Tak Berkategori

Diantara Marah dan Diam


” Seharusnya kamu bisa mengerti donk kemauan aku apa ? ” Kataku kepada Dinda istriku.

” Lho seharusnya mas mengerti, aku tidak pernah memberi uang ke ibu setiap bulannya besar karena justru mumpung aku dapat bonus dari perusahaan aku memberinya lebih besar ” jawab Dinda.

” Tapi Dinda tidak harus sebesar itu, kan bisa kamu ngasih 500 ribu atau sejuta tapi tidak harus dua juta, kebutuhan kita juga banyak terus selama ini kita ga pernah bisa nabung justru dengan adanya uang bonus ini adalah kesempatan kita untuk memulainya … “

” Terserah kamu mas ! tapi ini buat uang jajan mamah selama ada di Medan ! “

Akhirnya pertengkaranpun terhenti dengan diamnya dari sikap aku dan Dinda.

Sebagai seorang Kepala rumah tangga aku senantiasa untuk bisa mengusahakan menabung walau dalam beberapa tahun ini bisa dibilang tabungan kami minim akibat dari aku meminjam uang ke Bank yang tadinya diperuntukan untuk membeli sebuah kendaraan kecil tapi ketika uang itu aku terima justru jadi lain pengunaannya dan jadinya barang yang dimaksud tidak ada dan uangpun habis.

Aku sendiri tidak pernah melarang Dinda istriku untuk selalu memberikan uang bulanan kepada orang tuanya karena aku sendiri seperti itu, tapi terkadang dalam beberapa hal ketika dia dapat bonus aku selalu berharap agar jangan terlalu besar memberikan sejumlah uang ke orang tuanya, inginnya aku ya sewajarnya dan sisanya bisa ditabung buat kebutuhan mendatang tapi itulah dilemanya disatu sisi terkadang dari pihak keluargaku sendiri seringkali aku harus mengeluarkan sejumlah uang hanya sekedar menolong saudara yang sedang membutuhkannya dan itu membuat Dinda harus kas bon ke perusahaan.

Dan itulah jadinya jika pertengkaran terjadi oleh masalah uang selalu terucap kalimat …

” Aku sendiri mas ga pernah ngelarang kamu memberikan uang ke saudara kamu walau aku harus kas bon sekalipun “

” Dinda, itu aku lakukan karena kondisi yang mendesak jika aku tidak menolongnya kamu pasti tahu apa yang terjadi dengan saudaraku itu…”

” Ya tetap sama aja ….. “

Bahkan untuk beberapa hal termasuk ajakan piknik dari adik istriku terpaksa aku tolak bukan karena aku tak mau, jujur dari hati yang paling dalam aku ingin mengajak anak dan istriku untuk sekedar berwisata sebulan sekali tapi disisi lain aku selalu memikirkan jika terkadang gaji kami berdua tak cukup untuk satu bulan.

Dan kemaren malah sempat terlontar ucapannya jika aku adalah suami yang pelit

Tapi diantara kemarahan yang sering terjadi adakalanya bisa reda karena sesuatu hal yang memang tidak disengaja, seperti kejadian kemarena ketika Dinda pulang menengok orang tuanya di jakarta, dia pulang dalam kondisi kehujanan dan setelah membersihkan badan tak berapa lama dia meminta tolong mba Imah yang megasuh anak kami untuk mengerok badannya.

Aku sendiri sih cuek aja karena masih ada rasa jengkel kepada Dinda akibat kemarahan semalam.

Namun anak kami yang kecil ga mau diem dan akhirnya aku panggil Mba Imah untuk bisa menenangkannya.

” Mba tolong nih dedenya, biar saya yang kerokin ibu “

Dan akupun melajutkan kerokan sebelumnya, ternyata istriku masuk angin terlihat kulit punggungnya merah pekat dan suhu badannya terasa panas…disaat itulah aku merasa iba karena merasa tidak memberi perhatian disaat seperti ini dan bagaimanapun dia adalah istriku.

Setelah selesai mengerok aku melanjutkan memijit punggungnya dan entah kenapa munkin karena pijitanku terlalu keras, tiba-tiba istriku berkata sambil tertawa …

” Mas jangan keras-keras sakit tahu …. “

Dan secara tiba-tiba pula aku malah sengaja memijatnya semakin keras sambil berkata …

” Lha ini pijatan ala suami yang pelit emang begini …. “

Disaat itulah dengan sendirinya cair pula kemarahan berganti dengan tawa dan pijatan akupun seperti biasa pijatan seorang suami kepada istrinya yang penuh dengan cinta, kami sendiri tidak membahas permasalahan kemaren karena sudah dianggap selesai.

Tak mudah memang membina rumah tangga dengan segala kepentingan didalamnya harus selalu dan selalu belajar untuk bisa mengerti satu sama lain tapi yang jelas setiap masalah yang ada memang lebih banyak kami isi dengan kata diam bukan beradu mulut dan itu bukan untuk lari dari masalah tapi meredam masalah agar suasana rumah terutama anak-anak sekecil mungkin tak pernah tahu kondisi kami yang sebenarnya.

Dilubuk hati ini setiap marah yang ada makin menumbuhkan rasa cinta untuk tetap menjaga ikatan yang sudah kami ikrarkan.

” Dindaku sayang ijinkan aku memelukmu dan mencumbumu untuk kulampiaskan rasa marah ini sayank ……. “

…..Tamatttttt …..

About omiyan

Cuman seorang newbie didunia maya, selalu merasa jika berbicara lewat tulisan itu lebih baik daripada kita berbicara tanpa ada jejak dalam sebuah tulisan.

Diskusi

20 thoughts on “Diantara Marah dan Diam

  1. Alhamdulillah beres juga nih cerita

    Posted by omiyan | 4 Oktober 2010, 05:36
  2. Karena hosting tempat dimana blog saya berada terkena tsunami, maka untuk sementara saya mengungsi disini.

    Sedih pasti iya, tapi mau gimana lagi…
    Saat ini yang bisa saya kerjakan adalah mengumpulkan puing2, untuk dibangun kembali.

    Belum tau butuh waktu berapa lama untuk membangun kembali blog tjap koepoe biroe itu…

    Mohon maaf jika akibat dari kejadian ini saya jadi jarang mengunjungi blog sahabat.

    Posted by marsudiyanto | 4 Oktober 2010, 06:21
  3. Hhmmm…

    Posted by Hari Mulya | 4 Oktober 2010, 06:23
  4. jadi takut berumah tangga nih…๐Ÿ˜€

    Posted by Hari Mulya | 4 Oktober 2010, 06:24
  5. tapi, tak ada masaLah yang tak bisa diseLesaikan…

    Posted by Hari Mulya | 4 Oktober 2010, 06:24
  6. bahkan untuk keluarga, bahtera yang dinahkodai oleh suami dan istri, tetap masih bisa disinggahi ‘konflik’๐Ÿ™‚

    kalau negara…wah…

    sebenernya kenapa ini semua bisa terjadi?
    mgkn karena masing-masing dari kita sesama manusia punya keinginan yang selalu berusaha tuk dituruti…

    Posted by mawi wijna | 4 Oktober 2010, 06:37
  7. terkadang konflik dalam keluarga adalah sebuah pembelajaran dan pendewasaan dan semua itu tergantung kita menyikapinya …. (kata seorang pujangga katanya sih) ;-D

    Posted by omiyan | 4 Oktober 2010, 08:19
  8. hal itu bisa dianggap sebagai bumbu dalam rumah tangga, hanya saja sikap dan reaksi keras kepala dan arogansi laki2 sebagai kepala rumah tangga membuat seorang pria diktator.
    Dalam hal tertentu memang dibenarkan dan dibutuhkan kediktatoran seorang suami terhadap istri nya, namun banyak juga kondisi seorang suami harus mengikuti saran dan masukan bahkan keputusan seorang istri,…

    Posted by bang zul | 4 Oktober 2010, 10:46
  9. siiiiiipppp,
    Biasanya kalo udah damai lebih mesra,.
    Ehhhhmmmm

    Posted by bang zul | 4 Oktober 2010, 10:48
  10. aahhh
    akhir yang bahagia, nih:)

    Posted by deady | 4 Oktober 2010, 11:58
  11. marahnya dilampiaskan di tempat tidur.
    hehehehe

    Posted by alamendah | 4 Oktober 2010, 12:12
  12. permasalahan yang dialami hampir semua rumah tangga
    saling mencoba mengerti dan mengalah
    itu kuncinya..
    jalan keluar yang indah๐Ÿ™‚
    energi itu memang harus di arahkan
    sehingga dari negati berubah menjadi positip๐Ÿ˜€

    Posted by lyna riyanto | 4 Oktober 2010, 13:39
  13. cara melampiaskan kemarahan yang indah
    kau hebat ๐Ÿ™‚

    Posted by achoey | 5 Oktober 2010, 01:46
  14. Kadang-kadang masalah ekonomi jadi pemicu jugak yaa…๐Ÿ˜€

    Posted by chocoVanilla | 5 Oktober 2010, 04:58
  15. ๐Ÿ™‚
    gapapa mas, insyaAllah kan barokah.amen

    Posted by indomielezat | 5 Oktober 2010, 05:04
  16. cieeee…. endingnya romantis euy๐Ÿ˜€
    iya om sama istri sendiri ngak boleh pelit loh

    Posted by orange float | 5 Oktober 2010, 11:22
  17. maaf jika masukan saya kurang berkenan di hati,

    Begini loh Om, sepengetahuan saya dalam islam yang wajib menafkahi keluarga adalah suami. Jika seorang istri bekerja dan mendapat penghasilan maka apa yang dikeluarkannya untuk keluarga itu bersifat “sedekah”. Dan harta istri adalah sepenuhnya menjadi haknya. Dan kewenangannya juga kemana harta itu dipergunakan (sebatas di jalan kebaikan tentunya).

    Posted by dewira | 12 Oktober 2010, 03:41
  18. masalah harus di selesaikan dgn kepala dingin…
    Great Post

    Posted by suwandichen13 | 14 Juli 2011, 13:20
  19. setuju

    Posted by nature-pills | 6 Oktober 2011, 09:15
  20. kadang kepala dingin z nga bisa menyelesaikan masalah..
    kadang kita harus pandai mengambil waktu…

    Posted by mainelyequal | 11 Oktober 2011, 09:49

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

twitter

  • 2,466,003 Sejak 17 Nov 2008

Kategori

Yang Lagi OL

Langganan via Email

Bergabunglah dengan 930 pengikut lainnya

smadav antivirus indonesia

%d blogger menyukai ini: