Saya Dan Keluarga

Kamu Jangan Main Dengan Dia Na ….


Mungkin kata-kata semacam larangan kepada anak agar tidak main dengan si A, si B atau si C pernah kita lontarkan karena alasan tertentu, misalkan karena anak dimaksud suka membuat anak kita nangis atau merebut mainan anak kita atau bahkan suka melempari batu ke anak kita namun yang lebih parah adalah karena jika anak tersebut justru membuat orang tuanya mengajak ribut dengan kita.

Tulisan ini saya buat adalah kisah yang saya alami oleh saya sendiri.

Selama ini saya tak pernah melarang Bunga main dengan siapapun walau terkadang Bunga suka nangis tapi saya biarkan toh namanya juga anak-anak sebentar berantem sebentar lagi pasti baikkan, tapi apa jadinya jika anak kita ketika terjadi keributan justru disikapi lain oleh orang tua sianak teman mainnya Bunga, terkesan orang tua anak tersebut tidak mau anaknya nangis padahal terkadang anak tersebut tidak diapa-apakan oleh anak kita tapi justru anak kita sendiri yang disalahkan.

Bisa dibayangkan perasaan tidak tenang menyelimuti saya sebagai orang tuanya, karena was-was takut ketika bunga lagi main dengan teman lainnya ketika datang anak tersebut nimbrung terus terjadi keributan khas anak-anak…bisa dibayangkan apa yang akan terjadi, dan langkah  yang saya lakukan adalah :

” Saya sudah pasti menyuruh Bunga masuk, walau harus saya paksa itu semata-mata menjaga keributan besar yang akan terjadi …. “

Saya sebagai orang tua bukan tidak mau menyelesaikan masalah tersebut secara terbuka atau ngobrol secara langsung dengan orang tua sianak tersebut, masalahnya ini pernah terjadi dimana tetangga saya satunya (kebetulan orang ini satu kedinasan dengan orang tersebut) berdialog dengan orang tua anak tersebut ( kejadian serupa menimpa tetangga saya satunya), tapi ternyata semua cuman basa-basi padahal secara lisan sudah ada kesepakatan untuk bisa menyikapi masalah tersebut tidak menjadi masalah orang tua, namun keesokan harinya terjadi kembali dimana orang tua tersebut membentak dan mengancam si mba pengasuh anak tersebut.

Satu yang saya sesalkan adalah keluarnya kata-kata dari orang tersebut ketika dia mengetahui anaknya nangis atau rewel ketika bermain…..

” Kalau ada yang mengganggu kamu, lempar saja pakai batu ….”

atau

” Ayah ga perduli siapapun orang tuanya …..bla-bla …..”

Dan mungkin yang menurut saya lebih parah adalah membiarkan anaknya (dengan sengaja) ketika bermain membawa peralatan yang ga semestinya semacam obeng dan benda tajam lainnya….

Dan akhirnya sekarang anak tersebut bisa bermain dengan kesendirian karena bukan hanya saya, hampir semua orang tua ditempat saya tinggal melarang anaknya main ketika anak tersebut datang…. Jujur saya sendiri merasa kasihan karena anak tersebut tidak berdosa namun semua ini karena menghindari konflik yang ada.

Mungkin para pembaca akan berkata …

” Semua masalah pasti ada penyelesaiannya …. pasti bisa “

Saya yakin bisa jika orang ini bisa menyikapi setiap permasalahan secara dingin pasti masalah akan cepat selesai dan tidak menjadi permasalahan yang besar, tapi ini tidak karena sudah terbukti 3 orang tetangga saya yang termasuk baik dalam pergaulan lebih memilih mengalah dan pindah rumah karena adanya gangguan (ancaman) dari orang tersebut.

Dan saya sendiri sedang memikirkan untuk bisa pindah rumah, semata-mata demi anak agar bisa bermain tanpa campur tangan orang tua yang TIDAK DEWASA, namun yang saya sayangkan adalah orang tersebut adalah salah satu abdi negara yang seharusnya menjadi contoh dan pengayom masyarakat tapi ini lain justru menebar ancaman buat warga sekitarnya.

” Ternyata benar, ketika kita hidup dirumah yang typenya kecil haruslah pandai-pandai dalam menata hati atau emosi karena sesuatu yang sempit bisa membuat pola pikir orang menjadi sempit dan ujungnya adalah luapan emosi yang tidak terkendali …”

Beruntunglah anda yang tidak mengalami hal seperti ini….

About omiyan

Cuman seorang newbie didunia maya, selalu merasa jika berbicara lewat tulisan itu lebih baik daripada kita berbicara tanpa ada jejak dalam sebuah tulisan.

Diskusi

24 thoughts on “Kamu Jangan Main Dengan Dia Na ….

  1. finally i arrived here again!!! dah lama g kemari om.. menanggapi cerita diatas, saya sebagai yg muda2 ini dan belum kawin ini hanya bisa mngambil hikmah dan ucapkan terima kasih banyak atas sharingnya hehehhehe🙂

    Omiyan : sama-sama mas setidaknya nanti akan ada solusi yang bisa membawa kebaikan

    Posted by Erikson | 9 Juli 2010, 06:58
  2. meskipun berada dalam kesempitan,,, semoga pola pikir tidak menjadi sempit …

    Posted by siAyi | 9 Juli 2010, 09:00
  3. terima kasih…moga bisa menjadi bahan pelajaran buat saya yang masih bujang

    Posted by taju | 9 Juli 2010, 11:19
  4. dikembalikan lagi ke orang tuanya agar bisa mengajarkan anak, mana yang dilarang dan mana yang dibolehkan tapi kalo ortunya ikutan bersifat seperti anak-anak ya memang sebaiknya kitanya yang mengalah demi menghindari terulangnya konflik

    Posted by orange float | 9 Juli 2010, 14:24
  5. ah, belum tentu beruntung yg tidak mengalami hal spt itu… Lain ladang lain belalang, lain pula masalah-masalanya om

    Posted by HASTu W | 9 Juli 2010, 15:31
  6. menurut saya orang tua harusnya tidak mengeluarkan kata2 seperti ” Kalau ada yang mengganggu kamu, lempar saja pakai batu ….” karena anak2 sangat pintar menghapal dan meniru, tapi seharusnya dapat menjaga ucapan berhadapan dgn siapapun dan dimanapun😀

    Posted by ok | 9 Juli 2010, 20:08
  7. menjadi orangtua memang tidak mudah, bahkan tak ada sebutan profesional bagi orangtua dan setiap jenjang usia anak adalah hal baru bagi orangtua.

    Dalam kasus ini saya melihat contoh orangtua yang overprotektif, itu saja.

    Posted by mawi wijna | 10 Juli 2010, 07:17
  8. wah, wah.. orang tua kok bisa menganjurkan anaknya jadi kriminal sejak dini: ” Kalau ada yang mengganggu kamu, lempar saja pakai batu ….” Mungkin waktu kecil si orang tua anak kecil itu mendapat perlakuan yang sama dari bapaknya. Kasihan!
    Saya tidak akan menganjurkan anak saya seperti itu.

    Posted by Alrisblog | 10 Juli 2010, 18:44
  9. Pindah ke TGA aja om.. Hehehe… Masih sepi disini..

    Hehehehehe mahal banget…ga keuber ma saya mah

    Posted by Yamadisini | 11 Juli 2010, 01:17
  10. Masalah itu tak hanya terjadi dilingkungan kompleks perumahan yang tipenya kecil..bahkan rumah real estate pun ada orangtua yang bersikap seperti itu, padahal nanti si anak sendiri yang menjadi tak punya teman.

    Posted by edratna | 12 Juli 2010, 04:46
  11. siAyi :

    Betul mas….tapi itu juga balik ke diri kita masing-masing

    Posted by omiyan | 12 Juli 2010, 04:54
  12. taju :

    Sama-sama mas

    Posted by omiyan | 12 Juli 2010, 04:55
  13. orange float :

    Saya melihat inilah cara terbaik untuk meredam masalah saat ini

    Posted by omiyan | 12 Juli 2010, 04:57
  14. HASTu W :

    Bisa jadi pak….tapi ya sebaiknya kita tidak mengalaminya

    Posted by omiyan | 12 Juli 2010, 04:59
  15. ok :

    Saya setuju, tapi inilah akibat dari emosi orang tua yg tidak terkontrol …..

    Posted by omiyan | 12 Juli 2010, 05:01
  16. mawi wijna :

    Kalau saya melihat sikap orang tua tersebut tidak overprotektif, karena yang ada terkesan anak dibiarkan bermain tanpa pengawasan dan terkesan anak tersebut tanpa pantauan berarti baik dari mainan yang dia pegang atau bermain dengan siapa.

    jadi jika dia mendengar tiba-tiba anaknya menangis tanpa menanyankan secara baik-baik sebabnya menangis ke orang sekitar sudah pasti emosi yang diduluin dengan menyalahkan anak orang lain….

    Posted by omiyan | 12 Juli 2010, 05:04
  17. Alrisblog :

    Betul mas tak pantas kita menganjurkan anak seperti itu …. kalau saya berprinsip kelakuan anak tak ubahnya cerminan diri kita orang tuanya

    Posted by omiyan | 12 Juli 2010, 05:06
  18. edratna :

    Ya bu dan pastinya dengan kadar yang berbeda …

    Posted by omiyan | 12 Juli 2010, 05:42
  19. kita memang hrs bijak menyikapi pergaulan anak2, memang lebih baik menghindar dari pada malah ribut besar, apalagi kalau ortu si teman yg bawaannya emosi, hiii….serem😦
    salam

    bunda dah seabad gak kemari😳

    Posted by bundadontworry | 12 Juli 2010, 10:28
  20. Masalah anak-anak semestinya kita sebagai orang tua tidak perlu ikut-ikutan panas karena namanya anak-anak. Setelah berantem pasti main dan kumpul lagi. Kalau si orang tau ikutan dalam masalah anak, bisa setahun gak saling tegur sapa😆 . Tapi ada juga orang yang tahu dan mengerti tentang hal itu dan sering berujar “biarin aja pak, namanya anak-anak” pas anaknya naggis karena bermain & berantem dengan teman sebayanya eh ….. orang tua nya malah marah dan ikut nyari ke rumah teman anaknya itu. Aneh❗
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    Posted by Sugeng | 15 Juli 2010, 03:24
  21. mantaaaaaaaaafffffffffffffffffffffffff………………….

    Posted by menone | 16 Juli 2010, 02:12
  22. ada lagunya benyamin S yang dengan kocal gambarin tentang hubungan anak-anak dan para orang tua nya..

    Posted by idham biro jasa SIM-STNK-PASPOR | 23 Juli 2010, 23:13
  23. menyongsong datangnya bulan Romadhon, mari kita mempersiapkan diri untuk hati yang lebih bersih dan rasa saling menghormati. mohon maaf kalau komentar ini sekedar menyapa, tidak sesuai dengan isi postingan 22:25

    Posted by www.budies.info | 30 Juli 2010, 22:31

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Bunga Terindah yang Sudah Tumbuh 4 Tahun « Blognya Omiyan - 21 Juli 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

twitter

  • 2,465,694 Sejak 17 Nov 2008

Kategori

Yang Lagi OL

Langganan via Email

Bergabunglah dengan 930 pengikut lainnya

smadav antivirus indonesia

%d blogger menyukai ini: