Tak Berkategori

Poin Kedisiplinan


Kemaren saya kembali ke SMA….., bukan menjadi seorang murid tapi kebetulan saya menjadi salah satu panitia suatu acara yang ditunjuk dari kantor saya bekerja dimana  dalam kegiatan tersebut pesertanya melibatkan anak-anak SMA/SMK di Kota Tangerang, salah satu persiapannya adalah menyampaiakan surat Undangan ke sekolah yang sudah ditentukan sebelumnya.

Pada kunjungan pertama saya menjambangi SMA Negeri 10 Tangerang, yang beralamat di Jl. KH. Hasyim Ashari Kp. Sasak – Tangerang. Sekolah dengan bangunan 2 lantai ini (kalau tidak salah) memang terpilih menjadi peserta karena diperkirakan siswanya aktif dan terbiasa mengikuti event-event yang sejenis.

Ketika kami sedang menunggu di lobi sekolah, mata saya tertuju kepada sebuah papan pemberitahuan dan setelah saya perhatikan dengan seksama ternyata berisi tentang sebuah aturan yang tidak boleh dilanggar oleh semua siswa dan lebih tertegunnya lagi ternyata dari setiap aturan tersebut maka akan ada poin yang nantinya akan ditotal dan jika mencapai angka 100 maka siswa tersebut akan dikeluarkan (Drop Out)….wow!.

Dan untuk mencapai poin 100, ternyata bisa dengan mudah didapat oleh siswa tergantung jenis pelanggarannya, salah satunya adalah yang paling kentara dan emang sering dilakukan oleh anak sekarang adalah :

  • Dilarang membawa rokok – Poin 50
  • Dilarang menghisap rokok diarea sekolah – Poin 50

Bayangkan jika hal tersebut kejadian hanya dengan membawa dan menghisap rokok disekolah, sudah pasti siswa tersebut DO!…mantap, dan memang saya sangat setuju dengan aturan yang tegas terutama untuk Rokok!.

Kemudian ada lagi aturan untuk tidak membuat keributan di ruangan kelas dan poinnya emang ga besar kalau tidak salah sekitar 5 poin.

Dan larangan lainnya cukup banyak dan poinnyapun disesuaikan dengan tingkatan berat atau tidak atas pelanggaran yang dilakukan.

Jujur jaman saya sekolah tidak ada aturan seperti ini, saya salut dengan pihak sekolah yang membuat poin atas setiap pelanggaran yang dilakukan karena saya yakin siapapun akan berpikir ulang untuk melakukannya terutama sanksi terberatnya itu yang bisa membuat seorang murid menyesal seumur hidup.

Hukuman yang dilakukan atas pelanggaran memang tidak secara fisik namun sangat efektif. Ibarat kata semakin nakal seorang siswa sudah dipastikan gerbang DO menanti. Dan ketika saya menjumpai beberapa dari mereka (siswa) terlihat apa yang diharapkan dari aturan tersebut terbukti  ampuh dari cara berpakaian, rambut dan sikap para siswanya.

Semoga aturan yang sederhana ini mampu melahirkan dan menjadikan lulusannya yang mempunyai rasa kedisiplinan, berdikasi terhadap lingkungan disekitarnya.

Buat SMA Negeri 10 Tangerang Maju Terus dan cetaklah generasi muda yang berbudi dan berahlak.

Catatan :

Jika tidak berkenan tulisan ini dimuat silakan konfirmasi ke bunga.liani@yahoo.co.id atau ke blognyaomiyan@gmail.com.

About omiyan

Cuman seorang newbie didunia maya, selalu merasa jika berbicara lewat tulisan itu lebih baik daripada kita berbicara tanpa ada jejak dalam sebuah tulisan.

Diskusi

16 thoughts on “Poin Kedisiplinan

  1. sekolah Denuzz udah dari lama nerapin peraturan yg ginian …
    poin Denuzz dulu, dari 100 poin, sampai tamat tinggal tersisa 25 poin … hehe

    Salam BURUNG HANTU

    Posted by Denuzz BURUNG HANTU | 10 November 2010, 04:46
  2. Denuzz BURUNG HANTU :

    Kalau yang ini kebalik diusahakan jangan sampai dapat poin…apalagi 100

    Posted by omiyan | 10 November 2010, 04:48
  3. Disiplin sejak dini…

    Posted by Sang Penjelajah Malam | 10 November 2010, 04:49
  4. Disiplin pangkal keberhasilan

    Posted by ageng | 10 November 2010, 07:04
  5. wah.. kayak sekolah di Hogwart ya, pake poin segala🙂

    Posted by pipitta | 10 November 2010, 09:01
  6. saya juga sangat setuju..justru dengan tidak adanya aturan malah membuat anak sekolah itu liar tak terkendali🙂

    Posted by kangmas ian | 10 November 2010, 13:28
  7. Yups, saya juga sering mendapati sekolah yang menerapkan sistem ‘kredit pelanggaran’ kek gini. Namun terkadang pengawasan dan konsistensi dari sekolah itu sendiri dalam melaksanakan peraturan itu selalu menjadi salah satu permasalahan yang muncul kemudian.

    Posted by alamendah | 10 November 2010, 14:43
  8. sayah sempat kaget jga baca sistem poin cem begini, tapi semoga bisa efektif la.. jangan belom sampe setaon udah ganti lagi

    Posted by almascatie | 10 November 2010, 18:03
  9. kenyataannya, apakah peraturan itu benar-benar ditegakkan om? Setau saya, sekolah yang mengeluarkan siswanya akan mendapat reputasi yang kurang baik.

    Posted by mawi wijna | 11 November 2010, 01:55
  10. mawi wijna :

    Saya tidak tahu tapi saya melihat kepada aturan poin ini sangat bagus terutama dalam menjaga sikap dan mental para murid untuk tidak berbuat yang sekiranya akan membuat mereka rugi sendiri.

    Tapi kenyataannya di Tangerang jarang sekali terjadi perkelahian antar sekolah, dan saya belum mendengar jika ada anak SMA 10 terlibat, setidaknya ini membuktikan aturan-aturan dengan hukuman yang bukan bersifat fisik untuk anak sekolah akan memberikan efek jera dan sekalgus menjaga dan mengangkat nama baik sekolah itu sendiri.

    Tapi saya sendiri belums empat konfirmasi apakah seseorang yang sudah mencapai poin 100 langsung di DO atau tidak, tapi sekali lagi saya mengacungkan jempol kepada sekolah ini karena aturan tersebut dibuat semata-mata bukan hanya untuk kebaikan sekolah itu sendiri tapi semua warga yang berada di sekolah tersebut.

    Sekali lagi buat pembaca jika ada yang tidak berkenan atas tulisan ini mohon segera dikonfirmasi

    Posted by omiyan | 11 November 2010, 02:04
  11. aturan kayak gt mulai diterapkan sewaktu angkatan saya Om…sekitar 10 thn lalu. jd bs dibilang saya a/ angkatan percobaan utk sistem poin. trus setelah ketahuan berhasil, akhirnya mulai diterapkan di hampir semua sekolah negeri deh sampai saat ini. hasilnya? ya lumayan laaah, jadi gak bangor2 amat…hehee😀

    Posted by ernit | 11 November 2010, 04:39
  12. Ini dia sekolah yg bagus
    Salut deh🙂

    Posted by achoey | 11 November 2010, 05:25
  13. Aturan pakai poin itu lebih terukur Om, sehingga gampang mengimplementasikan…
    Dan seyogyanya, ada penyeimbangnya.
    Maksudnya, kalau siswa melakukan sebuah kebaikan, maka juga harus diberi poin.
    Tujuannya adalah, bagi anak yg terlanjur mendapat poin negatif yang besar karena banyak melanggar, dia masih ada kesempatan untuk memperkecil lewat poin positip.
    Seperti itu sudah diterapkan di SMA saya.
    Jadi kalau pelanggaran poinnya negatip, kalau kebaikan poinnya positip.
    Siswa di DO kalau poinnya -100
    Dan saya sudah bikin programnya pakai Excel… Xixixixi…
    Setiap poin entah plus atau minus yg didapat anak, tinggal masukkan ke database.
    Keywordnya pakai No. Induk…😀

    Posted by marsudiyanto | 11 November 2010, 15:57
  14. kira kira dipatuhi tak yah😀

    tapi kerenlah🙂

    Posted by wi3nd | 12 November 2010, 04:30
  15. Setuju banget.

    Asalkan para gurunya tidak sambil merokok saat membuat peraturan tersebut.
    hehehehehe…

    Posted by ImamS | 13 November 2010, 07:38

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

twitter

  • 2,461,056 Sejak 17 Nov 2008

Kategori

Yang Lagi OL

Langganan via Email

Bergabunglah dengan 929 pengikut lainnya

smadav antivirus indonesia

%d blogger menyukai ini: