Gowes Sepeda yuk

“Baduy Dalam” Dimata Seorang Goweser (bag. 1)


Gowes Serang – Rangkasbitung

1303797111347078165Rasa penasaran yang sudah hinggap diotak ini hampir 8 tahun akhirnya terlaksana juga ketika komunitas tempat saya bergabung yaitu Serang Cross Country Community (SXC2), berniat mengadakan ekspedisi Baduy dalam pada tanggal 22-23 April.

Sekitar tahun 2003 saya sendiri sempat mengunjungi Baduy Dalam tapi sayangnya guide yang memandu kami ternyata melakukan kesalahan yaitu menerobos tanpa izin terlebih dahulu sehingga perjalanan terpaksa tidak bisa dilanjutkan.

Dan tibalah pada tanggal 22 April atau tepatnya pada hari jumat semua persiapan kami dimulai dan berkumpul di tempat biasa yaitu KPP Serang, dari jumlah peserta yang dijadwalkan ikut 18 orang akhirnya menciut menjadi 15 orang karena yang 3 mendadak ada acara yang tidak bisa ditinggalkan.

Diantara 15 orang yang ikut, 8 orang adalah alumni Ekspedisi Arum Jeram Ciberang dan sisanya adalah pemain lama yang tak sempat ikut sebelumnya ditambah 2 anggota baru.

Setelah persiapan dirasa cukup dan semua peserta siap akhirnya jam 07.20 semua peserta berangkat melalui jalan Banjar sari, Cipocok Jaya via Petir dan selanjutnya menuju Cibadak dan beristirahat di rangkasbitung.

Selama perjalanan jarak antar peserta tidak begitu jauh walau dari segi usia yang ikut mulai dari 20 sampai 40 tahunan, tapi karena yang ikut terbilang goweser yang memang nekat (nekat malunya hahaha).

Jalan Petir yang berada di Kabupaten Serang memang terasa berbeda ketika kami lalui pada saat melakukan perjalanan menuju Ciberang, Lebak karena jalan terasa lebih banyak lubangnya disana-sini selain itu beberapa bulan kemaren curah hujan cukup tinggi ditambah kendaraan yang melalui jalan raya Petir terbilang mobil berat sehingga kami diharuskan waspada.

Tiba di Rangkasbitung sekitar pukul 09.25, dan waktu isitirahat kami isi dengan minum dan makan yang telah disediakan sebelumnya.

Gowes Rangkasbitung – Ciboleger

1303796899837698422Tepat pukul 10 perjalanan kami lanjutkan dan rute yang dilalui adalah jalan raya cimarga, Lebak.

Seperti kebanyakan daerah yang berada dipinggiran kota sudah bisa dipastikan sarana dan prasarana jalanpun seperti alakadarnya dan terkesan kurang perawatan. Ya jalan yang kami lalui memang ga rusak-rusak amat tapi tetap dibeberapa titik terdapat jalan-jalan yang rusak dan berlubang.

Di suatu daerah bahkan saya melihat sebuah bukit yang harus gundul bahkan mungkin disuatu saat akan hilang karena tanahnya yang mengandung pasir sedang dikeruk oleh para pengusaha pasir (Rangkasbitung memang terkenal dengan pasirnya yang bagus).

Secara pribadi saya menyayangkan karena bagaimanapun seharunya membiarkan bukit tersebut tetap ada agar pepohonanpun bisa tetap tumbuh, tapi ya kepentingan bisnis lebih kuat daripada menjaga alam itu sendiri.

Dan sekitar pukul 11 siang akhirnya kami memutuskan untuk berisitirahat untuk melaksanakan Shalat Jumat di sebuah Masjid di daerah pasir Bungur, Cimarga.

Jumatan disini terbilang unik karena menggunakan bahasa Arab ketika khutbah Jumatnya dan ketika selesai Shalat Jumatnya, mereka melakukan Shalat kembali secara berjamaah dan saya sendiri tidak tahu Shalat apa, karena kalau itu Shalat sunnah tidak mungkin dilakukan berjamaah tapi katanya mereka melaksanakan Shalat Dzuhur.

Sekitar pukul 1 lewat perjalanan kami lanjutkan setelah diisi sebelumnya dengan acara makan siang dan cuaca yang panas sebelumnya mendadak menjadi mendung dan tak berapa hujan deras. Namun karena perjalanan masih jauh kurang lebih 30 Km maka hujan yang deras kami terobos dan untungnya dengan hujan membuat stamina tetep bugar.

Didaerah Bojong Manik bisa jadi merupakan ujian sebenarnya karena trek yang dilalui sudah mulai disuguhi tanjakan yang panjang plus tentunya bonus turunan. Dan disini para goweser mulai tercecer menjadi beberapa bagian termasuk saya yang akhirnya harus menggowes sendirian hahaha untungnya sambil tanya kanan kiri jalan yang saya lalui benar.

4 Km menjelang Ciboleger adalah yang terberat karena jalan yang dilalui benar-benar tanjakan dan turunan bahkan ditanjakan terakhir tepatnya 10 meter menjelang tanjakan berakhir saya sendiri harus melakukan MTB alias Mari Tuntun Bersama karena rasa cape dan lapar sudah bercampur aduk, dan akhirnya sekitar jam 15 lewat saya sampai di Ciboleger yang merupakan tempat terakhir kami mengayuh sepeda sekaligus tempat dimana kami mengurus ijin masuk ke Baduy Dalam…..

Disini kamu sudah dinanti oleh dua Bidadari dari Komunitas Backpackers Indonesia (BPI)……bersambung.

Sumber : Tulisan yang diambil dari Kompasiana.

About omiyan

Cuman seorang newbie didunia maya, selalu merasa jika berbicara lewat tulisan itu lebih baik daripada kita berbicara tanpa ada jejak dalam sebuah tulisan.

Diskusi

14 thoughts on ““Baduy Dalam” Dimata Seorang Goweser (bag. 1)

  1. wah…asik bener…20-40…ya kalau saya ikut berarti saya masuk rombongan tengah kalau diliat kategori umur😀

    Posted by bukan detikcom | 26 April 2011, 15:33
  2. saya malah penasaran dengan sholat jum’atnya itu, kok bisa beda ya?

    Posted by choirul | 26 April 2011, 17:43
  3. waah senengnya menggowes..
    Om iyan bonceng aku yah..haha..

    Posted by Nchie | 27 April 2011, 02:31
  4. sepertinya perjalanan yang menarik, jadi gak sabar nunggu lanjutannya…

    Posted by susisetya | 27 April 2011, 02:37
  5. tantangan menarik Kang
    berpetualang memang mengasyikkan
    lumayan, nambah saudara, nambah pengalaman
    apalagi bisa ketemu bidadari..

    sedj

    Posted by sedjatee | 27 April 2011, 03:47
  6. saya pengen banyak belajar tentang kearifan lokal. sosial, budaya, pendidikan setempat. di sini gak ada. hiks sedih

    Posted by guru rusydi | 27 April 2011, 08:31
  7. nyepeda di perkampungan Baduy Dalam Om??? Ditunggu lanjutan kisahnya!😀

    Posted by mawi wijna | 27 April 2011, 12:08
  8. Ceritra yang menarik tentang perjalanan anda.

    Posted by Multibrand | 28 April 2011, 03:47
  9. nice..
    sempatkan juga mengunjungi website kami http://www.the-netwerk.com
    sukses selalu!

    Posted by The-netwerk | 28 April 2011, 08:37
  10. Saya ingin suatu saat ke Baduy, sudah 4 tahun ini menyimpan keinginan..

    Posted by giewahyudi | 28 April 2011, 09:10
  11. asyik nih hampir tiap minggu jalan-jalan🙂

    Posted by orange float | 28 April 2011, 12:39
  12. tor refresing yang menyenangkan dengan teman-teman,pasti banyak tawa dan canca serta pegalaman perjalanan yang berkesan dan menarik

    Posted by obat alami sinusitis | 29 April 2011, 00:01
  13. Di kampung saya juga abis salat jumat ada salat berjamaah
    Beberapa warga yang sudah mengenal kota dan belajar agama di sana kadang gak ikutan🙂

    Wah, jelajah baduy dengan gowes ria pasti seru🙂

    Posted by achoey el haris | 29 April 2011, 03:10
  14. mantap//

    Posted by harestyafamily | 29 April 2011, 04:38

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

twitter

  • 2,461,813 Sejak 17 Nov 2008

Kategori

Yang Lagi OL

Langganan via Email

Bergabunglah dengan 929 pengikut lainnya

smadav antivirus indonesia

%d blogger menyukai ini: