Sekedar Celoteh

Bahasa … Sawareh


Saya sudah tinggal di serang hampir 10 tahun lebih, dan sampai sekarang saya tidak bisa mengucapkan bahasa serang yaitu sebutannya jawareh (jawa sawareh atau jawa sebagian), maklum di kota serang dominasi bahasa jawanya begitu kental walau tak sehalus bahasa jawa pada umunya, begitupun bahasa sundanya terdengar agak kasar dan tak sehalus sunda orang cinajur atau sukabumi.

Tapi saya bisa mengerti apa yang mereka ucapkan walau terkadang saya menjawabnya dalam bahasa Indonesia atau Sunda.

Padahal kalau dicermati bahasa serang itu hampir serupa dengan bahasa cirebon bedanya di dipengucapan “a” dan “eu”, jadi kalau kata tidak/jangan bahasa cirebonnya berarti ora maka bahasa serangnnya menjadi oreu kalau orang sunda mah artinya berarti moal, entong / tong, henteu.

Mungkin wajar saya tidak bisa mengucapkan bahasa khas serang tersebut, selain ga ada bakat mungkin karena pergaulan saya dengan orang serang asli jarang dan kebiasaan pun lebih ke bahasa Indonesia.

Yang jelas kalau denger mereka berbicara dengan bahasa daerahnya terutama dengerin orang serang dan cirebon saya demen banget karena keunikan dialek mereka terutama dalam pelafalannya.

Ah saya sendiri sekarang sudah mulai merasa kosa kata bahasa sunda saya makin dikit, bahkan kalau dikasih bahasa sunda yang le’me’s (bukan lemas ya tapi lembut) saya suka bingung sendiri, mungkin saya sundah mengidap bahasa sawareh alias sunda sebagian…..dengan diselingi bahasa lainnya hehehehe.

Namun tetep saya bangga jadi orang sunda biar dikatain …

” orang sunda mah dimana aja bisa hidup lha wong daun-daunan bisa jadi lalap buat di makan hahahahhahahahaa….”

Salam ….

About omiyan

Cuman seorang newbie didunia maya, selalu merasa jika berbicara lewat tulisan itu lebih baik daripada kita berbicara tanpa ada jejak dalam sebuah tulisan.

Diskusi

32 thoughts on “Bahasa … Sawareh

  1. tenang aja kita kan punya bahasa persatuan ^^

    Posted by firdausfarisqi | 12 Juli 2010, 07:56
  2. Keanekaragaman bahasa di Indonesia memang menjadi kekayaan budaya yang tak ternilai. Didaerah saya saja, yaitu kota samarinda, ada banyak bahasa daerah yang digunakan. Yang asli adalah bahasa banjar, kutai dan dayak. Sedangkan bahasa daerah dari pendatang adl bhs. jawa, bugis dan lainnya. Nah, bahasa banjar dan bahasa kutai ini adalah rumpun bahasa melayu yang mirip2 dengan bhs yang ada di daerah sumatera. Loghatnya pun beragam. Semakin ke pedalaman, semakin aneh lagi loghatnya.

    Posted by Ifan Jayadi | 12 Juli 2010, 09:44
  3. Ha..ha….jangan menyerah buat bisa jadi fasih ngomong Sunda Om, bisa karena terbiasa kan?

    Posted by anny | 12 Juli 2010, 10:03
  4. gak apa apa lah Om, negeri kita khan memang bermacam ragam budaya dan bahasa.
    masih lumayan Om ngerti mereka ngomong, walau gak biasa nyahut🙂
    salam

    Posted by bundadontworry | 12 Juli 2010, 10:25
  5. anny :
    Ha..ha….jangan menyerah buat bisa jadi fasih ngomong Sunda Om, bisa karena terbiasa kan?

    gue di bandung udah 20 tahun lebih malah seuprit bisa bahasa sundanya😛

    Posted by Red | 12 Juli 2010, 10:29
  6. Desya mah bisa dikit”, terkadang msh suka gag ngerti🙂

    Posted by Radesya | 12 Juli 2010, 11:24
  7. lama lama akan paham kok om

    Posted by riFFrizz | 12 Juli 2010, 12:39
  8. he he lama-lama terbiasa. coba serang dicampur dengan madura jadi apa lagi ya????

    Posted by saffa | 12 Juli 2010, 13:52
  9. Indonesia juga bahasanya indonesia sawareh om, lha wong dah dicampur-campur

    Posted by Abdul Hakim | 12 Juli 2010, 14:05
  10. aneh juga ya kalo Serang yang notabene daerah Sunda malah berbahasa Jawa
    -.-

    eniwei,
    oalaaahh
    jadi lalap yang itu yang menemukan orang Sunda toh?
    hmmm

    Posted by deady | 12 Juli 2010, 14:56
  11. wah…kalo gitu pake bahasa indonesia aja deh mas..wong aku dua2 nya ga ngerti..😛

    Posted by fitrimelinda | 12 Juli 2010, 16:11
  12. kalo gitu pake bahasa Nasional aja mas….Pasti semua pada ngerti kok…..Salam kenal dari Kalimantan…………..

    Posted by Berbagi Kisah dan Cerita Kehidupan | 13 Juli 2010, 00:35
  13. Saya yang lidah jawa mau nyoba ngomong sunda malah jadi aneh. Ketauan kalau bukan orang Sunda :p

    Posted by mawi wijna | 13 Juli 2010, 02:07
  14. iya, logat emang susah di tutup2i🙂

    Posted by djiesaka | 13 Juli 2010, 02:17
  15. haha..saya juga dulu begitu, bayangkan selama thn 2000 saya ke bdg selesai kuliah pun gatau bahasa sunda,hahaha…kacau bgt ya…untungnya skr dah lancarrr..🙂

    Posted by julianusginting | 13 Juli 2010, 02:30
  16. hehehe orang sekarang senengnya mencapur adukan bahasa …..cai na mboten hot

    Posted by advent mardani | 13 Juli 2010, 02:47
  17. lucunya masing-masing [pakek bahasa sendiri tapi tst tau sama tahu

    Posted by A Seen | 13 Juli 2010, 03:35
  18. Banyak bahasa daerah yang sekarang terancam punah, karena penutur asli bahasa itu beralih ke bahasa Indonesia. Hal ini terutama terjadi di daerah-daerah terpencil yang warganya sudah pindah ke kota.
    Bahkan di keluarga yang asli Jawa, ayah ibunya Jawa murni, banyak yang memakai bahasa Indonesia kepada anak-anaknya, sehingga anak-anak ini tidak bisa lagi berbahasa Jawa dengan baik.
    Saya sebagai orang Jawa tetap suka dan bangga dengan bahasa Jawa. Kalau saya ketemu orang yang bisa berbahasa Jawa, saya lebih suka menyapanya dengan bahasa Jawa.
    Oh ya … saya juga suka mendengarkan orangberbahasa Sunda, ngerti sedikit, meskipun sama sekali tidak bisa mengucapkannya …🙂

    Posted by tutinonka | 13 Juli 2010, 03:44
  19. waktu saya tinggal di Ternate, saya juga begitu tertarik dengan bahasa lokal khususnya bahasa Ternate dan Tidore. Sudah berusaha belajar tapi tetap tidak bisa. Kata Dosen saya, orang dewasa dan anak kecil jika beralih tempat yang berbeda bahasa, akan lebih cepat anak kecil yang menguasai bahasa tempat baru tersebut daripada orang dewasa.

    Posted by krupukcair | 13 Juli 2010, 04:37
  20. Mari bersukur kita punya banyak bahasa yang menggambarkan “perbedaan bisa menjadi satu.”

    Salam.🙂

    Posted by Ilhamdi | 13 Juli 2010, 05:10
  21. setiap orang pasti merasa seneng atau suka ketika ada hal yang asing menurut mereka, seperti halnya bahasa, karena asing maka keunikannya membuat yang mendengar merasa suka. hehe

    Posted by Jabon | 13 Juli 2010, 05:20
  22. salut ma orang sunda yang jago makan lalapan😀

    Posted by gerhanacoklat | 13 Juli 2010, 06:32
  23. itulah hebatnya negera Indoensia Om … banyak budaya dan banyak bahasa namun 1 bahasa Indonesia …..
    heee ….

    Posted by bayuputra | 13 Juli 2010, 06:36
  24. Salam hangat om dari Kalimantan Tengah.

    Posted by bayuputra | 13 Juli 2010, 06:37
  25. saya juga orang Sunda, biarpun cuman setengah doang — dari nyokap😛

    Posted by Billy Koesoemadinata | 13 Juli 2010, 08:44
  26. bisa karena terjadi kebiasaan yang terus menerus. diteruskan aja biar ngolotok . rambutan x ngolotok

    Posted by Dunia Organic | 13 Juli 2010, 08:49
  27. Iya ya Om …
    Bahasa daerah Sunda di bagian barat beda dengan Sunda di bagian tengah …
    beda pula dengan daerah priangan timur …

    Yang di priangan timur itu udah ada sedikit-sedikit pengaruh jawa tengah

    salam saya Om

    Posted by nh18 | 14 Juli 2010, 02:14
  28. bahasa daerah emang harus di budayakan om
    biarin lah orang lain mau bilang apa

    Posted by prof. helga | 14 Juli 2010, 03:16
  29. hidup negara pasundan!!!! *eh*

    Posted by ichanx | 18 Juli 2010, 00:43
  30. kyk melayu ya…. eu….. malah kyk upin&ipin…:mrgreen:

    Posted by febriy | 18 Juli 2010, 19:44
  31. menyongsong datangnya bulan Romadhon, mari kita mempersiapkan diri untuk hati yang lebih bersih dan rasa saling menghormati. mohon maaf kalau komentar ini sekedar menyapa, tidak sesuai dengan isi postingan 22:24

    Posted by www.budies.info | 30 Juli 2010, 22:30
  32. Menjawab pertanyaan kenapa di Banten yang notabene orang Sunda malah berbahasa Jawa yah.. dulu pada masa kerajaan daerah Banten termasuk dalam kerajaan Padjajaran dan masih beragama Hindu.. kerajaan Padjajaran yang merasa terancam dengan perkembangan Islam di daerah Jawa yaitu Demak membuat perjanjian dengan Portugis.. Kesultanan Demak pun resah karena Sunda kelapa dikuasai Portugis dan hal itu mendorong Demak melakukan penyerbuan ke Banten, tapi sebelum itu pasukan Demak singgah dulu di Kesultanan Cirebon yang akhirnya terjadilah penyerangan ke Banten oleh dua pasukan gabungan dari Demak dan Cirebon ini. Banten akhirnya berdiri menjadi sebuah kesultanan sendiri lepas dari Demak dan Cirebon setelah cukup lama berada di bawah pengaruh dua kesultanan tersebut..

    Terjadi akulturasi antara bahasa dan budaya Jawa dari pendatang Demak dan Cirebon dengan bahasa dan budaya Sunda Banten.. kalo orang Jawa kan manggil kaka tuh kakang-mbakyu kalo sekarang kan mas-mbak.. lain halnya Serang/Tanggerang/Cilegon anda tidak akan menemukan orang Jawa Banten memanggil mbak pada perempuan mereka akan memanggil Nong–> sapaan bagi gadis sunda Banten (lebih banyak dipake Jawa Banten).. Neng–>sapaan bagi perempuan yang masih muda (Lebih banyak dipake Sunda Banten).
    kalo jawa asli manggil kakang-mbakyu/yayu/kakang mbok, kang mas-mbakyu, dan mas-mbak
    jawa banten manggilnya kakang dan teteh.
    sunda banten –> kaka-teteh,
    dan suku baduy–> aa-teteh
    sedangkan orang Sunda Jabar ada yang manggilnya
    Akang-Ceuceu, Akang-Teteh, dan aa-teteh.
    Jelas bahwa telah terjadi akulturasi karena dalam budaya Jawa tidak ada istilah Teteh untuk menyebut kakak perempuan.. sapaan Teteh menjadi ciri khas orang Sunda memanggil kakak perempuannya. nah Jelas kan kenapa bahasa Jawa Serang mirip dengan bahasa Jawa Cirebon.

    Yang menarik jika orang Jawa Jatim dan Jateng sekarang memanggil mas-mbak… rata-rata orang Banten sekarang terutama generasi mudanya memanggil kakak dengan sapaan aa-teteh baik yang berbahasa Jawa, Sunda maupun Baduy dan Jabar juga.. alasannya karena kami yang perempuan lebih suka manggil aa ketimbang kang.. tapi masih banyak juga yang memakai kang ko.. cuma kata kaum hawa yang dipanggil teteh nih.. sapaan aa lebih keren dan enak didenger katanya (ini hasil penelitian saya tentang kata sapaan kemarin hehe)..

    saya berbahasa Jawa Serang dan ketika di jalan orang mendengar saya dipanggil teteh sama adik saya, pasti bilangnya orang Sunda,, kami bingung jawabnya hehehehe.. kami yah senyum-senyum ajah.. pusing jabarinnya (secara sekarang lagi tinggal di depok yang mayoritas manggilnya kakak dan mbak)
    kami suka sekali dipanggil teteh, karena menunjukan identitas kami sebagai orang Banten.. ya alhamdulilah masih punya kampung halaman yaitu Banten xixixi jadi nanti mudik juga hehe

    so.. walaupun berbeda latar belakang bisa jadi satu juga kan.. allah kan menciptakan manusia bersuku-suku dan banyak ras untuk saling mengenal dan memahami karena perbedaan itu indah. hehehe

    selamat ramadhanlah
    ^_^

    Posted by tehimas | 27 Juli 2012, 12:28

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

twitter

  • 2,464,039 Sejak 17 Nov 2008

Kategori

Yang Lagi OL

Langganan via Email

Bergabunglah dengan 930 pengikut lainnya

smadav antivirus indonesia

%d blogger menyukai ini: