Saya Dan Keluarga

Ayah Jangan Marah….


Memang semakin bertambah usia anak semakin harus menjaga ucapan didepannya walau terkadang si anak suka salah tangkap tapi dari perhatiannya terhadap tingkah laku dan ucapan kita sudah menandakan jika anak kita akan selalu bercermin terhadap orang tuanya.

Memang kalau dirumah saya suka bicara agak keras dan terkadang ga ada apa-apa (maksudnya ga marah), nah kalau pas bicara dengan nada tersebut tepat didepan Bunga maka dengan cepat Bunga akan meresponnya..

” Ayah jangan marah-marah …… ngomongnya yang baik-baik aja… “

Jujur saya suka malu sendiri, dan biasanya saya selalu menjawab kalau saya tidak dalam keadaan marah cuman lagi bercanda.

Namun terkadang kita juga musti berhati-hati dalam mengucapkan sesuatu karena tafsiran sianak jika kalimat itu bisa diucapkan oleh siapapun, dan yang pernah saya denger dari mulut Bunga adalah ketika saya sedang mencari barang pribadi saya, secara tiba-tiba Bunga berkata …

” Makanya pakai mata ayah jangan pakai mulut …. “

Gleekkkk …

Biasanya saya selalu telusuri darimana sumber ucapan kalimat tersebut, karena setahu saya Bunga sendiri jarang keluar main dan sudah pasti orang rumah. Dan ternyata istri pernah mengucapkan tersebut ketika Bunga sedang mencari pensilnya.

Yang jelas semakin besar seorang anak, tantangannya semakin kerasa terutama dalam memberikan contoh buat mereka agar kelak bisa menjadi anak yang baik….dan terkadang hal ini membuat saya khawatir….

About omiyan

Cuman seorang newbie didunia maya, selalu merasa jika berbicara lewat tulisan itu lebih baik daripada kita berbicara tanpa ada jejak dalam sebuah tulisan.

Diskusi

12 thoughts on “Ayah Jangan Marah….

  1. mendidik dengan keteladanan dan kesabaran adalah salah satu kunci sukses mendidik anak bang, plus jangan lupa berdo’a… salam

    Posted by purwanto | 28 Februari 2011, 08:13
  2. memang sebagai orang tua kita juga harus menjaga sikap di depan anak2, jangan sampai tadinya kita mau negur si anak eh malah kita yang diceramahin hehe

    Posted by archer | 28 Februari 2011, 08:26
  3. kena deh luw….kurang lebih begitu kalimat yg pas menggambarkan situasi demikian….

    iya, bener banget…emang kita yg kadang kih contoh ga bener ya…hiks…

    bayangin, ke 3 anak saya kalo marah jaaannnn persis banget sama saya, foto copy, xerox pula😦

    Beruntunglah kita kalau anak masih berani memprotes kita, karena sekaligus mengingatkan kita saat itu…

    Hadooohhh, gimana ya cara ngilangin cara marah itu?

    Posted by Devi Yudhistira | 28 Februari 2011, 08:29
  4. Wah bener banget itu.
    Sekarang saya haruuuuus benar2 jaga bicara di depan anak.
    Saya kan kalau sudah merepet suka ngomel tuh, nah ternyata anak saya mengikuti gaya saya merepet dan ngedumel… kesannya kayak melawan, padahal dia begitu karena meniru saya. Hiks.

    Posted by zee | 28 Februari 2011, 08:38
  5. anak-anak adalah para peniru yang hebat, karena itu kita sebagai orang tua harus selalu memberikan contoh yang baik agar si kecil juga menirukan hal-hal baik tersebut, yang menjadi masalah adalah jika si kecil mendapatkan hal-hal tersebut dari lingkungan luar

    Posted by joe | 28 Februari 2011, 09:55
  6. Masa anak-anak memang masa perkembangan, masa meniru yang penuh kepolosan dan kejujuran. Ini bisda menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk bersikap hati-hati di depan anak-anak kita. Jangan sampai secara tanpa sadar kita telah memberikan tauladan yang jelek.

    Posted by alamendah | 28 Februari 2011, 13:40
  7. Hahahahhah… dilema2 orang yang sudah punya anak nih… anak2 makin lama makin cerdas aja ya… dan berani berpendapat…

    sudah saatnya kita mulai “mencerdaskan” diri mas.. hahahahaaa… karena buah gak akan jatuh jauh dari pohonnya.. kita makin pinter, mereka akan lebih pinter…🙂

    *halah aku ini kaya iya aja, padahal nikah aja belom, wkakakakak

    Posted by Prima | 28 Februari 2011, 14:33
  8. Belum menjadi orang tua jadi tidak tahu cara tepat mendiidik anak. Tapi Insya Allah belajar dari pengalaman Bang Omiyan.

    Posted by Sya | 1 Maret 2011, 05:30
  9. bener mas, anak kecil itu penyerapan otaknya lebih cepet dr kita, hal2 kecil aja bisa diinget sama mereka.
    aku punya sepupu yg masih kecil dirumah, salah ngomong aja dia protes..haha
    suka malu sendiri sama anak kecil.

    Posted by melly | 1 Maret 2011, 06:28
  10. Kebayang deh kalau kedua orang tua anak suka mengeluarkan sumpah serapah…
    Mungkin anaknya bakalan jadi preman😦

    Posted by Kakaakin | 1 Maret 2011, 23:45
  11. betul banget, anak responnya cepet banget,,,,,
    apa yg kita omongin pasti ngikutin

    Posted by zenal | 8 Maret 2011, 10:38
  12. mari kita sama2 memerangi kemarahan

    Omiyan : Mari atuh kapan lagi hahaha

    Posted by dealer pulsa | 17 April 2011, 05:51

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

twitter

  • 2,461,056 Sejak 17 Nov 2008

Kategori

Yang Lagi OL

Langganan via Email

Bergabunglah dengan 929 pengikut lainnya

smadav antivirus indonesia

%d blogger menyukai ini: