Sekedar Celoteh

Kisah Jempol Tangan dan Finger Print


Kisah yang dialami oleh teman saya betul-betul bisa menjadi cerminan diri kita sekarang dalam mencari nafkah yang bekerja di birokrasi pemerintah.

Setelah status kantornya berubah jadi modern, maka terjadi perubahan besar-besaran terhadap para pegawai mulai dari cara kerja, jam kerja begitu juga absensi kerja. Ibarat kata sebelum modern semua bisa dilakukan dengan berbagai cara dengan catatan gaji tak dipotong (baca : jaman jahiliyah).

Seiring dengan telah modernnya tempat teman saya bekerja tersebut, kini dia harus berjibaku dengan waktu ibarat kata berangkat pagi pulang petang, kenapa musti berangkat pagi-pagi karena absen kantornya sekarang sekarang bukan lagi nitip ma teman (Baca : ini kebiasaan orang-orang jaman Jahiliyah) tapi menggunakan Finger Print alias gunain cap jempol atawa sidik jari (ga ada istilah sidik jempol hahaha) yang setia menunggu dipintu masuk hahahaha.

Dia pernah mengalami yang namanya kesiangan walau telat satu menit dan full kerja seharian tetap saja kena potongan hampir mencapai 100 ribu perhari (saya bisa pingasan kalau begini) apalagi kalau ga masuk bisa kena potongan 200 rebu ….busyeettt saya hanya bisa menggeleng.

Dan kalau ga masuk alias tanpa keterangan sudah dipastikan Kartu kuning alias peringatan pertama sudah menunggu dengan senyuman dan jadi catatan perhatian buat intansinya.

Dengan gaji kisaran 5-7 juta, sahabat saya kini menyikapinya dengan bijak selain gaji yang bertambah sudah pasti cara kerja ditingkatkan bukan memakai istilah 902 alias masuk jam 9 kerja 0 (nol) pulang cepat jam 2 hahaha, tapi benar-benar berangkat pukul 06 pagi dan pulang kerja sampai rumah jam 7 malam. Dan selama kerja benar-benar berada dikantor soalnya kata dia sekarang diawasi dengan ketat karena adanya pengawasan atau penilaian kerja dari atasannya sesuai dengan SOP yang ada.

Sungguh lucu kalau saya ingat omongan dia ….

” …Sekarang kita bukan takut sama atasan atau kepala kantor tapi kita takut sama Finger Print, maklum telat dikit potongan bisa gede ….”

Melihat instansinya sekarang dan dari pola kerja yang ditentukan dengan SOP, saya salut karena perubahan dalam diri kawan saya itu benar-benar drastis bukan karena dulunya dia malas bekerja tapi karena profesionalisme yang ditunjukkannya benar-benar membentuk orang yang bisa bertanggungjawab terhadap profesi yang digelutinya sekarang dan penghasilan yang diterima sesuai grade yang sudah ditentukan dengan tidak memandang umur atau lamanya bekerja tapi kontribusi yang nyata selama dia bekerja.

Sudah saatnya kita menghargai pekerjaan yang kita punya sekarang, apalagi jika gaji kita tinggi karena bekerja dibirokrat sama saja dengan membawa amanah partai rakyat karena digaji oleh Negara dan selain itu demi keadilan saya setuju untuk penghasilan seorang pegawai tidak hanya dilihat dari absensi kehadiran tapi sikap, prilaku, dan kontribusi terhadap pekerjaannya semata-mata untuk menentukan grade penghasilan mana yang pantas (baca : Sepantas-pantasnya) dibayarkan kepada orang tersebut.

Semoga tidak ada lagi istilah BEGO GA BEGO PENGHASILAN SAMA atau MASUK GA MASUK PENGHASILAN SAMA atau RAJIN GA RAJIN PENGHASILAN SAMA atauuuuu JANGAN SAMPAI  DISUMPAH SERAPAHIN OLEH RAKYAT INDONESIA GARA-GARA KETAHUAN BOLOS……

Udah ah…tar saya ketahuan sama bos lagi nge-Blog hahahhahahaha

Salam

About omiyan

Cuman seorang newbie didunia maya, selalu merasa jika berbicara lewat tulisan itu lebih baik daripada kita berbicara tanpa ada jejak dalam sebuah tulisan.

Diskusi

20 thoughts on “Kisah Jempol Tangan dan Finger Print

  1. Kena potong tuh gajinya kalo ketahuan pengawas SOP buka internet buat ngeblog, hehehe.. instansi say juga mulai mengarah ke si GAJI dari PRESTASI itu, tapi masih dalam proses yang panjaaaaaangggg.. dan laammmmaaaaa… tapi semoga saja kelak hal itu bisa mengurangi orang2 yang masuk telat, pulang cepat, datang hanya untuk baca koran, huffff…

    Posted by Clara Croft | 28 Juli 2010, 10:02
  2. Ini pasti ngomongin politisi di Senayan itu ya… Katanya disono juga mo pake finger print… doh.. latah.. Padahal kalo aj emang sdh dispiplin gak perlu sistem begituan ya…

    Posted by asepsaiba | 28 Juli 2010, 10:06
  3. hidup finger print!!!

    Posted by mawi wijna | 28 Juli 2010, 14:20
  4. bagus tuh.. biar pada rajin kerja ya!😀

    Posted by arman | 28 Juli 2010, 16:34
  5. bener tuh..setuju banget

    Posted by mata hati | 28 Juli 2010, 18:09
  6. Indonesia Banget,,, kadang-kadang perlu “dipaksa” untuk melakukan hal yang lebih baik,,,,

    Posted by ago | 29 Juli 2010, 00:57
  7. Di kantor saya pakainya model absen id. Jadi ga model jempol sih.
    Memang yg masuk telat sama masuk tepat itu gaji ga boleh sama. Standard gaji ga boleh dihitung dari soal disipilin saja, tapi hrs dilihat dari kecakapan dan revenuenya. Masuk tepat waktu tp di kantor bengong, ya sama aja toh. Standar penilaian staf dengan bos emg hrs dibedakan, itu jelas. Jd sama2 masuk tepat dan sama2 pulang tepat, gaji ga harus sama. Gaji hrs beda, sesuai prestasi kerja …🙂

    Posted by zee | 29 Juli 2010, 03:10
  8. Mantap cap jempolnya, tapi mudah” an jadi pada rajin kerjanya bukan karena cap jempol ntu.

    Posted by Mood | 29 Juli 2010, 04:38
  9. Sepertinya aku setuju, karna dgn itu bisa menciptakan kedisiplinan..

    Posted by IbuDini | 29 Juli 2010, 05:35
  10. nitip jari biar bisa nitip absen. hahahaha

    Posted by Ayam Cinta | 29 Juli 2010, 07:08
  11. Gimana kalok sehari telat dipotong rambutnya 10 CM? coba bayangkan wakil rakyat kita pada jadi pak ogah semua

    Posted by prasetyandaru budiningtyas | 29 Juli 2010, 07:12
  12. wah perkambangan yang bagus kan.. jadi mereka bener2 bekerja.. dan gak pulang sebelum waktunya..
    dikantorku sepertinya juga perlu tuh seperti itu..

    Posted by kanvasmaya | 29 Juli 2010, 09:32
  13. Hehe, kenalan saya sempat ngeluh dengan adanya teknologi absensi seperti ini. Dia harus mau berangkat lebih bagi agar tak terlambat🙂

    Posted by achoey | 30 Juli 2010, 01:38
  14. semoga sajah ini menjadi cara terampuh bagi para PNS oops…..😀

    Posted by harumhutan | 30 Juli 2010, 02:55
  15. smua PNS harus diginiin biar ga boong n cabut mulu’

    Posted by investasi emas | 30 Juli 2010, 13:58
  16. waaah artikelnya siip gan…

    dapatkan info sinta jojo, photo dan videonya berita hari ini

    Posted by Berita hari ini | 31 Juli 2010, 03:49
  17. finger print emang super duper efektif
    pertanyaannya adalah
    kenapa DPR baru ngegunain tuh alat akhir” ini yak?
    hmmm

    Posted by deady | 31 Juli 2010, 04:29
  18. ini cocok untuk anggota DPR yang sering bolos…

    Posted by joe | 31 Juli 2010, 07:05
  19. gak nyangka kalau omiyan mantan pejabat, dan sekarang masih aktif bekerja

    Posted by budies | 2 Agustus 2010, 06:41
  20. di kantor dulu pake fingerprint, trus ada yang nempeli lem alteko tiap absen😀

    secara jujur saya masih suka titip absen, sebaiknya tak bikin sidik jari imitasi buat titip absen ah :))

    Posted by indomielezat | 18 Agustus 2010, 05:44

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

twitter

  • 2,465,694 Sejak 17 Nov 2008

Kategori

Yang Lagi OL

Langganan via Email

Bergabunglah dengan 930 pengikut lainnya

smadav antivirus indonesia

%d blogger menyukai ini: