Saya Dan Keluarga

Pertemuan Yang Mengharukan ….


Bila mengingat mudik kemaren ada sebuah kejadian yang membuat saya terharu melihat pertemuan antara nenek dan ibu saya, ya walau nenek saya sudah agak pikun tapi masih ada memori untuk mengingat seseorang, dan yang selalu ada dibenak Beliau  adalah ibu saya dan ade saya karena keduanya dekat dengan nenek  sedangkan adek saya karena waktu kecilnya pernah diurus oleh nenek.

Bisa dibilang setelah hampir 2 tahun tak ketemu kondisi nenek masih seperti dulu walau badannya makin kurusan tapi secara kasat mata untuk ukuran usia mau menginjak 90 tahun tapi  masih kelihatan segar bugar walau kondisi jalanya tertatih karena kaki kananya pernah sakit tapi masih mampu berjalan sendiri dan kondisi mata yang masih tajam bahkan untuk memasukkan benang ke jarum sekalipun katanya masih bisa Subhanallah.

Adalah sebuah kejadian yang cukup mengharukan buat saya ketika ibu saya diajak makan bersama dengan nenek dalam satu piring, saya melihat ibu begitu terharu karena mungkin sudah puluhan tahun tidak seperti itu dan nenekpun begitu lahap makannya, walau terkadang diselingi pertanyaan yang sama tentang saya atau anak saya ..ini siapa.. ini anak siapa …, terlepas dari itu melihat kedua orang yang saya cintai bisa bersama duduk dan makan bersama di satu piring sungguh sangat mengharukan.

Saya sempat berpikir ..

…Ya Allah apakah saya kelak akan seperti ini dimana masih bisa bersama dengan anak-anak walau saya sudah tua sekalipun…

..Masihkah mereka mau merawat saya dalam kondisi sakit parah sekalipun …

Air mata saya menetes tatkala melihat mereka ngobrol menumpahkan rasa kangen setelah dua tahun tak pernah bertemu, bahkan nenek ingin sekali ikut saya ke Serang, namun rasanya saya tak bisa memenuhi keinginannya dan saya terpaksa bilang bahwa saya dan ibu akan nginap ditempat nenek sekarang walau akhirnya saya pulang karena besok musti siap-siap berangkat pulang kembali ke Serang.

Kesedihan saya memuncak ketika akan pamit pulang derai air mata ibu saya keluar karena harus berpisah kembali dengan nenek dan saya pun mencoba menahan tangisan akhirnya tak mampu karena melihat kondisi nenek dan melihat sorot mata nenek yang sepertinya tak ingin kami tinggalkan, setelah salaman dengan nenek dan ketika akan keluar dari pintu rumah  saya tak kuasa menahan tangis dan kembali memeluk nenek yang begitu berarti dalam kehidupan saya, ya disitu saya menumpahkan kesedihan dan permintaan maaf karena tidak setiap saat berada disamping Beliau.

Ya Allah perasaan berat meninggalkan nenek dalam perasaan saya mungkin tak sebanding dengan perasaan ibu saya sebagai anaknya, tapi entah kenapa saya begitu menyayangi nenek karena kebaikannya selama ini.

Saya selalu berharap semoga kondisi nenek sehat selalu atau diberikan yang terbaik buat dirinya, kondisi rumah dan pekerjaan yang berada diluar kota membuat saya dan keluarga tak bisa setiap saat secara rutin bisa menengoknya.

Dan semoga saja paman dan bibi yang sekarang merawat nenek selalu diberikan kesehatan karena hanya tinggal merekalah yang masih memungkinkan untuk bisa merawatnya setiap saat.

About omiyan

Cuman seorang newbie didunia maya, selalu merasa jika berbicara lewat tulisan itu lebih baik daripada kita berbicara tanpa ada jejak dalam sebuah tulisan.

Diskusi

39 thoughts on “Pertemuan Yang Mengharukan ….

  1. hiks… memang sungguh mengharukan, om.
    jadi ingat saat ibu saya harus kembali ke bukittinggi kemarin, meninggalkan saya, setelah selama hampir dua bulan berada di tempat saya. sedihnya luar biasa, sampai-sampai saya tidak tahan melihat kamar yang selama dua bulan ini ditempati beliau kosong.

    hubungan kekerabatan semacam ini memang patut dipelihara, yakni hubungan dengan kedekatan emosi yang sangat kuat. soalnya zaman modern cenderung menjauhkan ikatan kekerabatan kan, om?

    Posted by marshmallow | 29 Desember 2009, 01:38
  2. bener, terutama ketika orang tua kita terdapat perbedaan antar saudara maka kita sebagai anak-anaknya justru menjadi penyatu dan bersatu bukannya ikut berpecah juga

    Posted by omiyan | 29 Desember 2009, 02:04
  3. yah… mengharukan Om… ada kebahagiaan yg teramat sangat bertemu dng kerabat yg sudah lama tak bersua…
    waktu jadinya berjalan begitu cepat… dan pasti rasa tak ingin berpisah tapi harus yg membuat sediiiiih sangat😦

    walau jauh tp yg selalu tak pernah lupa adalah do’a yg selalu terucap, ya kan Om🙂

    Posted by Inge | 29 Desember 2009, 02:20
  4. mengharukan sekali Om…
    semoga saja kita dapat menanamkan hal yang sama pada anak-anak kita, sehingga ketika tua nanti, mereka masih merindukan kebersaman bersama kita, sebagaimana kita merindukan kebersamaan dengan orangtua kita, saat ini…🙂

    Posted by vizon | 29 Desember 2009, 02:26
  5. sangat mengharukan, semoga keluarga kita masih lengkap dan bahagia ketika sudah tua nanti…

    Posted by dafiDRiau | 29 Desember 2009, 02:39
  6. Ikutan terharuikutan terharu, Bang. Emang ikatan bathin antara orang tua dan anak, apalagi sama-sama seorang ibu, sangat luar biasa.

    Posted by alamendah | 29 Desember 2009, 03:01
  7. Ini mengharukan sangat Om …
    Semoga semua diberi kebahagiaan ya Om

    Salam saya

    Posted by nh18 | 29 Desember 2009, 03:38
  8. wah nenek aku juga udah umur 83 tahun masih kuat jalan dan makanan favoritnya adalah kacang. giginya masih utuh dan bagus

    Posted by kawanlama95 | 29 Desember 2009, 03:46
  9. Subhanallah… indahnya…

    hm.. ibunya ibu saya sudah meninggal dunia..

    Sabtu besok insyaAllah 1000 harinya🙂

    Posted by Nisa | 29 Desember 2009, 04:22
  10. alhamdulillah masih punya nenek, saya sudah tak bisa mengingat lagi seperti apa nenekku karena beliau meninggal saat masih umur 5 tahun.

    Posted by sunarnosahlan | 29 Desember 2009, 04:38
  11. ya Allah, begitu mengharukan alhamdulillah bisa dipertemukan dalam suasana haru, sehat dan dikasih umur olehNya. Senang sekali masih memilki nenek

    Posted by Mamah Aline | 29 Desember 2009, 05:00
  12. betapa bahagianya masih bisa bertemu dan berkumpul dengan ibu dan nenek ya om
    semoga ibu dan nenek sehat2 selalu dalam lindunganNya

    Posted by julie | 29 Desember 2009, 05:04
  13. Jadi ikutan terharu. betapa bahagianya saat kalian bertemu😦

    Terus berdo’a untuk nenek dan ibu pannjenengan aja kang🙂

    Posted by JakaPrasetya | 29 Desember 2009, 05:44
  14. Hmmmm…..mengharu biru mas. Beruntunglah sampeyan msh ada nenek…..

    Posted by nDa | 29 Desember 2009, 05:55
  15. Seharusnya kalo bisa neneknya dibawa aja biar bisa tinggal sama2, ini kan kesempatan mumpung nenek masih ada

    Posted by anny | 29 Desember 2009, 06:21
  16. mungkin jika dekat bisa saya lakuin, antara serang dan kuningan jarak yang sangat jauh dan kondisi nenek tak memungkinkan karena terkadang sifat beliau yang suka ebrubah-ubahd an hal ini pernah dilakuin oleh bibi saya yang tinggal di kuningan dan ternyata belum sehari sudah minta pulang lagi ke tempat asal nenek tinggal

    Posted by omiyan | 29 Desember 2009, 06:49
  17. Indahnya kasih sayang…ini membuktikan kita masih punya harapan selama cinta itu masih ada.

    Posted by Ruang Hati | 29 Desember 2009, 06:50
  18. senangnya kebersamaan antar keluarga ya gan🙂

    Posted by fauzikun | 29 Desember 2009, 07:00
  19. Ibu…

    Posted by Mawi Wijna | 29 Desember 2009, 08:09
  20. hemmmm…
    jadi rindu mama di NTT.
    Love u mam..

    Posted by alfarolamablawa | 29 Desember 2009, 10:00
  21. memang manusia akan mengalami proses demikian ya OM
    subhanallah ………….
    tx berbaginya Om

    Posted by shalimow | 29 Desember 2009, 10:27
  22. subhanallah, aku jadi merinding bacanya….
    gak kebayang deh sama pertemuan itu

    Posted by yangputri | 29 Desember 2009, 10:50
  23. Wah bahagianya pertemuan itu ya! Walaupun mengharukan sih!

    Posted by Zulaela | 29 Desember 2009, 11:12
  24. Duh kALaU Sy ADa diSAna NanGIs Jg Kali

    Posted by nia | 29 Desember 2009, 13:53
  25. jadi inget nenek yos juga,,,
    yang sudah pikun juga.. atu bahasa jawanya “wis jempo”
    sebenrnya ibu saya ingin di hari2 tuanya ingin merwatnya dan tinggal dirumah.. sayang karena sesuatu hal nenek saya ngga bisa tinggal ma ibuk,

    Posted by yos | 29 Desember 2009, 14:33
  26. Ikut larut membaca kisah yg Omiyan tulis.
    Semoga semuanya diberi kesehatan, sehingga bisa disusun rencana pertemuan berikutnya dan berikutnya.
    Kita2 ini masih beruntung Om, meski terpisah tapi pisahnya karena perencanaan, bukan keterpaksaan.
    Masih banyak yang terpisah karena keterpaksaan, misalnya balita yg pisah dengan Ibunya karena jadi TKI.
    Saya pernah melihat sendiri saat si balita meronta melihat Ibuknya yg telah dijemput Calo untuk segera berangkat via Jakarta. Kejadiannya di terminal bis Kudus.

    Posted by marsudiyanto | 29 Desember 2009, 14:36
  27. ..
    Sangat menyentuh om, ikut mendoakan kesehatan beliau..
    ..

    Posted by septarius | 30 Desember 2009, 00:25
  28. selamat pagi gan🙂
    sekedar blogwalking dan berkunjung ke rumah teman😛

    Posted by fauzikun | 30 Desember 2009, 02:01
  29. bahagianya masih punya nenek dan ibu🙂

    Posted by Yessi | 30 Desember 2009, 02:44
  30. bertemu keluarga memang selalu menyenangkan, tak pernah membosankan walau sering2 dilakukan🙂

    Posted by bakulrujak | 30 Desember 2009, 03:32
  31. hiks hiks hiks
    moga beliau tetap dijaga kesehatannya oleh tuhan yang maha kuasa

    Posted by riFFrizz | 30 Desember 2009, 03:40
  32. Numpang kasih award buat mas omiyan
    Ambil di blog-ku ya …
    amazingrainbow.blogspot.com

    Posted by boss luar biasa | 30 Desember 2009, 03:44
  33. ya kadang bosan dengan ketidakpedulian atau keakraban yang terbentuk namun sifatnya bohong atau palsu.. kadang nanya dimana kepekaan itu?telah pergi kemanakah simpati itu.. tp memang gtlah roda jaman.. biarlah yang penting semoga saya dan kita tetap saling seperti ibu dan nenek yang om iyan ceritakan,amin..

    Posted by Erikson | 30 Desember 2009, 06:49
  34. Alhamdulillah masih punya kesempatan untuk memeluk nenek.
    *speechless

    Posted by kumenulis | 30 Desember 2009, 09:52
  35. keluarga memang segalanya

    Posted by A.J.I | 31 Desember 2009, 00:38
  36. Hubungan kekerabatan memang harus ditanamkan sejak dini dan dipelihara terus menerus.
    Semoga saya dan anak-anak saya bisa menjalin hubungan seperti ibu dan nenekmu sampai akir hayat

    Posted by edratna | 2 Januari 2010, 03:04
  37. Kayakx seumuran dgn nenek saya .. Tulisan Mas mengingatkan aq sama beliau, Jadi kangen .

    Posted by Ita | 2 Januari 2010, 09:56
  38. selagi nenek dan kakek masih ada.. berikan kenangan indah baginya…
    teringat kakekku yg telah tiada.. :((
    jadi sedih di saat beliau meninggalkan dunia ini..aku tidak bisa pulang karena jadwal padat dan jauhnya bukan main :((

    Posted by wahyu | 4 Januari 2010, 15:47
  39. duh…speechless…
    terharu banget baca tulisan ini…

    Posted by Ria | 6 Januari 2010, 02:30

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

twitter

  • 2,461,056 Sejak 17 Nov 2008

Kategori

Yang Lagi OL

Langganan via Email

Bergabunglah dengan 929 pengikut lainnya

smadav antivirus indonesia

%d blogger menyukai ini: