Sekedar Celoteh

Televisi Dan Pelestarian Budaya


Dunia pertelevisian kita sedang mengalami kemajuan yang sangat pesat bisa dilihat dari jumlah Televisi Swasta yang terus bertambah, seyogyanya bertambahnya jumlah televisi swasta tersebut dapat meningkatkan dan mengangkat khasanah budaya Indonesia tapi yang terjadi adalah makin maraknya gaya hidup budaya barat yang menjadi acara andalan dari stasiun tersebut.

Namun saya melihat masih ada beberapa acara yang sangat pantas untuk kita tonton karena isi dari acara tersebut mengangkat kehidupan budaya dan tradisi dari bangsa ini, salah satu contoh adalah Teropong dari El-Shinta TV.

Menurut saya inilah yang seharusnya ada di setiap stasiun televisi  Nasional kita karena jika kita mau jujur bahwa sekarang budaya kita sudah bisa dikatakan makin ditinggal oleh pemiliknya sendiri atau hilang dimakan zaman.

Saya bisa membayangkan jika suatu hari ketika generasi muda kita ditanya tentang yang namanya gamelan Sunda atau jawa mungkin yang mereka tahu adalah Drum atau alat musik modern seperti gitar, atau ketika ditanya istilah Sinden atau Wayang golek atau wayang orang yang mereka tahu adalah drama atau Sinetron.

Minimnya acara-acara yang menyiarkan Budaya Tradisonal kita makin menunjukkan bahwa para pelaku bisnis pertelevisian masih lebih mementingkan acara-acara yang mampu menyedot keuntungan daripada menayangkan acara yang dirasa minim penonton padahal dengan kehadiran acara yang mengangkat budaya tersebut secara langsung ikut mengenalkan dan menjaga kelestarian budaya itu sendiri.

Dan satu hal lagi mungkin nanti budaya kita akan menjadi asing di negeri sendiri karena kira sendiri lebih bangga dengan budaya barat yang dianggap maju padahal jelas itu sebuah kemunduran moral !!!.

About omiyan

Cuman seorang newbie didunia maya, selalu merasa jika berbicara lewat tulisan itu lebih baik daripada kita berbicara tanpa ada jejak dalam sebuah tulisan.

Diskusi

17 thoughts on “Televisi Dan Pelestarian Budaya

  1. itu dia tantangannya. Semestinya penyajian khazanah budaya harus dikemas sedemikian menarik, agar pemirsa tak menguap sebelum selesai menonton. Yang saya bingungkan adalah, di kurun tahun 80-an, pemirsa wayang kulit itu bisa disejajarkan dengan pemirsa bioskop. Berati ada bahwa suatu budaya bisa menarik animo massa itu sudah terbukti. Hanya saja mungkin itu, kemasannya kalah saing.

    Posted by mawi wijna | 3 Februari 2010, 10:14
  2. Sekarang dunia TV lebih mengutamakan uang daripada nilai budaya dan etika….

    Posted by dafiDRiau | 3 Februari 2010, 10:45
  3. hmmm.. kita juga ndak tahu mas, ada budaya apa sebelum ada budaya sunda, so jangan kuatir deh.. hihi

    Posted by suryaden | 3 Februari 2010, 12:08
  4. profit oriented sepertinya sudah menjadi patokan baku mas buat dunia hiburan, tanpa memperdulikan nilai moral dan heritage

    Posted by masichang | 3 Februari 2010, 12:34
  5. krisis moral memang telah melanda dimana-mana, terutama di negeri ini..
    televisi sangat banyak memberi pengaruh pada budaya bangsa kita, dan sepertinya memang dibiarkan seperti itu..
    moral dan etika sudah menjadi barang usang serta langka…

    Posted by Hary4n4 | 3 Februari 2010, 14:01
  6. Assalamu’alaikum,
    Semoga Om Iyan sehat selalu dan bahagia bersama keluarga, Amin.
    Bentul Om, saya setuju banget, bahkan saya menilai acara pertelevisian kita sudah jauh dari budaya mendidik. Mengenai budaya, saya sendiri merasa prihatin, ketika budaya kita dicuri negara lain, kita berteriak dengan lantang, tapi ketika minimnya acara televisi tentang budaya asli Indonesia, mereka banyak yang diam. Lebih prihatin lagi ketika para orangtua merasa enggan anaknya kuliah/menuntut ilmu/mempelajari lebih dalam soal budaya, mereka bilang “Bagaimana dengan masa depan kamu bila kamu hanya menggeluti soal budaya?”
    Kita berharap masyarakat pun bisa menuntut lebih baik acara pertelevisian kita, tidak hanya disibukkan dengan demo/unjuk rasa soal ekonomi dan politik.
    Semoga sukses Sahabatku!

    Posted by Makna Hidup | 3 Februari 2010, 14:46
  7. nah itulah susahnya. mereka udah bikin niat kalau TV-nya dibuat untuk mendapatkan uang, bukan mengangkat hal-hal nasionalisme. gw jarang nonton TV sih sebenernya😀

    Posted by diazhandsome | 3 Februari 2010, 15:20
  8. TV yg paling bagus menerut aq sih metro tv, acara berbobot. kalau muter film jg sangat2 berbobot, kalau tvone terlalu lebay u/ jd tv berita

    Posted by andriz | 3 Februari 2010, 15:53
  9. Sayangnya banyak juga acara yang kurang mendidik kak, karena hanya kejar tayang dan uang.

    Posted by Mariska Ayu | 4 Februari 2010, 01:23
  10. yang jadi harapan saya mudah-mudahan acara televisi yang sekarang dapat berguna untuk mendidik anak-anak,,

    Posted by hendro | 4 Februari 2010, 01:29
  11. metro TV ju9a nayan9in acara seperti ituh,dulu SCTV ju9a ada POTRAIT nama acara,skr9 entah masih ada apa tidak?

    iyah tipi sekaran9mah acarana sinetron nda jelas 9ituh🙄

    Posted by wi3nd | 4 Februari 2010, 04:47
  12. TV kebanyakan menayangkan kehidupan yang serba wah melalui sinetron, saya jenuh melihat yang itu-itu saja

    Posted by sunarnosahlan | 4 Februari 2010, 06:05
  13. Iya nih.. tipi menjadi pintu masuk utama budaya luar. Padahal tipi punya potensi untuk memperkenalkan budaya asli bangsa kita pada anak2 dan masyarakat.

    Posted by Zico Alviandri | 5 Februari 2010, 04:22
  14. Bisa jadi, dari tivi kemudian terbentuk budaya baru di masyarakat. Minimal budaya ‘bertengkar’ dan budaya ‘hidup mewah’.

    Pengen nonton, tapi jarang ada tayangan musik Sujiwo Tejo, Sapto Raharjo, atau Djadoeg Feriyanto. Musik tradisional yg dikemas kontemporer.

    Tapi akhirnya juga kembali pada ‘selera masyarakat’ atau ‘memaksa menjadi’ selera masyarakat, utamanya demi untuk mengejar profit.

    Salam sejahtera

    Posted by ariefmas | 6 Februari 2010, 12:38
  15. acara TV zaman skr banyak acara gosip selebritis dan sinetron
    acara budayanya malaahan sedikit

    Posted by sewa mobil murah | 8 Februari 2010, 03:38
  16. duh, bunda miris membayangkan jika satu saat nanti anak cucu kita, mau nonton wayang, antri, tapi yg melakonkannya orang2 asing (bule).
    krn sekarang saja sudah ada dalang orang Amerika di Yogya dan sinden yg bernama Elizabeth di Yogya, pintar menari serimpi pula.
    lalu, apa ya yg sebaiknya kita bersama lakukan?
    salam.

    Posted by bundadontworry | 9 Februari 2010, 05:37
  17. saya mencari video-video film Teropong Elshinta,untuk bahan referensi membuat film semidokumenter,ada yang tau gak downloadnya dimana???????
    thanks…

    Posted by risty juliany | 6 November 2010, 14:38

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

twitter

  • 2,461,813 Sejak 17 Nov 2008

Kategori

Yang Lagi OL

Langganan via Email

Bergabunglah dengan 929 pengikut lainnya

smadav antivirus indonesia

%d blogger menyukai ini: