Saya Dan Keluarga

Belajar Dari Rengekan Seorang Anak


Semalam ketika saya dan istri masih menonton TV dan anak-anak sudah pada tidur terjadi sebuah perbincangan yang dipicu oleh perasaan ketakutan istri bila sikecil Memey nantinya tidak mengenal sosok ibunya kelak.

” Aku takut nanti memey ga kenal aku lho A “

” Ya enggaklah yank, semua tergantung cara kita mendidik mereka “

Perasaan ini dipicu karena Memey lebih sering bersama si Mba yang ngasuhnya dibanding kakaknya sewaktu Bunga masih kecil, karena waktu itu istri masih bisa mengasuh Bunga sampai usia  9 bulanan dan ini dikarenakan istri berhenti dari pekerjaannya disebuah perusahaan Distributor Makanan. Dibanding dengan Memey yang hanya sempat mengasuh sebentar kurang lebih 3 bulan dan setelah itu istri bekerja kembali dan inilah yang memunculkan kekhawatiran tersebut.

” Emang aa juga ngakuin waktu kita tak banyak buat anak-anak tapi yang penting kita usahakan sekarang adalah jangan sekali-kali membawa kerjaan ke rumah kalaupun dikantor tidak beres setidaknya kita kerjakan esok harinya ….”

Itulah ucapan saya ke istri, dan emang saya dan istri berusaha untuk tidak membawa kerjaan ke rumah dan lebih memfokuskan waktu buat anak-anak.

” Kamu tahu pelajaran apa yang aa dapetin selama cuti seminggu ini, kemaren kamu lihat Bunga ga mau bukain pintu ketika Memey mau masuk dan diteriakin oleh si Mba begitu juga kamu, tapi ketika kita meminta dengan lembut justru Bunga menurut ….. dan mau membuka pintu itu ..”

Terkadang Bunga suka melawan ketika disuruh pakai celana oleh si Mba, tapi ketika kita yang makein justru dia mau …. “

Saya mengehela nafas sejenak dan terlihat istri terdiam ….

” Sekarang kita perhatikan aja kalau makan kita suka nyuruh supaya Bunga makan dengan si mba, tapi terkadang di rewel malah minta dengan saya atau mamahnya…,  atau ketika disuruh mandi pasti maunya sama ayahnya, kalau kita pikir Bunga itu ga salah … dia hanya menuntut haknya …. hak untuk diasuh dan didik oleh orang tuanya, mungkin secara tidak langsung dia telah mengatakan …..

Aku mau sama ayah dan ibu … yang membuat susu, memberi aku makan, memandikan aku, mendongeng sebelum bobo …… “

Sejenak saya berhenti berbicara dan tiba-tiba sitri berkata ke Memey yang sedang dipeluknya …

” Maafin mamah sayang …. “

Dan saya melanjutkan perkataan ….

” Saya juga kadang sedih dan merasa bersalah terhadap mereka tapi kita juga beruntung memiliki anak-anak seperti Bunga dan Memey, sekarang kita perhatikan Bunga untuk meminta sesuatu selalu meminta ijin walau setelah itu merengek, terus masih mau mendengar untuk jangan makan-makanan diwarung ……

Aa masih ingat waktu Bunga mau naik odong-odong pas Aa datang sehabis nganter kamu, Bunga yang tadinya mau naik ga jadi dan segera menghampiri saya dan dia minta ijin dulu mau naik odong-odong ….. Aa ga nyangka  bisa segitunya Bunga ….”

Saya dan istri hanya terdiam dan hanya bisa memandang wajah anak-anak, ya mereka seperti memeberi pelajaran hidup kepada kami untuk bisa menghargai rengekan mereka karena dibalik itu mereka hanya sekedar menuntut haknya untuk mendapat perhatian yang seharusnya dari orang tuanya.

Saya sendiri telah berniat membelikan sebuah tenda kemping karena saya berencana mengajak Bunga bermain ke Kebun dan dia disana bisa belajar banyak dari alam sekaligus saya bisa lebih dekat dengan dirinya ….

Ah saya merasa cuti saya terlalu singkat buat mereka yang saya sayangi ……

About omiyan

Cuman seorang newbie didunia maya, selalu merasa jika berbicara lewat tulisan itu lebih baik daripada kita berbicara tanpa ada jejak dalam sebuah tulisan.

Diskusi

18 thoughts on “Belajar Dari Rengekan Seorang Anak

  1. Rengekan dari anak2 itu wujud ungkapan rasa sayang dia kepada orangtuanya loh mas… Selama mas dan istri meniatkan hati untuk memberi yang terbaik buat si kecil, pasti setiap kendala pasti akan bisa dihadapi…

    Posted by asepsaiba | 26 April 2010, 05:56
  2. asepsaiba :

    Dan itu juga yang terkadang menjadi salah faham apalagi saat kondisi kita lagi cape …. tapi saya bisa belajar banyak pada saat cuti kemaren …..

    Posted by omiyan | 26 April 2010, 06:05
  3. susahnya, karena kecapekan bekerja kadang kita malah merasa terganggu dengan rengekan anak, lalu tanpa sadar berkata ‘sana sama embak’…
    jadi makin parah kondisinya.

    betapa kita harus belajar bersabar.

    Posted by latree | 26 April 2010, 06:16
  4. latree :

    Ya dan inilah kenyataan yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari, sadar atau tidak kita telah membuat mereka mencari sosok yang bisa menerima mereka

    Posted by omiyan | 26 April 2010, 06:18
  5. belum pernah jadi morang tua, jadi blum tau rasanya di-rengekin anak .. hehehe:mrgreen:

    Posted by An | 26 April 2010, 07:27
  6. anak adalah benih kehidupan, mereka jujur dengan ekspresi mereka..tanpa kemunafikan dan tanpa kebohongan..dunia polos a la anak2 ini yang sebenernya menjadi kerinduan orang2 yang ingin mencari damai

    Posted by prasetyandaru | 26 April 2010, 07:31
  7. An :

    Seiring waktu pasti belajar setidaknya kita kepada orang tua

    Posted by omiyan | 26 April 2010, 08:27
  8. prasetyandaru :

    Ya karena mereka adalah sumber belajar kita untuk bisa menghargai kehdiupan

    salam

    Posted by omiyan | 26 April 2010, 08:30
  9. saya paling gak tahan dengar rengekan anak kecil… thats why masih belon mau berkeluarga😀 cepat naek darah ama anak kecil. sobat dan istri amat luar biasa dah. salute!

    Posted by Red | 26 April 2010, 09:40
  10. Salam,
    Anak-anak secara tidak langsung membuat kita sebagai orang tua untuk terus belajar, karena setiap anak memiliki cara yang unik untuk menanganinya.

    Posted by aldy | 26 April 2010, 09:52
  11. oh begitu ya Om pembelajaran dari rengekan
    makaci infonya manfaat

    Posted by shalimow | 26 April 2010, 11:18
  12. saya makin ga sabar… nikah… punya anak…. moga-moga lancar deh…

    Posted by sauskecap | 26 April 2010, 13:14
  13. Huaaa… cukup menyentil…😐

    Posted by Asop | 26 April 2010, 14:16
  14. anak gak mungkin lupa ama ortunya lah..
    tapi ya emang balik lagi tergantung ortu nya mau mendekatkan diri ke anak gak…

    Posted by arman | 26 April 2010, 17:01
  15. dilema ya kak, klo ibunya juga bekerja di luar rumah ^_^

    Posted by uni | 27 April 2010, 02:53
  16. Semua perlu keseimbangan ya, anak-anak juga pasti ingin melakukan segala sesuatu dengan orang tuanya…bukan hanya dengan mbak-nya…🙂

    Posted by bintangtimur | 27 April 2010, 09:05
  17. hmm..

    kira2 saya bakalan jadi orangtua seperti apa yaaa..

    Posted by tonosaur | 27 April 2010, 14:08
  18. woaaaaaaaaaaa…. sekali lagi tentang keluarga yang harmonis,,, sungguh bikin iri walupun saya belum berkeluarga…

    Posted by Yui | 30 April 2010, 09:54

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

twitter

  • 2,461,056 Sejak 17 Nov 2008

Kategori

Yang Lagi OL

Langganan via Email

Bergabunglah dengan 929 pengikut lainnya

smadav antivirus indonesia

%d blogger menyukai ini: