Tak Berkategori

Sebuah Perubahan ….


Akhirnya dengan menyadari jika kondisi aku yang menganggur hanya akan membuat cemoohan tetangga dan membuat perasaan ibu sedih, dengan sebuah niat aku mencoba saran temanku untuk ikut ujian masuk di sekolah kedinasan tersebut, walau disisi lain aku tak begitu yakin mampu dan faktor biaya selama kuliah yang seandainya aku diterima akan menjadi kendala.

Namun karena pengalaman pahit yang aku rasakan, dorongan itu begitu kuat apalagi sikap ibu yang tadinya kepengen aku bekerja daripada kuliah berubah setelah bertemu sahabatku tersebut.

Akhirnya waktu keberangkatanpun tiba, rasa sedih hinggap dihatiku karena harus meninggalkan ibu sendirian dikampung dan setelah berpamitan ke orang tua sahabatku akhirnya kami bertiga berangkat menuju Jakarta.

Menginjakan kaki diibukota sedikit membuat aku merinding maklum, berita di TV Membuat aku ngeper biar kata saat itu kondisiku tampangnya preman (rambut panjang sebahu) tapi mukaku tetep melankolis jadi hahahahaha buat apa aku ngomongin ini juga…….hehehehe.

Aku ditampung oleh seorang sahabat satunya lagi (bukan yang bertemu di terminal) disebuah Kost-an (nama kost-annya SAUNG BANDUNG), sahabatku tersebut bernama Asep dia adalah Nomor 1 melulu waktu di SMK dulu (hhmm). Jujur melihat penghuni kost-an membuat merinding apalagi melihat jidat mereka terlihat sebagai anak-anak pintar dengan jam belajar yang lebih banyak daripada buat main jika dibanding dengan aku yang otaknya pas-pasan hhhmmm ibarat kata langit ma bumi dech.

Selama di kost-an ternyata kebiasaan bermain di kampung kambuh lagi maksudnya, disaat persiapan ujian masuk jam belajar aku bukannya ditambah malah dikit sisanya ya berkumpul ma penghuni lainnya yang kebetulan saat itu libur kuliah jadinya bisa dibayangkan mereka selalu ngajak aku untuk bermain kartu (tapi ini bukan judi lho). Disaat dua temanku belajar buat persiapan aku malah bermain hahahahaha tapi ketika ada waktu aku melahap beberapa pelajaran terutama buku-buku yang dipinjemin ma penghuni kost-an….(halah kata minjem bikin hati ga enak heheh)

Jreng…..waktu ujian tiba, ya tempat ujian waktu itu di Istora Senayan atau sekarang dikenal dengan nama Stadion Gelora Bung Karno. Waktu yang disediakan waktu itu kalau tidak salah yaitu 4 jam untuk 4 pelajaran dan setiap sesi ujian yaitu 2 pelajaran sekaligus berarti 2 jam.

Yang paling punya kesan sendiri yaitu ketika harus mengisi soal bahasa Linggis eh maksudnya bahasa Inggris, inilah yang selalu bikin aku kram otak (perut, red) maklum paling minder masalah bahasa satu ini, karena waktu yang disediakan sempit daripada kepepet akhirnya aku mengisi soal bukan dimulai dari Nomor 1 tapi dari belakang yaitu dimulai dari nomor 30 hahahhahhaa dan semuanya pake itungan kancing kekekek.

Untuk pelajaran lainnya lumayan sulit tapi tak sesulit bahasa inggris tersebut. Disini saya optimis besar untuk pelajaran pengetahuan umum dan Akuntansi.

Akhirnya dengan ketar-ketir ujianpun selesai, rasa optimis lebih sedikit dibanding pesimis maklum melihat peserta yang hadir saat itu adalah sebanyak 12.000 orang sedangkan yang diterima hanya 1.200 untuk semua jurusan dan diploma (khusus wilayah Jakarta) selain itu anak-anak yang masuk kesini terkenal dengan IQ diatas rata-rata.

Setelah menginap 3 hari dikost-an sahabatku Asep, kami memutuskan pulang sembari menunggu pengumuman yang akan keluar sekitar 1 bulan kemudian.

Setiba dikampung aku ceritakan pengalaman disana, ternyata setelah keberangkatanku kesana bunda tercinta turut membantu aku dengan doa dan beliau telah berpuasa selama seminggu, tak kusangka pengorbanannya agar aku lulus begitu besar.

Sembari menunggu pengumuman, ibu menyarankan agar aku berpuasa bersama beliau, inilah pengalaman spiritual yang benar-benar aku laksanain sepenuh hati.

Yang selalu terngiang dikepalaku hingga sekarang adalah rasa optimis beliau jika aku akan lulus.

“ Insya Allah cep (panggilan kepada aku), pasti lulus percaya ma mamah …. “

Dan akhirnya pengumuman itu tiba……..aku menelpon salah seorang penghuni kost-an yaitu a maman (orang Pandeglang). Dan dari pengumuman itu yang lulus diantara kami bertiga hanya satu, sedih dan gembira berbaur menjadi satu karena diantara kami ada yang lulus tapi disisi lain kehilangan sahabat yang seperjuangan.

Dan tahukah sahabat siapa yang diterima tersebut ternyata itu adalah ……….. (bersambung).

Satu hikmah yang aku dapatkan dari perjalanan kali ini adalah :

Percaya diri dalam menghadapi sesuatu dan setiap perjuangan tidak akan pernah berarti tanpa restu kedua orang tua terutama doa seorang ibu.

Tulisan ini aku dedikasikan buat seorang wanita yang begitu telaten berpuasa selama seminggu untuk kehidupan aku yang lebih baik ……..dan untuk kakak perempuanku yang menjadi tumpuan hidup (untuk sambungan dari cerita ini).

————— 00 —————

Kisah ini hadir untuk menyambut akhir Tahun 2010 dan jelang Milad ke-32, kisah sebelumnya :

About omiyan

Cuman seorang newbie didunia maya, selalu merasa jika berbicara lewat tulisan itu lebih baik daripada kita berbicara tanpa ada jejak dalam sebuah tulisan.

Diskusi

10 thoughts on “Sebuah Perubahan ….

  1. hm, selamat buat yang sukses dan tetap semangat buat yang masih belum lulus

    : hhmm akan saya sampaikan mas hehehe

    Posted by joe | 15 Desember 2010, 03:04
  2. Doa dan ikhtiar, itu penting!😥
    Jangan lupa restu ortu…😐

    : betul mas😐

    Posted by Asop | 15 Desember 2010, 05:49
  3. Xixixi…
    Masih bersambung lagi Om…

    : tahu nih pak…jadi keterusan hehehe maklum permintaan pemirsa wakakak

    Posted by marsudiyanto | 15 Desember 2010, 05:55
  4. Wah, pasti Om yang lulus…🙂
    Tak sabar menanti kelanjutan kisahnya…

    Salam BURUNG HANTU… Cuit… Cuit… Cuit…

    : Hahahahahahha…belum tentu lagi

    Posted by Denuzz BURUNG HANTU | 15 Desember 2010, 12:10
  5. PERUBAHAN ITU PENTING…..SEMANGAT…

    : setuju mas/mba

    Posted by hawa herbal soap | 16 Desember 2010, 03:58
  6. Doa dan restu ibu adalah kunci bagi kesuksesan anak2nya…🙂
    di akhir cerita, saya meneteskan air mata Oom, mengingat ibu dikampung yang selalu tulus berdoa untuk anaknya tercinta..🙂

    moga selalu sukses Oom..

    : ya maklum kata orang saya anak mami hehehehehehehehehe ….

    Posted by advertiyha | 16 Desember 2010, 04:39
  7. percaya diri itu memang perlu Om, saya setuju itu,

    entah kenapa saya membayangkan seorang Ibu yang juga berkata pada anaknya:
    Insya Allah kamu pasti lulus percaya ma mamah …

    dan ternyata sang anak tidak lulus…

    : Ini adalah sesuatu yang paling tidak diinginkan …nyesek…ga tega….

    Posted by mawi wijna | 16 Desember 2010, 05:18
  8. Saya percaya dengan kekuatan doa seorang ibu.
    Tapi saya tetap harus berusaha dan berdoa juga.

    : Betul pak ….kitalah yang mengubah semua itu

    Posted by Ann | 16 Desember 2010, 06:13
  9. omiyan, tulisannya menyentuh sekali, ntah kenapa saya bisa tiba2 singgah ditulisan ini,menemukan tulisan penuh hikmah dan motivasi didalamnya dimana ada kemiripan kisah dengan yang saya alami,yaitu perjuangan mencari pekerjaan.

    ketika saya lagi putus asa mencari pekerjaan,ketika kegagalan demi kegagalan saya alami,saya temukan tulisan ini.

    Tulisan omiyan bagaikan petunjuk dan hikmah yg Allah ajarkan pada saya.
    Smoga omiyan selalu dlm perlindungan Allah swt.
    Amin ya rabb..🙂

    : sama sama mba…pengalaman hidup adalah guru yang terbaik dalam memperbaiki setiap langkah kita

    Posted by cia | 16 Desember 2010, 21:34

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Kutapaki Masa Depan Itu Dengan Stress ….. « Blognya Omiyan - 17 Desember 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

twitter

  • 2,461,056 Sejak 17 Nov 2008

Kategori

Yang Lagi OL

Langganan via Email

Bergabunglah dengan 929 pengikut lainnya

smadav antivirus indonesia

%d blogger menyukai ini: