Sekedar Celoteh

(Khayalan) Stigma Negative


Apa rasanya jika stigma negative melekat pada diri kita padahal kita sendiri ga melakukan hal negative tersebut (walau tidak 100% bersih), pastinya sedih, dongkol, kesel dan lainnya jadi satu.

Terkadang untuk menyikapinya rasanya susah karena belum apa-apa pandangan orang sepertinya sudah menganggap apa yang kita miliki selalu dari hal yang tidak benar tapi ketika ada orang lain yang padahal sama status kepegawaiannya hanya beda lokasi dan departemennya tetapi ketika dia memiliki hal yang sama tapi pandangan masyarakat biasa-biasa saja.

Ada satu cerita dari seorang sahabat, dia sudah menjadi pegawai hampir 6 tahun lebih dan sudah menikah selama 1 tahun lebih dan sekarang tinggal dikomplek perumahan dengan kondisi rumah sederhana dan diberikan bekal kemampuan untuk membeli roda dua dan empat, tapi apa jadinya pandangan tetangganya ketika dia pertamakali memiliki kendaraan roda empat….yang jelas negative sudah muncul dalam benak tetangga sekitar.

Dia sendiri berkata bahwa untuk membeli itu adalah utang ke bank, dari sisi kehidupannya juga biasa dan memang kondisinya seperti itu apa adanya dalam mendapatkan kendaraan roda empat tersebut.

Ada lagi cerita lainnya dari sahabat saya satunya ketika salah seorang tetangganya mengomentarin tentang suatu kasus yang sedang hangat dan dia mengatakan bahwa hampir semua orang yang melakukan itu sama dengan pegawai yang lainnya dalam intansi orang yang terkena kasus tersebut.

Jika yang ngomong seperti itu orang awam mungkin bisa dimaklumi tapi yang ngomong ini adalah orang yang status kepegawaiannya sama tapi beda tempat bekerja dan saat ini orang yang berbicara terkesan “sok bersih” justru sedang membangun sebuah rumah tingkat dua sedangkan penghasilan dia sendiri hanya kisaran 3-4 juta … dan baru bekerja 4 tahunan hhmm lucu.

Dan ketika teman saya tersebut membalikan perkataan orang tersebut yang ada dia malah diam tak bisa berkata, dan selanjutnya dia ngeloyor pergi dengan muka memerah.

Ironis memang terkadang semut disebrang lautan bisa terlihat tapi gajah dipelupuk mata tak terlihat sama sekali.

Jika suatu kejujuran sudah dianggap kebohongan lebih baik kita diam saja karena itu sudah menunjukkan kepicikan orang (lawan bicara)dalam memandang sesuatu, biasanya lawan bicara seperti tiu adalah orang yang tidak mengerti dan biasanya jika dia berkomentar perkataannya lebih berdasar kepada “katanya” atau “kata sianu”…..

Terkadang kita tidak pernah tahu, jika disekeliling kita yang terlihat mempunyai rumah lebih dari satu bisa jadi karena dia mempunyai manajemen lain dalam menata kehidupannya, misalnya Manajemen hutang ya…. Maksudnya dia meminjam uang kepada pihak lain untuk membeli suatu asset yang kemungkinan diprediksi setahun atau dua tahun akan meningkat pesat sehingga ketika dijual dia akan mendapatkan untung dan itu saya dapatkan dari sahabat saya, dia hidupnya biasa dan saya belajar banyak dari dirinya karena ketika suatu kondisi memojokannya manajemen yang dia gunakan cukup ampuh karena ketika dia menjual beberapa asetnya ternyata hutang yang dia punya bisa terbayar lunas dan diapun masih mendapatkan keuntungan.

Yang jelas merubah cara pandang orang memang susah tapi menggiring opini orang itu mudah dan banyak cara untuk mengubahnya.

Buat saya, pandangan orang sejelek apapun tentang pribadi … MASA BODOH selama saya tidak melakukannya. Yang terpenting prilaku kita dimasyarakat adalah baik dan tidak aneh.

Ini hanya cerita imajinasi atau khayalan saya sebagai bahan evaluasi dikehidupan yang sudah menginjak ke-32, memang sebagai manusia rasa iri hati dan dengki akan selalu ada tapi semoga ada saatnya kita untuk berubah dan menjadi orang biasa (baca: kaya) tapi baik hati.

Salam

About omiyan

Cuman seorang newbie didunia maya, selalu merasa jika berbicara lewat tulisan itu lebih baik daripada kita berbicara tanpa ada jejak dalam sebuah tulisan.

Diskusi

9 thoughts on “(Khayalan) Stigma Negative

  1. Itulah fenomena yang sering terjadi pada masyarakat. Stigma negativ ini menurut saya muncul karena banyaknya kasus-kasus seperti korupsi, manipulasi, sogok-menyogok dan nepotisme yang di praktekkan oleh aparatur, baik negara maupun swasta sehingga menyebabkan masyarakat cepat curiga. Betapa tidak, seorang Gayus saja yang PNS golongan III A memiliki kekayaan miliaran rupiah. Jadi stigma negatif itu sendiri tercipta karena kondisi negara yang korup sementara rakyat masih tetap miskin. Ini berarti ada kesenjangan dalam masyarakat baik itu kesenjangan ekonomi ataupun sosial. Jika anda seorang aparatur pemerintah atau orang yang memiliki kelebihan dari segi materi, berhati-hati saja. jangan sampai membuat masyarakat yang sdg sensitif ini memberi praduga negativ pada anda

    Posted by luacis | 5 Januari 2011, 07:50
  2. Kita memang tidak bisa melarang cara berpikir orang lain ya, kadang orang jadi terbiasa menilai suatu keadaan karena sudah “terbiasa”. Mgkn waktu kecil keluarganya jg biasa begitu jadilah saat dia dewasa pun begitu.

    Manajemen hutang yang baik memang perlu… asal jgn sampai melilit seumur hidup. Kalau saya melihat teman saya naik mobil baru pdhl gajinya saya tahu berapa, ya saya pikir bisa jadi dia baru dapat uang hasil jual tanah bapaknya…🙂

    Posted by zee | 5 Januari 2011, 08:00
  3. manusia memang tempatnya nafsu, kadang kalo meliat orang lain lebih sukses nafsunya pengen ngelebihi, kalo ga mampu ya jadi iri deh

    Posted by Hafid Junaidi | 5 Januari 2011, 08:36
  4. (Maaf) izin mengamankan KEEMPAX dulu. Boleh, kan?!
    Sangat menjengkelkan saat menyandang stigma negatif. Btw, bagi saya sikap msa bodoh dan cuek bebek keknya sangat dibutuhkan pada saat yang demikian.

    Posted by alamendah | 5 Januari 2011, 09:00
  5. kalo saya masabodohlah dengan berbagai stigma dari org lain. Orang Indonesia kan biasa begitu, termasuk saya he he. Tidak kita pungkiri, kadang kita juga begitu sama orang baik secara sadar maupun tidak. Namanya juga manusia gak ada yg sempurna.

    Posted by lembahsilikon | 5 Januari 2011, 09:46
  6. buat saya hidup ini bukanlah cerita ttg bagaimana orang lain bersikap kepada kita, melainkan cerita ttg bagaimana sikap kita kpd orang lain😀

    my last post: Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia

    Posted by Fir'aun NgebLoG | 5 Januari 2011, 15:03
  7. sepertinya setuju dech dengan fir’aun
    kita harus berpikir bagaimana kita untuk dapat menilai positif orang lain, niscaya nilai positif juga akan kita dapat
    betul tidak ya???

    salam dari pamekasan madura

    Posted by citromduro | 6 Januari 2011, 01:37
  8. memang masyarakat skr cenderung berfikiran negatif sob…ga dilihat sisi positifnya..selalu saja negatif…jadinya ya muncul saling iri,dll

    Posted by julicavero | 6 Januari 2011, 01:40
  9. Jika mampu… Lakukan pendekatan kpg org” yg mencibir bahkan memusuhi kita, agar tahu penyebabnya, mungkin pandangan yg mereka miliki berasal dari kebodohan mereka saja, atau ketudak tahuan mereka ttg kita.
    salah satu tugas kita dalam hidup adalah harus saling mengingatkan, saling menyadarkan,,,termasuk mereka yg sedang berpandangan negatif thdp kita, intinya mereka sedang sakit hati & pikiran krn perasaan iri nya sendiri, wajib ditengok & disembuhkan.
    “Sabar tak berarti Diam saja …Sob!”
    Kecuali kalo hati kita ngerasa nyaman dengan perlakuan mereka…bolehlah diam saja.
    Tips ini pernah saya coba, dan hasilnya menakjubkan ! yg negatif menjadi positif.

    Posted by Dede Glx | 8 Januari 2011, 01:16

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

twitter

  • 2,461,813 Sejak 17 Nov 2008

Kategori

Yang Lagi OL

Langganan via Email

Bergabunglah dengan 929 pengikut lainnya

smadav antivirus indonesia

%d blogger menyukai ini: