Saya Dan Keluarga

Susahnya Menyikapi Permasalahan Sosial


Antara teori dan praktek bisa dibilang praktek lebih susah dilapangan walau ada sebagian yang bilang teori sepertinya berbelit-belit toh kenyataan dilapangan malah mudah. Mungkin tergantung kondisi dan jenis permasalahan yang dihadapi.

Kisah ini adalah kisah nyata yang pernah saya tulis sebelumnya, tapi apa yang saya kemukakan  sekarang adalah ternyata ketika kita bersikap mengalah dan memilih diam justru makin menjadi-jadi buat orang tersebut.

Tadi pagi saya mendapat telpon, jika tetangga saya yang berinisial P tersebut terlihat oleh istri memelototin Bunga kemudian tak lama dia bertemu dengan istrinya dan bertanya kenapa sampai segitunya suaminya benci dengan Bunga, dan alasannya istrinya semata-mata orang tua siapa yang ga kesel akalau anaknya suka dijailin atau diisengin ma Bunga.

Kata dijailin atau diisengin inilah yang membuat saya agak geram karena ini adalah bukti untuk mencari pembenaran dari sikap orang tua dalam mengintimidasi anak orang lain, padahal setahu saya jikapun Bunga mengisengin anaknya paling sebatas sikap sseorang anak yang tidak suka dengan anak orang lain ketika bermain dan saya tahu Bunga bukan orang suka mukul atau melempar. Tapi dalam kelanjutannya orang tuanya malah berbalik sekarang yang mengintimidasi Bunga (ini menurut versi saya) dan menurut saya pula ini yang lebih berbahaya buat masa depan bunga terutama kejiwaannya.

Kejadian yang cukup membuat telinga saya panas adalah pada hari Sabtu ketika saya sedang menjemur Memey anak kedua, Oknum tersebut ketika sedang menyuapi anaknya (yang selalu merasa terzalimi) berjalan mendekat ke arah saya dan sambil berkata ke anaknya tersebut.

” Tenang saja ada papah biar nanti papah yang marahin…..”

Saya hanya bisa beristigfhar ternyata dijaman ini masih ada orang tua yang punya pikiran picik dan licik yang sepertinya ingin agar anaknya dendam dengan anak lain, padahal kondisi saat itu Bunga sedang tidak ada tapi orang tua tersebut terus dan terus berkata seperti itu.

Saya sendiri dalam menyikapi anak yang sedang bermain memang selalu mewaspadai jika ada hal-hal yang saya rasa bisa mebahayakan anak-anak tersebut, tapi saya sebatas mengingatkan tidak sampai ikut nimbrung ke permasalahan tersebut karena toh itu anak-anak nantinya juga akan reda dan bermain kembali.

Kejadian yang lebih mengiris saya adalah ketika pada hari Sabtu istri bercerita ketika mainan bunga jatuh entah apa sebabnya anaknya tiba-tiba berteriak dan secara otomatis orang tua yang menurut saya “agak gila” tersebut langsung memarahi Bunga.

Saya sengaja mendiamkan masalah ini karena saya sudah membaca jika orang ini ingin agar saya menanggapi kemarahan dia dan ujungnya adalah keributan, dan buat para pembaca supaya tahu sudah ada 4 orang tetangganya termasuk 2 orang adalah tetangga yang dekat dengan saya akhirnya pindah rumah semata-mata menjaga keamanan dan kenyamanan istri dan anak-anaknya karena ketika mereka menanggapi amarah orang tersebut ancaman atau intimidasi ga pandang bulu akan dilakukan orang tersebut.

Kembali kecerita telpon tadi, akhirnya batas kesabaran saya akhirnya habis karena masalah ini sudah bukan menyangkut anak dengan anak tapi ada sikap yang akan membuat psikis anak terutama Bunga yang nantinya trauma atau takut jika keluar rumah.

Susah jika menghadapi pemikiran yang selalu merasa dirinya benar tapi saya selalu berharap masalah ini bisa berakir dengan baik, bukan karena saya takut tapi karena saya dan dia tersebut sudah bertetangga hampir 7 tahun tapi jika buntu tinggal ada dua opsi pindah rumah entah dia atau saya atau lanjut ke ranah hukum karena kehidupan keluarga saya istri, anak dan ibu saya sudah tidak merasa nyaman lagi.

Upss sebelum saya tutup, saya ingin bertanya sejauh mana kasus seperti ini yang bisa dibawa ke ranah hukum plus ada yang tahu alamat atau tempat pengaduan atas sikap anggota TNI yang meresahkan masyarakat ? tolong konfirmasi saya.

Dan sebelumnya saya sendiri sudah mengkonfirmasi kejadian ini ke sebuah blog yang kebetulan (kalau tidak salah) pemilik situs tersebut beralamat tempat kerja oknum tersebut.

Anggap aja ini sebagai  Surat Pembaca tapi bukan keluhan ya hahahahaha.

Salam

Alhamdulillah akhirnya permasalahan ini SELESAI.

About omiyan

Cuman seorang newbie didunia maya, selalu merasa jika berbicara lewat tulisan itu lebih baik daripada kita berbicara tanpa ada jejak dalam sebuah tulisan.

Diskusi

8 thoughts on “Susahnya Menyikapi Permasalahan Sosial

  1. harga spatu ada di akhir tiap judul spatunya. tp kalo mau cepet, sms sayah we om > 0817202426

    Posted by cantigi | 26 Oktober 2010, 08:12
  2. sebenernya bisa ke LBH, HAM, ato laporin ke komandan tempat dia berdinas aja. tapi kalo bisa om iyan didukung fakta atau data2 faktual lainnya biar makin kuat. kalo sekedar opini, feedback_nya ntar engga bagus. masih ada juga ya oknum2 yg arogan kyk gitu..:mrgreen:

    Posted by cantigi | 26 Oktober 2010, 08:18
  3. (Maaf) izin mengamankan KETIGAX dulu. Boleh, kan?!
    Ikut prihatin dengan yang dialami Bunga. Hal kek gini memang tidak baik bagi kejiwaan seorang anak ke depannya.
    Sayangnya saya kurang memahami prosedur hukum kek gini, Pak.

    Posted by alamendah | 26 Oktober 2010, 11:07
  4. wah memang susah kalau berurusan dengan orang seperti ini, dihadapi dengan kekerasan juga percuma…

    Posted by joe | 26 Oktober 2010, 16:57
  5. Aneh jg ya..Hari gini masih ada ‘oknum’ brkelakuan seperti itu..

    Posted by yuwaku | 26 Oktober 2010, 17:16
  6. Turut prihatin kok masih ada yang kayak gitu. Moga segera ada solusi dan ke depan terjadi pencerahan diri di hatinya🙂

    Posted by achoey | 27 Oktober 2010, 01:30
  7. udah banyak keluhan seputar bertetangga dgn oknum TNI macem ini, saya sendiri milih pindah dr rumah sekarang (yang untungnya ngontrak) krn tetangga TNI sebelah selalu parkir didipn rumahnya, bikin jalanan yg sempit makin sempit aj..
    belum lama ini suami saya juga marah2, pas di ATM lagi ngantri panjang, tiba2 aj ada oknum TNI yang langsung nyerobot kedepan ngambil duit,, ga ada yang menegur krn males cari masalah kali yah.. sy juga penasaran kemana saluran pengaduannya kalo ada oknum macem itu

    Posted by rini | 27 Oktober 2010, 03:00

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Dan Senyum Itu Kembali….. « Blognya Omiyan - 10 Mei 2011

twitter

  • 2,466,003 Sejak 17 Nov 2008

Kategori

Yang Lagi OL

Langganan via Email

Bergabunglah dengan 930 pengikut lainnya

smadav antivirus indonesia

%d blogger menyukai ini: