, namun selalu dikelilingi oleh keramaian…..

    Posted by komuter | 19 Oktober 2009, 05:15
  5. wah omiyan suka lagunya Naff juga tho.. sama om..😀

    Posted by muhamaze | 19 Oktober 2009, 06:28
  6. semoga cepet bertemu….

    Posted by deady | 19 Oktober 2009, 09:11
  7. Kisah yg tragis, maaf omyan & blogger yg lain sy jarang balas komentnya karena sy ngeblognya dari hp agak kesulitan balas coment.

    Posted by Abdul ghofur | 19 Oktober 2009, 09:27
  8. wah, naffklikers ya😛 ups itu unguklikcers

    hehe

    Posted by heru | 19 Oktober 2009, 09:51
  9. Itulah hidup yan, kita itu slalu dituntut sabar dalam keadaan apapun…

    Posted by Diny | 19 Oktober 2009, 09:51
  10. Perpisahan memang menimbulkan kesedihan, tetapi tuntutan kewajiban membuat kita harus menjalaninya.
    Saya kira nggak tunggu tua baru ketemu, kapan-kapan kalau ada rejeki juga bisa toh ?
    Salam.

    Posted by Indo Hijau | 19 Oktober 2009, 10:02
  11. perpisahan…
    hal yang paling menjemukan, setelah menunggu…

    kadang memang tak dapat menerima, tp hanya bisa meyakini kalo apa yang terjadi adalah jalan terbaik🙂

    Posted by inge | 19 Oktober 2009, 11:58
  12. hmmm nice post bos.
    gw suka nih.
    salam kenal.
    mampirlah ke rumah saya kalo ada waktu.

    Posted by kaneadventure | 19 Oktober 2009, 13:56
  13. semua tergantung dari mana segi kita memandang kan Om ?? dan bukan berarti perpisahan akhir dari segalanya bahagia selalu untuk keluarga Om Iyan..😀

    -salam- ^_^

    Posted by Hariez | 19 Oktober 2009, 15:37
  14. “kucinta kau hari ini dan nanti”

    ohho,,, berharap ada seseorang yg mengatakan ini kepada saya,,,
    hehhehe,,,,

    Posted by Emy | 19 Oktober 2009, 16:12
  15. Jangan Kuatir Om …
    Jika Tuhan menghendaki …
    Saya kira kok Istri Omiyan akan bertemu lagi kok dengan adiknya …

    Kalau bukan Mereka datang ke Indonesia …
    Bisa juga Omiyan sekeluarga yang bertandang ke Taiwan kan ?

    Salam saya

    Posted by nh18 | 19 Oktober 2009, 16:12
  16. bagaimanapun hidup adalah hanya sebuah cerita tentang yg meninggalkan dan yg ditinggalkan🙂

    Posted by silent reverie | 19 Oktober 2009, 16:26
  17. iya meninggalkan tanah air dan berjauhan ama orang tua itu beraaat banget!!

    makanya saya suka sebel ngebaca cerita orang yang suka komplein mulu tentang perselisihannya ama orang tua/mertuanya. mereka gak sadar betapa beruntungnya mereka bisa tinggal berdeketan ama ortu/mertua. yah kadang emang orang gak nyadar kalo belum ngalamin sendiri sih ya…

    Posted by arman | 19 Oktober 2009, 18:39
  18. Tapi itulah hidup terkadang ketika kita membenci sesuatu justru yang kita benci menjadi bagian dari hidup kita dan hal yang menjadi impian terkadang jauh untuk dapat diwujudkan. <— saya suka sekali kalimatnya..mungkin cukup bijak bila kita mengikhlaskan apa yg sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. bukan begitu om..??
    apakabar om iyan dan keluarga..??

    salam, ^_^

    Posted by Didien® | 20 Oktober 2009, 01:25
  19. walo bagaimanapun, berbakti pada suami adalah kewajiban bagi seorang istri..mudah²an perpisahan ini adalah sementara utk keluarga istri om iyan…amin

    Posted by d-Gadget™ | 20 Oktober 2009, 01:27
  20. perpisahan ini bukanlah untuk selamanya kan..? berarti masih ada harapan utk bisa berkumpul kembali.
    sementara bisa memanfaatkan teckhnology yg ada utk berkomunikasi kan om..?
    salam hangat utk sahabatku, ^_^

    Posted by Caride™ | 20 Oktober 2009, 01:30
  21. Orang-orang yg kita sayang pergi untuk menetap di hati kita..
    Ada yg bilang jauh dimata tp deket dihati..

    Posted by AtA chan | 20 Oktober 2009, 02:01
  22. kebiasaan saya kalo dalam oondisi dilemaseperti itu, langsung dengerin lagunya demassiv jangan menyerah…. setelah itu dapet inspirasi dah

    Posted by annas | 20 Oktober 2009, 03:24
  23. tenang om,,kalo Tuhan berkehendak utk ketemu lagi ya psti ketemu lah,,

    Posted by fesoogle | 20 Oktober 2009, 05:40
  24. jadi ingat postingan saya tentang
    Life is Beautiful # 7: Kekuatan Pilihan

    http://hmcahyo.wordpress.com/2008/07/24/life-is-beautiful-7-kekuatan-pilihan/

    Posted by hmcahyo | 20 Oktober 2009, 06:00
  25. belum bisa ngerasain sih. belum berkeluarga. ya, nanti kalau udah berkeluarga gak nyari yang pada jauh-jauhan deh. hehehehe

    Posted by diazhandsome | 20 Oktober 2009, 13:00
  26. om…romantis bener sih😀

    setiap kejadian pasti ada hikmahnya…yang penting kita iklash menerima semua konsekwensi hidup itu sendiri🙂

    Posted by Ria | 20 Oktober 2009, 15:19
  27. kunjungan malam, aja, Kang.

    Posted by alamendah | 20 Oktober 2009, 15:45
  28. Liriknya bagus, tapi kebetulan saya gak suka lagunya..🙂

    Posted by nusantaraku | 21 Oktober 2009, 07:21
  29. jadi pengen tanya, kira2 kenapa ya kuq seringnya yang kita ndak suka itu malah kejadian sama kita.:mrgreen:

    Posted by luvaholic9itz | 21 Oktober 2009, 10:19
  30. Yakini saja,Insya Allah pasti nanti akan bertemu kembali…
    Senang baca tulisan Om Ian..

    Posted by Alindra | 22 Oktober 2009, 05:49
  31. menyapa seorang sahabat
    selamat malam om iyan

    Posted by haris ahmad | 24 Oktober 2009, 12:03
  32. bagaimanapun juga, memang keluarga yang terbaik, bukan orang lain!

    Posted by samsul arifin | 18 November 2009, 03:45
  33. yach…masih beruntung dibanding saya. masih ada peluang buat berjumpa, meski sangat tipis. yang ngga mungkin ada kesempatan sekalipun bisa ketemu dengan adikku. perpisahan itu juga sangat tragis dan ngga mungkin kuceritain.

    Posted by agus suryanto | 28 November 2009, 17:33

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

twitter

  • 2,464,039 Sejak 17 Nov 2008

Kategori

Yang Lagi OL

Langganan via Email

Bergabunglah dengan 930 pengikut lainnya

smadav antivirus indonesia

%d blogger menyukai ini: