Tak Berkategori

Cinta Dalam Sekilo Telur


Membina sebuah rumah tangga sudah pasti akan menghadapi konsekuensi logis dikemudian hari yaitu dari faktor ekonomi, kesusahan dan kekurangan akan datang melanda dan bisa jadi akan menjadi sebuah badai prahara, tapi rasanya semua kesusahan dan kekurangan tersebut tidak akan dirasa jika dijalani dengan kebersamaan, saling menerima dan keceriaan bahkan dari situ pula kekuatan cinta yang ada menumbuhkan solusi agar kita mampu mengatasinya.

Saya tak pernah terpikir jika sedikit demi sedikit istri mampu mengusir rasa “gengsian” dalam diri saya, bagaimana tidak saya sudah mempunyai pekerjaan tetap sebagai seorang karyawan dengan penghasilan yang menurut saya lumayan kemudian istri bekerja sebagai karyawan swasta ,  sudah pasti buat sebagian orang tak perlu rasanya kami mencari tambahan karena kami mempunyai dua penghasilan, tapi faktor istri yang notabene orang chines sudah pasti jiwa dagang alias berwiraswastanya lebih kuat dari saya dan tak menyurutkan niatnya untuk bisa membuka usaha yang bisa menambah penghasilan buat keluarga, dan itulah kenapa saya mau tidak mau yang tadinya tak biasa malah terbiasa untuk tumbuh dan mendukung keinginan istri tersebut walau terkadang kami seperti tak kenal waktu.

Satu ucapan dari istri yang saya ingat sampe sekarang adalah

“A jadikan dagang (usaha) ini sebagai hobi, karena yang namanya hobi apapun dilakukan agar bisa terpenuhi artinya tidak ada rasa gengsi didalamnya”

Ya tahun 2010 menjadikan Tahun Optimis kami berdua, setidaknya saya sudah mampu sedikit demi sedikit untuik tidak menjadi orang yang gengsian terutama dalam mencari nafkah diluar sebagai status karyawan dengan menanggalkan status saya tersebut, dan ya setelah usaha pertama membuka toko pakaian bayi kurang bagus prospeknya kemudian mencoba usaha jualan telur ayam kampung antar jemput (ceritanya) dengan mendatangi tetangga satu persatu syukur Alhamdulillah setidaknya sekarang sudah mulai menampakkan hasil, bukan dalam artian keuntungan tapi dalam mencari pelanggan dan terbukti pelanggan di komplek terkadang ada yang dateng sendiri atau via sms.

Terkadang ada candaan dari tetangga melihat saya dan istri sepertinya tak henti untuk mencari sesuap nasi

” Sudah sih te (maksudnya tante, panggilan khas di komplek), kan dah kerja suami kerja terus punya toko sekarang tambah lagi usahanya, kayaknya ga puas terus”

Orang bisa saja melihat sesuatu dari covernya saja sepertinya terlihat senang padahal belum tentu didalam. Usaha kecil-kecilan yang kita mulai sekarang adalah sebuah jalan panjang dari niatan mumpung  masih muda dan masih diberikan kesempatan berusaha setidaknya bisa menjadi pelajaran kepada anak kami agar lebih bisa menghargai tentang “Uang” karena mencari uang tidaklah mudah apalagi dengan jalan yang benar. Hidup rasanya akan rugi dan menjadi beban jika saya secara pribadi menghidupi keluarga dengan jalan yang tidak bener, untunglah Tuhan selalu memberikan jalan ketika kita mempunyai cara untuk mengantisipasi tersebut.

Saya merasa beruntung melihat istri yang terkadang mau jalan kaki cukup jauh sekedar lewat menawarkan telur, melihat kondisi itu akhirnya saya menjual sepeda gunung (untung masih ada satu) dan uangnya saya beliin sepeda yang lebih cocok dan pantas buat istri biar tidak terlalu cape dalam memenuhi pesanan pelanggan.

Ya dari sekilo telur yang terjual ternyata menumbuhkan rasa untuk saling memiliki dan menyayangi, ternyata kami diberikan jalan untuk bisa menganyam cinta ini bisa terus erat dan rapat dan bisa saling menopang satu sama lain dalam menghadapi setiap kesusahan yang mendera.

Hidup memang sangat singkat bisa saja besok, lusa atau nanti kami meninggalkan dunia ini tapi kamipun ingin mengisi sisa usia ini dengan sebuah keindahan hidup yang nanti kelak bisa menjadi contoh dan panutan buat anak-anak setidaknya mereka pernah punya ayah dan ibu yang tak pernah gengsi ketika selesai bekerja sebagai karyawan berganti baju menjadi penjaja telur ayam kampung, tapi itulah sebuah seni menikmati hidup menikmati sebuah hobi dalam mencari rejeki sekaligus tetap memancarkan indahnya cinta diantara kami berdua.

Tapi terkadang saya merasa terlalu keren tatkala mengantar pesanan telur dengan pakaian masih lengkap dengan stelan kemeja rapi plus sepatu hitam mengkilat  hahahaha tapi untungnya itu pas malam ketika saya pulang kerja…hhmm.

Disadur dari sebuah kehidupan nyata keluarga kecil yang sedang berusaha berubah untuk lebih dewasa dalam menerima segala kekurangan….

Cerita yang sama persi ada di Ngerumpi com

About omiyan

Cuman seorang newbie didunia maya, selalu merasa jika berbicara lewat tulisan itu lebih baik daripada kita berbicara tanpa ada jejak dalam sebuah tulisan.

Diskusi

30 thoughts on “Cinta Dalam Sekilo Telur

  1. Pertamaaaxxxxxxxxxxxxxx

    Cerita yang inspiratif om, saya suka banget

    kekompakan suami istri dikala senang dan susah

    Posted by kabariberita | 7 Januari 2010, 05:39
  2. hueh, paragraf terakhir kok om jadi narsis? hihi…

    membaca judulnya saya teringat pada film lawas: cinta dalam sepotong roti. tapi tentu saja pemerannya kalah keren *ehem* dibandingkan pemeran-pemeran di cerita ini.

    bener deh. tidak perlu gengsi, toh sebagai pembeli juga tidak pernah memandang status penjual. karena simbiosis, saling membutuhkan.

    saya jadi ingat salah seorang staf direksi di kantor kakak saya yang istrinya justru menjadi pengusaha katering. awalnya tentu usaha kecil yang lama-kelamaan berkembang. nah, pada saat usaha ini masih kecil dulu, tentu cukup banyak rasa gengsi yang ditelan oleh bos kakak saya itu, mempromosikan usahanya ke teman-teman dan kolega. tapi buktinya sekarang mereka maju. mungkin malah penghasilan dari usaha sampingan ini lebih besar dibandingkan gaji suaminya.

    jadi peduli apa kata orang, yang penting halal toh, om?

    Posted by marshmallow | 7 Januari 2010, 06:01
  3. tentunya saya setuju dengan pendapat ibu hehehee

    Posted by omiyan | 7 Januari 2010, 06:11
  4. semoga kelak diberi istri yang selalu OK diajak kompakan😀

    Posted by bakulrujak | 7 Januari 2010, 06:13
  5. Amin saya doakan mas

    Posted by omiyan | 7 Januari 2010, 06:19
  6. Senengnya punya keluarga seperti itu..semoga bertahan selamanya

    Posted by A.J.I | 7 Januari 2010, 06:51
  7. mengusir “gengsian” … memberi jalan lebih kreatif dalam berusaha, yang terkadang bagi orang terlihat seperti sesuatu yang kecil dan gampang.

    Posted by HE. Benyamine | 7 Januari 2010, 10:18
  8. uigh…
    beginilah saya harus membina keluarga saya nanti hehehe
    sekarang cari fondasi yang kuat dulu ah…

    Posted by alfarolamablawa | 7 Januari 2010, 10:48
  9. semoga kekompakan ini senantiasa terjaga om

    Posted by nia | 7 Januari 2010, 10:58
  10. iya bener paragraf terakhirnya narsis hehehehe inspiratif

    Posted by Rivanlee | 7 Januari 2010, 10:59
  11. inspiratif sekali om!
    tetep kompak ya!

    Posted by deady | 7 Januari 2010, 11:13
  12. bisa ditiru?

    Posted by gadisjeruk | 7 Januari 2010, 11:30
  13. keluara yang indak, moga bertahan sampai nanti !
    kisah yang inspiratif

    Posted by riFFrizz | 7 Januari 2010, 11:57
  14. Cinta dalam sekilo Telur …
    Dalam sekilo Telur ada cinta…
    Pada sekil telur ada cinta yang dalam …
    =======
    Cerita yang mengasyikan untuk dibaca di copas dulu ah biar bisa dibaca offline

    Posted by abifasya | 7 Januari 2010, 12:06
  15. hmm..bagus juga usahannya om…diajeng juga dah pernah segala macam nyoba..dr buka toko sembako….trus agen mi sedaap dan detergent…tapi karena ga ditangani sendiri akhirnya ga jalan. sekrang ya lagi nyoba usaha warnet dan education centre..mudah2an berhasil ya om…sama2 berdoa…bismillah…ayo semangat teruuzzz….🙂

    Posted by diajeng | 7 Januari 2010, 14:09
  16. jangan lupa..segala macam usaha harus di iringi dengan doa om..supaya Alloh SWT melapangkan jalan rizky kita….🙂

    Posted by diajeng | 7 Januari 2010, 14:10
  17. saya kagum sekali dengan semangat wiraswasta istrinya Om.
    benar2 wanita tangguh, dan saya juga berpendapat sama, selama jalan itu halal, kenapa tidak ? yang penting kita bisa memmanfaatkan peluang atau ” jemput bola”
    Indahnya kehidupan rumah tangga yg saling mendukung bisa terbayangkan disini.
    salam hangat utk keluarga.
    salam.

    Posted by bundadontworry | 7 Januari 2010, 16:02
  18. Jadi laper saya? maklum begadang ini belum tidur seharian sampe jam 4 shubuh!

    Posted by dykapede | 7 Januari 2010, 20:55
  19. jadi ingan film cinta dalam sepotong roti😀

    Posted by rio2000 | 8 Januari 2010, 01:29
  20. Justru jiwa wirausaha ini yang harus ditumbuhkan, karena bisa menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran.
    Menurut saya tak perlu malu, justru usaha yang dimulai dari hobi sebagaian besar berhasil, karena orang menjalankan usaha dengan senang hati. Saya sendiri, masih sibuk setelah pensiun, karena memang hobi, namun hobiku memang tidak wirausaha, tapi mengajar, memberikan sesuatu dalam bentuk ilmu dan pengalaman buat orang lain.

    Posted by edratna | 8 Januari 2010, 02:13
  21. Hello there🙂 nice blog, I’m blogie walking here.. keep writing and heppy blogging. my last post is : wedding card

    Posted by wedding | 8 Januari 2010, 02:19
  22. Hello there🙂 nice blog, I’m blogie walking here.. keep writing and heppy blogging.

    Posted by wedding | 8 Januari 2010, 02:20
  23. Ini sih usaha bergengsi om, ceritanya betul betul penuh hikmah dan suatu perjuangan yang betul betul menimbulkan perasaan bahagia ya🙂
    Subhanallah………

    Posted by anny | 8 Januari 2010, 06:36
  24. wakh sebuah story yang keren nih om, bisa jadi ilmu nantinya buat aku

    Posted by JR | 8 Januari 2010, 08:06
  25. waduh keren sekali ceritanya…aduh inpiratif bagi…cocok banget bagi aku buat pelajaran di hari kelak jika dan punya istri…..terus dukung istrinya bro😀

    Posted by internet marketing | 8 Januari 2010, 08:14
  26. Kisah yang inspiratif.
    Ngga usah perdulikan apa persepsi orang yang penting rasa saling memiliki dan saling menyayangi itu yang harus dibina terus agar tidak pudar oleh perjalanan waktu.
    Salam sukses!

    Posted by Lambang 212° | 8 Januari 2010, 12:00
  27. iyah atuh yan,hare 9ene 9en9si…

    saluut untuk kalian berdua ^^

    Posted by wi3nd | 12 Januari 2010, 04:54
  28. cerita yang patut menjadi suri tauladan. pa lagi seperti saya mas, saya sangat butuh cerita2 macam ini

    Posted by tips SEO sederhana | 20 Januari 2010, 04:08
  29. nice post! salam kenal omiyan!

    Posted by piko | 29 Januari 2010, 11:53
  30. Salut bro, akan semangat dan motivasinya.
    Kami(bersama istri) sempat juga mencoba jualan, baru sekali coba, ada cobaan datang yaitu anak sakit, dan sampai dengan sekarang kami belum mencoba lagi.
    Untuk jualan telurnya, kalau berkenan dishare ke saya via japri dari awal sampai dengan bisa jalan seperti sekarang ini.
    Email saya di ratno38@gmail.com
    Terima kasih

    Posted by Ratno38 | 30 Januari 2010, 03:16

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

twitter

  • 2,461,056 Sejak 17 Nov 2008

Kategori

Yang Lagi OL

Langganan via Email

Bergabunglah dengan 929 pengikut lainnya

smadav antivirus indonesia

%d blogger menyukai ini: